Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Penyelidikan (1)


__ADS_3

Halo semuanya, aku mau lihat ada yang masih setia baca atau tidak ya. Sorry ya, semuanya kalau ada salah kata atau pun salah ketik.


Selamat baca semuanya


****


Third person POV


--------------_------__-_-----


Keesokan harinya di sekolah.


Jennita menjalani hari-harinya sama dengan siswa lainnya karena semua berita tentangnya sudah hilang dan dia bisa damai.


Tak berselang lama, tanpa diketahui heboh sebuah video yang di kirim oleh seseorang tanpa nama di grup angkatan satu sekolahnya.


“Eh, sudah pada liat belum video di grup sekolah?? Ternyata, kak Idris sama kak Melia pernah tidur bersama dan juga pernah balap motor ilegal, loh.” Beberapa siswa di kelas Jennita mulai gosip.


Jennita pun langsung beranjak dari tempatnya dan pergi menuju ke kelas Idris. Sesampainya di kelas, Jennita sudah melihat banyak sekali siswa - siswi di depan pintu kelas Idris. Jennita pun langsung menerobos kerumunan itu dan melihat Idris dan Melia yang sedang di tanya oleh bapak kepala sekolah secara langsung.


Jennita pun langsung menuju ke tempat Idris dan Melia. Jennita pun meminta izin kepada kepala sekolah untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


"Maaf, Pak, bila saya menyela. Karena Saya juga terlibat dalam video itu. Saya mau menjelaskan kepada Bapak dan semuanya.” ujar Jennita dengan sopan.


Tadinya kepala sekolah tidak mau menerima penjelasan Jennita. Dan akhirnya kepala sekolah memperbolehkan Jennita bercerita karena memang Jennita terlibat dalam video yang di sebarkan itu. Jennita pun memanfaatkan kesempatan yang diberikan kepadanya dengan baik.


“Jadi, kejadian sebenarnya adalah saat itu saya tidak sengaja mendengar percakapan Kak Idris dan Kak Meli. Dan kenyataan yang sebenarnya memang benar Kak Idris mengikuti balap motor dan kesalahannya adalah Kak Idris tidak pernah tidur bersama dengan Kak Melia. Kak Melia di jebak oleh paman Kak Melia sendiri,” ujar Jennita tegas dan jujur.


Jennita bisa melihat bahwa bapak kepala sekolahnya masih belum percaya karena kurangnya bukti.


“Oke, Bapak akan beri kalian bertiga kesempatan untuk membuktikan ucapan dari Jennita tadi. Dalam waktu seminggu kalian harus menemukan orang yang merekam kejadian itu dan orang yang terlibat dalam masalah kau, Idris dan kau, Melia. Bagaimana apakah cukup waktu seminggu itu??” ujar Pak Yudi, selaku kepala sekolah SMA Mutiara Harapan.


Akhirnya Idris pun yang berbicara, Jennita dan Melia pun hanya diam.


“Ya, cukup pak. Saya akan mengumpulkan buktinya selama seminggu dari sekarang pak. Terima kasih atas kesempatan yang telah bapak berikan kepada kami bertiga,” ujar Idris percaya diri.


“Oke, kalian harus ingat jika lewat dari waktunya kalian belum bisa memberikan bukti. Kalian pasti tau akibat dari perbuatan kalian kan?” ujar Pak Yudi kepada Jennita, Idris dan Melia.


Dan mereka bertiga langsung mengangguk bersama - sama. Dan semuanya bubar setelah bel selesai istirahat berbunyi.

__ADS_1


Skip pulang sekolah


--------------——_


Meski bel pulang sudah berbunyi 5 menit yang lalu. Jennita masih setia duduk di tempatnya. Ya, Jennita melamun sejak kejadian tadi. Nita yang tampak bingung pun mengajak Jennita pulang.


“JENN! PULANG AYO!” teriak Nita pada akhirnya karena sudah memanggil Jennita berulang kali tapi tidak mendapatkan respon oleh Jennita.


“Eh?! Iya ayo pulang,” ujar Jennita salah tingkah akibat melamun.


Jennita dan Nita pun keluar dari kelas. Baru beberapa langkah menjauh dari kelas, tanpa diduga oleh Jennita dan Nita. Dari kejauhan terlihat dua orang yang ternyata menunggu Jennita di gerbang sekolah. Nita yang tidak tau apa-apa pun bertanya kepada Jennita.


“Jenn, itu kan kak idris sama kak melia mereka sedang apa ya? Sampai menunggu di sana.” tanya Nita kebingungan.


Jennita hanya diam dan menepuk dahinya. Nita yang melihat tingkah laku Jennita itu pun tampak kebingungan.


“Aduh!! Pakai lupa lagi kalau ada janji sama mereka,” batin Jennita kesal dengan dirinya sendiri.


“Aku pulang duluan ya, Nit. Sorry ya, ada urusan mendadak aku lupa dan mereka berdua menunggu aku. Oke, dah ya Nit!” ujar Jennita sedikit keras sambil berlari meninggalkan Nita sendirian.


“Lama banget sih kau Jenn!” ketus Idris kesal. Ya, Idris sangat kesal karena Jennita membuang waktu yang sangat berharga.


“Oke, langsung saja kita pulang ke rumah masing-masing dan bertemu lagi di Kafe yang kusuruh tadi di pesan pukul setengah 4. Dan tidak boleh ada yang terlambat!” tegasnya sambil melirik Jennita.


Skip di kafe


--------————_


POV Melia


---------------___--


Aku sampai di Kafe pukul 3 lewat 20 menit dan kulihat Idris sudah datang. Aku pun mendekati meja yang sekarang ditempati olehnya.


“Hai, dris!” sapa aku dengan senyum yang lebar kepadanya dan hanya dijawab anggukan kepala saja tanpa senyum. Hal ini membuat aku sedikit sedih dan kecewa.


Tak berselang lama, Jennita pun datang. Dia datang tepat waktu. Dan kami memulai pembahasan tentang rencana kami.


“Oke, dimulai dari aku ya. Aku akan membagikan tugas masing-masing,” ujar Idris yang membuat aku terpana melihat wajah tegasnya.

__ADS_1


“Melia, kamu bertugas memancing paman kamu untuk mengakui perbuatannya dan merekamnya dengan alat ini,” ujar Idris kepadaku yang membuat aku senang dan menerima alat itu.


“Baik! Aku pasti akan berusaha sebaik mungkin.” ujar aku dengan percaya diri dan tidak lepas melihat wajahnya.


“Oke, bagus. Dan kau Jennita! Kau bertugas mencari informasi orang di sekitar kafe itu saat kejadian,” ujar Idris ketus kepada Jennita dan aku pun tersenyum.


Ya aku akui aku tidak suka dengan si Jennita itu dari awal bertemu. Dan aku merasa puas saat Idris berbicara ketus kepada dia, berbeda dengan saat Idris berbicara kepadaku. Aku pun merasa memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam hati Idris.


“Dan tugas aku adalah meminta kepada pemilik kafe untuk melihat kamera pemantau yang terpasang di sana dan juga akun orang yang menyebarkan video itu di grup angkatan sekolah.” ujar Idris dengan santai.


“Apakah ada pertanyaan??” tambah Idris memastikan.


“Tidak ada, aku sepenuhnya mengerti” jawabku dengan senyum mengembang.


“Aku punya pertanyaan?” tanya Jennita yang membuat aku tersenyum.


“Ternyata dia bodoh juga,” batin aku senang.


“Apa pertanyaan kamu?” tanya Idris datar.


“Aku harus menanyai pelanggan yang datang juga?? Kan capek aku kalau harus ditanya ke semua yang ada di kafe," ujar Jennita dengan lesu.


“Tanya pelayannya saja yang ada di sana. Otak kamu itu buat pajangan saja ya,” jawab Idris dengan nada mengejek dan Idris menyentil dahi Jennita. Jennita pun meringis dan memukul balik ke Idris.


Aku benci serta kesal melihat kejadian itu tepat di depanku. Dan aku paling membenci ketika melihat Idris tersenyum saat Jennita memukulnya.


“Apa bagusnya sih Jennita itu?!” Batinku kesal.


****


Di bab ini aku pun masih membuat kalian penasaran lagi.


Yang mau liat visual karakternya, komentar aja ya dan jangan lupa ya, tinggalkan jejak


Aku juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Mohon maaf lahir dan batin ya semua. Maafkan aku sebagai author kalau ada salah kata dan tersinggung, mohon di maafkan.


Dan aku juga tidak pergi ke mana pun jadi bisa update dan tetap menemani kalian dengan cerita aku.


Salam dari Joya Ramadhana Tohir

__ADS_1


__ADS_2