
Bismillahirohmanirohim.
Magic system berhasil mengulur waktu untuk membuat Jaka dan para anak buahnya untuk keluar lebih lama dari hutan pelosok.
Yang tadinya tenaga mereka tambah kuat kini tenaga yang semakin meningkat itu membuat tubuh mereka melemas, karena tidak bisa lagi menahan energi yang mereka tampung.
Walaupun begitu tetap saja masih ada yang bisa menahan energi mereka, Jaka salah satunya. Bahkan kini dia bisa merasakan jika tubuhnya semakin bugar juga beberapa tangan kanan Jaka lainnya.
Yang tidak Jaka sadari ternyata Max sudah tidak berada di antara mereka, entah pergi kemana dia.
Sebagian dari anak buah Jaka yang fisiknya sudah mulai lemas terpental keluar dari hutan pelosok, itu semua dilakukan oleh magic system.
"Apakah kita mendapatkan hadiah?" tanya salah satu anak buah Jaka saat terpental keluar oleh magic system. Hal pertama yang dia lihat adalah kediaman Zegra yang seperti kota lengkap dengan segala fasilitasnya.
Ada mall, taman, kebun buah dan segala macamnya. "Kau benar juga kawan aku baru tahu jika di dalam hutan pelosok ada tempat seperti ini, sangat indah" setelah temannya berkata dia langsung pingsan tak sadarkan diri.
"Hei kau kenapa?"
Magic system kembali melempar keluar para anak buah Jaka dengan kuat, Derrell yang berada tak jauh dari mereka sedang mengendalikan magic system agar bisa tidak brutal seperti sekarang ini.
"Hei sistem gila kau mau membuatku mati apa?" sentak Derrell.
"Maafkan aku, aku terlalu bersemangat, sebentar lagi Jaka dan para kepercayaannya akan keluar dari hutan pelosok"
"Baiklah"
Tak lama kemudian benar apa yang dikatakan magic system pada Derrell jika merek sekitar 100 orang dalam keadaan gagah berani keluar dari hutan pelosok.
"Kenapa mereka tidak terkena serangan yang anda lakukan magic system?" Derrell menelan ludahnya kasar.
Ini tidak seperti yang Derrell bayangkan. "Karena mereka memiliki tubuh yang kebal jadi bisa menyerap seranganku"
"Baiklah mari kita perhatikan apa yang akan orang itu lakukan, untung yang lain sudah memasang posisi masing-masing" gumun Derrell, sambil melihat mereka yang sudah ada di tempat masing-masing.
"Max apakah benar gadis mata-mata itu ada disini?" tanya Jaka tanpa mencari keberadaan Max.
Semua anak buha Jaka saling melihat satu sama lain untuk memastikan Max atau bukan yang berada di sebelah mereka.
__ADS_1
"Kemana Max?" tanya Jaka pada mereka semua dengan tatapan tajamnya. Tidak ada satupun orang yang berani menjawab pertanyaan Jaka.
"Bagaimana ini aku sudah dari tadi tidak melihat Max bersama kita" ucap orang satu.
"Aku juga" sahut temannya.
"Sama aku juga" lanjut yang lain.
Jaka yang tidak mendapatkan jawaban dan tidak menemukan keberadaan Max sama sekali kembali bertanya dengan nada yang lebih meninggi dan menyeramkan.
"Aku tanya sekali lagi dimana Max!?" tanya Jaka dengan suara lantangnya.
Kembali para anak buah Jaka tidak bisa menjawab pertanyaan Jaka. "Setelah turun dari mobil bersama Max aku tidak melihatnya lagi" bisik seseorang yang tadi ada satu mobil dengan Max.
"Aku pun begitu, kenapa dia bisa menghilang biasanya dia selalu berada disamping bos Jaka" sahut temannya yang ikut berbisik pula.
"Entahlah ini aneh"
Mata Jaka kembali menatap tajam mereka semua. "Siapa tadi yang satu mobil dengan Max?" tanya Jaka lagi.
Kedua orang tadi mengangkat tangan secara bersama, Melihat itu Jaka tersenyum puas dia yakin akan menemukan keberadaan Max. "Lalu dimana sekarang Max?" tanyanya dengan yakin.
"Disini" ucap seseorang. Mereka semua menoleh ke sumber suara.
Ternyata itu Amira gadis yang selama ini sangat diincar oleh Jaka. "Ternyata anda menyerahkan diri gadis cantik" ucap Jaka senang.
Amira tersenyum sinis pada Jaka. "Siapa yang menyerahkan diri. Justru yang menyerahkan diri bapak Jaka yang terhormat!"
"Anda telah masuk ke dalam jebakan saya, sekali saja ada orang yang berani masuk kesini tanpa seizin saya jangan harap bisa pergi dengan selamat" Amira terkekeh mendengar ucapannya sendiri.
"Max kenapa kau diam tangkap gadis yang ada disampingmu itu!" geram Jaka.
"Sayangnya dia tidak akan menangkap saya hanya untuk diserahkan kepada anda" sahut Amira Max masih diam.
Bukan dia takut atau tidak berani dengan Jaka hanya saja mereka sudah membuat strategi agar Jaka syok mengetahui fakta yang sebenarnya.
"Apa maksudmu nona cantik, baiklah aku akan tawar menawar denganmu, karena aku baik, jarang sekali aku mau tawar menawar dengan musuhku" ucap Jaka yakin.
__ADS_1
"Lagi pula siapa musuh mu?"
"Sudah diam! dengarkan aku dulu, jika kamu mau aku bebaskan maka serahkan sistem ajaib itu gampang bukan"
"Apa aku tidak salah dengar bapak Jaka yang terhormat!" dengus Amira. "Bukankah aku sudah katakan pada anda jika sekali saja anda masuk ke dalam wilayahku anda tidak akan bisa keluar dengan selamat, apakah kuping anda tuli?"
Jaka yang sudah mulai geram karena Amira sama sekali tidak bisa diajak bernegosiasi langsung menyuruh Max untuk menangkapnya. "Max tangkap dia" suruh Jaka sekali lagi pada Max.
"Siapa Max? dia ini temanku namanya Mike. Ingat baik-baik Mike namanya bukan Max" Amira tersenyum miring saat Jaka menatap tak percaya pada Max.
Begitu juga dengan para anak buah Jaka kaget dengan apa yang dikatakan Amira. Apalagi mereka semua tahu betapa Max sangat menuruti semua perintah Jaka. Bahkan Jaka sangat menyayangi Max setelah Jefri. Tapi tak jarang Max selalu mendapat perlakuan tidak layak dari Jaka.
"Apa maksudnya ini?" bingung Jaka yang sudah mulai habis kesabaran nya.
"Apa yang gadis ini katakan benar Jaka aku Mike bukan Max, selama ini anda sudah masuk dalam jebakan yang ayah angkat saya buat" sahut Mike dengan enteng.
"Anakku keren juga" puji Zegra yang sedang menyaksikan hal itu tidak jauh dari sana.
"Hei dia anakku bukan anakmu" ucap Titan tidak terima.
"Tapi dia hanya mengatakan ayah angkat bukan ayah kandung" sahut Zegra enteng.
"Baiklah tapi anak kandungmu menjadi anakku" ucap Titan enteng.
"Jangan harap dia penerusku" dengus Zegra tak terima.
"Aku sudah bosan menonton mari kita tambahkan bumbu panas ke dalam acara ini" Zegra keluar dari persembunyiannya begitu juga dengan Titan.
"Sudah puas bermain-main?" tanya Zegra dengan entengnya. Derrell dan yang lain masih mengumpat hanya menggelengkan kepala melihat tingkah bapak tua satu itu.
"Apakah bapak tua itu selalu berlagak seperti itu?" tanya Derrell pada magic system.
"Nanti anda akan tahu sendiri seperti apa dia itu king Derrell"
Siapa yang tidak kenal Zegra di kota X ini bahkan sudah 5 tahun berlalu tapi namanya masih diingat oleh seluruh masyarakat kota X.
"Bapak Zegra!" ucap mereka semua dengan kompak begitu juga dengan Jaka.
__ADS_1
"Zegra!" ucapnya tak percaya.