Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Berdetak Lebih Cepat


__ADS_3

Halo semuanya, maaf ya kalau banyak salah kata atau pun salah ketik. Langsung aja ke cerita aku.


Selamat membaca semuanya!


****


Dengan hati-hati Jennita dan sahabat-sahabatnya menerima pesanan dari pelayan. Lalu terdengar lah percakapan Aldo dan Idris.


“Kau mau memesan apa?” tanya Idris.


“Kopi hitam susu saja katanya di sini menu itu yang paling enak,” jawab Aldo yang sibuk menaruh  boneka yang dia beli tadi di sebelah dia.


“Ya sudah aku sama saja dengan kau,” ujar Idris sembari mengangkat tangan untuk memanggil pelayan.


“Ya mau pesan apa Kakak?” tanya pelayan itu ramah.


“Pesan kopi hitam susu tanpa tambahan gula,” jawab Idris lalu memberikan buku menu ke pelayan itu.


“Baik, silakan menunggu,” ujar pelayan itu sembari pergi setelah menulis pesanan Idris dan Aldo.


“Kapan kau memberi hadiah itu ke Nita?” tanya Idris.


“Saat ulang tahun dia lah,” jawab Aldo dengan wajah ceria.


“Aku mau memberitahukan kepadamu kalau aku hari ini baru pacaran dengan Jennita,” ujar Idris dengan senyum kudanya.


“Bohong ya kau? Untuk apa Jennita menerima orang seperti kau itu,” ujar Aldo dengan nada mengejek.


“Benar kok,” dengus Idris yang kesal karena Aldo tidak percaya sama dirinya.


“Kau kan tukang bohong ha ha ha,” ujar Aldo sedikit tertawa.


“Lah bukannya kau yang sering berbohong,” ujar Idris tidak mau kalah dengan Aldo.


“Kalau benaran kalian berdua pacaran, mana pajak nya?” ujar Aldo dengan membuka tangannya lebar


seperti pengemis di jalanan.


Idris yang melihat tingkah Aldo pun membuka dompetnya dan memberi uang lima puluh ribu rupiah tepat di tangan Aldo.


“Benaran dong ternyata,” ujar Aldo sembari memasukkan uang itu ke dompetnya.


“Benar lah,” ujar Idris sombong.


“Bagaimana caranya?” tanya Aldo dengan wajah penasaran.


“Caranya aku bilang 'Tolong beri aku kesempatan' dan dia memberi aku kesempatan tapi ada syaratnya dan syaratnya itu sungguh memalukan,” ujar Idris sembari mengingat kejadian tadi pagi.


“Apa syaratnya?” tanya Aldo semakin penasaran.


“Syaratnya adalah aku harus berlari sebanyak 10 kali putaran di taman sambil berteriak kalau aku sudah punya pacar,” ujar Idris, “sungguh deh malu sekali aku”


“Tidak yakin aku, kau mau melakukan hal itu,” ujar Aldo yang membuat Idris mendengus.


“Tanya aja sana sama bangku taman,” dengus Idris sambil memainkan teleponnya.


“Iya nanti aku tanya ha ha ha,” ujar Aldo yang membuat Idris menatap aneh ke arah Aldo.


“Kenapa aku mempunyai sahabat yang rada-rada seperti ini,” batin Idris sembari menatap Aldo aneh.


“Kenapa menatap aku seperti itu?” tanya Aldo yang diabaikan oleh Idris.


Lalu hening tercipta dan beberapa saat kemudian pesanan mereka sampai. Di lain sisi kafe, Jennita dan sahabat-sahabatnya menahan tawa.


“Lucu sekali cowok kamu itu Nita,” ujar Melia.


“Aku masih tidak percaya kalau dia mau kasih aku kado,” ujar Nita dengan wajah sudah merah karena malu.


“Iya ampun romantis sekali,” ujar Adzka dengan nada yang membuat Jennita ingin tertawa.


“Sumpah lucu sekali sih kalian, tidak hanya cowok nya saja ternyata cewek nya sama kayak begitu ha ha ha,” ujar Jennita yang sudah tidak bisa menahan tawa nya.


“Sama apanya?” tanya Nita bingung.


“Sama-sama aneh,” ujar sahabat-sahabat Nita serempak.


“Kok kalian seperti itu sih,” ujar Nita cemberut.

__ADS_1


“Karena kita jujur,” ujar Jennita yang membuat Adzka dan Melia tertawa.


“Serah kalian lah,” ujar Nita bertambah memajukan mulutnya.


“Iya dong,” ujar Adzka yang membuat Nita semakin cemberut.


Mereka pun tertawa kecuali Nita yang cemberut. Lalu mulai lah terdengar percakapan lagi antara Aldo dan Idris.


“Memang kapan ulang tahun Nita?” tanya Idris memecahkan keheningan.


“Ulang tahun dia tanggal 16 Februari,” jawab Aldo dengan wajah berbinar.


“Bukan nya sudah lewat ya?” ujar Idris yang membuat Aldo tertawa.


“Iya kan aku baru pacaran sama dia, nanti tahun depan aku kasih lah,” ujar Aldo.


“Bilang kek,” ujar Idris sembari meminum kopi nya, “Kau tau ulang tahun Jennita tidak?”


“Kurang tau, kenapa kau tidak menanyakannya ke Melia?” ujar Aldo yang membuat Idris sedikit kaget.


“Tumben otak kau berjalan lancar,” ujar Idris yang membuat Aldo menatap dia tajam.


“Memang lancar terus kok,” dengus Aldo.


“Perasaan baru beberapa kali otak kau berjalan lancar,” ujar Idris dengan wajah tanpa dosa.


“Serah kau lah,” ujar Aldo kesal.


“Tanya ke Melia bagaimana?” tanya Idris yang membuat Aldo terpaksa menatap Idris.


“Tanya biasa aja sih susah amat,” jawab Aldo malas.


“Lah marah anaknya,” ujar Idris yang membuat Aldo memutar malas bola matanya.


“Bodoh!” ujar Aldo.


“Sudah tidak perlu cemberut seperti itu, ini aku mau nanya ke Melia” ujar Idris sembari membuka aplikasi pesan di teleponnya.




“Iya deh yang baru pacaran mah bebas,” ujar Aldo sambil meminum kopi nya.


“Sudah habis ini,” ujar Idris.


“Terus?” tanya Aldo.


“Mirip cewek aja kau,” dengus Idris.


“Iya dah serah kau,” ujar Aldo.


Di lain sisi Jennita dan sahabatnya sudah menghabiskan minuman mereka.


“Pembicaraan mereka tidak jelas ya,” dengus Jennita malas.


“Iya mana lama sekali lagi,” ujar Adzka kesal.


“Bagaimana kita keluar dari kafe ini?” tanya Nita.


“Aku juga tidak tau,” jawab Melia.


“Masa harus menunggu mereka keluar,” dengus Jennita.


“Iya mau bagaimana lagi,” ujar Adzka.


Aldo dan Idris pun bangun dari duduknya. Jennita dan sahabatnya pun menghela napas saat melihat Aldo dan Idris keluar dari kafe.


“Akhirnya mereka keluar juga,” ujar Melia.


“Ayo pergi ke mal,” ajak Nita yang membuat ketiga sahabatnya menatap bingung.


“Untuk apa kita ke mal lagi?” tanya Adzka.


“Aku mau membeli jaket buat kak Aldo,” jawab Nita yang membuat sahabatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.


“Ya sudah aku ikut aja,” ujar Jennita.

__ADS_1


Melia dan Adzka hanya mengangguk dan pergi ke kasir membayar minuman mereka.


****


“Papa!” panggil seorang anak perempuan berumur 16 tahun.


“Iya kenapa sayang?” ujar papa nya sembari mengelus lembut rambut anaknya.


“Itu bukannya kak Idris ya Papa?” tanya anak itu dengan wajah berbinar.


“Iya itu Idris,” jawab papa nya.


“Aku ke sana dahulu ya Papa,” ujar anak itu langsung berlari ke arah Idris yang baru keluar dari kafe.


“Kakak Idris!” panggil anak perempuan itu.


Idris yang merasa namanya di panggil pun menoleh dan betapa terkejut nya Idris saat melihat orang yang memanggilnya.


“Dinda?!” ujar Idris tidak percaya.


“Iya ini aku Dinda kakak,” ujar Dinda dengan senyum kecil lalu memeluk Idris.


“Kok kamu bisa di sini?” tanya Idris sambil menoleh ke arah kanan dan kiri.


“Siapa dris?” tanya Aldo yang bingung.


“Ini adik sepupu aku,” jawab Idris lalu mengelus rambut Dinda.


“Hai kakak, nama aku Dinda Berliana” sapa Dinda dengan senyum kecilnya.


“Hai juga, nama aku Aldo” sapa Aldo kembali.


“Dinda umurnya sudah 16 tahun tidak boleh manja ya,” ujar Idris yang membuat Aldo kaget.


“Apa?!” ujar Aldo.


“Iya umur Dinda sekarang 16 tahun,” ujar Dinda dengan senyum, “aku tidak akan manja lagi kok kakak”


“Dia mempunyai penyakit jadi, dia harus belajar di rumah” ujar Idris dan Aldo pun langsung mengerti.


“Pantas saja dia masih polos,” lirih Aldo.


****


“Idris sedang  memeluk siapa itu?” tanya Adzka yang membuat ketiga sahabatnya langsung menoleh ke arah pandangan Adzka.


“Aku tidak peduli juga,” jawab Jennita malas.


“Mau dekati tidak?” tanya Melia.


“Dekati saja,” ujar Nita yang sudah berjalan duluan.


“Aku ikut saja,” ujar Jennita.


Jennita dan ketiga sahabatnya pun pergi mendekati Idris dan Aldo.


“Hai sayang!” sapa Nita ke Aldo.


“Hai sayang, kok kamu bisa di sini?” tanya Aldo sedikit kaget.


“Bisa dong,” jawab Nita lalu semua yang ada di sana menjadi nyamuk.


“Jennita!” sapa Idris.


“Iya, dia siapa?” tanya Jennita datar.


“Dia sepupu aku,” jawab Idris dengan senyum dan seketika jantung Jennita langsung berdetak kencang.


“Kenapa hati aku jadi berdetak sangat kencang seperti ini?” batin Jennita.


“Ya sudah,” ujar Jennita cuek.


****


Sampai sini dahulu ya dan jangan lupa di like and vote. Aku sangat membutuhkan like dan vote dari kalian semua. (Aku tidak memaksa kok)


Sampai jumpai lagi dan jangan lupa tinggalkan jejak apalagi vote dan like ya.Terima kasih banyak buat yang sudah mau like dan vote cerita aku ini.

__ADS_1


__ADS_2