Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Hilang Kepercayaan


__ADS_3

"Jangan pernah berencana jahat karena sebaik-baiknya kamu merencanakan itu pasti akan gagal juga dan akhirnya akan membuat diri sendiri malu." -Joyart24: )


 


 


****


Dua hari sudah berlalu dan sekarang adalah hari jadi ke 3 bulan Idris dan Jennita berpacaran. Terlihat mereka berdua sedang duduk santai di taman sekolah. Pemilik sekolah mah bebas ya.


 


 


“Kata kamu kita bakal bertahan berapa bulan pacaran?” tanya Jennita yang membuat Idris menatap Jennita lama.


 


 


“Selamanya dong,” jawab Idris sembari menyelipkan rambut nakal Jennita.


 


 


“Aku enggak percaya, pasti kita cuman bertahan beberapa bulan aja,” Idris yang mendengar itu pun langsung


menatap Jennita dalam. “Kok ngomongnya gitu? Harusnya kamu berdoa supaya kita bisa awet sampe nikah,”


 


 


“Iya, deh. Aku berdoa semoga kita berdua bisa awet sampe kakek nenek, biar kamu seneng!” Ujar Jennita sembari


menjulurkan lidah dan pergi meninggalkan Idris yang tersenyum.


 


 


Idris yang melihat itu pun tersenyum dan sedikit melirik ke arah pohon yang besarnya bisa untuk menyembunyikan badan seseorang.


 


 


Sembari mereka duduk ada yang melihat mereka berdua dari balik pohon dan mengeram kesal setelah mendengar percakapan Idris dan Jennita.


 


 


****


 


 


Di kantin


 


 


Jennita yang sedang duduk sendiri sembari menunggu Idris pun bosan dan langsung mengeluarkan Handphonenya. Tanpa hujan dan tanpa petir, datang Rizka dari kejauhan dan langsung duduk di sebelah Jennita.


 


 


“Tempat ini udah ada orangnya,” ujar Jennita dengan penuh penekanan di tiap katanya tanpa melihat ataupun


melirik Rizka.


 


 


“Tempatnya Idris yang tempat gua lah, Idris kan calon suami gua!” ujar Rizka sembari mendekatkan wajahnya tepat


ke telinga Jennita. Jennita yang risih pun langsung menjauh dan berdiri tapi tangannya ditarik oleh Rizka.


 


 


“Idris lebih suka gua dan gua yakin elu sama dia bakal putus!” bisik Rizka dengan penuh penekanan, tepat di telinga Jennita. Jennita yang mendengar itu pun langsung mendorong pelan Rizka.


 


 


“Gua yakin dia lebih percaya sama gua dan gak mungkin dia hilang kepercayaan sama gua. Elu yang harus ingat itu!” Jennita pun berlalu melewati Rizka dan dengan liciknya Rizka pura-pura didorong oleh Jennita tepat saat Idris mendatangi mereka berdua.


 


 

__ADS_1


Idris pun berlari dan melihat Jennita dengan sedih. “Bukan aku yang lakuin itu!”


 


 


“Aku juga berharap begitu, tapi kenyataannya kamu yang dorong dia,” ujar Idris sembari membantu Rizka dengan lembut.


 


 


“Jadi kamu lebih percaya sama TEMAN TK kamu itu?” ujar Jennita penuh penekanan di ‘Teman Tk’.


 


 


Idris yang mendengar itu pun hanya diam dan langsung mengangguk pelan. “Oke, mulai sekarang kita PUTUS!” Jennita pun langsung berlari kencang.


 


 


Idris yang mendengar itu pun langsung terkesiap dan ingin mengejar Jennita tapi tangannya ditahan oleh Rizka.


 


 


“Bantu aku berdiri, Idris,” ujar Rizka sembari menarik tangan Idris manja.


 


 


“Iya, pelan-pelan ya,” Rizka yang mendengar itu pun langsung tersenyum penuh kemenangan.


 


 


Idris yang melihat Jennita sudah hilang dari pandangannya pun langsung menempis kasar tangan Rizka. “Idris! Kamu kok kasar sih sama aku?!”


 


 


Idris yang mendengar itu pun langsung menaikkan satu sudut bibirnya dan terbentuk senyum miring yang meremehkan siapa pun yang melihat dan pergi meninggalkan Rizka yang dia membeku.


 


 


 


 


 


 


Bantu gua buat ngasih pelajaran ke cewek enggak tau diri, -Idris


 


 


 


 


Siap laksanakan, ketua! –Aldo


 


 


 


 


Idris yang melihat balasan dari Aldo pun langsung tersenyum dan kembali ke kelas.


 


 


****


 


 


Di lain sisi


 


 

__ADS_1


Sebenarnya Jennita belum pergi dari kantin dan hanya bersembunyi dan merekam dari kejauhan.


 


 


Siapa suruh main-main sama gua, batin Jennita yang langsung pergi meninggalkan kantin setelah puas melihat wajah cengong Rizka.


 


 


Rizka yang diperlakukan seperti itu pun langsung bangun dan pergi dari kantin sebelum ada yang melihat dia.


 


 


“Aku pasti bisa dapetin kamu Idris! Lihat aja!” lirih Rizka sembari tersenyum licik.


 


 


****


 


 


Bel sekolah sudah berbunyi dari 5 menit yang lalu dan tidak terlihat tanda-tanda Jennita akan bangkit dari duduknya itu. “Hari ini aku balik lewat muter, ah!” lirihnya dan langsung bangkit dari duduknya.


 


 


Aku harap Idris udah pulang duluan, batin Jennita sembari mengintip keluar kelas.


 


 


“Huwaa!!” Jennita pun langsung mengelus dadanya kasar dan melihat ke arah orang yang sedang dihindari itu dengan tatapan tajam. Ya, Idris menunggu di luar kelas Jennita. Saat Jennita menengok ke kiri itu tepat sekali wajah mereka saling bertemu dan hanya berjarak 5 cm saja.


 


 


“Jangan ngagetin bisa enggak sih!” Idris yang mendengar itu bukannya menyesal malah tertawa dan semakin ingin menggoda Jennita. “Enggak apa-apa nih kita ketemuan? Udah balikkan, itu cewek?” Idris yang mendengar itu pun langsung tersenyum dan mengangguk.


 


 


“Bagus lah, pulang sono!” ujar Jennita sembari mengibas-ngibaskan tangannya dan langsung melangkah melewati Idris yang masih diam di tempat. “Enggak mau bareng? Pulangnya,”


 


 


Jennita yang mendengar tawaran itu pun langsung menggeleng dan berlari. Idris yang melihat itu cuman bisa menghela napas kasar dan pergi menuju tempat parkir dan pulang. “Percuma dikejar sama dibujuk, orangnya aja keras kepala begitu,” gumam Idris sembari mengambil kunci motor dari saku celananya.


 


 


****


Di jalan


 


 


Jennita yang sedang berjalan merasa ada tetesan air dari langit dan semakin lama semakin kencang. Jennita pun langsung berlari dan menepi ke sebuah supermarket dan saat dia masuk. Dia melihat seseorang yang tidak asing baginya.


 


 


“Gua mau elu singkirin cewek ini dan kalau elu enggak berhasil. Elu yang habis sama gua!” nada penuh ancam itu terdengar jelas dan langsung direkam oleh Jennita.


 


 


Jennita yang melihat orang itu pergi pun langsung menyembunyikan diri dan pura-pura membeli barang. Hujan pun reda dan Jennita langsung pergi pulang ke rumah dengan perasaan yang campur aduk dan harus lebih waspada lagi kedepannya.


 


 


****


 


 


Kalian kesel? Sama, aku juga kesel :”). Jangan lupa like dan votenya ya : ).

__ADS_1


__ADS_2