Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Apakah ini yang namanya cinta


__ADS_3

Heyoo guys, ketemu lagi sama author yang nyebelin and gemesin 😁😁😁.


Aku mau bilang banyak banget terimakasih ke semua yang udah setia baca ataupun sekedar mampir. Kalian mampir aku udah senang kok meski gara-gara aku kasih kotak 😁😁😁.


Ok langsung aja ke ceritaku. Maaf ya kalau ada typo dan salah kata.πŸ˜πŸ˜πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜πŸ™πŸ™.


- - - - - - - - - - - - --- --- ----


Nita POV


---------


Aku melihat kak Aldo dan kak Idris berjalan menuju aku, jennita, dan kak Melia.


"Hai semua" Sapa kak Aldo kepada kami.


Kami bukannya menjawab malah menatap mereka dengan tatapan horror. Dan kami langsung sadar. Aku pun menjawab sapaan dari kak Aldo.


"Hai juga kak" Sapaku.


Aku menatap kak Aldo dan kak Aldo pun menatapku.


"Kalian sedang apa di sini?" Tanya kak Idris yang membuat aku dan kak Aldo menjadi salah tingkah.


Aku pun menengok ke arah Jennita dan aku melihat Jennita melihatku dengan tatapan datar. Aku yang dilihat seperti itu langsung merinding.


"Kenapa Jenn? " Tanyaku salah tingkah.


"Hmm, tidak ada apa apa" Jawab Jennita dengan senyum penuh arti.


"Apa yang dipikirkan oleh Jennita??" Batinku bingung dan merinding.


Aku pun melihat kak Melia yang juga tersenyum penuh arti.


"Ada yang aneh nih" Batinku merinding.


"Kami sedang jalan-jalan saja" Jawab kak Melia kepada kak Idris.


"Ohh gitu, sekarang kalian mau kemana?" Tanya kak Aldo.


"Kami mau ke salon" Jawabku.


"Kalian juga kenapa ada di sini?" Tanya Jennita.


"Sama kami juga hanya jalan-jalan saja" Ujar kak Idris dengan menatap Jennita dengan tatapan sinis.


"Nah loh, ada apaan nih??" Batinku bingung dengan tatapan membunuh dari Jennita dan kak Idris.


Aku menengok ke kak Melia. Kak melia pun mengerti dan langsung berbicara.


"Kalian mau gabung sama kita?? " Tanya kak Melia yang di hadiahi pelototan dari Jennita.


"Boleh, iya kan dris?" Ujar kak Aldo.


Aku melihat kak Idris tidak menjawab dan malah menatap datar.


"Ayolah dris, mau ya??" Ujar kak melia memohon.


"Ya" Ujar kak Idris ketus dan singkat.


"Ok ayo kita bermain" Ujar kak Melia sambil menarik tangan kak Idris dan kak Aldo.


Dan aku melihat kak Aldo tersenyum. Senyuman itu membuat jantungku berdebar.


"Apakah aku jatuh cinta sama kak Aldo?" Batinku yang membuat wajahku merona.


"Ciee ada yang wajahnya merah nih" Ujar Jennita menggodaku.


Aku yang mendengarnya langsung menatap Jennita kesal dan langsung menutup wajahku dengan kedua tanganku.


"Aku izin ke kamar mandi bareng Jennita ya kak" Ujarku meminta izin.


"Ya sudah sana, kami tunggu di sini ya" Ujar kak Melia.


"Iya kak" Ujarku.


Aku pun dengan sigap menarik tangan Jennita ke kamar mandi.


Skip di kamar mandi


--------------


"Jenn mukaku masih merah" Ujarku merengek ke Jennnita.


"Kamu yakin suka sama kak Aldo? " Taya Jennita kepadaku.


"Sepertinya Iyaa" Ujarku malu-malu.


"Aku sih mendukung aja kamu pacaran sama kak Aldo. Aku bakal bantuin hehe dan jangan lupa PJ yaa" Ujar Jennita yang membuat wajahku kembali merona.


"Jennita!!" Bentakku kesal.


Aku melihat Jennita hanya tertawa dan meninggalkan aku sendirian di kamar mandi. Aku pun ikut mengejar Jennita keluar.


Selama perjalanan menuju ke tempat kak Melia menunggu. Jennita bernyanyi kecil dan aku mendengarnya.

__ADS_1


"Apakah ini yang namanya cinta.... ohh ini kah cintaa 🎢🎢" Senandung Jennita yang membuat aku yakin Jennita sedang menggodaku.


Aku pun langsung mencubit tangan Jennita dan aku melihat Jennita tersenyum kuda sambil memegang tangannya yang aku cubit.


Skip sampai di tempat kak Melia menunggu


"Maaf ya kak lama" Ujarku.


"No problem" Ujar kak Melia dengan tersenyum.


Lalu aku melihat Jennita berbisik ke kak Melia dan ekspresi wajah kak Melia berubah-ubah dari kaget lalu tersenyum penuh makna.


"Mereka sedang berbisik apa ya?? " Batinku bingung dan penasaran.


"Gimana kalau kita pergi ke arena bermain di lantai 3" Tanya kak Melia yang di setujui oleh kami.


Kami pun berjalan menuju ke arena bermain. Di perjalanan aku pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Jennita.


"Tadi kamu berbisik apa ke kak Melia?? " Tanyaku dan hanya dibalas senyuman penuh arti.


"Huwaaa ada apa ini?? " Batinku mulai waspada.


Kami pun sampai di arena bermain dan aku melihat kak Aldo dan kak Idris sudah mengisi kartu untuk bermain.


Aku melihat kak Idris ditarik oleh kak Melia.


"Kenapa kak Idris ditarik gitu?? " Batinku bingung.


Dan aku juga bingung Jennita kemana.


"Lah Jennita kemana??" Batinku bingung.


Dan aku melihat kak Aldo mendatangiku.


"Kenapa bengong??" Tanya kak Aldo dengan senyum.


"Ampun deh mau culik kak Aldo rasanya. Terus aku pajang huwaa" Batinku ngelantur.


"Nita" Ujar kak Aldo sambil melambaikan tangan di depan wajahku.


"Eeh maaf kak, yaudah kakak mau main apa?? " Ujarku salah tingkah.


"Kamu lucu ya" Ujar kak Aldo dengan tertawa.


Aku tidak peduli kak Aldo memujiku atau mengejekku, yang aku pedulikan adalah wajahnya yang dihiasi tawa membuat jantungku mulai berdebar tidak karuan.


"Eeh maaf, aku ketawa bukan untuk mengejek kamu kok" Ujar kak Aldo.


"Iya kak, aku tau kok hehehe" Ujarku dengan senyum.


Third Person POV


---------_-__


Di waktu yang sama tapi tempatnya berbeda. Jennita, Idris dan Melia sedang melihat Nita berduaan dengan Aldo di sebuah cafe di sana.


"Rencana kita berhasil kayaknya nih kak" Ujar Jennita yang disetujui oleh Melia.


Ada satu orang yang malas sekali ada di cafe itu. Ya, dia adalah Idris. Idris hanya diam dan memainkan game yang ada di handphonenya.


"Diem aja kamu dris" Ujar Melia yang hanya dibalas tatapan sekilas dari Idris.


"Heran deh siapa yang mau sama kamu dris" Tambah Melia yang tidak di anggap oleh Idris.


"Lah kakak gimana hahahah" ujar Jennita yang berhasil membuat Melia tertohok.


"Ohh iya, aku akhirnya menyesal pernah suka sama dia" Ujar Melia sambil meminum minumannya.


"Sifatnya itu kayak es di kutub utara gak cair-cair" Tambah Melia yang membuat Jennita tertawa.


"Ohh ya Jenn, kamu lagi suka sama siapa? " Tanya Melia ke Jennita.


Jennita pun terdiam dan langsung merubah posisinya menjadi bersandar di sandaran bangku.


"Aku gak lagi suka sama siapa-siapa kak" Jawab Jennita dengan santai.


"Kamu gak suka sama cowok di sebelahku ini?" Ujar Melia mengejek Idris.


"Ogah deh mending suka sama pak satpam sekolah dah ha ha ha" Ujar Jennita yang membuat Idris berhenti bermain game.


Idris pun menatap tajam ke arah Jennita. Jennita yang melihat itu pun tidak kalah menatap dengan ekspresi mengejek.


"Awas saja kau suka sama aku" Ancam Idris yang membuat Jennita malah tertawa terpikal-pikal.


"Hahahahah tidak akan" Ujar Jennita dengan ekspresi serius.


"Kita lihat saja nanti, paling kau yang suka sama aku duluan" Tambah Jennita membuat Idris merasa tertantang.


"Ok kita lihat saja nanti" Balas Idris dengan wajah yakin.


Melia yang melihat itu pun berbatin.


"Hmm, kayaknya tinggal aku yang jomblo nih. Nasib-nasib" Batin Melia sabar.


"Tenang kak Melia nanti kamu juga gak jomblo heheheh" Ujar author.

__ADS_1


"Hehehehe makasih thor. Author paling baik deh" Ujar Melia.


"Udah woi tatap-tatapannya nanti saling suka loh hahahha" ujar Melia dengan nada mengejek.


"Tidak akan! " Ujar Jennita dan idris berbarengan.


"Ciee barengan, jangan lupa kasih aku PJ ya hehehe" ujar Melia dengan tawa yang semakin keras.


Dan akhirnya sunyi, senyap, dan sepi kayak hati author. Authornya malah curhat πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


Satu jam berlalu


Back to Nita and Aldo


--------------____-


Sudah lebih 1 jam mereka bermain. Akhirnya Nita menghubungi Jennita dan menanyakan keberadaan Jennita.


"Jennita kamu dimana??" Ujar Nita setelah teleponnya dibalas.


"Ohh aku ada di kamar mandi. Nih On the way ke sana" Ujar Jennita berbohong dari seberang telepon.


"Ohh ok aku tungguin yaa jangan lama" Ujar Nita.


"Iya, aku tutup ya teleponnya" Ujar Jennita sambil menutup telepon.


Jennita, Melia dan Idris pun kembali ke arena bermain. Terlihat Nita dan Aldo sedang duduk sambil berpegangan tangan.


"Aduh nasib jomblo nih Jenn" Ujar Melia sambil menyikut jennita.


"Bener kak huhuhu" Ujar Jannita pura-pura sedih.


"Hahahahahaha wajahmu Jenn, lucu banget hahaha" Ujar Melia saat melihat Jennita pura-pura sedih.


"Iya dong aku emang lucu hehehe" Ujar Jennita dengan menampilkan wajah sok imut. Melia pun tertawa terpikal-pikal.


Dan ada orang yang terkacangi. Tapi orangnya juga tidak peduli. Ya, siapa lagi kalau bukan Idris.


Mereka sudah sampai di arena bermain. Dan ternyata Nita dan Aldo belum menyadari keberadaan mereka.


"Cailah yang udah jadian!" Kaget Jennita yang membuat Nita dan Aldo kaget.


"Iya nih PJ mana PJ?" Palak Melia kepada sepasang kekasih itu.


"Iya nanti aku kasih PJnya. Ayo sekarang kita makan aku yang traktir" Ujar Aldo dengan senyum dan Nita yang merona pipinya karena di usili oleh Jennita dan Melia.


Saat mereka keluar dari arena bermain. Jennita yang tidak melihat jalan pun menabrak orang.


"Jduk" Bunyi tabrakan oleh dua orang.


"Aduh sakit" Ringis Jennita.


"Ohh maaf" Ujar orang yang tertabrak oleh Jennita.


"Kayak kenal sama suaranya" Batin Jennita. Dan saat Jennita mendongak.


Betapa terkejutnya Jennita saat melihat orang yang ditabrak oleh dirinya sendiri.


"Jennita! " Ujar cowok itu.


"Dion! " Ujar Jennita.


"Iya ini aku Dion hehe" Ujar Dion dengan tersenyum.


"Sekarang kamu tinggi sama kurus ya" Ujar Jennita.


"Iya, udah 7 tahun ya kita tidak bertemu" Ujar Dion.


"Iya benar, apa kabarmu dan keluargamu?" Ujar Jennita dengan senyum.


Idris yang melihat senyum Jennita ke Dion. Entah kenapa Idris merasa kesal saat melihatnya.


"Kenapa aku kesal?" Batin Idris bingung.


"Baik kok, kamu juga sekeluarga gimana?" Ujar Dion.


"Alhamdulillah baik kok, oh ya aku gak bisa lama-lama nih mengobrolnya. Aku pergi dulu ya" Ujar Jennita yang hendak pergi.


" Eeh tunggu dulu Jenn, boleh minta nomer teleponmu?" Ujar Dion.


"Boleh dong" Ujar Jennita sambil memberikan nomer teleponnnya kepada Dion.


"Ya sudah aku pergi dulu ya Dion" Ujar Jennita pergi meninggalkan Dion.


Dion tersenyum dan juga pergi dari tempat itu.


"Kau bertambah cantik ya Jenn" Batin Dion memuji Jennita saat di perjalanan pulang.


------------@@@@@@@@------------------


Special thanks to Allah Swt. dan kedua orangtuaku yang ternyata mendukung aku dalam membuat novel ini. Dan juga tidak lupa KALIAN SEMUA READERKUU YANG SUDAH MAMPIR DAN MENINGGALKAN JEJAK SERTA SETIA MENUNGGU CERITA INI.😊😊😍😍


THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU😁😊😍😍


Salam hangat author, Joya

__ADS_1


Ramadhana Tohir


__ADS_2