
Bismillahirohmanirohim.
"Bagaimana apakah kalian sudah menyiapkan apa yang saya inginkan?"
"Semuanya sudah siap bos, tinggal bos menentukan untuk kapan mulai melakukan penyerangan" ujar Max yang berada di samping Jaka.
"Kita akan bergerak malam ini, tapi kita bantai dulu orang-orang yang telah melenyapkan Jefri, setelah itu kita mengobrak-abrik kota X, untuk mencari keberadaan gadis mata-mata itu, yang kabarnya dia memiliki sebuah sistem yang sangat luar biasa"
"Jangan lupa bawa sistem yang sudah kita beli dari perusahaan car group. Semua teknologi itu akan berguna untuk kita mengalahkan para musuh-musuh kita"
"Tapi teknologi tidak bisa bekerja secara dua puluh empat jam bos" peringat Max pada Jaka.
"Aku tidak butuh masukan darimu Max, jalankan saja perintahku" tegas Jaka.
Jaka menatap tajam Max yang sudah berani mengeluarkan pendapat tanpa diminta oleh dirinya.
"Satu lagi Max, pastikan jika kita sudah mengetahui titik tempat keberadaan mereka dengan benar" suruh Jaka dengan nada bicara tanpa ingin dibantah sedikitpun.
"Baik bos, aku juga akan menyiapkan seluruh pasukan untuk segera bersiap menghadapi perang yang akan terjadi ini"
"Bagus pergilah" Jaka mengibaskan tangan nya tanda menyuruh Max segera menyelesaikan semuanya, karena sebenar nya lagi dia akan melakukan pergerakan.
"Tunggu kehancurannya kalian kelompok merah, setelah berbulan-bulan aku membiarkan kalian atas kematian putraku, malam ini akan aku luluh lantahkan kalian semua, tanpa tersisa satu orangpun" Jaka tersenyum mengerikan dia sudah 100% yakin jika malam ini dirinya yang akan jadi penguasa sesungguhnya di kota X.
Sementara itu Max sibuk mengatur para pasukan dan menambah baterai semua teknologi canggih yang dimiliki oleh Jaka.
Saat tengah sibuk menyiapkan pasukan, Max sempat menyampaikan sesuatu pada seseorang, di sebuah teknologi berukuran kecil yang bisa mengirim pesan, hanya pemilik teknologi tersebut yang dapat mengetahui benda itu. Jaka saja tidak tahu apa yang dikirim Max dan entah Max kirim pada siapa teknologi itu.
Tepat pukul 8 malam Jaka mendatangi tempat persiapan para anak buahnya yang sudah diatur oleh Max dan beberapa orang kepercayan Jaka yang lainnya.
"Bagaimana apakah sudah siap semua?" tanya Jaka dengan suara lantangnya.
"Siap bos!" mereka semua tidak ada yang tidak menjawab pertanyan yang dilontarkan oleh Jaka.
"Max kesini sebentar" suruh Jaka yang melihat Max sudah berada di dalam barisan.
__ADS_1
Tanpa membantah Max langsung mendekat pada Jaka. "Max apakah kamu sudah memasukan beberapa orang ke dalam teknologi canggih yang baru saja kita dapatkan dari car group?"
"Sudah bos"
"Ada berapa orang yang bisa kita letakan di sana?" tanya Jaka memastikan.
"Sekitar 100 orang bos!"
"Baiklah itu lebih dari cukup sekarang ayo kita berangkat!" perintah Jaka.
Jaka membawa rombongannya menggunakan beberapa mobil ke sebuah tempat yang sudah ditentukan mereka cari informasinya terlebih dahulu.
Dimana tempat itu adalah markas persembunyian kelompok kelelawar salah satu musuh Jaka.
Sampai disana mereka semua langsung mengobrak-abrik tempat itu, mereka yang tidak tahu jika ada penyerangan tewas tanpa tersisa dengan begitu saja. Tanpa adanya perlawanan dari orang yang mereka serang.
Jaka dan para anak buahnya hanya dalam waktu dua jam sudah dapat menghancurkan semua anggota merah, tidak ada satupun yang tersisa disana
"Inilah akibatnya karena telah berani bermain-main denganku"
"Bereskan semua mayat ini dan kita melangkah ke tempat selanjutnya, besok kita sudah harus bisa menemukan gadis mata-mata itu"
"Siap bos!"
Seorang menertawakan Jaka dalam hatinya dengan kebencian dan mengumpati Jaka atas kebodohan Jaka sendiri. "Jika saja tidak ada mereka kau tak akan pernah bisa menghancurkan pasukan mereha ini" ucap seorang itu dalam hatinya.
"Bersiaplah besok bukan anda yang akan menemukan gadis mata-mata itu, tapi anda yang akan mendapatkan sebuah kejutan yang sangat luar biasa" ucap orang itu lagi masih di dalam hatinya.
Kini rombongan Jaka sudah bergerak ke tempat kedua yang sudah mereka rencanakan, mereka akan istrihata terlebih dahulu tapi sebelum melanjutkan kembali aksi mereka.
***
Derrell yang mendapatkan kabar jika malam ini peperangan akan dimulai, sudah mulai menyiapkan banyak hal. Dengan bantuan dari yang lainnya Derrell membuat pengungsian secara diam-diam untuk masyarakat kota X.
Mereka tidak tahu kenapa Derrell melakukan hal ini, yang pasti mereka mendapatkan kabar kurang menyenangkan maka dengan mudah masyarakat kota X menuruti keinginan Derrell.
__ADS_1
Bukannya apa semua ini Derrell lakukan semata-mata hanya untuk menyelamatkan nyawa yang sama sekali tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa.
"Hei nona kucing aku peringatkan kepadamu, kamu harus terus bersamaku ingat jangan pernah berpisah dariku"
"Kamu masih ingat orang-orang yang mencarimu saat itu, kini mereka kembali mencari keberadaan dirimu lagi" ucap Derrell pada Amira.
Amira dan Derrell sedang berjalan beriringan untuk mengantar para masyarakat kota X.
"Aku tahu siapa sebenarnya yang mereka cari, itu kamu kan. Kamu orang yang memiliki sebuah aplikasi aneh kalau tidak salah namanya magic system"
"Seet pelankan suaramu noan" tegur Derrell.
"Apa yang anda katakan benar nona, tapi bukan salahku jika nona sendiri yang menjadi sasaran mereka, mungkin karena keberadaan nona Amira lebih menonjol dari pada saya, saya sendiri saja dulunya hanya seorang ob, jadi anda tahukan apa yang saya katakan ini, anda orang cerdas nona jadi tentu bisa mencerna kata-kata saya"
Derrell tersenyum pada Amira, walaupun keduanya berdebat tapi tidak sekalipun Derrell membentak Amira.
"Ya baiklah bapak Derrell yang terhormat, terima kasih atas perhatian anda saya sangat-sangat berterima kasih" ujar Amira yang menekankan di setiap kata-katanya.
Mereka menemain para pengungsi hingga hari sampai pagi, tapi sebelum pagi menjelang magic system membawa Derrell dan timnya ke rumah Zegra. Tanpa sepengetahuan Derrell dan yang lainnya.
Hanya Derrell dan Amira yang sadar jika mereka dipindahkan oleh magic system.
"Bapak tegas kenapa aku ada disini?" tanya Amira dengan bingung.
"Hai gadis kucing nanti saja bertanyanya oke, sekarang ada yang lebih penting dari pertanyaanmu" ucap Zegra cuek.
"Bukahkan anda bapak Zegra yang sudah lama tanpa kabar itu" ucap mereka semua dengan kompak.
"Dan Ceo Titan kenapa ada disini?" bingung Fian yang lebih menyadari keberadaan Titan terlebih dahulu dari pada Zegra.
"Karena disini tempatku, dan sebenarnya ceo car group itu bukan aku tapi Zegra, aku hanya sebagai penggantinya saja untuk sementara" jelas Titan.
"Tidak mungkin bagaimana bisa sedangkan di semua data car group mengatakan jika anda adalah ceo car group" protes Fian.
"Tapi ini kenyataan yang sebenarnya"
__ADS_1
"Sudah aku katakan jangan bahas hal yang tidak penting sekarang!" ucap Zegra dengan suara tegasnya.