
Letak rumah Bidan tersebut berjarak sekitar satu kilometer dari masjid itu, sehingga tidak butuh waktu lama untuk menemukannya. Dan ketika tiba di sana, Mahar sudah kehilangan jejak kedua istrinya tersebut.
"Kemana perginya mereka Bu?" Tanya Mahar
"Maaf Tuan, tadi saya tidak mengantar mereka hingga ke depan karena masih ada pasien lain yang harus saya layani." jawab Bidan tersebut.
"Apa mereka tidak meninggalkan alamat atau nomor telepon yang bisa di hubungi?" tanya Mahar lagi.
__ADS_1
"Saya sudah menanyakan hal itu, tetapi satu perempuan yang berada di sebelah pasien segera menolak untuk mengisi data alamat serta nomor telepon." ungkap Bidan tersebut memberi penjelasan.
Mahar mendengus kesal, kemudian setelah itu, pihak kepolisian mulai bertindak. Mahar menyerahkan seutuhnya kasus itu kepada kepolisian, tetapi meski kehilangan jejak, upaya mereka tidak cukup sampai di situ. Mereka mulai menelusuri nama nama daerah yang di tulis oleh Rani pada kertas tersebut sebagai petunjuk dimana Vila itu berada dengan bantuan si penjaga masjid yang sudah paham daerah tersebut. Tak lupa juga Mahar sudah memberi imbalan kepada Bidan tersebut sesuai pesan yang di tuliskan oleh Rani, tetapi pihak kepolisian meminta nomor Bidan itu untuk di mintai keterangan jika di butuhkan.
Mereka mulai menelusuri jalanan untuk menuju ke alamat yang tertulis pada kertas itu guna mencari petunjuk arah Vila dimana Rani di sekap. Dan setelah tiga puluh menit menelusuri jalan, mereka tak kunjung menemukan petunjuk. Mahar sempat menanyakan kepada penduduk sekitar tentang keberadaan vila tersebut, tetapi mereka tidak ada yang tahu. Dalam keadaan seperti itu, Mahar sempat mulai goyah dan merasa di permainkan. Tetapi, keterangan dari penjaga masjid itu membuat Mahar menghapus pikiran buruknya.
"Sepertinya dia memang begitu tertekan Tuan. Sementara wanita yang di sebelahnya nampak begitu kasar dan wajahnya terlihat penuh amarah." tutur pria paruh baya itu.
__ADS_1
"Maaf sebelumnya Tuan, disini kalau mau nyari penginapan atau hotel, jaraknya sangat jauh karena harus pergi ke kota. Jadi jika anda berkenan, anda boleh menginap di rumah saya. Tetapi, saya juga tidak memaksa jika anda keberatan." ujar pria paruh baya tersebut.
Setelah sempat mempertimbangkan tawaran itu, Mahar akhirnya menyetujui tawaran tersebut. Dia tidak pergi ke kota untuk mencari hotel, tetapi akan bermalam di rumah penjaga masjid tersebut.
Sementara para pihak berwajib masih lanjut menjalankan tugasnya hingga menemukan petunjuk dimana lokasi Vila yang di gunakan Saskia untuk menyekap Rani.
Sementara yang sedang berada di Vila tersebut rupanya sedang kebingungan karena Saskia mendapat laporan dari penjaga Vila bahwa tadi Mahar serta beberapa orang tengah mencari keberadaan alamat Villa tersebut dengan bertanya kepada warga sekitar. Orang yang di jadikan penjaga Villa itu memang sudah mengenal wajahnya Mahar karena dulu pernah menjadi karyawan di pabrik yang di kelola oleh Mahar. Tetapi, karena begitu banyaknya karyawan, membuat Mahar tidak mengenali wajah penjaga Villa itu.
__ADS_1
"Apa? Mahar kesini? Dari mana dia tahu?" tanya Saskia dengan begitu terkejut. Kemudian penjaga itu memberi penjelasan kepada Saskia, bahwa Mahar sempat bertanya langsung kepada dirinya, tetapi dia bilang bahwa di tempat itu tidak ada Villa tersebut. Bahkan penjaga Villa itu menunjukkan Mahar ke arah kampung sebelah. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa orang orang yang bersama Mahar itu adalah para polisi.
"Kalau begitu kita harus segera pindah dari tempat ini, karena di sini mulai tidak aman!" ujar Saskia seraya memikirkan tujuan kemana dia akan pergi.