Mahar Untuk Rani

Mahar Untuk Rani
Tertangkap


__ADS_3

"Pesan apa Kak?" Rani berlaga mengelak tetapi Saskia semakin memberi tekanan padanya. Dan tekanan tersebut membuat Rani berani melakukan perlawanan dengan mendorong tubuh Saskia hingga berhasil melepas cengkeraman di dagunya. Kali itu tekad Rani begitu bulat untuk berani melawan Saskia, karena dia sudah merasa lelah mengikuti semua permainannya.


"Tunggu, jangan lari!" teriak Saskia seraya mengejar Rani yang sudah mulai berlari keluar kamar.


"Loh, loh, loh, ada apa ini kok main kejar kejaran?" tanya Nenek Titin merasa kebingungan dengan aksi Rani juga Saskia.


"Tangkap dia Nek, jangan sampai lepas. Dia akan mencelakakan kita!" teriak Saskia kepada Neneknya.


"Tenang Saskia, ada apa ini?" Kakek Seno pun ikut di buat kebingungan. Tetapi, tidak ada cukup waktu bagi Saskia untuk menjelaskan semuanya, hingga akhirnya Saskia sama sekali tidak menggubris kedua pasangan renta tersebut. Dia terus mengejar Rani yang saat itu sudah berhasil menembus pintu utama.


"Berhenti ku bilang!" kembali Saskia berteriak, tetapi tak juga mampu menghentikan langkah Rani.


Tinggal beberapa meter lagi, Rani akan berhasil melalui pagar rumah Nenek Titin. Tetapi sayang, kondisinya yang sedang hamil, membuat dia tidak bisa berlari dengan kencang. Berbeda dengan Saskia yang bertenaga penuh dan berhasil meraih pundaknya hingga membuat langkahnya berhenti. Bukan hanya meraih pundak, Saskia bahkan menarik rambut Rani dengan begitu kasar hingga membuat Rani merintih kesakitan.

__ADS_1


"Aduh Saskia, jangan berbuat kasar seperti itu Nak? Ada apa ini sebenarnya?" teriak Nenek Titin saat menyaksikan aksi brutal cucunya itu.


"Kamu kira kamu bisa kabur? Tidak akan! Jika ingin kabur, aku akan mengirim kamu ke liang lahat!" bentak Saskia seraya menarik rambut Rani dengan semakin kencang.


"Ampun Kak, ampun. Lepaskan. Sakiit...." pinta Rani sembari merintih kesakitan.


Nenek dan Kakek Saskia juga tidak mampu menghentikan aksi Saskia, hingga akhirnya terdengar satu teriakan yang berhasil menarik perhatian Saskia.


"Lepaskan, dan angkat tangan! Anda sudah kami kepung!"


"Ada apa ini?" Kakek Seno semakin kebingungan.


"Apa apaan ini? Saya salah apa? Kenapa saya di tangkap?" bantah Saskia merasa tidak melakukan kesalahan.

__ADS_1


"Anda bisa memberikan keterangan di kantor, jika memang anda terbukti tidak bersalah, anda pasti akan bebas!" tukas salah seorang polisi, sementara salah seorang lainnya berhasil memborgol Saskia. Meski berusaha melakukan perlawanan, pada akhirnya para polisi tersebut berhasil meringkus Saskia dan membawanya ke kantor polisi untuk menindak lanjuti tindakan kriminal yang sudah dia lakukan.


"Lepaskan! Kek... Nek.... tolongin Saskia!" teriak Saskia sembari masuk ke dalam mobil milik anggota kepolisian itu.


"Ada apa ini? Tolong jelaskan? Bukankah kamu mantan suami Saskia? Kenapa kamu tega memenjarakan mantan istrimu?" tanya Kakek Seno kepada Mahar yang saat itu juga datang bersamaan dengan para petugas kepolisian.


"Jika anda ingin tahu masalahnya, silahkan temani cucu kalian ke kantor polisi!" jawab Mahar dengan dingin, lalu dia lekas berlalu membawa Rani masuk ke mobilnya.


Rasa sakit, iba, haru, dan takut bercampur menjadi satu pada diri Rani ketika dia melihat Saskia tengah di gelandang oleh polisi. Tetapi semua rasa itu, kini berubah menjadi tangis bahagia kala dia sudah berada di dekapan sang suami.


"Aku minta maaf, aku tidak bisa menjagamu serta calon buah hati kita. Mulai saat ini, aku janji akan selalu menjaga kalian, dan tidak akan pernah menyia nyiakan kehadiran kalian." ujar Mahar seraya mendekap erat tubuh sang istri, serta berkali kali mengecup keningnya. Ungkapan kasih sayang yang mendalam itu membuat mulut Rani terbungkam membisu, dia tidak bisa berkata kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya. Dan sejak saat itu juga, mereka mulai membangun rumah tangga yang lebih harmonis, tanpa poligami dan tanpa perjanjian apapun.


~ π™π˜Όπ™ˆπ˜Όπ™ ~

__ADS_1


π™Žπ™–π™‘π™–π™’ π™’π™€π™£π™€π™œπ™–π™’π™ž π™™π™–π™§π™ž 𝙖π™ͺ𝙩𝙝𝙀𝙧 😘😘😘


__ADS_2