Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Kedatangan Orang Dari Masa Lalu Jennita


__ADS_3

Halo semuanya dan maaf ya kalau ada salah ketik dan salah kata.


Happy reading and jangan bosan ya sama cerita aku.


------------------------––—_____–––


Third person POV


--------------__————


Hari esok pun datang kembali dan mereka melakukan kegiatan sekolah dengan biasa dan juga mendapatkan beberapa caci maki dan rasa kasihan dari beberapa siswa .


POV Jennita


--------@@@@@@-------


Hari ini adalah hari rabu. Hari di mana kami yaitu aku, si ketua osis dan kak Melia, masing-masing menjalankan tugasnya sesuai rencana.


Seusai sekolah kami langsung pergi ke rumah masing-masing dahulu untuk berganti pakaian dan barulah kami ke tempat kejadian perkara atau sering kita dengar dengan istilah TKP.


“Aku pulang duluan ya, Nita” ujar aku ke Nita.


Ya, dia belum mengetahui masalah yang menimpa aku karena telepon dia sedang di servis. Aku pun lebih memilih merahasiakannya dari Nita karena aku menyayangi dia.


Aku tidak mau Nita terlibat juga karena ini masalah aku bukan masalah orang lain termasuk Nita.


“Eh Jenn… Kenapa dua hari ini kamu pulang cepat duluan??” tanya Nita kepadaku dengan wajah heran.


“Soalnya, aku disuruh pulang cepat sama mama aku. Karena hari kamis, keluarga besar aku mau datang dan aku harus membantu membereskan beberapa kamar untuk mereka menginap” ujar aku berbohong kepada Nita dengan senyum agar Nita tidak curiga.


“Seperti itu. Ya sudah semangat ya, Jenn!” ujar Nita menyemangati aku.


Aku pun tersenyum dan melambaikan tanganku ke Nita. Dan kulihat Nita tersenyum dan membalas lambaian ku.


“Hati-hati di jalan ya, Jenn!” teriak Nita sambil melambaikan tangan.


“Iya!” balasku dengan tersenyum dan mulai menjauh dari Nita.


Aku pun berjalan dengan santai ke rumah dan di perjalanan aku dihentikan oleh sebuah motor yang berhenti di sebelah aku. Betapa kaget aku saat melihat orang yang ada di atas motor adalah kevin.


Kevin Pramaja adalah mantan aku dahulu saat SMP dan dia berselingkuh dengan temanku sendiri. Dia juga yang memutuskan hubungan kami duluan. Aku sangat membenci dia karena dia sama saja dengan papa aku.


“Untuk apa dia berhenti di sini?” batinku penuh selidik.


Dan seperti biasa tanpa menghiraukan dia, aku pun tetap berjalan menjauhinya. Dan aku pun merasakan ada yang menahan tanganku.


Ya benar yang menahan tanganku adalah Kevin. Aku pun dengan sigap menghempaskan tangannya. Dan kulihat dia mulai membuka mulutnya.


“Jenn…. Apa kabar kamu??” tanyanya dengan senyum.

__ADS_1


“Tadinya baik, tapi sekarang menjadi tidak baik karena bertemu denganmu!” Jawabku cuek dan pergi berjalan menjauhinya.


“Eh, tunggu Jenn! Ada yang mau aku bicarakan denganmu sebentar saja, please” ujar Kevin memohon.


Dengan malas aku pun berhenti dan membalikkan badan untuk berbicara dengan Kevin.


“Apa yang mau kau bicarakan? Cepat aku tidak ada waktu banyak untuk meladeni kamu!” ujar aku sungguh malas menanggapi orang yang ada di depanku.


Aku melihat dia mengusap leher belakangnya dengan wajah bingung. Dan akhirnya dia mulai membuka mulutnya.


“Hm... jadi seperti ini Jenn. Apakah kita bisa balikan seperti dahulu lagi??” ujarnya gugup. Dan aku hanya menanggapi dia dengan malas.


“Kau hanya bilang itu, ha?! Dan kau pasti tahu jawabannya adalah... TIDAK!! Kau hanya menghabiskan waktuku!! Bye!! Dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku!” ancam aku kepadanya dan meninggalkan dia yang terdiam membeku sendirian.


“Dasar mantan tidak punya malu, merusak mood aku saja!” batinku kesal.


Skip sampai rumah


------$$$$$$------------$$$$$----


Sesampainya di rumah aku melihat mobil papa aku di parkir kan di depan rumahku. Saat umur 14 tahun aku mulai menjalankan hidup tanpa ayah karena ayahku selingkuh dengan wanita perusak keluarga aku.


Mood aku sudah hancur makin bertambah melihat mobil itu di parkir kan dengan santai. Aku pun langsung berlari masuk dan membuka pintu rumahku dengan kasar.


BRAK!


Bunyi pintu yang aku banting dengan sekuat tenaga.


“Untuk apa papa ke sini, ha?!” tanyaku ketus.


“Belum cukup papa menyakiti hati mama, HA!” tambah aku dengan suara lebih keras dan tanpa takut.


“Kau semakin tidak punya sopan santun ya semenjak papa meninggalkan kamu dengan mama dan adikmu!!” bentak papa aku yang aku anggap sebagai angin lalu.


Ya, kalian mungkin boleh bilang kalau aku sebagai anak durhaka. Tapi apakah kalian bisa berkata seperti itu saat kalian merasakannya sendiri.


“Ha?! Apakah aku tak salah dengar ya??” ujar aku dengan nada mengejek dan tertawa.


“Halo, siapa di sini yang lebih tak punya sopan santun!?” tambah aku dengan nada ketus dan mengejek. Dan tak lupa aku pun menatap papa aku dengan tajam sampai aku pun tak berkedip.


“Kau ini!” bentak papa aku sambil berdiri dan bersiap-siap memukul aku. Dan aku pun dengan sigap menghindar sampai papa aku tersungkur ke lantai.


Ya, kalian bisa bilang aku kejam. Tapi itu hal yang pantas di dapatkan oleh orang yang pernah menyakiti hati mama aku dan masih berani menampakkan batang hidungnya di depan orang yang telah di sakiti olehnya.


Aku tersenyum penuh kemenangan dan kulihat wanita itu langsung bangkit dari duduknya dan berlari menolong papa aku. Papa aku bernama Fradita Redon. Orang yang dahulu aku bangga kan dan sekarang menjadi orang yang paling aku benci.


“Kau!! Berani sekali!!” teriak wanita perusak keluarga aku itu dan berusaha menampar aku.


Aku pun tidak tinggal dia dan menunggu waktu yang tepat untuk menghindar. Waktu aku pun tepat dan dia tersandung kaki dia sendiri dan aku menghindar. Aku tersenyum penuh kemenangan. Lalu kulihat dia terjatuh dan mengeluarkan darah yang sangat banyak.

__ADS_1


Dan aku mengingat kalau wanita itu sedang hamil. Aku pun tertawa puas di dalam hati. Dan kulihat papa aku panik dan mengambil telepon dia. Ternyata papa aku memanggil ambulans dan wanita itu pun meringis kesakitan.


Mungkin kalian akan berpikir kalau aku jahat dan tidak mempunyai hati. Tapi, itu lah hadiah dari tuhan untuknya dan aku tidak salah apa-apa kan. Orang dia sendiri yang menjatuhkan diri. Jadi jangan salah kan aku dan hati aku sudah mati setengahnya dari saat papa aku selingkuh.


“Kau! Anak kurang ajar!” bentak papa aku kepadaku dan aku hanya tertawa melihat ekspresi panik dan kesakitan dari kedua orang jahat itu.


“Ha?! Tak salah dengar nih? siapa ya yang kurang ajar??” ujar aku mengejek ayahku dengan tawa yang semakin keras.


“Kau!!” geram papa aku.


“Jangan salahkan aku Pak Fradito, karena dengan jelas itu salah wanita perusak keluarga Anda ini. Bukan salah aku,” ujar aku dengan nada sombong dan percaya diri karena itu lah kenyataannya.


“Aduh, kasihan banget ya...” tambah aku dengan nada dan ekspresi kasihan yang di buat-buat ke arah wanita perusak keluarga aku yang sedang meringis kesakitan.


“Kau!!! Anak kurang ajar!” maki wanita itu.


“Wah aku sangat takjub, sedang kesakitan saja kau masih bisa memaki orang lain dengan mulut kotor kau itu. Dan aku mau bertanya satu hal kepada kamu. Siapa ya yang kurang aja dan siapa yang perusak hubungan rumah tangga orang lain ya??” ujar aku dengan nada mengejek dan santai.


Kulihat papa aku ingin membalas ucapan aku, tetapi tertahan karena telepon dia berbunyi. Dan kulihat wajah papa aku berubah pucat.


Sekilas aku mendengar kalau telepon itu dari ambulans yang di panggil tadi dan ternyata memberitahukan ambulans akan tiba setengah jam lagi karena terjebak macet. Dan papa aku menutup telepon dan berubah sangat panik.


“Karma it’s real,” ujar aku dengan santai dan membuat papa aku melihat tajam kepadaku.


“Apa?? Kenapa pak Fradito menatap aku tajam seperti itu?? Apa aku salah bicara??” ujar aku dengan nada mengejek dan pura-pura polos.


“Lebih baik Anda keluar dari sini dan bawa wanita kau itu. Anda sudah mengotori rumah orang lain dengan darah kotor dari wanita kau itu. Saya akan hitung hingga hitungan ke 5, jika Anda belum keluar jangan salahkan saya. Karena saya akan memanggil satpam untuk menyeret Anda keluar secara paksa!” ujar aku tegas dan kulihat dia langsung menggendong wanita ****** itu keluar.


“Dan jangan pernah berani menginjakkan kaki anda di sini lagi!” ancam aku memperingati mereka setelah mereka berjalan keluar rumahku.


Dan aku pun menyuruh bibi Minah untuk membersihkan darah kotor wanita itu tadi. Aku pun berjalan menuju mama aku dan aku memeluk mama aku erat.


“Mama baik-baik saja kan?” ujar aku sambil melihat mama aku dari atas sampai bawah.


“Mama baik-baik aja kok kak,” ujar mama aku dengan senyum malaikatnya.


Tak berselang lama ada yang mengetuk pintu rumahku.


“Siapa yang datang ya??” batinku.


----------------______-------------------_--_-___--


Kalau ada yang nanya Nita pas bab “penyelidikan (1)” dia ke mana?? Nita pergi ke perpustakaan buat meminjam buku ya. Jangan lupa tinggalkan jejak.


THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU


```


Salam hangat author, Joya Ramadhana Tohir

__ADS_1


```


__ADS_2