
Heyooo guys, ketemu lagi nih sama author yang cantik and ngeselin hehehe. Dan aku minta doanya yaa. Jangan lupa juga mampir ke chatstory aku cek aja di profil aku dan juga jangan lupa kasih vote yaa hehehe. Doain supaya Ujian aku lancar yaa.
Ok langsung aja aku lanjut ke ceritanya. Sorry ya guys kalau ada typo dan salah kata mohon maaf yaa. Aku kurang fokus juga buat ceritanya karena ujian 😁😁😊😊😍😍😭😭😥😥🙏🙏.
Happy reading guys
-----___---------
Third Person POV
------___-------
Pensilnya berputar dan mengarah ke arah Nita.
"Kamu milih Truth or Dare?" Tanya Melia kepada Nita.
"Truth" Jawab Nita.
"Kenapa kamu suka sama Aldo??" Tanya Melia.
"Karena memang suka dari pas awal masuk sekolah hehehe" Ujar Nita dengan tersenyum malu.
"Aku suka sama kak Aldo tuh ya, aku akui kak Aldo ganteng, pinter, baik, ramah dan juga tidak sombong. Udah itu aja kak hehehe" Tambah Nita yang membuat Aldo diam dan tersenyum.
"Aku tidak salah milih kamu jadi kekasihku Nita" Ujar Aldo yang membuat pipi Nita merona.
"Apaan sih kamu" Ujar Nita salah tingkah dan membuat semua yang melihatnya tertawa.
"Ok deh, aku putar lagi yaa" Ujar Melia sambil memutar pensilnya.
Pesanan mereka pun sampai. Dan pensil itu pun berputar sampai beberapa saat berhenti menunjuk ke arah Melia sendiri.
"Eh aku??" Ujar Melia terkekeh.
"Ok, aku milih dare deh hehehe" Ujar Melia.
"Ok kakak harus makan nasi goreng pedas level 10 selama 15 menit hehehe" Ujar Jennita yang di setujui oleh semuanya.
"Ok deh" Ujar Melia.
Jennita pun mengangkat tangannya dan seorang pelayan cafe datang. Jennita pun memesan nasi goreng itu.
Berselang 5 menit, nasi goreng itu pun datang dan dare Melia di mulai. Melia dapat menyelesaikannya sebelum 15 menit.
"Oke.. kita lanjut lagi yaa" Ujar Melia dan memutar pensil.
Ujung pensil itu pun mengarah kepada Idris.
"Truth" Ujar Idris cuek sebelum Melia sempat berbicara.
"Ok.. jujur kamu sekarang lagi suka sama siapa?" Tanya Melia.
__ADS_1
"Aku sekarang suka sama Jennita" Jawab Idris santai.
Semua yang mendengar perkataan Idris itu pun langsung kaget dan syok. Jangan tanyakan keadaan Jennita, Jennita pastinya syok dan juga mulutnya sudah mengangga lebar.
"Apa?!" Batin Jennita syok.
"Kau pasti bercanda kan?" Ujar Aldo takut-takut perkiraannya benar.
"Tidak" Jawab Idris santai.
Adzka yang mendengar itu pun kaget dan langsung berdiri.
"Kau jangan menyakiti Jennita!" Ujar Adzka sedikit berteriak.
"Sabar dzka" Ujar Nita.
Adzka pun duduk dan Jennita semakin tidak bisa menahan rasa kesalnya.
"Ikut aku sekarang kak!" Ujar Jennita kepada Idris.
Idris pun dengan santainya berdiri dan Jennita sudah berjalan duluan. Semua yang melihat itu hanya diam dan tidak ada maksud untuk mencegah.
Setelah Idris dan Jennita menjauh, Melia pun memulai percakapan.
"Kalian penasaran gak?? Dan juga kalian khawatir gak sama Jennita??" Tanya Melia dengan raut khawatir.
"Iya juga sih kak" Ujar Nita sambil mengangguk kecil.
"Boleh juga tuh" Ujar Kevin.
"Ya sudah ayo" Ujar Aldo sambil bergegas menuju kasir untuk membayar makanan mereka.
"Ayo" Ujar Melia.
Melia, Aldo, Nita, Kevin dan Adzka pun berjalan mengikuti Idris dan Jennita.
Skip taman belakang mall
-------_____------------
"Tidak usah berbasi-basi lagi," Ujar Jennita kesal.
"Apa maksudmu kak?!" Tanya Jennita sedikit membentak.
"Tidak ada maksud apa-apa" Ujar Idris santai dan memasukan kedua tangannya ke saku celananya.
"Kenapa kakak bilang suka sama aku?!" Tanya Jennita ketus.
"Karena memang aku suka sama kamu" Ujar Idris dengan wajah serius.
"Kenapa wajahnya serius sekali?" Batin Jennita bingung.
__ADS_1
Di lain sisi, ada yang mengintip pembicaraan mereka. Ya, mereka adalah Nita, Melia, Kevin, Aldo dan Adzka.
Jennita terdiam, perasaanya sudah campur aduk. Jennita pun menatapa Idris dengan tajam.
"Aku tanya sekali lagi, Kenapa kakak suka sama aku?" Tanya Jennita.
"Dan sejak kapan kakak suka sama aku??" Tambah Jennita masih kesal.
"Aku sudah lama suka sama kamu bahkan sebelum kamu masuk SMA dan juga aku suka sama kamu karena kamu cantik, badgirl tapi baik" Ujar Idris santai.
"Sok cool kamu dris" Ujar author.
"Biarin tapi emang cool kan thor heheh" Ujar Idris percaya diri.
"Dih udah sono kau" Ujar author mengusir Idris.
"Tapi aku gak suka dan tidak suka sama kakak" Ujar Jennita sambil pergi meninggalkan Idris.
Idris pun langsung menahan tangan Jennita.
"Tunggu Jenn" Ujar Idris dengan nada panik.
"Lepasin!" Ketus Jennita sambil menghempaskan tangan Idris.
"Ok aku lepas tapi dengerin aku dulu" Ujar Idris memasang wajah memelas.
"Ok sebentar saja" Ujar Jennita cuek.
"Kamu mau gak jadi pacarku?" Ujar Idris dengan serius.
Semua yang mendengar ucapan Idris pun syok dan Jennita kaget.
"Tidak" Ketus Jennita.
"Pleasee pikirkan dulu" Ujar Idris dengan wajah memelas.
Jennita yang melihat Wajah memelas Idris pun merasa tidak enak dan langsung mengangguk.
"Ok beri aku waktu sehari saja dan jangan menganggu aku" Ujar Jennita dengan ekspresia wajah datar.
Jennita pun pergi dan mereka yang mengintip langsung kembali duluan ke cafe. Idris hanya terdiam dan berjalan di belakang Jennita.
----------@@@@@@---------
Special thanks to Allah Swt. dan kedua orangtuaku yang ternyata mendukung aku dalam membuat novel ini. Dan juga tidak lupa KALIAN SEMUA READERKUU YANG SUDAH MAMPIR DAN MENINGGALKAN JEJAK SERTA SETIA MENUNGGU CERITA INI.😊😊😁😁😍😍.
THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU😁😁😊😊😍😍🙏🙏.
Salam hangat author, Joya
Ramadhana Tohir
__ADS_1