Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Bertemu Kembali


__ADS_3

Halo semuanya, ketemu lagi nih sama aku. Aku lagi jadi penulis yang baik nih 😂😂😂.


Oke langsung aja aku lanjut ke ceritanya. Maaf ya kalau ada salah ketik dan salah kata. Harap maklum author juga manusia 😂😂😂🙏🙏.


Selamat membaca semuanya


---___----__----


Jennita POV


------____----


“Kenapa kalian menarik aku keluar dari mal?” tanya kak Melia yang mendapatkan tatapan menakutkan dari aku dan Nita.


“Kakak masih nanya??” Ujar Nita tidak percaya.


"Iya, kenapa kita harus keluar? Memang bertemu mereka kita bakal mati??” tanya kak Melia yang membuat aku setuju.


“Ayo, kita masuk lagi.” ajak kak Melia.


Kami pun masuk kembali dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Kami pun bermain di arena permainan.


“Main bola basket, ayo!” ajak Nita dan di setujui olehku dan Kak Melia.


Saat pergi ke tempat bermain, kami dikejutkan kembali oleh Kak Bella dan Kak Ivanno yang sedang bermain sebuah permainan yang diinginkan oleh Nita.


Aku pikir Kak Melia akan menarik kami pergi. Ternyata Pikiran itu salah besar dan aku melihat Kak Melia meninggalkan aku dan Nita pergi menuju ke permainan bola basket itu.


Aku melihat Nita juga terkejut. Dan aku melihat Kak Melia diam lalu memutar tubuhnya menghadap kami.


“Kenapa kalian diam saja? Ayo ke sana,” ujar Kak Melia yang membuat aku kagum.


Ya, aku kagum karena Kak Melia tidak berlarut-larut dari kesedihan. Aku dan Nita pun mengikuti Kak Melia.


Sesampainya di sana, aku melihat Kak Bella dan Kak Ivanno yang berhenti bermain dan melihat ke arah kami.


“Hai, Melia” sapa Kak Ivanno yang tidak di balas oleh Kak Melia.


“Emang enak diabaikan.” batinku mengejek.


“Sombong banget nih, dah punya teman baru.” ujar Bella mengejek yang rasanya mau aku makan kepalanya.


“Entah ya siapa yang sombong.” ujar Kak Melia santai.


“Kau!” geram Kak Bella.


“Aku mau main duluan ya Kak Melia” ujar Nita yang membuat suasana sedikit mencair.

__ADS_1


“Iya, main saja duluan.” jawab Kak Melia.


“Apa kabar kamu?” tanya Kak Ivanno.


“Tadi sangatlah baik, tetapi bertemu denganmu membuat aku mual karena terlalu muak melihat tukang selingkuh yang tidak tau malu.” ujar Kak Melia.


Aku yang melihat dan mendengarnya pun menahan tawa aku agar tidak keluar.


“Apa yang kau tertawakan, ha?!” geram kak Bella yang sedang melihat aku menahan tawa.


“Aku menertawakan Kakak” ujar aku sambil menunjuk ke arah Kak Ivanno dan Kak Bella.


“Apa?!” geram Kak Bella kepadaku.


Kalian pasti mengira aku anak yang kurang ajar kepada yang lebih tua. Tapi aku berkata jujur dan aku lebih suka langsung ke inti saja daripada berbelit-belit.


Dan urusan kurang ajar, mereka lebih kurang ajar karena berselingkuh terang-terangan tanpa rasa bersalah.


“Berani sekali, kau!” geram kak Bella sambil mengangkat tangannya untuk menamparku.


Aku melihat Kak Melia menggantikan posisi aku dan akhirnya Kak Melia yang terkena tamparan dari kak Bella.


“Aduh... kenapa kamu jahat sama aku Bella. Aku kan bermaksud baik dan juga aku tidak akan merebut Ivanno darimu. Aku sudah tidak mencintainya lagi. Tapi kenapa kau masih kasar kepadaku.” ujar Kak Melia dengan pura-pura teraniaya.


Aku pun mengerti apa yang dilakukan Kak Melia itu pun menyenggol Nita dan Nita dengan sigap menoleh. Aku pun memberi kode dan untungnya Nita sedang peka.


"Iya benar, kok Kakak jahat sih. Padahal maksud Kak Melia baik loh" Ujar aku dengan mengeluarkan air mata buaya.


Ya, kami semua sudah menjadi pusat perhatian. Dan mulai banyak yang menghina Kak Bella.


"Kok, cewek itu jahat banget ya." bisikan beberapa pengunjung yang melihat kejadian itu.


Aku melihat Kak Bella mulai kesal, malu, dan gelisah. Kak Ivanno pun langsung menarik Kak Bella menjauh setelah meminta maaf.


"Maaf ya Mel, kami pergi dulu" ujar Kak Ivanno sambil menarik Kak Bella menjauh dari tempat bermain.


Kerumunan tadi mulai bubar dan kami menggunakan waktu itu untuk pergi ke kamar mandi.


Sekip kamar mandi


----------------


"Lumayan juga dia menampar aku." ujar Kak Melia sambil memegang pipinya yang merah.


"Maaf ya, Kak" ujar aku merasa bersalah.


"Hei, Jenn! Ini bukan salah kamu." ujar Kak Melia dengan tersenyum.

__ADS_1


"Tapi--" Jennita ingin berbicara tapi langsung di sela.


"Aku sengaja agar dia tau rasanya dipermalukan di depan umum." tambah kak Melia dengan sedikit tertawa.


"Tapi... sakit, kan." ujar aku masih merasa bersalah.


"Sakit ini sudah terbayar saat melihat muka Bella dan Ivanno yang kebingungan plus malu. Tenang saja ini bukan salah kamu" ujar kak Melia dengan tertawa sangat senang.


Aku yang melihat Kak Melia tertawa tanpa beban itu pun tersenyum. Nita yang baru keluar dari salah satu bilik kamar mandi pun menatap Kak Melia bingung.


"Kak Melia kenapa ketawa??" tanya Nita yang kebingungan.


"Aku sedang mengingat ekspresi malu Bella dan Ivanno tadi" jawab Kak Melia masih dengan tawa girangnya.


"Ya sudah, sekarang mau ke mana??" tanyaku.


Aku pun kebingungan saat melihat Kak Melia dan Nita tersenyum penuh arti.


"Ayo kita pergi ke salon!" ujar Kak Melia dan Nita berbarengan sambil menarik tanganku.


Aku akui aku tidak terlalu suka dengan salon. Memasuki salon saja rasanya aku ingin memuntahkan semua yang aku makan.


"Mati aku!" Batinku pasrah.


Saat di perjalanan menuju ke lantai bawah (tempat salon berada). Kami di kaget kan oleh dua orang yang kami kenal. Ya, dua orang itu adalah si ketua osis dan Kak Aldo (sahabat si ketua osis).


Kami pikir mereka tidak mengetahui keberadaan kami. Ternyata pikiran itu salah besar, mereka tau dan langsung datang mendekati kami.


"Hai, semua!" sapa Kak Aldo kepada kami.


Kami bukannya menjawab malah menatap mereka dengan tatapan tidak suka. Dan kami langsung sadar. Nita pun menjawab sapaan dari kak Aldo.


"Hai juga, Kak" sapa Nita.


Mereka saling pandang dan aku merasakan ada yang aneh dari tatapan mereka berdua.


"Waduh, apakah bakal ada yang budak cinta nih?? " batinku tidak nyaman.


-----------___-_---------_-----___


Jangan lupa tinggalkan jejak.


THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU😊😊😁😁😍😍🙏🙏.


Salam hangat author, Joya


Ramadhana Tohir

__ADS_1


__ADS_2