
Halo semuanya ketemu lagi sama aku di cerita ini dan terima kasih banyak buat semuanya yang masih setia baca cerita aku.
Langsung aja ke cerita aku ya
Happy reading all!
****
Idris pun masuk ke kamar dan sesampainya di kamar diam merebahkan tubuhnya di kasur.
“Baru pertama kali ini aku ditampar oleh orang yang aku sukai” Lirih Idris sambil memegang pipinya.
Idris pun mengambil P3K di kamar mandi dan duduk kembali di ranjangnya.
“Bagaimana caranya membuat dia suka sama aku ya?” Batin Idris.
****
Di waktu yang sama, Jennita sedang duduk di sofa dekat Jendela.
“Kenapa sih sama si ketua osis itu” Lirih Jennita kesal.
“Jennita!” Teriak mamanya dari luar kamarnya.
“Kenapa ma?” Tanya Jennita sambil beranjak ke pintu.
“Ada teman kamu katanya mereka mau menginap di sini” Ujar Santy yang membuat Jennita kaget.
“Aduh lupa aku kalau mereka mau menginap” Batin Jennita sambil menepuk dahinya pelan.
“Iya ma, ini aku mau turun ke bawah” Ujar Jennita yang membuat Santy turun ke bawah.
Jennita pun turun ke bawah dan terlihat Adzka, Nita dan Melia yang sedang duduk mengobrol di ruang tamu.
“Hai” Sapa Jennita yang membuat mereka bertiga berhenti mengobrol.
“Hai” Balas mereka serempak.
“Jangan bilang kamu lupa kalau kami mau menginap di rumah kamu?” Tebak Adzka yang tepat sasaran.
“He he he iya aku lupa” Ujar Jennita cengengesan.
“Dasar pelupa” Ujar Adzka mengejek.
“Iya maaf” Ujar Jennita sedikit menyesal.
“Ya sudah langsung ke kamar kamu kan ini?” Tanya Nita.
“Iya” Ujar Jennita berjalan duluan ke kamar ya.
Sampai di kamar Jennita, ketiga teman Jennita pun terkesima melihat kamar Jennita yang rapih.
“Kenapa kalian diam saja? Tidak mau masuk ke kamar aku?” Tanya Jennita yang membuat tiga temannya itu kaget.
“Ternyata kamar kamu rapih ya” Puji Melia yang mendapatkan tatapan bingung dari Jennita.
“Kalian pikir kamar aku berantakan seperti perilaku aku?” Tanya Jennita tidak percaya.
“Iya” Jawab mereka serempak dengan wajah tanpa dosa terlihat di wajah mereka.
“Jahat sekali kalian” Ujar Jennita pura-pura ngambek.
“Eh?!” Ujar Adzka kaget.
“Jangan cemberut dong Jenn” Rayu Melia sambil mencolek pipi Jennita.
“Siapa juga yang cemberut?” Ujar Jennita sambil memanyunkan bibirnya.
“Kamu lah masa kita yang cemberut” Ujar Nita polos.
Seketika semuanya terdiam dan akhirnya tertawa melihat jawaban dari Nita yang polos sekali.
“Ha ha ha lucu sekali sih kamu Nita” Ujar Adzka sambil mencubit pipi gembul Nita dengan gemas.
“Kamu polos sekali sih Nita” Ujar Melia setelah berhasil menahan tawanya keluar.
__ADS_1
“Sudah-sudah sekarang rapi-rapi dulu yuk” Ajak Jennita dan semuanya merapihkan kamar Jennita agar muat untuk mereka semua.
Selesai rapi-rapi mereka pun turun ke dapur. Sampai di dapur mereka melihat Santy sedang memasak makanan yang cukup banyak.
“Hai tante” Sapa mereka semua kecuali Jennita.
“Hai ma” Sapa Jennita.
“Hai juga kalian, sudah lapar belum?” Ujar Santy yang mendapatkan anggukan dari keempat anak perempuan di depannya.
“Ya sudah duduk sana” Titah Santy dan mereka semua duduk di meja makan.
“Kamu punya mantan berapa Jenn?” Tanya Nita.
“Cuman satu, kenapa emangnya?” Ujar Jennita bingung.
“Tidak apa-apa cuman lagi mau nanya aja he he” Jawab Nita yang membuat semua yang ada di meja makan menatap Nita bingung.
“Lah kamu sendiri punya mantan berapa?” Tanya Jennita balik.
“Belum punya mantan he he” Jawab Nita cengengesan.
“Jadi kamu baru pacarannya sama Aldo dong?” Tanya Melia kaget.
“Iya he he” Jawab Nita Cengengesan.
“Cengengesan terus kamu itu Nita” Ujar Jennita yang membuat Nita terdiam dan menyembunyikan gigi putihnya itu.
“Kalau kamu dzka?” Tanya Melia yang membuat Adzka kaget.
“Kalau aku apa?” Tanya Adzka pura-pura bodoh.
“Kamu punya mantan berapa?” Tanya Melia lagi.
“Satu doang kok dan kalian tau orangnya” Jawab Adzka santai.
“Ho’oh tau aku” Ujar Jennita.
“Terus kak Melia sendiri?” Tanya Adzka.
“Ha?!” Ujar mereka bertiga kaget.
“Kakak tidak bohong kan sama kami?” Tanya Nita tidak percaya.
“Untuk apa coba aku bohong sama kalian” Jawab Melia santai.
“Aku kira mantan kakak banyak” Ujar Jennita yang didukung oleh Adzka dan Nita.
“Iya sama, aku juga mengira kakak punya banyak mantan” Ujar Nita polos.
“Don’t judge book by it's cover” Ujar Melia yang membuat mereka semua mengangguk setuju.
“Sama kayak aku jangan menilai aku dari penampilan di sekolah” Ujar Jennita yang mendapatkan anggukan dari teman-temannya.
“Bagaimana kalau nanti kita main Truth di kamar Jennita?” Ajak Melia yang membuat semuanya mengangguk setuju.
“Makanan sudah matang” Ujar Santy yang membuat mereka semua menoleh dan tersenyum.
“Iya tante” Ujar Melia sopan.
“Ayo makan” Ajak Santy dan mereka semua pun makan dengan ditemani tawa riang.
****
Di sebuah kamar ada seorang anak remaja perempuan sedang melamun sembari melihat pemandangan kolam dari jendela kamarnya. Ya, perempuan itu adalah Sesilia.
“Kenapa dia tidak menerima aku sebagai temannya? Apa karena sikap aku tadi?” Tanya Sesil pada dirinya sendiri.
“Sesil ayo turun ke bawah makan” Panggil mama Sesil. Mama Sesil bernama Tamy Penita.
“Iya ma” Ujar Sesil yang lalu bangkit dari duduknya dan turun ke bawah.
Di ruang makan tampak Sesil yang gelisah.
“Mama” Ujar Sesil mulai lega saat mamanya langsung menatapnya dengan tatapan bingung.
__ADS_1
“Kenapa sayang?” Tanya Tamy melihat anak semata wayangnya.
“Tadi di sekolah aku ternyata sekelas sama Idris ma dan aku langsung menyapa Idris tapi Idris malah menjauh dari aku. Apa aku salah ya ma?” Ujar Sesil dengan wajah sedih.
“Memang seperti apa kamu menyapa Idris?” Tanya Tamy.
“Idris! Seperti itu ma terus aku memeluk Idris sebagai tanda kalau aku kangen sama dia ma. Aku salah ma?” Ujar Sesil menatap Tamy lekat.
“Sapaan kamu benar tapi tindakan kamu yang memeluk dia itu yang salah” Ujar Tamy sambil mengelus rambut anaknya lembut.
“Kok salah ma?” Tanya Sesil bingung.
“Iya salah karena kalau kamu melakukannya dan siapa tau kalau Idris sudah punya pacar. Pacarnya tau dan akhirnya kesalahpahaman mulai muncul.” Ujar Tamy menjelaskan.
Pada saat itu juga Sesil merasakan sakit yang sangat luar biasa di hatinya. Kejadian di parkiran itu pun muncul lagi bagai sebuah film yang di putar secara berulang dan menimbulkan rasa bersalah di hati kecil Sesil.
“Berarti besok aku akan meminta maaf ke Idris ma, makasih ya ma” Ujar Sesil dengan senyum terukir di wajahnya.
“Iya sama-sama dan sekarang habiskan makanan kamu ya” Ujar Tamy dan mereka pun makan dengan canda menemani di sela makan mereka.
****
Jennita dan ketiga temannya pun memulai permainan Truth.
“Siapa yang mulai duluan?” Tanya Melia yang membuat mereka semua saling memandang satu sama lain dan hening.
“Aku duluan ya bagaimana?” Tanya Nita memecahkan keheningan.
“Oke siapa yang mau bertanya ke aku duluan?” Tanya Nita yang membuat Jennita mengangkat tangannya cepat.
“Aku!” Aju Jennita.
“Oke mau nanya apa Jenn?” Tanya Nita santai.
“Kapan kamu mulai suka dengan kak Aldo?” Tanya Jennita menggoda dan akhirnya wajah Nita yang terlihat santai berubah menjadi merah.
“Sejak pertemuan di kantin itu” Jawab Nita malu-malu kucing.
“Oke sekarang aku yang nanya , Kapan terakhir kamu kencan dengan kak Aldo?” Tanya Adzka yang membuat Nita kaget.
“Eh?! Aku belum pernah berkencan dengan kak Aldo” Jawab Nita sedikit kecewa.
“Bohong sekali?!” Teriak mereka bertiga serempak dan Nita hanya diam mengangguk.
“Oke sekarang giliran aku yang bertanya, Kapan terakhir kamu pegangan tangan sama Aldo?” Tanya Melia yang membuat Nita tersipu malu.
“Saat menjenguk Adzka” Jawab Nita dengan tersenyum.
“Oke sekarang waktunya ganti orang yang ditanya” Ujar Adzka.
“Sekarang kamu Jenn” Tunjuk Melia dan Jennita pun hanya mengangguk pasrah.
“Apa pertanyaan untuk aku?” Tanya Jennita.
“Kamu suka atau tidak dengan Idris?” Tanya Melia.
“Tidak dan tidak akan pernah” Ujar Jennita tegas dan membuat ketiga temannya melihat dia dengan tatapan usil.
“Kenapa kalian menatap aku seperti itu?” Tanya Jennita curiga.
“Tidak apa-apa kok” Jawab mereka serempak.
“Aneh sekali” Batin Jennita curiga.
“Kenapa kamu mengantungkan jawaban untuk Idris?” Tanya Nita yang membuat Jennita terdiam.
“Aku harus menjawab apa?” Batin Jennita bingung.
****
Penasaran ya? Jennita jawab apa nih??
Sabar ya dan jangan lupa tinggalkan jejak di cerita aku ini. Maaf kalau cerita aku jelek dan harap maklum ya kalau masih banyak kekurangan.
Aku juga minta maaf buat 3 hari yang lalu itu tidak update selama 9 hari karena kondisi di kehidupan nyata. Aku mau ucapkan Terima kasih banyak buat yang masih setia sama cerita aku. Meski ada kekurangan, maklum aku juga masih anak SMA masih acak-acakan tulisan sama tanda bacanya.
__ADS_1
Sampai jumpa lagi dan Love you all