
Seorang anak perempuan berusia 5 tahun berlari mengejar seorang anak laki-laki yang berumur 6 tahun di taman.
"Idris!" teriak anak perempuan itu yang kelelahan berlari.
"Kenapa? Kamu sudah lelah?" tanya anak laki-laki yang ternyata adalah Idris.
"Aku suka sama kamu!" Idris yang mendengar itu hanya terdiam dan melihat anak perempuan itu semakin berlari menjauhinya dan lalu gelap.
"Mimpi?" Idris bangkit dari tidurnya dan lalu berjalan ke kamar mandi.
"Siapa anak perempuan itu?" batin Idris sembari mandi dan bernagkat ke sekolah.
*****
"Kamu mau makan apa?" tanya jennita yang membuat Idris tersadar dari lamunannya.
"Sama aja sama kamu," ujar Idris yang membuat Jennita semakin penasaran.
Setelah mendapatkan makannya Jennita dan Idris pun duduk di salah satu meja di kantin.
"Kamu melamun kan apa?" Idris yang ditanya itu pun diam. "Ya sudah kalau kamu enggak mau cerita,"
__ADS_1
Idris yang melihat itu pun langsung menarik napas panjang dan mulai menatap Jennita dalam. "Kenapa kamu menatap aku seperti itu?"
Idris menggeleng dan masih tetap menatap Jennita, "Semalam aku bermimpi,"
"Bermimpi apa?" Idris langsung memakan bakso yang dia pesan. "Ada seorang anak kecil mengungkapkan perasaannya kepadaku dan saat itu aku berumur sekitar 6 tahun,"
Jennita yang mendengarnya pun langsung terdiam dan memperhatikan wajah pacarnya itu. "Kamu tidak ingat orangnya, ya?"
Tepat sasaran itu lah yang dirasakan oleh Idris, "Iya,"
"Kalau kamu ingat, kamu mau apa?" tanya Jennita yang membuat Idris bingung dan sedikit sedih.
Jennita yang tau kalau pacarnya itu bimbang pun langsung tersenyum, "Kalau ketemu dan kamu suka sama dia, jangan dilepas. Jangan nangis kalau dia udah enggak suka lagi sama kamu,"
Idris yang mendengar kata-kata yang terucap dari bibir pacarnya langsung merasa tertampar berulang-ulang kali. "Kenapa aku bodoh dan malah bimbang!" batin Idris kesal dengan dirinya sendiri.
Dan tiba-tiba suara riuh muncul dari pintu masuk kantin. Idris pun juga menoleh dan kaget dengan apa yang dia lihat.
Ada murid baru perempuan di kelas 10 MIPA 1 dan bisa dibilang murid perempuan yang sangat cantik. Tatapan Idris bertemu dengan siswa baru itu.
__ADS_1
"Idris!" teriak siswi baru itu dan Idris yang dipanggil pun merasa ada perasaan akrab dalam suaranya itu.
"Rizka?!" ujar Idris yang membuat siswi baru itu mengangguk.
"Apa kabar kamu?" tanya Rizka ramah. Idris yang ditanya hanya diam dan Rizka langsung menoleh melihat Jennita yang duduk di depan Idris.
"Ini siapa kamu?" Idris langsung tersadar. "Perkenalkan dia pacar aku, Jennita. Jennita, ini Rizka teman TK aku dulu,"
"Kamu jahat juga, ya," ujar Rizka yang membuat Idris kaget. "Jahat?"
"Aku dulu mengungkapkan perasaan aku saat TK dan tidak dibalas oleh kamu. Sekarang kamu sudah punya pacar," dengus Rizka yang membuat Jennita tersenyum.
"Kamu kurang menarik, makanya dia lebih memilih aku daripada kamu," ujar Jennita santai dan langsung menarik tangan Idris lalu pergi meninggalkan Rizka sendirian.
"Idris, cuman punya aku seorang, kita lihat siapa yang akan dia pilih nanti!" batin Rizka sembari meremas tangannya kesal.
Melia yang melihat dari kejauhan pun tau kalau akan ada masalah yang harus mereka hadapi bersama dan hanya bisa sedikit membantu.
*****
__ADS_1
Rizka siapa ini? Penasaran ya? Ikutin terus cerita ini meski banyak kekurangan dan ada salah ketik, aku usahain update setiap hari. Terima kasih banyak buat yang masih setia baca dan masih ingat kan event atau kegiatan berhadiah yang aku buat pas itu, masih berlaku loh hehehe. Jangan lupa tinggalkan jejak ya.