Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Masa Lalu Adzka


__ADS_3

Heyooo guys, ketemu lagi nih sama author yang cantik and ngeselin hehehe. Setelah sehari kalian menunggu lanjutan ceritanya, akhirnya terbalas yaa.


Hehehe maafin author ya kemaren gak jadi up karena entah kenapa lagi random gitu moodnya bahkan kemarin nangis hehehe. Jadi maaf yaaa. Maaf juga aku malah curhat hehe😅😅😁😁😊😊😂😂🙏🙏.


Ok langsung aja aku lanjut ke ceritanya. Sorry ya guys kalau ada typo dan salah kata. Maklumin author juga manusia 🙏🙏😊😊.


Happy reading guys


----------___-


Adzka POV


----___---


“Saat SD aku sekelas dengan Idris. Dulu aku suka dengan Idris. Dan karena permainan Dare, aku pun bisa berpacaran dengan Idris.” Jelasku kepada Jennita dengan wajah kesal.


-----___------------------------


Flashback On


-----___---


Kejadian itu saat kelas 6 SD semester.


Temanku mengajakku bermain dare. Dan dulu aku suka dengan Idris.


“Adzka main dare yuk” Ajak temanku.


“Boleh” Ujarku menerima ajakan dari temanku.


“Ini kita undi pake pensil ya” Ujar temanku 1.


“Iya” Ujar temanku 2.


Dan aku merasa jantungku ingin melompat dari tempatnya karena aku duduk di sebelah Idris.


Ya, Idris ikut dalam permainan dare itu.


“Senangnya hatiku” Batinku senang.


“Ok aku putar ya pensilnya” Ujar temanku 1.


Semuanya yang ikut bermain mengangguk kecuali Idris. Aku pun melirik ke arah Idris.


“Ganteng banget sih” Batinku senang hingga pipiku sedikit merona.


“Arah pensilnya ke arah kamu dris” Ujar temanku 1.


Idris mengangguk dan langsung bertanya. Aku yang melihat pergerakkan Idris yang tiba-tiba pun langsung salah tingkah.


“Apa darenya??” Tanya Idris dengan bermuka sedikit masam.


“Darenya adalah kamu harus nembak Adzka dan Adzka harus nerima. Berani gak?” Ujar teman Idris.


“Berani aja” Ujar Idris santai.


Idris santai tapi aku salah tingkah dan kaget.


“Huwaa ini beneran dia mau nembak aku??” Batinku bingung tapi senang juga.


“Adzka mau kan jadi pacar aku?” Ujar Idris sambil menatapku dengan santai.


Aku pun gugup dan wajahku sudah merona pun mengangguk.


“Aku mau” Ujarku malu-malu.


Dan aku melihat Idris tersenyum. Kami pun melanjutkan permainan. Hari itu pun aku menjadi pacar Idris.

__ADS_1


Skip istirahat


----__------


Aku berjalan bersama Nisrina ke kantin


.


“Aku senang banget tau” Ujarku bercerita ke Nisrina.


Nisrina adalah teman terbaikku di SD.


Saat di perjalanan menuju kantin, kami melewati taman dan aku melihat Idris sedang berciuman dengan seorang gadis.


Aku pun kesal dan langsung pergi menuju Idris.


“Idris!!” Teriakku sambil berjalan mendekati Idris.


“Dasa cowok bre***k!!” Ujarku kesal dan menampar Idris.


“KITA PUTUS!!” Ujarku sedikit menangis dan pergi dari taman itu.


Aku dengan Idris pun tidak pernah dekat lagi.


Flashback off


---------___------------___----


“Jadi gitu Jenn” Ujarku dan Aku melihat Jennita mengangguk sepenuhnya mengerti.


“Itu kayaknya dulu deh dzka, karena dia sekarang agak berubah dari gak pernah dekat sama satu pun cewek kecuali kak Melia” Ujar Jennita dengan serius.


“Tapi tetap saja aku tidak suka dengannya” Ujarku dengan kesal.


“Ok, dengarin aku ya dzka. Masa lalu biarin aja berlalu dan sekarang hempaskan. Tidak usah dekat-dekat dia lagi” Ujar Jennita dan aku bernafas lega.


“Udah sekarang kita kembali lagi” Ujar Jennita sambil menarik tanganku keluar dari kamar mandi.


Skip arena bermain


----------____--------


“Gimana dzka? Udah agak enakkan?” Ujar kak Melia dan aku membalasnya dengan anggukan kecil.


“Baguslah” Ujar Nita.


Hening dan akhirnya kak Melia pun berbicara.


“Ok.. sekarang waktunya kita main guys!” Ujar kak Melia dan melepaskan suasana canggung.


"Main apa??" Ujar Jennita.


"Main game truth or dare aja yuk di cafe" Ajak Nita dengan senyum.


Aku langsung kaget dan merasa trauma dengan permainan itu.


"Tidak aneh-aneh kok" Ujar kak Melia.


"Iya benar, paling kayak ngegombalin mas atau mbak pelayan di cafe hehehe" Ujar Nita dengan kekehan.


"Ok aku ikut" Ujar Adzka dengan tersenyum.


"Ayo kita pergi ke cafenya guys hehehe" Ujar kak Melia.


Skip di cafe


-----___---

__ADS_1


"Ok, kita pesan makanan dulu yaa" Ujar kak Melia. Kami pun memesan makanan.


"Mau undi pakai apaan??" Tanya Nita.


"Pakai pensil aja nih, aku bawa hehehe" Ujar Kevin.


"Lah ngapain coba kau bawa pensil vin?" Ujar kak Melia heran.


Aku hanya tertawa melihat tingkah laku semuanya. Aku beruntung sekali bisa bertemu dengan mereka dan juga semua ini karena Jennita.


Semua ini juga kehendak dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka yang melihat aku tertawa pun tersenyum kecuali satu orang. Ya kalian pasti tau orang itu adalah Idris.


"Ya sudah lah yang penting ada alat buat undi" Ujar Nita sambil mengambil pensil dari tangan Kevin.


"Kamu sih Thor" Ujar Kevin ngambek sama author 😂😂.


"Eh kok aku sih vin??" Tanya author bingung.


"Lah kan author yang naruh pensil di saku jaketku" Ujar kevin sambil. memanyunkan mulut.


"Hahahahahah sabar ya vin hehehe" Ujar author 😂😂😂.


"Iyain aja biar author senang" Ujar Kevin.


"😂😂😂😂" Authornya ketawa.


"Ok kita mulai aja ya permainannya" Ujar kak Melia.


Kak Melia pun memutar pensilnya dan beberapa saat kemudian pensil itu berhenti berputar. Ujung pensil itu menunjuk ke arah Aku.


"Adzka milih Truth or Dare?" Tanya kak Melia.


"Truth" Ujarku yakin.


"Ok, jawab jujur ya. Dulu kamu pernah suka sama Idris atau gak? " Tanya kak Melia yang membuat semua orang penasaran kecuali Jennita dan Idris.


"Iya dulu aku pernah suka sama Idris" Jawabku dengan jujur.


Aku pun melihat mereka semua kaget tapi setelah itu normal.


"Aneh" Batinku bingung.


"Kenapa ekspresi kalian cepat sekali berubah??" Tanyaku.


"Karena kami tau kalau dulu Idris memang playboy hehehe" Ujar kak Melia yang disetujui oleh Nita, kak Aldo dan Kevin.


"Jadi hal biasa aja kalau ada yang suka sama Idris gak jelas ini" Ujar Kevin dan mendapat hadiah jitakan dari Idris.


Semuanya pun tertawa dan kak Melia sudah bersiap untuk memutar pensilnya lagi.


Pensilnya berputar dan mengarah ke arah Nita.


"Nita milih Truth or Dare?" Tanya kak Melia.


"Truth" Jawab Nita.


"Kenapa kamu suka sama Aldo??" Tanya kak Melia.


-----------_@@@@@@_------------


Special thanks to Allah Swt. dan kedua orangtuaku yang ternyata mendukung aku dalam membuat novel ini. Dan juga tidak lupa KALIAN SEMUA READERKUU YANG SUDAH MAMPIR DAN MENINGGALKAN JEJAK SERTA SETIA MENUNGGU CERITA INI.😊😊😁😁😍😍.


THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU😁😁😊😊😍😍🙏🙏.


Salam hangat author, Joya


Ramadhana Tohir

__ADS_1


__ADS_2