Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Rencana berhasil


__ADS_3

Halo semuanya, ketemu lagi nih sama aku ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Setelah sekian lama kalian menunggu lanjutan ceritanya.


Apakah di bab ini bakal terungkap semua teka teki yang membuat kalian penasaran melulu ????


Oke langsung aja aku lanjut ke ceritanya. Sorry ya kalau ada salah ketik dan salah kata.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


-----------____-_---------


Happy reading guys


----_____-----


Melia POV


----__--


Hari ini adalah hari kamis. Hari ketiga untuk mencari bukti dan kami sudah mendapatkan banyak bukti.


Hari ini kami berencana memberikan semua bukti langsung di depan kepala sekolah. Melalui Idris kami bisa menemui kepala sekolah kami.


โ€œMaaf pak mengganggu,โ€ ujar Idris masuk pertama kali ke dalam kantor kepala sekolah. Sebelum yang lainnya mengekor di belakang Idris termasuk aku.


โ€œSilakan duduk,โ€ ujar pak Yudi.


Kami pun duduk dan aku melihat Idris memulai percakapan.


โ€œJadi, kedatangan kami ke sini adalah ingin menunjukkan semua bukti yang menurut kami sudah lengkap dan kami juga sudah mengetahui siapa yang menyebarkan video itu pakโ€ ujar Idris menjelaskan.


Aku pun melihat Pak Yudi mendengarkan dengan saksama. Lalu aku melihat Idris memberikan kode kepadaku untuk memberikan bukti yang ada di tanganku.


Aku pun langsung memberikan rekaman itu dan menyalakan nya di atas meja di depan kami semua. Dan juga tidak lupa memperlihatkan ekspresi Om aku yang aku dapat. Beberapa saat kemudian suara dan video pun memenuhi ruangan kepala sekolah.


Berikut isi percakapan itu


-----______-------


โ€œHalo Omโ€ sapa Melia kepada Om nya.


Om nya tersenyum dan langsung menyuruh Melia duduk. Om Melia bernama Febri Anggara.


โ€œAda apa kamu datang ke sini?โ€ ujar Febri.


โ€œAku datang ke sini mau minta penjelasan Om. Bolehkan Om?โ€ ujar Melia dengan nada pura โ€“ pura lemah.


โ€œBoleh kok. Mau nanya apa sayang?โ€ Tanya Febri dengan nada lembut .


โ€œOke, Om di kejadian saat Idris melakukan balap motor saat SMP dan one night stand aku itu. Apa kejadian itu karena Om dan orangnya terlibat one night stand itu Om bukan Idris??โ€ tanya Melia dengan wajah yang dibuat sedih.

__ADS_1


Dan wajah Febri yang tersenyum langsung berubah serius.


โ€œKamu tau dari mana hal itu?โ€ tanya Febri kelabakan dan panik.


โ€œAku tau semua ini dari Idris langsung Om. Tadinya aku pikir om orang yang baik. Jadi, aku tetap menyangkalnya tapi ternyata, semua yang dikatakan oleh Idris memang benar. Om jahat! Aku kecewa sama Om!!โ€ ujar Melia dengan pura โ€“ pura sedih dan kecewa.


Melia pun langsung pergi dari hadapan om nya dengan berlari dan sambil pura-pura kecewa dan menangis. Dan Febri hanya diam membatu.


-------______----------


Bukti itu pun membuat Pak Yudi diam dan langsung berbicara kepadaku.


โ€œSabar ya nak, kamu bisa melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan bapak akan membantu kamuโ€ ujar pak Yudi kepada aku dengan ramah.


โ€œIya pak, terima kasihโ€ ujar aku ramah juga.


โ€œAda bukti lainnya pak,โ€ ujar Jennita.


Aku melihat Jennita langsung menyodorkan teleponnya dan mulai menunjukkan sebuah video. Dan semua bukti telah diberikan kepada Pak Yudi.


โ€œJadi, semua bukti ini mengarah kepada Bella Agustina dan orang yang disuruhnya adalah Yusuf Aganta. Dan Yusuf ini hanya suruhan." simpul Pak Yudi yang membuat aku senang.


Ya, aku senang sekali. Akhirnya aku bisa bernapas lega. Karena tidak akan mendengarkan hujatan dari orang lain lagi.


Aku melihat Pak Yudi berpikir dan akhirnya berbicara.


"Urusan ini akan bapak urus, bapak percaya kepada kalian. Kalian boleh keluar dan pulang ke rumah masing-masing. Hati-hati di jalan ya," ujar Pak Yudi ramah.


"Kenapa cowok ini berhenti di sini?" batinku bertanya.


Dan betapa terkejut nya aku saat cowok itu melepas helm nya. Ternyata cowok itu adalah Kevin. Kevin tersenyum kepadaku dan aku membalasnya dengan senyuman juga.


"Mau pulang bareng? " tanya Kevin kepadaku.


Aku merasakan jantung aku berdetak terlalu cepat dari biasanya.


"Apa jangan-jangan aku suka sama Kevin? " batinku tidak percaya.


Aku pun menggelengkan kepala untuk mengusir semua pikiran aneh di kepalaku. Aku melihat dia bingung dengan tingkah laku aku.


"Apa tidak merepotkan kamu? " tanyaku kepadanya.


"Tidaklah, kita searah ini kan" ujarnya dengan senyuman yang membuat jantung aku berdetak lebih kencang kembali.


"Mau tidak? " tanya Kevin dengan senyum miringnya.


"Iya" ujar aku dengan tersenyum.

__ADS_1


Dan betapa terkejut nya aku melihat wajah Kevin memerah saat melihat aku tersenyum.


"Ini helm nya" Ujarnya sambil mengalihkan pandangan ke depan.


"Iya terima kasih ya" Ujar aku berterima kasih.


Aku pun naik dan berpegangan ke besi belakang motor. Kevin yang melihat tingkah aku itu pun langsung menancapkan gas dan membuat aku kaget dan otomatis memeluknya.


"Pegangan yang erat," ujar Kevin di sela dia mengendarai motor besarnya.


-------------@@@@@----------


Skip esok harinya di sekolah


---------___----____


Di saat jam istirahat aku dikejutkan oleh kedatangan Bella. Bella datang menuju ke arah aku.


"Kau! Dasar wanita kurang ajar!" ujar Bella hendak menampar aku.


Aku hanya diam dan betapa terkejut nya aku setelah melihat Jennita menahan tangan Bella.


"Santai aja dong Mbak nya" Ujar Jennita yang membuat Bella bertambah murka.


Aku melihat Bella yang kesal tapi tidak bisa melawan Jennita pun pergi. Sebelum dia pergi, dia menunjuk aku dan mengancam aku.


"Kita lihat saja nanti!" ancam nya yang membuat aku merinding tetapi sepertinya tidak mempan dengan Jennita.


Aku akui Jennita terlihat sekali kalau dia bad girl tetapi dia membantu yang lemah. Aku akui aku menyesal pernah hampir membenci dirinya. Orang yang hampir aku benci lah yang menolong aku.


"Lihat apa ya?? Melihat dirimu dikeluarkan dari sekolah ini ya kak?? " Ujar Jennita dengan nada mengejek dan lantang.


Semua yang ada di kantin itu pun tertawa. Ya, semua murid sudah tau kebenarannya. Sehingga aku bisa bernapas lega.


Aku lihat Bella semakin kesal dan pergi menjauh dari kantin. Mulai timbul banyak pertanyaan di kepalaku.


"Apa yang akan dilakukan oleh Bella??" Batinku bingung dan khawatir.


"Hai kak Melia! Jangan melamun dan jangan takut sama dia karena kakak tidak salah. Kakak takut kalau salah, kalau kakak benar untuk apa takut kak" ujar Jennita yang membuat diriku lebih percaya diri dan lebih bisa berani.


"Iya" ujar aku dengan tersenyum dan memeluk Jennita.


"Terima kasih ya" ujar aku berterimakasih saat memeluknya.


----------@@@@@-----------


Jangan lupa tinggal kan jejak agar aku semakin semangat.

__ADS_1


THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Salam hangat author, Joya Ramadhana Tohir


__ADS_2