
Bismillahirohmanirohim.
"Wah, sungguh sebuah mobil yang sangat luar biasa, aku ingin sekali memiliki mobil seperti itu"
"Ayo kita ramai-ramai datang ke car group untuk memesan mobil semacam itu"
"Pintar sekali yang membuat mobil tersebut, aku ingin sekali bertemu dengan pembuat car superstar itu, pasti dia orang yang sangat hebat"
Beberapa perkataan terlontar dari mulut para masyarakat kota X yang menyaksikan live yang ditayangkan oleh grand media.
Dimana grand media sedang menyiarkan car superstar di perusahaan car group, sebuah perusahaan teknologi terbesar di kota X.
Benar sekali dugaan Derrell, ternyata masyarakat kota X rata-rata menyukai car superstar, tidak sia-sia ternyata apa yang mereka buat, begitu berharga. Siapa yang tidak bahagia jika hasil buatannya dipandang baik oleh banyak orang.
Sungguh sebuah pencapaian yang sangat luar biasa untuk anak muda seperti Derrell dan yang lainnya.
Derrell lebih terkejut lagi ternyata membuat car superstar adalah salah satu misi yang terdaftar dalam magic system. Tak Derrell sangka sekarang dia sudah mencapai level 9 di magic system, yang artinya sebentar lagi Derrell akan jadi seorang pemenang dari magic system. Hanya satu misi lagi Derrell benar-benar menjadi satu satunya orang yang bisa menjalankan semua misi dari magic system sampai tuntas.
Apakah Derrell bisa menjadi seorang pemenang dari 1000 orang yang pernah didatangi oleh magic system. Jika benar itu terjadi maka Derrell akan mengetahui sebuah fakta siapa dirinya yang sebenarnya.
Di perusahaan car group saat ini sudah ada beberapa masyarakat kota X yang datang kesana untuk memesan car superstar.
Saat ini Derrell dan tim nya mementingkan car superstar untuk masyarakat terlebih dahulu, sebelum car superstar dipersilahkan untuk para pejabat di kota X.
"Silahkan isi data diri terlebih dahulu" ujar seorang karyawan car group yang bertugas untuk mencatat siapa saja yang berminat memiliki car superstar.
"Aku tidak menyangka akan banyak sekali masyarakat kota X yang menyambut baik car superstar"
"Dan aku juga sangat terharu, karena aku adalah salah satu orang yang ikut andil dalam pembuatan car superstar" ucap Dul yang ikut memperhatikan para orang-orang dari ruangan khusus yang dibuat Titan untuk para pembuat car superstar.
"Jadi aku harus berterima kasih pada siapa?"
__ADS_1
"Maksud kamu gimana Dul?" tanya Amira yang sedang asik mengelus kepala muer kucing kesayangannya. Benar sekali Amira membawa kucing kesayangan ke car group.
Ini untuk pertama kalinya Titan mempersilahkan ada orang yang membawa hewan ke dalam car group, walaupun hanya seekor kucing. Car group memang sangat dijaga sekali kebersihan dan keamanannya.
"Maksud gue kan yang punya rencana buat car superstar itu Derrell, tapi yang ngajakin gue untuk ikut andil dalam pembuatan car superstar itu Ajo, jadi harus berterima kasih sama siapa"
"Ya-"
"Ya jelas sama gue lah, secara kalau gue kagak ngajak lo untuk datang ke tempat pembuatan car superstar yang akan Derrell buat, pasti sekarang lo kagak bakal ada disini" ucap Ajo cepat sebelum Fian menjawab perkataan Dul tadi.
Mereka yang ada di ruangan itu memutar bola mata dengan malas saat mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Ajo.
"Mau bagaimanapun kamu tetap harus berterima kasih pada Derrell" sambung kakek Harton, kalau diteruskan bisa adu bacot sampai matahari kembali muncul.
"Satu lagi kita juga harus berterima kasih pada Derrell yang katanya tidak mau memberi upah pada kita selain Fian, tapi nyatanya kita diberi upah yang tak terduga dari Derrell" tambah pak Arton ikut nimbrung.
"Benar juga, tapi kenapa kamu jadi kasih kami gaji?" tanya Amira dengan nada penasaran.
"Dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu?" tanya Amira lagi, tidak tahu kenapa Amira merasa curiga dengan Derrell.
"Uang gajiku yang selama ini aku tabung, anda pasti tahu nona Amira berapa gaji seorang ketua di car group ini. Ditambah lagi bonus yang diberikan Ceo Titan dan grand media atas hasil yang sudah kita kerjakan" jelas Derrell.
Mungkin jika dikumpulkan Derrell sekarang adalah orang terkaya nomor satu di kota X bagaimana tidak menjadi orang terkaya nomor satu di kota X. Penghasilan yang Derrell dapat bukah hanya dari ketua divisi keamanan car group saja, tapi juga dari grand media, setiap dia mengirim berita ditambah lagi dari magic system, setiap misi yang dia lakukan dengan tuntas pasti akan mendapatkan imbalan yang luar biasa.
Dari ketiga penghasilan Derrell semua jadi yang dia dapat tidak main-main. Penghasilan Derrell bertambah lagi saat terciptanya car group.
Sungguh sebuah pencapaian yang sangat luar biasa yang tadinya hanya seorang ob di sebuah perusahaan terbesar di kota X. Sekarang menjadi salah satu orang penting di perusahaan itu.
"Baiklah aku percaya, tapi berapa banyak sekarang uang yang kamu punya?" tanya Amira lagi yang kembali mulai kepo.
Amira sendiri tidak tahu kenapa dia ingin sekali tahu lebih banyak tentang Derrell, walaupun hanya masalah uang, bagi Amira itu hal biasa.
__ADS_1
Yang tidak biasa itu jika menanyakan tentang sistem. Ya di tahun 2039 dan 2040 ini uang bukanlah apa-apa lagi sekarang.
Sekarang banyak orang yang lebih baik tidak memiliki uang daripada tidak memiliki teknologi canggih yang mereka pegang.
Dari maan mereka membeli semua teknologi itu kalau bukan dari car group.
"Jika kamu sangat pemasaran ada syaratnya" tantang Derrell pada Amira.
Yang lain hanya bisa menyimakan pembicaraan Amira dengan Derrell. Tidak tahu kenapa setiap Amira dan Derrell bicara ataupun berdebat mereka ingin menonton terlebih dahulu.
"Apa syaratnya?" kini Amira lebih menantang Derrell.
Amira memang tipikal gadis yang tidak takut dengan apa-apa kecuali sang pencipta. "Gampang" sahut Derrell.
"Kamu harus menikah denganku" entah memang Derrell benar-benar dengan perkataannya, atau hanya bercanda.
Blus.
Muka Amira langsung memerah mendengar penuturan Derrell. Kali ini gadis imut itu tidak berani lagi bicara saking malunya.
"Hmmmm, bau-bau asmara nih" perkataan Ajo malah semakin membuat Amira merasa malu. Mana didalam ruangan itu hanya Amira saja yang merupakan seorang gadisnya.
"Muer tolong aku" batin Amira sambil terus mengelus kepala Muer dengan sayang untuk menghilangkan rasa canggungnya.
"Jadi bagaimana nona Amira dengan ajakan teman saya?" kini Fian ikut bersuara.
"Sudah biarkan nak Amira berpikir dulu" ujar kakek Harto sambil tersenyum senang.
"Benar apa yang dikatakan kakek Harto, aku tau seperti apa gadis ini" ujar pak Arton pula.
"Aku kira ini bercanda, ternyata beneran" batin Amira, sedangkan Derrell tak henti memandang wajah Amira yang terus memerah, karena malu.
__ADS_1
Tidak tahu kenapa semakin kesini, Derrell semakin ingin menjaga Amira.