
Bismillahirohmanirohim.
"Bagaimana apa sudah ditemukan siapa dalang dibalik ledakan ini?"
Derrell menggeleng lemah atas pertanyaan pak Arton, ini untuk pertama kalinya Derrell merasa sangat susah menemukan informasi dari misinya.
"Belum pak, apakah pak Arton ada petunjuk?"
"Saya menemukan ini" pak Arton mengeluarkan sebuah foto yang berhasil dia ambil di kejadian.
"Foto apa itu pak detektif?" Ajo mendekat pada pak Arton dan Derrell sambil memakan mie instan yang dia buat sendiri.
Pak Arton mengangkat bahunya acuh. "Sepertinya memang bukan orang sembarangan"
"Sepertinya begitu pak Arton" timpal Derrell.
Untuk kakek Harto dia sedang istirahat, karena merasa badannya terlalu lelah, mungkin efek umur juga mempengaruhi kakek Harto. Derrell dan yang lainnya memaklumi itu semua. Karena mereka juga kasihan pada kakek Harto yang seharusnya sudah istirahat di rumah saja, tapi ini malah kakek Harto masih mau mencari informasi tentang kekacauan yang melanda kotanya.
"Kita lanjut besok" putus pak Arton.
Hari semakin larut mereka semua butuh istirahat untuk besok mereka harus menyelidiki lebih dalam lagi kasus ini.
"Anda baik sekali bapak detektif saya juga sudah sangat mengantuk, terima kasih untuk istirahatnya" Ajo langsung pergi ke kamarnya yang ada di rumah Derrell.
Derrell memang memberikan mereka kamar masing-masing, karena di rumahnya Derrell membuat beberapa kamar untuk persiapan apapun. Siapa tahu suatu saat kamar-kamar itu sangat dibutuhkan.
Tengah malam setelah semua orang yang ada di rumah Derrell tertidur. Diam-diam Derrell kembali membuka magic system untuk mencari informasi lebih dalam lagi, siapa tahu magic system sudah kembali normal.
"Magic system semoga kau bisa beroperasi dengan baik kembali" Derrell berkata sambil membuka aplikasi magic system yang terdapat di laptopnya.
Posisi Derrell saat ini ada di ruang rahasia yang sengaja dia bangung di rumahnya. Ruang rahasia itu terdapat di dalam kamar Derrell, dibalik dinding kamarnya, dia sendiri yang membangun ruang rahasia itu dengan bantuan magic system.
Derrell memasukan semua bukti yang sudah dia kumpulkan bersama kakek Harto, pak Arton dan Ajo.
"Ayolah magic system, kenapa kali ini kau lambat sekali" umpat Derrell yang sudah tidak sabar ingin mengetahui siapa pelaku dari ledakan yang terjadi di utara kota X.
1 menit.
5 menit.
__ADS_1
Hingga 10 menit magic system tak merespon apa-apa, hanya garis-garis biru emas yang keluar di layar magic system.
Hampir Derrell menyerah dalam waktu 15 menit, tapi sesaat kemudian akhirnya magic system mengeluarkan tulisan yang lumayan rumit.
竹十 月水大日月木十竹木月月
"Apa bacaannya" bingung Derrell, ingin rasanya dia menangis setelah melihat tulisan yang terpampang di layar magic system.
Biarlah mau dikatakan lebay tapi memang itu kenyataannya dia sama sekali tidak bisa membaca tulisan tersebut.
"Sabar Derrell mungkin magic system sedang menguji kesabaranmu" hiburnya pada diri sendiri.
"Magic system kau sistem pembela kebenaran, sistem yang baik, yang pernah aku temui sepanjang sejarah hidupku" puji Derrell
"Jadi bisakah magic system merubah tulisan yang sangat rumit ini dengan tulisan seperti biasanya?" ketik Derrell di laptopnya.
Sepertinya magic system memang ingin dipuji, setelah itu tulisan yang terdapat di layar magic system kembali normal.
"Cek" decak Derrell. "Sistem saja mau dipuji apalagi manusia" ucapnya sedikit tak percaya pada tingkah magic system.
"Pelaku dari ledakan yang terjadi di utara kota X adalah sekelompok orang yang sedang mencari keberadan nona Amira, pemimpin dari kelompok ini merupakan seorang anak dari orang yang cukup berpengaruh di kota X ini"
Derrell berpikir sejenak. "Benar juga kenapa aku melupakan tujuan orang yang meledakan utara kota X. Aku sudah tahu dari awal jika orang itu sengaja membuat kekacauan di utara kota X untuk memancing Amira si gadis mata-mata itu keluar dari persembunyian"
"Saking seriusnya aku mencari bukti yang kuat sampai melupakan motif mereka menghancurkan utara kota X. Semua bukti sudah lengkap dan ditemukan, tapi aku tidak tahu siapa itu Jefri"
Derrell akhirnya menyudahi kegiatanya, bagaimanapun dia butuh istirahat. "Besok pagi akan aku diskusikan dengan yang lain" putus Derrell.
Pagi hari.
Setelah selesai sarapan kini kempat orang laki-laki beda usia itu kembali membahas hal serius.
"Aku sudah menemukan semua buktinya" ucap Derrell sambil memperlihatkan semua bukti yang dia dapat dari magic system.
"Apakah kau semalaman mencari semua informasi ini?"
"Benar Jo"
"Sudah sekarang tidak ada waktu untuk membahas hal lain, kita fokus pada kasus ini lagi" ucap pak Arton.
__ADS_1
"Saya juga semalam menemukan ini" mereka bertiga membaca informasi yang Derrell dapatkan dengan serius.
"Jefri, sepertinya aku sangat familiar dengan nama tersebut tapi dimana aku mengetahui nama ini" gumun kakek Harto.
"Jika kakek mengingat sesuatu pasti akan ada petunjuk dalam kasus ini"
Kakek Harto terus berpikir dengan keras. "Jefri jika tidak salah dia anak dari pemimpin yang sangat bertanggung jawab di kota X, keberadaanya dan identitasnya memang sangat tersembunyi. Begitu juga dengan identitas ayahnya"
"Jika benar apa motif mereka melakukan ini?"
"Aku baru ingat, mereka sebenarnya melakukan ledakan itu untuk memancing gadis mata-mata yang sangat terkenal di kita X, aku sempat beberapa kali melihat orang ini mengikuti gadis mata-mata itu" jelas Derrell.
"Apakah kau mengenal gadis itu Derrell" goda Ajo.
"Sudah itu tidak penting sekarang, yang terpenting saat ini kita harus menyebarluaskan kasus ini, dan Jefri itu harus ditangkap, apapun alasannya tidak benar meledakan sebuah kota"
Mereka setuju dengan usulan pak Arton. "Lalu bagaimana caranya kita menyebarkan berita ini?"
"Aku akan mengirimkan ke channel tv grand media"
"Baiklah" diam-diam pak Arton curiga dengan Derrell.
Pak Arton yakin ada yang Derrell sembunyikan dari mereka semua, tapi pak Arton bukan curiga atas kejahatan pada Derrell, lebih dari itu entah apa tapi hanya pak Arton yang tahu.
Derrell langsung menghubungi grand media dan memberikan semua bukti yang mereka dapat.
Tak perlu menunggu lama berita itu sudah tersebar luas, grand madia memang benar-benar bisa diandalkan.
Ajo menatap tak percaya layar televisi yang menampakkan Nani seorang reporter yang sedang menjelaskan tentang ledakan yang terjadi di utara kota X pelakunya sudah ditemukan.
"Wah, wah ternyata respon grand media sangat cepat aku tidak menyangka" ucap Ajo takjub Ajo.
Sebenarnya kakek Harto dan pak Arton juga sempat kaget atas respon grand media yang sangat cepat.
"Akhirnya kerja kerasku membuahkan hasil juga" senang kakek Harton.
Ting
"Selamat anda mendapatkan imbalan sebesar 8 triliun untuk misi kali ini, dan king Derrell juga telah naik level 7-8" Derrell merasa senang setelah membaca informasi yang diberikan magic system. Masalah duit siapa yang tidak melek. Begitu juga Derrell.
__ADS_1