
Halo semuanya, ketemu sama aku lagi dan jangan bosan ya sama cerita aku.
Maaf kalau ada salah ketik atau pun salah kata. Langsung aja ke ceritanya.
Selamat membaca semuanya
-------
Di sebuah taman kompleks ada seorang anak perempuan kecil sedang berlari-lari hingga dia tidak sengaja menabrak seorang anak laki-laki yang lebih tua dari dia satu tahun. Ya, anak itu adalah Jennita.
"Maaf kak," Ujar Jennita kecil sambil sedikit berdiri.
"Iya tidak apa-apa, sini aku bantu." Ujar anak laki-laki yang sudah ditabrak oleh Jennita kecil.
"Nama aku Idris." Ujar Idris kecil saat Jennita kecil sudah berdiri.
"Nama aku Jennita" Ujar Jennita kecil dengan senyum mengembang.
"Tampan juga kakak ini" Batin Jennita kecil.
"Kenapa bengong begitu?" Tanya Idris kecil melihat Jennita hanya diam.
"Tidak kenapa-kenapa kok kak hehe" Ujar Jennita kecil salah tingkah.
"Rumah kamu di dekat sini juga ya?" Tanya Idris ramah.
"Iya kak" Jawab Jennita sambil mengangguk.
"Aku pulang duluan ya kak" Ujar Jennita kecil dan pergi berlari ke seberang jalan.
Saat Jennita menyeberang datang dari arah kiri mobil melaju sangat kencang dan Jennita kecil hampir saja ditabrak jika Idris tidak langsung pergi mendorong Jennita.
"Jennita!!" Teriak Idris dan akhirnya Idris yang terkena badan mobil dan Idris Pingsan.
****
Suara kaget Idris terbangun dari tidurnya memenuhi seluruh penjuru kamar Idris. Idris yang sudah dipenuhi peluh penat pun melihat ke sekeliling kamarnya.
"Mimpi buruk lagi dan kenapa kejadian itu terus yang teringat oleh ku" Lirih Idris.
Idris pun bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak pergi ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi Idris menatap pantulan wajahnya dari kaca kamar mandinya.
"Apa dia tidak pernah ingat denganku karena kejadian itu?" Lirih Idris sambil mengusap wajahnya kasar dan langsung pergi mandi.
****
Di sekolah
-----
Terjadi keributan yang sangatlah berisik dan Idris yang baru datang ke sekolah pun kaget dengan kedatangan murid baru.
"Sesil!" Ujar Idris tak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Hai Idris!" Ujar Sesil sedikit berteriak dan memeluk Idris dengan erat.
Idris yang dipeluk pun hanya diam dan pikirannya melayang ke saat Idris masih di taman kanak-kanak.
------
"Idris!" Teriak seseorang anak perempuan. Ya, siapa lagi kalau bukan Sesil.
__ADS_1
"Kenapa sih Sel?" Tanya Idris tidak suka.
"Kok kamu cuek begitu sih sama aku?" Ujar Sesil manja dan membuat Idris langsung pergi meninggalkan Sesil.
"Sesilia Putriana!" Ujar seorang perempuan paru baya memanggil Sesil. Sesil pun pergi menuju perempuan paru baya itu. Dan perempuan paru baya itu adalah mamanya Sesilia.
"Mama, masa Idris mendiamkan aku." Rengek Sesil di depan mamanya.
"Karena dia tidak suka sama kamu." Ujar mama Sesil yang membuat Sesil menangis.
"Tapi- aku suka sama Idris maa" Ujar Sesil sambil menangis.
"Tapi cinta tidak bisa dipaksa sayang" Ujar mama Sesilia dambil mengelus lembut rambut anaknya.
"Jadi kamu harus merelakan dia, oke?" Tambah mama Sesil.
Sesilia pun tampak berpikir dan akhirnya mengangguk.
****
"Kenapa kamu bengong begitu sih dris?" Tanya Sesil setelah melihat Idris sudah tidak melamun.
"Tidak kenapa-kenapa" Jawab Idris meninggalkan Sesilia.
"Kamu lagi suka sama seseorang ya dris?" Tanya Sesilia yang tepat sasaran dan Idris pun menoleh melihat Sesil dengan tatapan tajam.
"Dari mana kamu tau hal itu?" Tanya Idris curiga.
"Kita kan teman masa kecil, masa sih aku tidak tau." Jawab Sesil sambil mengejek Idris.
Bel masuk sekolah pun berbunyi dan ternyata Sesil sekelas dengan Idris.
"Halo semua! Nama aku Sesilia Putriana dan aku pindahan dari SMA Pelita Bangsa. Mohon bantuannya semua" Ujar Sesil memperkenalkan dirinya.
Mereka semua pun belajar dan waktu istirahat pun tiba.
"Idris! Ke kantin yuk" Ajak Sesil yang membuat Idris menatapnya kesal.
"Lagi tidak mau ke kantin" Ketus Idris dan langsung fokus dengan Aldo yang ada di depannya.
Sesil yang melihat itu pun hanya bisa pasrah dan pergi ke kantin sendirian.
Di kantin
-----
"Jennita!" Teriak Nita yang membuat Jennita harus menutup telinganya.
"Kenapa teriak-teriak sih Nita?" Tanya Jennita setelah Nita duduk di depannya.
"Tau tidak? Tadi masa ada anak baru di kelasnya kak Idris" Ujar Nita heboh.
"Terus urusannya sama aku apa?" Tanya Jennita malas. Ya, Jennita malas mendengar satu nama itu.
"Tidak ada sih hehe" Ujar Nita cengengesan.
"Ya sudah, kamu sudah pesan makanan aku?" Ujar Adzka mencairkan suasana karena Jennita hanya diam saja.
"Sudah kok, maaf ya Jenn" Ujar Nita sedih.
"Iya tidak apa-apa kok Nita" Ujar Jennita tersenyum.
__ADS_1
"Memang anak barunya siapa? Kok sampai heboh seperti itu?" Tanya Adzka penasaran.
"Sepertinya sih teman kecil kak Idris dulu" Ujar Nita yang membuat Adzka dan Jennita kaget.
"Kamu tau namanya?" Tanya Adzka.
"Tau, namanya itu Sesilia" Ujar Nita dan Adzka serta Jennita pun diam.
"Ini makanannya Nona" Ujar pelayan kantin sambil menaruh makanannya.
"Iya terima kasih" Ujar mereka berbarengan.
"Sama-sama Nona" Ujar pelayan itu sambil meninggalkan Jennita dan teman-temannya.
Dan mereka pun menyantap makanannya masing-masing dalam diam.
Di lain sisi kantin terlihat Sesilia yang sedang mencari tempat duduk yang kosong. Dan dia melihat tempat Jennita masih bersisa satu tempat duduk.
"Boleh tidak aku duduk di sini?" Tanya Sesil setelah sampai di meja Jennita.
"Boleh kok" Ujar Jennita dan Sesil pun langsung duduk di samping Jennita.
"Perkenalkan nama aku Sesilia Putriana, aku anak baru saja pindah ke sini" Ujar Sesil yang membuat Jennita, Adzka dan Nita terdiam.
"Jadi dia" Batin Jennita.
"Cantik sekali" Batin Nita.
"Nama aku Jennita Angreeni dan aku anak kelas 10. Pasti kakak kelas 11 kan?" Ujar Jennita dengan tersenyum.
"Iya" Ujar Sesil.
"Dan mereka adalah teman sekelas aku, ini Nita dan ini Adzka" Ujar Jennita memperkenalkan Adzka dan Nita dengan sopan.
"Hai salam kenal ya dan tidak perlu kaku berbicara dengan aku" Ujar Sesil dengan tersenyum ramah.
Bel istirahat berbunyi dan mereka semua kembali ke kelas masing-masing. Dan di perjalanan Nita mulai heboh lagi.
"Tau tidak Jenn?" Tanya Nita dengan tatapan antusias terlihat jelas di matanya.
"Tidak, kan kamu belum memberitahukannya kepadaku" Ujar Jennita sambil menggelengkan kepalanya.
"Kakak yang tadi itu teman masa kecilnya kak Idris dan katanya dia suka sama kak Idris" Ujar Nita yang mendapatkan tatapan tajam dari Adzka.
"Terus?" Tanya Jennita mulai malas.
"Kamu cemburu tidak Jenn?" Tanya Nita dengan senyuman iseng terukir di wajahnya.
"Tidak" Jawab Jennita datar.
Nita pun kaget dan Adzka tertawa melihat Nita kaget.
"Ha ha ha emang enak" Ujar Adzka sambil meninggalkan Nita terdiam sendirian.
"Aku yakin pasti Jennita juga suka sama kak Idris" Batin Nita percaya diri.
---------------
"Kadang kamu tidak akan bisa menutupi perasaanmu pada orang-orang yang paling dekat dengan dirimu. Jangan pernah kamu membohongi dirimu sendiri karena akan menyakitkan dirimu pada saatnya nanti." Dari Joya Ramadhana Tohir.
Sampai sini dahulu ya. Jangan lupa tinggalkan jejak dan makasih semuanya yang masih setia menunggu cerita ini.
__ADS_1
Love you all dan salam hangat dari Joya Ramadhana Tohir.