Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Menjenguk Adzka


__ADS_3

Heyoo guys, ketemu lagi sama author dan aku mau bilang terimakasih buat semua reader and yang sekedar mampir.


Sorry kalau adaa typo dan salah kata. 😊😊🙏🙏.


Happy reading guys


-------------------


Jennita POV


-----------


Beberapa saat kemudian, pak Santoso pun masuk ke dalam kelas dan suasana kelas menjadi hening.


"Coba sekarang kalian refresh halamannya" Perintah pak Santoso dan semuanya langsung mengikuti.


Aku pun langsung kaget karena websitenya sudah bisa.


"Waduh make bisa lagi" Batinku kesal dan panik.


"Oke kita mulai sekarang ya" Ujar pak Santoso.


"Baik pak!" Sahut semua siswa.


Semuanya langsung mengerjakan ulangannya. Pastinya saat ulangan ada yang celingak-celingukan mencari contekan, ada yang fokus percaya diri dan ada juga yang membuka tab baru.


Aku termasuk ke dalam siswa yang membuka tab baru.


"Untung bisa tambah tab hehe" Batinku senang.


Dan aku melihat Nita sedang fokus mengerjakan tanpa menoleh sedikit pun.


"Nita keren" Batinku kagum.


Beberapa saat kemudian aku melihat Nita membuka tab baru.


"Menyesal aku kagum tadi sama Nita" Batinku miris.


Satu jam berlalu dan tidak terasa bell istirahat berbunyi. Semua siswa kelas X MIPA 2 sudah menyelesaikan ulangan bahasa Indonesia.


"Tadi gimana ulangannya Jenn??" Ujar Nita dengan wajah kusut.


"Ya gitu deh susah-susah gampang" Ujarku sambil mengaruk leherku yang tidak gatal.


"Ya sudah lah, hempas kan saja" Ujar Nita yang membuat aku mengangguk setuju.


"Ayo kita ke kantin" Ajak Nita sambil menarik tanganku.


Skip sampai di kantin


-------------------


Aku melihat lurus ke depan dan betapa kagetnya aku saat melihat si ketua osis, Kevin, kak Melia dan kak Aldo sedang duduk di salah satu meja di kantin.


"Waduh kok ada dia sih?!" Batinku kesal dan bingung.


Aku ingin pergi dari kantin tapi Nita sudah berlari menuju pacarnya.


"Nasib jomblo" Batinku sambil mengelus dada.


Dengan terpaksa aku pun pergi membeli batagor dan jus manga. Sambil menunggu pesanan aku siap, aku pun melirik ke arah meja itu dan aku melihat Nita sudah duduk di samping pacarnya.


"Gimana nih? Ke sana tidak ya?" Batinku gelisah.


"Ini Non" Ujar mas penjual batagor sambil memberikan satu piring batagor dan jus manga pesananku.


"Makasih ya mas" Ujarku tersenyum sambil mengambil pesananku.


"Sama-sama Non" Balas mas penjual batagor.


"Ya sudah lah pergi ke sana saja" Batinku pasrah.

__ADS_1


Aku pun berjalan dengan malas menuju meja yang di tempati oleh si ketua osis itu.


"Hai Jenn" Sapa kak Melia saat melihatku duduk di sampingnya.


"Hai juga kak" Balasku dengan tersenyum.


Aku merasakan ada yang menatapku penuh harapan dan tanpa berkedip. Ya, siapa lagi kalau bukan Idris.


Aku pun mengabaikannya dan memilih fokus memakan batagorku. Aku melihat Nita sedang bersuap-suap dengan Aldo dan kak Melia yang asik dengan handphonenya.


"Kok canggung gini sih?" Batinku tidak enak.


"Eh gimana kalau hari ini kita menjenguk Adzka?" Tanya kak Melia dengan semangat.


"Boleh juga kak" Ujarku dengan tersenyum.


Ya, kalian pasti bertanya-tanya kok tidak ada Adzka. Adzka pulang duluan karena deman.


"Iya kak aku setuju sekali" Ujar Nita bersemangat.


"Aku juga mau menjenguk Adzka, bolehkan?" Ujar kak Aldo.


"Boleh kok" Ujar kak Melia.


"Aku juga ikut" Ujar Idris dengan santai.


Semua yang mendengar pernyataan dari Idris pun tidak percaya termasuk aku.


"Kenapa dia mau menjenguk Adzka??" Batinku bertanya.


"Tumben kamu mau menjenguk orang lain" Ujar kak Melia dengan nada mengejek.


"Iya benar, biasanya juga gak mau" Celetuk kak Aldo.


"Serah aku lah" Ujar Idris santai.


"Dih sok cool banget" Batin Jennita memaki.


"Gimana kalau buah dan juga bubur??" Saranku.


"Boleh juga tuh" Ujar kak Melia setuju dan yang lainnya mengangguk.


"Oke pulang sekolah kita langsung ke rumah Adzka yaa" Ujar kak Melia.


"Udah bilang Adzkanya kak??" Tanyaku.


"Udah kok baru aja tadi aku bilangnya hehe" Ujar kak Melia sambil cekikikan.


"Oh oke deh kak" Ujarku sambil melanjutkan makan.


Aku pun semakin tidak nyaman duduk di sana pun memilih pergi duluan ke kelas. Nita pun mengikutiku.


Third POV


------------


Setelah Jennita dan Nita pergi. Melia pun langsung menegakkan tubuhnya dari posisi bersandar.


"Kamu belum dapet jawaban dari Jennita??" Tanya Melia yang dijawab gelengan kepala oleh Idris.


"Mau dibantuin tidak?" Tawar Aldo.


"Emang kalian bisa bantu apa?" Tanya Idris tidak percaya kalau dua sahabatnya itu bisa membantunya.


Melia dan Aldo pun hanya tersenyum penuh arti dan pergi meninggalkan Idris sendirian.


"Mereka sedang merencanakan apa?" Batin Idris bingung dan sedikit waspada.


"Ya sudah lah biarkan saja" Batin Idris tidak peduli dan pergi dari kantin juga.


Mereka semua belajar di kelas masing-masing. Waktu pulang pun tiba.

__ADS_1


"Kring kring" Bunyi bell pulang berbunyi.


Jennita dan Nita pun bergegas membereskan peralatan belajarnya.


"Kamu belum menjawab tembakan dari kak idris, Jenn?" Tanya Nita dengan raut wajah bingung.


"Belum dan juga aku tidak mau menjawabnya" Jawab Jennita malas dan langsung pergi meninggalkan Nita yang melamun.


"Eh tunggu Jenn!" Ujar Nita sambil mengejar Jennita.


Mereka pun berkumpul di gerbang sekolah.


"Oke kita beli buah dan bubur dulu yaa" Ujar Melia.


"Kita ke rumah Adzka pakai apa kak?" Tanya Jennita bingung.


"Kita pakai motor ya" Ujar Melia yang membuat Jennita kaget.


"Tapi kan kita cuman punya dua motor kak" Ujar Nita bingung.


"Kalau aku tuh udah di tungguin jadi pakai mobil hehe" Ujar Melia.


"Jadi Nita sama Aldo dan Jennita sama Idris" Tambah Melia yang membuat Jennita kaget bukan main.


"Aku telepon supir aja deh kak" Ujar Jennita menyembuyikan rasa kesalnya.


"Kita harus cepat-cepat Jenn" Ujar Melia dengan wajah memelas.


Jennita yang tidak tega pun menerima permintaan Melia.


"Oke aku mau karena kakak" Ujar Jennita menyerah.


"Oke makasih Jennitakuu" Ujar Melia sambil memeluk Jennita.


"Iyaa sama-sama kak" Ujar Jennita sambil membalas pelukan dari Melia.


Melia pergi keluar gerbang menuju mobilnya dan Nita, Jennita, Aldo dan Idris langsung pergi ke parkiran motor.


"Ini sayang" Ujar Aldo sambil menyerahkan helm cadangan kepadan Nita.


"Makasih sayang" Ujar Nita sambil mengambil helm dari tangan Aldo.


"Nasib jomblo" Batin Jennita.


"Ini helmnya Jenn" Ujar Idris lembut.


"Kok aku merinding ya¿" Batin Jennita bingung.


Jennita pun langsung mengambil dan memakai helm dari Idris.


Idris pun tersenyum dan memakai helmnya juga. Idris pun naik dan menyuruh Jennita naik juga.


"Ayo naik" Ujar Idris.


Tanpa membalas ucapan Idris pun naik ke atas motor dan Aldo dengan Nita sudah siap di depan mereka.


"Ayo dris" Ujar Aldo dan pergi duluan.


Idris pun melajukan motornya. Dan Jennita berpegangan di besi belakang motor.


Mereka semua pun pergi menuju ke supermarket terdekat.


------------@@@@@---------


Special thanks to Allah Swt. dan kedua orangtuaku yang ternyata mendukung aku dalam membuat novel ini. Dan juga tidak lupa KALIAN SEMUA READERKUU YANG SUDAH MAMPIR DAN MENINGGALKAN JEJAK SERTA SETIA MENUNGGU CERITA INI.😊😊😁😁😍😍.


THANK YOU ALL AND LOVE YOUUU😁😁😊😊😍😍🙏🙏.


Salam hangat author, Joya


Ramadhana Tohir

__ADS_1


__ADS_2