
Heyooo guys, ketemu lagi nih sama author yang cantik and ngeselin hehehe 😁😁😂😂😊😊.
Hari ini aku minta maaf karena aku akan update setiap hari tapi malam dan sedikit juga daripada biasanya.
Aku akan mengikuti ujian kenaikan kelas. Doain ya agar ujian aku lancar dan dapat nilai yang bagus juga.
Ok langsung aja aku lanjut ke ceritanya. Sorry ya guys kalau ada typo dan salah kata. Mohon maaf yaa karena author juga manusia. 😊😊😁😁🙏🙏.
Happy reading guys
------------____----
Third Person POV
-------____------
Flashback On
----------_-
Tujuh tahun yang lalu
Ada seorang anak perempuan yang berusia 9 tahun. Anak perempuan itu sedang berlari-lari di taman sekolah ditemani oleh mamanya.
Ya, anak perempuan itu adalah Jennita dan mamanya Nurul.
"Mama!" Ujar Jennita kecil sambil menunjuk ke arah tempat duduk.
Di tempat duduk itu ada seorang anak cowok yang gemuk. Anak cowok itu sedang menangis sendirian.
Ya, anak cowok itu adalah Dion Putrama.
"Mama aku boleh ke sana tidak??" Ujar Jennita kecil kepada Nurul.
Nurul sudah mengetahui bahwa anaknya ingin menghibur anak cowok itu.
"Boleh dong" Ujar Nurul dengan tersenyum.
"Makasih ma, aku ke sana dulu ya ma" Ujar Jennita kecil sambil berlari ke tempat tujuannya.
"Iya hati-hati ya" Ujar Nurul senang.
Ya, Nurul senang anaknya memiliki kepedulian yang tinggi pada lingkungannya.
Jennita kecil pun sampai dan duduk di sebelah Dion kecil. Sambil memainkan kakinya, Jennita kecil pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Kamu kenapa menangis??" Tanya Jennita kecil dengan tersenyum.
"Aku tidak apa-apa" Ujar Dion sambil menghapus air matanya.
Ya, Dion kecil malu jika harus menangis di depan perempuan.
"Tidak usah berbohong, ceritakan saja" Ujar Jennita kecil.
"Aku sebenarnya sedih karena tidak ada yang mau berteman denganku dan juga kedua orangtuaku selalu sibuk dengan pekerjaan mereka" Ujar Dion kecil dengan sesenggukan.
"Aku mau kok berteman denganmu" Ujar Jennita kecil sambil menatap mata Dion kecil erat-erat.
Dion kecil yang mendengar ucapan Jennita kecil langsung terdiam dan kaget.
"Kenapa dia mau berteman denganku?" Batin Dion kecil bingung.
"Aku mau berteman denganmu karena kamu sepertinya anak yang baik" Ujar Jennita kecil sambil melihat kakinya.
"Aku takut kamu juga akan di bully sama mereka" Ujar Dion kecil takut.
"Aku tidak akan takut, selagi aku benar untuk apa takut" Ujar Jennita kecil yakin dan semangat membara.
Dion kecil yang melihat itu langsung tertegun dan mengangguk kecil.
"Mulai sekarang kita teman ya" Ujar Jennita kecil sambil menyodorkan tangannya ke Dion kecil.
"Nama aku Jennita Angreeni, kalau kamu?" Ujar Jennita dengan senyum yang mengembang.
"Aku Dion Putrama" Ujar Dion kecil dengan senyum kaku dan canggung. Dion pun membalas jabatan tangan dari Jennita.
__ADS_1
"Salam kenal yaa, kamu bisa bilang ke aku kalau kamu masih di bully" Ujar Jennita kecil yang membuat Dion langsung nyaman.
Hari-hari berlalu mereka lalui, Dion kecil tidak pernah di bully lagi.
Satu tahun berlalu
Dion kecil terpaksa ikut orangtuanya pindah kota.
"Maaf ya Jenn, aku harus pindah ikut orangtuaku" Ujar Dion kecil sedikit menangis.
"Tidak apa-apa Dion, pasti kita akan bertemu lagi. Jangan lupakan aku ya dan jadi lah lebih kuat" Ujar Jennita kecil dengan senyum dan langsung memeluk Dion kecil.
Flashback Off
-----------------------------
Dion POV
----___--
Aku merasa senang bisa memiliki kontak dan bertemu lagi dengan Jennita. Jennita adalah teman pertamaku yang paling baik.
Setelah bertemu dengan Jennita aku pun pulang.
Skip sampai rumah
"Assalamualaikum ma" Ujarku saat masuk rumah.
"Waalaikumsalam" Ujar mamaku dari dapur. Mamaku bernama Lita Permata.
"Ma tadi aku ketemu sama Jennita" Ujarku setelah sampai dapur.
"Ohh Jennita teman kecilmu dulu" Ujar mamaku.
"Iya ma" Ujarku.
"Dia sekarang bertambah cantik ma" Tambahku.
Mamaku yang mendengar aku berbicara itu pun langsung berhenti dan sekarang mama sedang menatapku lekat-lekat.
"Tidak ada apa-apa" Ujar mamaku sambil melanjutkan kegiatan memasaknya.
"Ada yang aneh" Batinku curiga.
"Mama yakin?" Tanyaku untuk memastikan jawaban dari mamaku.
"Iya yakin, dah sana pergi ke atas ganti baju lalu makan" Ujar mamaku sambil mengusirku.
"Ok ma aku pergi ke atas dulu" Ujarku yang masih bingung dan penasaran.
Third Person POV
------------____
Di waktu yang sama dan di tempat yang berbeda.
Jennita sedang memakan nasi goreng yang sudah dia pesan dengan lahap.
"Pelan-pelan aja makannya Jenn" Ujar Nita saat melihat Jennita makan dengan rakus dan cepat.
Nita takut sahabatnya akan tersedam oleh makanannya sendiri.
"Iya, ini udah pelan kok" Ujar Jennita setelah menelan makananya.
Setelah makan, Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Skip Jennita sampai di rumah
Sesampainnya di rumah Jennita pun merebahkan tubuhnya di kasur.
"Ping" Bunyi notifikasi whatsapp.
"Siapa yang ngechat malam-malam begini" Gumam Jennita dan langsung mengambil handphonenya.
"Nomor tidak dikenal, siapa ya?" Ujar Jennita bingung.
__ADS_1
0863××××××××
"Jenn"
```
"Siapa ya?"
```
"Ini aku, Dion"
```
"Ohh Dion"
```
"Save nomor aku ya"
```
"Iyaa"
```
"Kamu sudah ngantuk?"
```
"Iyaa Hehe"
```
"Ya sudah besok aja ngobrolnya"
```
"Iya"
```
"Good night Jenn"
```
"Good night too Dion"
```
"Bye"
```
"Bye"
```
(Tampilan chat dari handphone Jennita)
Setelah menjawab chat Dion, Jennita pun langsung tertidur.
Di sisi Dion, Dion sangat senang hingga Dion tidak bisa memejamkan matanya.
----------_______-------------__----
Special thanks to Allah Swt. dan kedua orangtuaku yang ternyata mendukung aku dalam membuat novel ini. Dan juga tidak lupa KALIAN SEMUA READERKUU YANG SUDAH MAMPIR DAN MENINGGALKAN JEJAK SERTA SETIA MENUNGGU CERITA INI.
THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU 😊😊😍😍😍😁😁.
```
Salam hangat author, Joya.
Ramadhana Tohir
__ADS_1
```