Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Rencana (1)


__ADS_3

Halo semuanya dan terima kasih sudah meluangkan waktunya membaca cerita aku ini.


Maaf ya semuanya kalau ada salah ketik atau salah kata. Harap maklum author juga manusia 🎶🎶🎶🎶.


-----------______------------------------------------


Happy reading guys


--------@@@@-------


POV Idris


---------_____


Aku melihat jam aku dan waktu sudah menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit. Aku sudah menunggu Jennita selama 50 menit tapi si Jennita tidak datang juga. Aku pun memiliki kesadaran untuk datang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Jennita, aku pun menaruh motorku. Dan betapa terkejut nya aku saat melihat seorang laki-laki paruh baya sedang menggendong seorang perempuan yang terlihat sangatlah muda. Tanpa menghiraukan dia aku pun tetap berjalan dan mengetuk pintu rumah Jennita.


Ketok ketok ketok


Bunyi ketukan di pintu rumah Jennita yang aku timbulkan.


Tak berselang lama, pintu pun terbuka. Dan yang membuka pintu adalah Jennita.


“Ha... Idris!” kaget nya setelah melihat aku ada di depan dia.


“Iya!” ketus aku dengan ekspresi datar.


Sebenarnya aku kesal karena sudah menunggunya lama dan ternyata dia masih di rumah. Tapi aku juga tidak bisa marah karena dia pasti memiliki masalah sehingga tertahan untuk bertemu.


“Kenapa kau ke sini?” tanya Jennita heran kepadaku.


“Apakah kau lupa ada janji di kafe, ha?!” ketus aku mulai kesal karena dia melupakan janjinya dan membuat aku menunggu hampir 1 jam.


Dia pun menyuruh aku masuk ke dalam rumahnya terlebih dahulu.Dan aku pun masuk sambil mengucapkan salam.


“Assalamualaikum,” ujar ku sambil masuk ke dalam rumah Jennita.


“Waalaikumsalam,” jawab seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi ruang tamu.


Aku pun menyenggol Jennita yang ada di samping aku.


“Itu mama kamu?” tanyaku berbisik untuk memastikan.


“Iya itu mama aku, beri salam sana.” jawab Jennita.


Aku pun pergi menuju mama nya Jennita. Lalu aku mencium tangan mama nya Jennita dan memperkenalkan diri.


“Sore tante, saya Idris Purnama. Saya temannya Jennita tante,” ujar aku dengan senyum ramah.


“Temannya Jennita ya. Duduk dahulu ya, tante mau ke dapur dahulu buat minuman” ujar mama Jennita ramah.


Aku pun tak mau merepotkan akhirnya menolaknya secara baik-baik.


“Tidak usah Tante, aku sama Jennita juga bakal pergi ke kafe nanti. Tidak lama juga di sini Tante” ujar aku dengan senyum.

__ADS_1


“Benaran??” ujar mama Jennita bingung.


“Benar kok, Tante. Tanya aja sama Jennita nya,” ujar aku meyakinkan.


Aku bersyukur Jennita cepat mengganti bajunya dan langsung datang ke ruang tamu.


“Iya Mah. Aku sama Kak Idris berangkat dahulu ya Mah” tambah Jennita sambil pamit kepada mama nya.


“Iya tante, kami berangkat dahulu ya, Tante” ujar aku ikut pamit dan tidak lupa aku mencium tangan mama nya Jennita.


Kami pun keluar dan kudengar dia menyuruh supir nya untuk mengantar dia ke kafe.


Aku pun langsung datang dan menarik tangan Jennita menuju ke arah motor yang aku parkir kan di depan rumahnya.


“Ayo naik!” perintahku sambil memberikan helm cadangan dari bagasi motorku.


Dan kulihat dia hanya diam sambil memandangi helm yang kuberi kepadanya. Aku pun melihat tatapan bingungnya kepadaku.


“Apakah kau tidak bisa naik motor??” tanyaku. Aku hanya takut ada orang yang memiliki penyakit asma sehingga tidak bisa naik motor.


“Ha?! Aku bisa kok” ujarnya yang sedikit kaget dan langsung mengambil helm dari tanganku.


“Kau punya penyakit asma??” tanyaku lagi untuk memastikan agar perjalanan lancar.


“Tidak ada, ya sudah ayo berangkat. Dan aku hanya bingung kau tiba-tiba baik biasanya juga kamu ketus kepada aku” ujarnya menjelaskan kenapa dia terdiam tadi.


“Oke, sudah siap??” tanyaku sebelum melaju kan motorku menuju kafe tujuan kami.


“Sudah” jawabnya dengan berpegangan kepada bagian belakang motor.


“kenapa aku jadi senang seperti ini sih?!” batinku bingung.


--------------__-_---------______-----------


Third person POV


-----------------_________


Di lain sisi, Melia sudah datang ke rumah paman nya dan memulai rencananya.


“Halo Paman,” sapa Melia kepada Paman nya.


Paman Melia pun tersenyum dan langsung menyuruh Melia duduk. Paman Melia bernama Febri Anggara.


“Ada apa kamu datang ke sini?” ujar Febri.


“Aku datang ke sini mau minta penjelasan Paman. Bolehkan Om?” ujar Melia dengan nada pura – pura lemah.


“Boleh kok. Mau nanya apa sayang?” tanya Febri dengan nada lembut dan membuat Melia ingin muntah tapi harus Melia tahan.


“Ya ampun, sejak kapan aku punya Paman menjijikkan seperti ini?!” batin Melia jijik.


“Oke, Paman di kejadian saat Idris melakukan balap motor saat SMP dan cinta satu malam aku itu. Apa kejadian itu karena om dan orangnya terlibat cinta satu malam itu Paman bukan Idris??” tanya Melia dengan wajah yang dibuat sedih.


Dan wajah Febri yang tersenyum langsung berubah serius.

__ADS_1


“Kamu tau dari mana hal itu??” tanya Febri kelabakan dan panik.


Melia yang melihat itu pun tidak memanfaatkan kesempatan itu dan langsung merekamnya dengan alat yang diberikan oleh Idris.


“Aku tau nya ini dari Idris langsung Paman. Tadinya aku pikir Paman orang yang baik. Jadi, aku tetap menyangkalnya tapi ternyata, semua yang dikatakan oleh Idris memang benar. Paman jahat! Aku kecewa sama Paman!!” ujar Melia dengan pura – pura sedih dan kecewa.


Melia pun langsung pergi dari hadapan paman nya dengan berlari dan sambil pura-pura kecewa dan menangis. Dan Febri hanya diam membatu. Misi Melia pun selesai. Dan Melia juga jijik dengan tubuhnya.


-------------@@@@@@@@@@--------------


Back to Jennita dan Idris


--------________-----------____--


Jennita dan Idris pun sampai di kafe. Mereka pun memulai rencananya. Jennita langsung mendatangi kasir dan mulai bertanya.


“Maaf kak, saya mau Tanya di sini memiliki kamera pemantau tidak ya di bagian belakang dekat pintu pulang karyawan??” tanya Jennita kepada salah satu karyawan di kafe itu.


Dan untung saja, orang yang di tanya oleh Jennita adalah karyawan paling lama di kafe itu. Jadi, dia tau semua hal tentang kafe itu.


“Ada Nona, karena dahulu di situ pernah dijadikan tempat perampok kan oleh beberapa penjahat dan sebagai bukti memang ada perampok kan. Akhirnya, pemilik kafe ini pun memasang kamera pemantau di sana. Kenapa anda bertanya hal ini ya Nona??” ujar pelayan itu menjelaskan.


“Hmm, jadi seperti ini. Aku sedang mencari orang yang telah tanpa izin merekam percakapan aku dan kakak kelas aku di sana dan percakapan itu sangatlah rahasia. Lalu orang ini merekam dan menyebarkannya. Makanya saya butuh bukti menjelaskan percakapan yang terjadi itu. Apakah kamu mau membantu saya??” ujar Jennita menjelaskan dengan berbisik.


“Baiklah Nona. Saya akan membantu Nona semampu saya. Apakah ada pertanyaan lain Nona?” ujar pelayan itu dengan ramah.


“Iya ada satu lagi. Apakah ada orang yang keluar kafe bersamaan dengan saat aku keluar dengan kakak kelas aku??” tanya Jennita kembali.


“Sepertinya, ada nona. Saya kan juga berjaga di sini dan juga memperhatikan semua yang masuk dan keluar dari kafe. Seingat saya orang yang bersamaan dengan keluarnya nona adalah seorang laki-laki dengan rambut berwarna agak kecokelatan,” jelas pelayan itu dengan nada pasti.


“Apakah kamu sempat melihat wajahnya??” tanya Jennita lagi.


“Iya, sempat nona” jawab pelayan itu pasti.


Jennita pun mengambil teleponnya dan mencari sebuah foto. Lalu menunjukkan foto itu kepada pelayan itu.


“Apakah benar ini orangnya?” tanya Jennita kepada pelayan itu dengan wajah yang sangat serius.


Pelayan itu pun terkejut dan langsung menjawab.


“Iya, Non. Benar ini orangnya. Saya yakin sekali, Non” ujar pelayan itu sangat pasti.


Jennita pun terdiam dan merasa kesal, marah dan senang. Jennita pun berterima kasih dan memesan minuman kepada pelayan itu.


Lalu Jennita pergi ke salah satu meja untuk menunggu Idris selesai dengan tugasnya.


Jennita kesal dan marah karena orang yang merekam itu adalah orang yang dia benci dahulu di SMP. Dan merasa senang karena rencana Mereka bertiga mendapatkan hasil lebih cepat.


-----------------------------_@@@@@@------


Visual akan aku kasih besok di tunggu aja ya.


Jangan lupa yaaa, tinggalkan jejak (vote, komen, rate, like dan juga masukkan ke daftar favorite kalian ya biar tau kalo aku up).


THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU😍😍😍😍😍😊😊😊

__ADS_1


Salam hangat author, Joya Ramadhana Tohir


__ADS_2