
Bismillahirohmanirohim.
"Ya sudah ayo kita pulang" ajak Fian pada Derrell.
Sontak Derrell yang mendengar ucapan Fian langsung berdiri. "Benarkah?" tanya Derrell penuh harapan.
"Iya Derrell, set dah lo kayak orang kagak punya semangat hidup lagi aja" Fian berlalu pergi meninggalkan Derrell yang sedang tersenyum seperti orang tak waras.
"Woi Yan tungguin gue napa" teriak Derrell sambil menyusul Fian yang sudah pergi mendahuluinya.
Sampai di lantai bawah Fian pergi mengambil motornya. "Ayo naik Rel" ajak Fian. "Jangan bilang lo mau nolak ajakan gue lagi, ini udah malem" tambah Fian.
"Siapa bilang ini pagi Yan" menjawab sambil naik ke atas motor Fian.
"Sadar, yang barusan bilang pagi lo" sahut Fian sambil melajukan motornya.
"Entahlah siapa yang goblok lo atau gue" kata Derrell sambil sedikit berteriak.
Angin malam menemani mereka berdua pulang. Sekarang sudah hampir jam 2 malam. Tapi kota X tidak pernah sepi, bahkan di jam segini masih banyak orang yang melakukan aktivitas mereka.
"Ternyata di kota kita malem sama siang sama aja kagak ada bedanya" komentar Derrell.
"Ya namanya juga kota yang dipaksa untuk selalu dipandang oleh dunia" sahut Fian yang masih bisa mendengarkan ucapan Derrell.
"Yan kan lo ahli dibidang IT, gue mau ngajak lo kerja sama mau kagak?" tanya Derrell pada Fian.
Fian yang mendengar ucapan Derrell jadi ngerem mendadak.
"Aduh!" Derrell mengelus kepalanya yang terbentur dengan helm Fian.
"Yan lo bisa kagak sih kalau mau ngerem bilang dulu sakit nih pala gue" protes Derrell.
"Sorry Rel, tapi coba lo liat depan" Fian berbicara dengan pelan pada Derrell. Derrell bisa melihat raut cemas dari muka Fian, ternyata Fian mengerem mendadak bukan karena ucapan Derrell melainkan motor mereka yang dihadang banyak orang.
"Napa si lo Yan?"
__ADS_1
"Liat depan dulu Derrell!" Derrell langsung menuruti ucapan Fian.
Sekarang di depan mereka berdua ada sekitar 15 orang lebih sedang menatap mereka dengan nyalang. "Mereka siapa?" bisik Derrell.
"Mereka adalah kelompok kelelawar ganas yang sangat ditakuti oleh masyarakat kota X" jelas Fian.
"Hah, kelelawar ganas? maksudnya pembunuh atau gimana?" Derrell yang belum mengerti kembali bertanya.
"Mereka itu semacam preman, tapi berkelompok dan bisa membunuh mangsanya dengan kejam" Fian kembali menjelaskan tentang kelelawar ganas pada Derrell.
"Terus kita harus gimana sekarang?" Derrell dapat melihat dia dan Fian sudah dikepung oleh kelompok kelelawar gansa.
Fian menggeleng tanda belum memiliki ide untuk keluar dari situasi ini. "Fian kita harus kabur"
"Iya gue tau Rel, tapi gimana caranya?" ujar Fian cemas.
Sementara itu kelompok kelelawar ganas itu sedang menatap Fian dan Derrell dengan tatapan lapar.
"Oh, andai aku bisa menggunakan magic system dalam situasi seperti ini, tapi tidak mungkin karena keberadaanku bisa terancam, ayo Derrell lo harus berpikir keras pasti ada jalan keluarnya" batin Derrell sambil mencari cara untuk keluar dari situasi menegangkan saat ini.
"Fian bukannya lo punya sebuah sistem yang bisa membawa kita keluar dari tempat ini? time system yang pernah lo kasih tau ke gue" ucap Derrell. Dia teringat Fian pernah memperlihatkan hasil karyanya yang sangat luar biasa itu. Tapi disamping itu time system memiliki efek samping yang terlalu membahayakan.
"Gunakan aja dulu Fian, nanti kita pikirkan cara untuk keluar dari time system Yan, sekarang keadaannya lagi genting" ucap Derrell meyakinkan.
"Baiklah!"
Fian mengeluarkan sebuah benda berbentuk seperti jam tangan namun ukurannya lebih besar dari jam tangan, itu adalah time system yang Derrell maksud. Saat kelompok kelelawar akan menyerang mereka Fian mengetuk keras jam tangan tersebut. Sekejap kemudian mereka semua yang ada disitu hilang entah kemana, beruntungnya Derrell dan Fian berpegangan tangan. Saat Fian menyalakan time system. Jadi mereka dapat dipastikan tidak akan berpisah.
"Dimana ini?" ujar kelompok kelelawar merasa bingung.
"Apa yang terjadi pada kita? bukankah tadi kita sudah mendapatkan orang untuk menjadi mangsa kita. Tapi kenapa tiba-tiba kita berada ditempat asing ini" ucap salah satu anggota kelelawar itu.
Badannya yang lebih besar dan pakaiannya yang berbeda dari yang lainnya juga tatapannya yang tegas menandakan jika dia adalah ketua dari kelompok kelelawar tersebut. Tatapan tajam dari matanya yang penuh ambisi dan menandakan dendam yang mendalam membuat dirinya terlihat seperti seorang yang sangat bengis.
Mereka semua menunduk hormat pada ketua mereka. "Maafkan kami ketua, kami juga tidak tahu kita berada dimana, tapi tadi saya melihat salah satu dari mangsa kita mengeluarkan sebuah jam tangan, tapi setelah itu saya tidak tahu apalagi yang terjadi" ucap salah salah satu anggota kelompok kelelawar tersebut.
__ADS_1
"Lupakan sekarang kita cari cara untuk keluar dari tempat ini" ajak ketua mereka.
Ditempat yang berbeda Derrell baru sadarkan diri sedangkan Fian masih pingsan belum sadarkan diri. "Waduh dimana sekarang ini gue sama Fian?" tanya Derrell pada diri sendiri.
Derrell yang merasa ada kesempatan untuk membuka magic system, karena Fian masih belum bangung dari pingsanya.
"Hai sistem gila ayolah jangan buat masalah dulu, sekarang keadaanya lagi darurat gue sama Fian ada dimana?" tanya Derrell pada magic system.
"King Derrell dan teman king Derrell sedang berada di tahun 2020 dimana tahun itu setiap dunia sedang dilanda dengan sebuah virus yang bernama covid-19" jelas magic system.
"Itu artinya gue sama Fian berada di tahun sebelumnya"
"Ya benar sekali king, jika king Derrell ini kembali ketahun king Derrell yang sebenarnya, king Derrell dan teman king Derrell harus membantu mereka semua sembuh dari virus aneh di jaman ini"
"Bagaimana caranya dan apa yang harus kami lakukan?"
"King Derrell harus pergi kebagian barat di dunia ini dan menolong orang-orang disana yang sedang membuat vaksin untuk seluruh rakyat di bumi ini. Tugas king Derrell dan teman king Derrell hanya memastikan jika tidak ada bahan berbahaya yang mereka campurkan ke dalam vaksin tersebut. Magic system akan mengantar king Derrell beserta teman king Derrell menuju arah barat dunia ini"
"Bisakah kau mempercepat waktu nya sistem ajaib, gue nggak mau setelah ini dapat hukam lagi di car group"
"Akan diusahakan"
Setelah magic system memindahkan Derrell dan Fian dari timur menuju barat akhirnya Fian bangun juga dari pingsannya.
"Kita ada dimana Rel?" tanya Fian setelah sadar.
"Nanti aja tanyanya Yan, sekarang kita harus keluar dulu dari dunia masa lalu ini" jelas Derrell.
"Apa! dunia masa lalu" bukan hanya Fian yang kaget, tapi Derrell juga kaget akibat teriakan Fian.
"Bisa lo jangan teriak-teriak Fian! pendengaran gue masih normal" protes Derrell.
"Oke, tapi dimana kita terlempar oleh time system zaman kuno kah?"
"Bukan kita terlempar di zaman virus covid-19"
__ADS_1
"Bukankah itu sudah berlalu"
"Makanya itu disini kita ditugaskan untuk melihat pembuatan vaksin, kita harus memastikan jika mereka jujur agar kita bisa kembali ke zaman kita lagi" jelas Derrell.