Magic System

Magic System
Kekalahan Jaka


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Hei bocah tengil aku bosan cepat akhiri pertempuran ini" suruh Zegra pada Derrell.


Dengan santai Derrell dan Amira masih menonton mereka semua, dari tempat duduk mereka.


Jaka sudah hampir kalah oleh Zegra, walaupun keduanya bertarung dengan sangat santai, saat pertarungan antara Zegra dan Jaka kedua orang itu terus mengoceh sampai salah satu dari mereka merasa lelah, baru pertarungan dimulai, dan akhirnya Jaka tetap kalah dari Zegra. 


Tidak ada yang lebih unggul dari kemampuan Zegra, mungkin semua itu menurun pada anaknya. Tapi siapakah sebenarnya anak kandung Zegra?"


Derrell menunjuk dirinya sendiri. "Aku? kenapa harus aku?" bingungnya.


"Sudahlah bocah tengil aku tau kau menggunakan sistem mu untuk memperlambat waktu, kau tau aku sudah lelah"


"Lihatlah dirimu malah enak-enakan menonton disitu" Zegra menunjuk tempat duduk Derrell.


"Walaupun aku tahu pasti aku akan menang, tapi tetap saja aku merasa lelah, apakah kamu tidak lihat aku ini sudah tua".


"Kenapa harus aku?" Derrell kembali menunjuk dirinya sendiri.  


"Ahiss, sudah jangan banyak tanya lakukan saja apa yang aku katakan" kekeh Zegra.


Derrell turun dari tempat duduknya, Amira hanya memperhatikan Zegra dan Derrell, dia sama sekali enggan ikut berbicara bersama Derrell dan Zegra. "Baiklah aku akan melakukanya"


Derrell mengambil hp di saku celana nya, lalu dia membuka aplikasi magic system, Derrell juga memasang earphone yang dia miliki agar menyambung dengan magic system.


Derrell mengetik sesuatu di aplikasi itu, tak lama kemudian Jaka yang sudah lemah dan seluruh anak buahnya tidak dapat bergerak, mereka dikurung dengan dua tempat yang berbeda. 


 Sebelumnya Derrell yang tidak pernah mengotak-atik magic system untuk mencari sesuatu, pada akhirnya mempelajari lagi magic system dengan baik, sehingga dia dapat mengendalikan semua fitur yang ada di dalam magic system.


"Wah, hebat sekali, aplikasi apa itu tadi?" Ajo mendekat pada Derrell yang sedang mengotak-atik magic system.


"Kau tak perlu tahu" jawab Derrell singkat.

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan bertanya lagi" 


Derrell sudah selesai mengurung Jaka dan seluruh anak buahnya menggunakan magic system.


Mereka semua yang berada disana berkumpul menjadi satu, termasuk Amira yang tadi masih duduk santai dengan Derrell.   


"Sudah cukup bermain-maninya pak Jaka, bagaimana perasaan anda sekarang saat berada dalam kurungan yang sama dengan para anak buahmu yang selalu kau tindas" Derrell mendekat pada Jaka yang berada tepat di barisan depan kurungan yang Derrell buat melalui magic system.


"Apa maksudmu anak muda, dan siapa kamu sebenarnya?" Jaka berusaha bicara walaupun dia merasa sudah hampir tidak sanggup lagi mengeluarkan kata-katanya, akibat mulutnya yang terasa sakit terkena pukulan dari Zegra.


"Anda tidak perlu tahu siapa saya, tapi jika anda penasaran, baiklah aku akan memberitahu satu saja siapa aku sebenarnya"  


"Aku adalah donatur nomor satu yang menyumbangkan uang ku untuk kota X yang telah dihancurkan oleh almarhum putramu" terang Derrell.


"Berani kau menuduh putarku" geram Jaka yang tak terima, sayangnya dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang dia hanya bisa menjawab ucapan Derrell, melawan dia tidak bisa karena berada dalam kurungan.


"Hmmmm"


"Jangan lama-lama kalau begitu mari kita saksikan sesuatu yang bisa membuat anda terkejut" 


"Mari kita lihat seburuk apa dirimu itu pak Jaka" Derrell menghidupkan layarnya.


Di dalam layar itu terekam jelas jika Jaka seseorang yang licik, magic system yang memiliki semua video itu. Dimana saat Derrell melakukan misi pertamanya yang diberikan oleh magic system.


Derrell harus mencari orang yang melakukan pembunuhan dan pelecehan di kotanya saat itu. Ternyata dalangnya Dion pejabat kota X sendiri.


Yang lebih mengejutkan lagi Jaka adalah orang yang menyuruh Dion dan putranya melakukan hal tersebut.


Dion yang dijanjikan jabatan oleh Jaka jelas saja menerima tawaran yang sangat menggiurkan dari Jaka, karena Dion merupakan seseorang yang haus akan jabatan.


Saat kasus kedua yang harus Derrell selesaikan ternyata Jaka juga dalang dari semua ini, sampai Derrell tersadar jika semua pejabat di kota X sudah dikendalikan oleh Jaka, semenjak kepergian Zegra tanpa kabar.


"Aku tidak menyangka kau seburuk itu pak Jaka, pantas saja beberapa tahun ini kota X sangat tidak baik-baik saja" Dul adalah orang pertama yang berkomentar setelah melihat beberapa video keburukan Jaka.

__ADS_1


"Apakah anda juga mau saya menanyakan bagaimana kelakuan anda terhadap para anak buah anda pak Jaka yang terhormat!" tawar Mike.


Kini Jaka tidak dapat bicara lagi, setelah semua orang menyaksikan videonya yang ditayangkan oleh Derrell, dia hanya bisa bungkam.


"Sudah berakhir tidak akan ada lagi penghianatan di kota X ini, dan kota X akan kembali seperti beberapa tahun yang lalu, saat di atas kepemimpinan bapak Zegra" 


"Sekarang keputusan ada ditangan anda para orang tua, mau dibagaimanakan mereka semua" Derrell berbicara pada kakek Harton, pak Arton, Zegra dan juga Titan.


"Kurung saja dulu mereka di penjara bawah tanah yang dilapisi tenaga listrik" putus Zegra.


Fian dan Mike hanya bisa menelan ludahnya mendengar penjara berlapis listrik, kedua orang itu yang sama sama ahli dalam bidang IT, tentu saja tahu seperti apa penjara yang berlapis langsung dengan tenang listrik.


"Baik"  para orang-orang Zegra memindahkan mereka semua di penjara berlapis listrik itu, yang baru saja Zegra katakan, mereka semua dipandu oleh Titan menunjukkan jalan dimana letak penjara berlapis listrik tersebut.


"Akhirnya semua sudah beres" ucap Derrell dengan sedikit lega.


"Hai bocah tengil, aku tidak bisa kembali menjadi pemimpin di kota X ini, biar penerusku saja yang akan menjadi pemimpin di kota X"


"Baiklah pak Zegra, semua keputusan ada pada anda, orang yang sudah anda tunjuk untuk menjadi pemimpin di kota X tidak bisa menolak perintah ada"


Mereka semua memutuskan untuk pergi beristirahat karena sudah sangat lelah. "Hei Derrell, aku baru sadar kenapa mukamu dengan muka pak Zegra sangat mirip?" tanya Amira yang sedang beristirahat bersama Derrell, Fian, Mike juga Ajo dan Dul.


"Aku juga merasa begitu" komentar Ajo pula.


Mike yang mengetahui sesuatu hanya diam saja. "Hanya miripkan tidak lebih jadi lupakan" ucap Derrell.


Ting….


Suara notifikasi dari magic system membuat Derrell terpaksa sedikit menjauh dari mereka semua. "Sebentar"


"Selamat anda telah menjadi pemenangan untuk pertama kalinya di magic system, setelah 1000 orang yang kami jumpai"


"Dan sebentar lagi anda akan mengetahui fakta yang banyak tidak king ketahui"

__ADS_1


"Anda juga mendapatkan bonus dari magic system. Anda telah menjadi orang terkaya nomor satu di kota X, anda berhasil menggeser posisi orang terkaya nomor satu di kota X ini. Anda benar-benar patut disebut seorang king pemenang yang sesungguhnya"


  


__ADS_2