Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Cemburu?


__ADS_3

Terima kasih buat yang sudah baca dan selamat membaca.


 


 


****


 


 


"Idris, cuman punya aku seorang, kita lihat siapa yang akan dia pilih nanti!" batin Rizka sembari meremas tangannya kesal.


 


 


Melia yang melihat dari kejauhan pun tau kalau akan ada masalah yang harus mereka hadapi bersama dan hanya bisa sedikit membantu.


 


 


****


 


 


Idris dan Jennita pun sudah menjauh dari kantin dan Idris langsung membuka percakapan.


 


 


“Kamu cemburu ya?” ujar Idris dengan nada usilnya.


 


 


“Tidak, aku tidak cemburu. Itu hanya perasaan kamu saja.” jawab Jennita sembari memutar bola matanya.


 


 


“Yakin?”


 


 


“Iya, aku yakin!”


 


 


“Balik ke kelas sana,” titah Idris pura-pura cemberut.


 


 


“Jam istirahat kan belum habis,”


 


 


“Dikit lagi juga bel.” Idris pun langsung pergi meninggalkan Jennita yang kaget.


 


 


“Kok dia ketus begitu, sih!” batin Jennita yang langsung pergi ke kelas dengan menghentak-hentakkan kakinya.


 


 


Sesampainya di kelas, Jennita langsung melemparkan tubuhnya ke kursi dengan kasar. Adzka dan Nita yang ada di kelas langsung menatap bingung.


 


 


“Kenapa kamu kesel begitu?” tanya Nita yang membuat Jennita langsung mendengus.


 


 


“Gara-gara Idris?” tanya Adzka yang langsung menatap Jennita dalam.


 


 


“Iya,” Jennita pun langsung membenarkan posisi duduknya dan melihat kedua sahabatnya bergantian.

__ADS_1


 


 


“Idris buat ulah apalagi?”


 


 


“Tau enggak, sih?”


 


 


“Enggak,” ujar Adzka dan Nita berbarengan.


 


 


“Ini aku mau cerita, jangan asal motong kenapa, sih!”


 


 


“Sabar, sabar…”


 


 


“Tadi pas di kantin itu Idris, ngomongin cewek yang ada di mimpi dia dan tau enggak yang lebih parah itu apa?”


 


 


“Apa? Apa?”


 


 


“Cewek itu sekolah di sini juga!” Jennita pun langsung memukul meja keras. Adzka dan Nita yang mendengar itu pun langsung terkejut.


 


 


"Jadi kamu cemburu, nih?" Adzka mulai usil.


 


 


 


 


"Cemburu, nih.." ujar Nita yang ikut usil.


 


 


"Enggak, mana ada aku cemburu!" Jennita pun langsung mengalihkan perhatian. "Mau tau enggak yang lebih bikin kesel ?"


 


 


“Apa?”


 


 


"Dia kayak enggak suka begitu pas aku tarik menjauh dari cewek itu,"


 


 


"Apa?!"


 


 


“Awas aja kalau ketemu nanti!” ujar Adzka sembari mengepal kedua tangannya.


 


 


“Mengerikan,” batin Nita yang melihat itu.


 


 

__ADS_1


“Pokoknya, aku males sama, Idris!”


 


 


“Ceweknya yang mana, sih?” tanya Nita yang membuat Jennita langsung cemberut.


 


 


“Entah,” Adzka dan Nita yang mendengar jawaban dari Jennita hanya bisa saling melirik satu sama lain.


 


 


Sebelum Adzka ingin bertanya mengenai kejadian itu, tanpa disadari oleh mereka bahwa sudah ada guru yang berdiri di depan ambang pintu kelas mereka. Adzka pun mengurungkan niatnya untuk bertanya itu.


 


 


****


 


 


Di lain sisi


 


 


"Achoo!" Idris pun langsung menutup hidungnya. Ada yang membicarakan aku ya? Tebakannya tepat sasaran sekali.


 


 


“Idris!” panggil seseorang cowok dari belakang Idris.


 


 


“Siapa, ya?” batin Idris bertanya-tanya sembari memutar balik badannya ke arah orang yang memanggilnya.


 


 


“Elu mau ke mana?” tanya cowok itu sesampainya di depan Idris.


 


 


Oh, Kevin. Aku kira siapa, batin Idris. “Ke kelas, kenapa emang?”


 


 


“Oh, enggak. Gua kira elu mau ke kantin,” ujar Kevin yang langsung meninggalkan Idris sendiri.


 


 


“Enggak jelas, emang itu anak.” Idris pun langsung melanjutkan perjalanannya ke kelas.


 


 


Sesampainya di kelas, terjadi keributan di depan kelasnya.


 


 


“Ada apa ini?” tanya Idris yang membuat semua siswa yang berkumpul pun pergi dan hanya satu perempuan yang  masih berdiri di sana.


 


 


****


 


 


Ayo tebak siapa yang nunggu di sana. Jangan lupa tinggalkan jejak dan terima kasih banyak buat semuanya yang sudah baca bahkan memberi vote hehehe.


 


 


See you guys!!

__ADS_1


__ADS_2