
Bismillahirohmanirohim.
Semua masyarakat kota X telah pulang ke rumah mereka masing-masing dengan selamat. Bahkan bukan hanya para masyarakat kota X saja yang pulang ke rumah masing-masing, tapi juga Derrell dan yang lainnya kembali ketempat asal mereka. Mereka sudah merindukan rumah hasil jerih pada mereka sendiri. Dan yang masih memiliki kedua orang tua pasti merindukan rumah mereka.
"Aku merindukan rumahku, akhirnya aku bisa pulang dan tidur nyenyak kembali dan satu lagi kembali bertemu dengan orang tuaku " ucap Dul yang sudah berdiri di depan pekarangan rumahnya.
"Apakah kalian akan mampir ke rumah sederhanaku ini?" Dul bertanya pada semua temannya. Kini dirinya sudah berada diluar car superstar dia baru saja keluar dari mobil ciptaan mereka sendiri.
"Rumah sederhana apanya, orang rumah bagus kayak gini" gumun Mike yang masih dapat didengar oleh Dul.
Dul menatap lekat-lekat Mike. "Hei, kenapa kau menatapku seperti itu, apakah ada yang salah?" protes Mike tak terima.
"Ya ada yang salah, kau tidak tahu saja perjuanganku agar bisa membangung rumah sederhana ini"
"Aku tak peduli!" sahut Mike cepat.
"Kau tidak asik bung"
"Kau-"
"Lebih baik kamu masuk sekarang juga ke dalam rumah Dul, jika tidak aku pastikan kau tak akan berhenti berdebat dengan Mike"
"Kalau tidak biar Mike aku turunkan disini, agar dia bisa menginap di rumahmu dan kalian bisa mengobrol lebih banyak lagi" tawar Derrell memotong ucapan Dul, jika tidak mereka tak akan pulang.
"Kita jalan sekarang" bukan Dul yang menjawab melainkan Mike. Dengan cepat Mike kembali mengendalikan sistem yang terdapat di car superstar.
Setelah itu car superstar yang membawa Derrell dan yang lainnya benar-benar menghilang ditelan jalan raya yang sangat panjang itu.
"Dari tadi kek, aku sudah rindu dengan rumahku. Sudah lama aku tak pulang kesana" komentar Amira.
Car superstar sudah kembali melaju, kali ini tujuannya adalah utara kota X, tempat Amira tinggal karena lokasi yang paling dekat adalah tempat itu. Setelah itu baru mereka akan mengantar Fian dan terakhir Ajo juga Mike kedua orang itu akan menginap dirumah Derrell.
__ADS_1
Tak ada percakapan antara keempat orang itu di dalam car superstar mereka larut dalam pikiran masing-masing.
Fian ya orang itu sudah sangat merindukan mesin-mesin sistem yang selalu dia otak atik, rasanya dia ingin segera kembali ke car group untuk bergelut dengan para mesin canggih ciptaannya yang ada disana.
Ajo orang itu tentu saja tidak ada tujuan untuk pulang, karena sedari dia keluar dari lapas Ajo tinggal bersama Derrell. Sampai dia sudah bekerja di car group. Tidak ada tujuan lagi bagi Ajo selai rumah Derrell yang terkesan elegan, tapi minimalis orang lain saja pasti akan langsung jatuh cinta dengan dekorasi ruangan yang tertata rapi seperti rumah Derrell itu yang dia tata sendiri dengan sedemikian rupa. Agar terlihat indah dan mewah, walaupun terkesan minimalis.
"Turunkan aku disini saja" pinta Amira saat mereka melewati warung nasi kucing.
Mereka semua tersadar dari lamunan masing-masing termasuk Mike yang sedari tadi memegang sistem kemudi.
"Apakah ini rumah anda nona Amira?" tanya Fian memastikan.
"Bukan, tapi aku kesini ingin makan dulu, aku merindukan makan disini, ditambah lagi aku sedang lapar" sahut Amira dengan enteng.
Tanpa ketiga orang itu sadari Derrell sudah turun dari car superstar untuk memakan nasi kucing.
"Nasi kucing apa itu?" tanya Mike membaca tulisan yang tertera di papan warung nasi kucing.
Fian dan Mike pun melakukan hal yang sama mereka mengikuti Amira berjalan menuju warung nasi kucing.
"Apakah makannya enak Rel?" tanya Fian sudah mulai waspada. Sayangnya dia tidak mendapat respon sama sekali dari yang dia tanya.
"Lah mana Derrell?" ucap Mike dan Fian bersamaan.
Mereka kembali melihat ke arah superstar tapi orang yang mereka cari tidak mereka temukan sama sekali. Amira yang melihat itu hanya bisa menggeleng. "Para orang-orang aneh" gumunnya.
Kedua orang tadi yang tidak menemukan keberadaan Derrell, kembali mendekati Amira. "Amira Derrell hilang" ucap Mike dengan hebohnya.
"Bisa gawat kalau ketahuan sama ayah Zagra kalau anaknya hilang saya bisa dipotong jatah jalannya. Lebih parahnya lagi saya bisa dikirim ke tempat pelosok" heboh Mike.
Amira menatap jengah Mike begitu juga dia menatap Fian. "Kalian berdua biarkan saja dia toh dia tidak memikirkan kalian" ucap Amira sambil berlalu masuk ke dalam warung nasi kucing itu.
__ADS_1
Derrell yang sedari tadi dicari ternyata orang itu tengah menyantap nasi kucing dengan nikmat. "Kau!" sentak Mike tak percaya.
Bisa-bisanya orang yang sedari tadi mereka khawatirkan ternyata tengah asik dengan dunianya sendirinya. "Kita sudah mencari kemana-mana yang dicari malah asik makan disini" sindir Fian sambil mengambil alih tempat duduk di sebelah Derrell.
"Kalian sejak kapan disini?" tanya Derrell yang tak ada tampang rasa bersama sama sekali dari raut wajahnya.
"Anda bertanya kapan kami disini? Seharusnya kita yang bertanya sejak kapan anda berada disini Derrell, membuat orang panik saja" sindir Mike.
"Aku kira kalian tidak suka nasi kucing ya sudah aku makan sendiri saja"
"Hei laki-laki aneh, tapi setidaknya kau bilang dulu jika ingin pergi membuat orang khawatir saja" Amira yang sedari tadi diam sambil menikmati nasi kucingnya yang sudah terhidang dengan sempurna membuka suara.
"Benar apa yang dibilang nona Amira" ucap Fian dan Mike lagi-lagi dengan kompak.
Tapi Derrell tak peduli dia malah menarsiskan dirinya pada gadis yang sudah dia lamar walaupun tidak resmi beberapa minggu yang lalu. "Apakah anda mengkhawatirkanku Amira calon suamimu?" tanya Derrell dengan tatapan berbinar.
"Sungguh anda terlalu pede tuan Derrell, yang mengkhawatirkan anda itu bukan saya tapi kedua orang ini" tunjuk Amira pada Mike dan Fian.
"Aku mengkhawatirkanmu karena aku tidak mau disalahkan oleh ayah Zegra" bela Mike tidak mau jadi sasaran.
"Aku pun sama dengan apa yang dikatakan Mike" sahut Fian cepat.
"Sudahlah diam kalian mengganggu acara makan aku saja" Derrell tak peduli lagi dengan Fian dan Mike, menurutnya mereka tak penting ketimbang nasi kucing yang saat ini ada di hadapannya, dengan mata yang berbinar-binar Derrell kembali memuaskan nasi kucing itu ke dalam mulutnya.
"Setelah ini kalian langsung pulang saja tak perlu mengantarku sampai ke rumah" ucap Amira acauh.
"Apakah anda yakin nona Amira?" Ajo memastikan ucapan Amira. Sepertinya sedari tadi yang tidak khawatir dengan Derrell hanyalah Ajo seorang.
"Anda meremehkan saja Jo, apakah anda lupa siapa saya" Amira menjawab santai atas pertanyaan Ajo..
"Tentu saja saya tidak lupa"
__ADS_1