Mahar Untuk Rani

Mahar Untuk Rani
Ikutlah denganku


__ADS_3

Setelah sempat menghilang beberapa waktu, Saskia mendadak datang menemui Rani.


"Hai, apa kabar? " sapa Saskia yang sudah berdiri di belakang Saskia yang tengah memasak di dapur.


Rani terkejut dan segera berbalik badan ketika dia mendengar ada yang mengajaknya bicara.


"Kak Saskia? Syukurlah kamu kembali. Kak Mahar terus saja mencari kakak." tukas Rani yang tak heran jika Saskia bisa masuk tanpa di bukakan pintu. Karena sudah pasti perempuan itu memiliki kunci duplikat.


"Iya, aku tahu. Dia mencari ku untuk memenjarakan aku kan? " tanya Saskia seraya tertawa sumbang.


"Bukan kak, Kak Mahar hanya ingin bicara baik baik sama kakak. " jawab Rani.


"Apa? Baik baik, apa kamu kira aku bodoh?" sangkal Saskia.


"Tidak Kak, percayalah semua bisa di perbaiki." Rani mencoba meyakinkan hati Saskia.


Bukannya menjawab, Saskia justru tertawa lepas mendengar ucapan Rani. "Ini baru awal kehancuran dia dan juga kamu. Karena kamu tidak mau berpihak padaku, dan kamu justru memihak pada Mahar."

__ADS_1


Sontak Rani merasa terkejut dengan jawaban Saskia, dia tahu jika wanita itu tidak akan main main dengan ucapannya.


"Sekarang ikutlah denganku." titah Saskia.


"Kemana kak?" tanya Rani.


"Menemui Mahar." jawab Saskia dengan singkat sembari mulai menarik tangan Rani dengan kencang.


"Untuk apa kak? Kenapa kak Saskia menarik ku, aku bisa jalan sendiri kak." sahut Rani sambil berusaha melepaskan tangan Saskia dari pergelangan tangannya.


"Diamlah, nanti kamu juga akan tahu sendiri.Yang penting sekarang ikutlah denganku atau akan aku bakar rumah ini beserta isinya!" Ancaman dari Saskia benar benar menakutkan Rani hingga membuat dia tidak berani melawan kemauan Saskia.


Setelah Saskia berhasil membawa Rani masuk ke dalam mobil, dia segera melakukan kendaraannya dan sebelumnya sempat berhenti di depan gerbang tersebut.


"Pak, kalau Tuan Mahar bertanya, bilang saja kalau Rani sedang pergi sama saya." pesan Saskia kepada satpam tersebut.


"Enak sekali ya jadi Tuan Mahar. Udah kaya, ganteng, punya istri dua yang rukun." ucap satpam itu setelah Saskia dan Rani berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


Selama di perjalanan, Rani mempunyai firasat yang tidak enak.Dia pun akhirnya mulai mengajukan pertanyaan kepada Saskia.


"Kenapa kakak tadi berpesan seperti itu kepada pak satpam? Bukannya sekarang kita akan menemui Kak Mahar?" tanya Rani dengan penuh keraguan.


"Apa? Menemui Mahar? Untuk apa? Untuk menyerahkan diri?" Saskia justru bertanya balik.


"Kalau tidak untuk menemui kak Mahar, lalu sekarang kita mau kemana kak?" tanya Rani yang mulai cemas.


"Kemanapun yang aku mau..." jawab Saskia diiringi tawa lepas.


Degh!


Hati Rani mendadak bergetar, pikiran negatif mulai menyelimuti kepalanya.Apalagi mengingat bahwa Saskia tidak pernah main main dengan ucapannya.


"Kak, ampun kak.Ayo kita pulang, tolong kembalikan aku ke rumah kak." Pinta Rani berusaha merubah niat dan tujuan buruk Saskia. Namun, semua itu sia sia.Saskia justru meningkatkan kecepatan mobilnya hingga membuat Rani ketakutan.


"Kak, pelan pelan kak." tegur Rani seraya memegangi perutnya yang mulai kram. Namun sayangnya, Saskia sama sekali tidak menggubris permintaan Rani.

__ADS_1


"Jika aku tidak bisa bahagia dengan Mahar, maka orang lain juga tidak boleh.Termasuk juga kamu! Akan aku hancurkan kalian berdua dan juga calon buah hatimu. Ingat itu!" seru Saskia sembari semakin menambah kecepatannya.


__ADS_2