
Bismillahirohmanirohim.
"Ternyata di zaman 2020 orang-orang masih menggunakan bahan bakar untuk membuat motor dan mobil mereka bisa melaju" Fian memperhatikan tempat sekitarnya. Ada satu tempat yang banyak orang sedang mengantri untuk membeli bahan bakar mobil dan motor mereka.
"Fian nanti saja lihat-lihat tempat ini, kita harus cepat mendatangi rumah sakit Marcan untuk melihat pembuatan vaksin itu. Gue nggak mau ya setelah kembali ke tahun 2039 gue dapat hukuman lagi di car group. Hukuman yang sekarang aja sudah sangat menyiksa" adu Derrell pada Fian.
"Ye! itu mah derita lo Rel, lagian juga mumpung kita ada di tahun 2020 jangan disia-siain mubazir, entah kapan lagi kita bisa kembali ke tahun 2020" ujar Fian.
"Jangan bilang lo mau hidup di tahun 2020" tebak Derrell.
"Ya nggak gitu juga sih, kelihatannya di tahun ini masih susah teknologi juga belum terlalu canggih"
"Ayo kita harus cepat sampai ke rumah sakit Marcan" Derrell tak menghiraukan ucapan Fian.
Sekitar dua puluh menit mereka berdua mencari rumah sakit yang dimaksud di arah barat, tapi akhirnya nya setelah setengah jam kemudian mereka berdua menemukan rumah sakit Marcan.
Rumah sakit Marcan terlihat sangat berbeda dari rumah sakit yang lainnya, dari luarnya saja rumah sakit Marcan bukan seperti rumah sakit melainkan seperti tempat museum dengan nuansa rumah modern bercampur adat tradisional di kota tersebut.
"Bagus banget nih rumah sakit" ucap Derrell dan Fian yang merasa takjub dengan desain rumah sakit yang ada di depan mata mereka saat ini.
"Udah ayo masuk" mereka berdua langsung masuk ke rumah sakit marcan tersebut.
"Selamat datang tuan berdua di rumah sakit marcan" ucap dua orang penjagaan dengan sopan, Fian dan Derrell hanya saling tatap dengan bingung.
"Apa mereka kenal sama gue" batin Derrell.
"Kenapa mereka menyambut kami dengan ramah" ucap Fian dalam hati karena merasa bingung.
"Baik dimana tempat di
pembuatan vaksinnya?" tanya Derrell tanpa basa-basi.
"Tunggu sebentar tuan pemilik rumah sakit ini akan datang sebentar lagi untuk menemani kalian berdua, kalian boleh menunggu dulu di kursi tunggu" ucap salah satu penjaga disana.
"Ok"
__ADS_1
Lima menit berlalu akhirnya pemilik rumah sakit marcan itu tiba dengan pakaian formalnya. "Selamat datang tuan apakah kalian benar dari timur yang ditugaskan untuk memeriksa pembuat vaksin di rumah sakit ini?" tanya laki-laki paruh baya dengan wajah yang masih gagahnya pada Derrell dan Fian.
"Benar sekali pak, apakah anda bapak Barca pemilik rumah sakit ini?" tanya Derrell, entah dari mana dia tahu nama orang yang berdiri di depannya ini.
"Benar sekali, kalau begitu mari ikut dengan saya kita bisa langsung melihat proses pembuatannya" ujar Barca setelah mereka berjabat tangan terlebih dahulu.
Barca membawa Derrell dan Fian ke sebuah tempat yang berbeda dari tempat yang lainnya di rumah sakit itu. Mereka sampai di sebuah ruangan yang tertutup sangat rapat, masuk ke dalam ruangan itu juga harus menggunakan sebuah sandi.
"Waw! banyak banget orang-orang disini" takjub Fian.
Ada sekitar ratusan orang yang sedang membuat vaksin di tempat itu, ada berbagi cairan berwarna-warin di tempat tersebut. Juga semua orang berpakaian sangat tertutup di tempat itu mereka menggunakan pelindung ketat.
"Kenapa kita harus berpakaian seperti ini?" Derrell bertanya dengan heran.
"Ini agar tidak ada virus yang masuk ke dalam vaksin tersebut. Vaksin itu harus benar-benar bersih" jelas Barca.
"Jadi sudah berapa bulan pembuatan vaksin ini?" Fian juga ikut bertanya.
Mereka mengobrol sambil memeriksa setiap sudut di dalam ruangan pembuatan vaksin tersebut.
"Apakah setiap vaksin yang di dapat di setiap negara berbeda?" belum sempat Barca menjawab pertanyan yang dilontarkan Derrell.
Derrell sudah meleset pergi saat Derrell melihat ada salah satu orang pembuat vaksin mencampurkan cairan aneh ke dalam vaksin tersebut.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Derrell dengan tatapan tajam pada orang tersebut.
"T-i-d-a-k" jawab orang itu gugup.
"Apa yang terjadi?" tanya Barca ketika dirinya dan Fian berhasil menyulus Derrell.
Tak ada yang menjawab pertanyaan yang dilontarkan Barca, tapi mata Barca menangkap carian aneh tadi di depan meja tersebut.
"Kenapa kamu masukan cairan beracun ke dalam vaksinya?" bentak Barca.
Orang tersebut sama sekali tidak menjawab dia hanya bisa diam ketakutan, seluruh tubuhnya sudah gemetar.
__ADS_1
"Apa yang kalian lihat lanjutkan pekerjaan kalian" bentak Barca pada seluruh orang yang ada disana.
"Pantas saja pihak timur mengirim kami datang kesini, saya tidak tahu jika racun ini benar-benar masuk ke dalam vaksin entah apa yang akan terjadi pada orang yang mendapatkan vaksin ini, kemungkinan besar orang itu akan mati"
"Mati secara perlahan-lahan" Fian menambahkan ucapan Derrell barusan.
Fian tahu cairan apa yang ada di depannya ini. Biasanya cairan bax tersebut jika di tahun 2039 akan digunakan untuk membunuh penghianat secara perlahan. Karena virus bax bekerja dari dalam tubuh. Jika cairan tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, maka dapat dipastikan orang yang meminumnya atau cairan bax masuk ke dalam diri mereka. Mereka akan tersiksa secara perlahan dan mengacaukan pikiran manusia tersebut.
"Pengawal bawa dia dan hukum seberat-beratnya" perintah Barca.
Setelah memastikan jika tidak ada lagi racun yang digunakan untuk dicampur pembuatan vaksin. Dan memastikan jika vaksin yang mereka buat sudah semuanya jadi Derrell dan Fian pamit pergi.
"Akhirnya selesai juga tugas kita disini" ucap Derrell merasa senang. Karena dia bisa kembali ke tahun 2039.
"Yan lo masih bawa time systemnya kan?" tanya Derrell memastikan.
Sebelumnya magic system sudah memberi tahu Derrell jika mereka ingin kembali ke tahun 2039 mereka bisa menggunakan time system untuk bisa balik lagi ke tahun 2039, tapi sebelum itu mereka harus menyelesaikan tugas terlebih dahulu untuk bisa kembali ke asal mereka. Intinya mereka harus menolong orang yang ada di tahun tersebut.
Mendengar pertanyaan Derrell. Fian langsung memeriksa barang-barangnya.
"Ada Rel" Derrell dan Fian sama-sama bernafas lega saat mengetahui jika time system ada bersama mereka.
"Sekarang lo teken itu time system pastikan tekanannya sama seperti lo nyebawa kita ketahun ini" jelas Derrell, Fian yang mengerti maksud Derrell langsung mengangguk.
"Mari kembali ke tahun 2039" ucap keduanya kompak sekejap kemudian Derrell dan Fian sudah kembali berada di atas motor Fian.
"Lah kok masih malem"
"Coba liat jam berapa sekarang" Derrell memeriksa jamnya.
"Masih jam 02:00 Yan" ujar Derrell.
"Tapi bukan kita udah hampir tiga hari berada di tahun 2020, kenapa hanya satu jam di tahun 2039" Fian bertanya-tanya pada diri sendiri.
"Fian entar aja mikirin itunya mending sekarang anter gue pulang mumpung gue masih ada waktu istirahat sebelum besok kembali bekerja lagi" pinta Derrell.
__ADS_1