Mantan Bad Boy And Bad Girl

Mantan Bad Boy And Bad Girl
Tiga Bulan Kemudian


__ADS_3

Tiga bulan setelah kejadian di taman itu, sekarang Jennita dan Idris semakin menjauh.


 


 


Flashback on


 


 


"Aku ingin ke kamar mandi dulu bersama Jennita," Ujar Adzka yang membuat Jennita bingung. Tapi, tidak ada curiga di sana dan Jennita mengikuti Adzka ke kamar mandi.


 


 


Di Kamar Mandi


 


 


"Apa yang terjadi tadi?" tanya Adzka yang memecahkan keheningan di antara mereka berdua.


 


 


"Sepertinya aku mulai menyukai dia," ujar Jennita sembari mencuci tangannya.


 


 


"Kamu ingat 'kan, kejadian yang menimpaku itu," Adzka tersenyum getir.


 


 


"Iya, aku ingat,"


 


 


"Aku tidak terima kalau kamu tersakiti oleh dia lagi!" Adzka langsung pergi meninggalkan Jennita sendirian.


 


 


"Aku lebih baik menjauh daripada membuat persahabatan aku hancur lagi," batin Jennita sembari menghapus air mata yang lolos.


 


 


Jennita kembali ke kafe dan terlihat Idris yang berwajah khawatir dan Adzka yang sudah tidak ada di sana lagi.


 


 


Flashback off


 


 


*****


 


 


"Jennita!" teriak guru yang ada di depannya.


 


 


"Eh?!" Jennita langsung tersadar dari lamunannya.


 


 


"Melamun saja kamu ini! Kamu di hukum berdiri di luar kelas sekarang! " titah guru itu dan Jennita langsung pergi ke luar.


 


 


Adzka yang melihat kejadian itu hanya bisa diam dan merasa sedih.


 


 


Semenjak kejadian itu, Jennita semakin menjadi pendiam dan selalu sedih.


 


 


Nita dan Melia pun merencanakan suatu hal.


 


 


*****


 


 

__ADS_1


Sehari sebelumnya


 


 


"Bagaimana ini?" tanya Nita yang membuat Melia bingung.


 


 


"Aku juga bingung,"


 


 


"Bagaimana kalau kita membuat kak Idris dan Adzka berbicara empat mata dulu ?" Melia yang mendengarnya pun langsung mengangguk cepat.


 


 


"Kapan kita mulai rencana ini?"


 


 


"Besok, bagaimana kak?"


 


 


Nita dan Melia pun langsung memulai rencananya dengan membuat janji dengan mereka berdua.


 


 


*****


 


 


Di taman belakang sekolah, Idris sedang bersandar di pohon menunggu Melia. Tetapi, yang datang malah Adzka.


 


 


"Kenapa kau ada di sini ?" tanya Adzka yang kaget.


 


 


"Sedang menunggu Melia,"


 


 


 


 


Ping !


 


 


Maaf aku akan telat datangnya


 


 


"Sepertinya mereka menjebak kita," ujar Idris yang membuat Adzka langsung pergi berjalan meninggalkannya sendiri.


 


 


"Tunggu!" Adzka langsung menoleh.


 


 


"Aku ingin membicarakan tentang Jennita sekarang,"


 


 


Adzka pun langsung berjalan mendekat ke Idris, "Apa?"


 


 


"Aku tau kamu yang membuat Jennita menjauh dariku,"


 


 


"Iya, terus kenapa?"


 


 


"Dan gara-gara kamu Jennita sering melamun,"

__ADS_1


 


 


Adzka langsung melotot, "Jelas-jelas itu salahmu!"


 


 


"Apa salah aku ?"


 


 


"Gara-gara kamu suka sama Jennita!"


 


 


"Bukan aku yang salah, tapi kamu,"


 


 


"Ha?!" Adzka semakin geram.


 


 


"Aku menyukai dia dan dia juga menyukaiku berarti itu cinta. Apa cinta itu salah?"


 


 


Mendengar itu Adzka langsung menangis, "Aku hanya tidak mau dia tersakiti,"


 


 


"Aku bukan diriku yang dulu, setiap orang bisa berubah seiring waktu,"


 


 


Adzka pun menghapus air matanya, "Aku akan memberi kamu kesempatan, ingat jika kamu membuat Jennita menangis dan sakit. Kamu akan langsung berhadapan denganku dan buktikan kata-kata kamu itu!"


 


 


Adzka pun pergi dengan senyum tipis dan Idris yang bernafas lega. Tanpa mereka sadari ada lima penonton yang melihat dan mendengar percakapan mereka. Ya siapa lagi kalau bukan Nita, Melia, Jennita, Aldo dan Kevin.


 


 


Bel selesai istirahat pun berbunyi dan Adzka masuk ke kelas. Terlihat Jennita yang bermuka girang.


 


 


"Kenapa kamu ?" tanya Adzka yang bingung.


 


 


Jennita tidak langsung menjawab dan memeluk Adzka erat, "Thanks,"


 


 


"Kesurupan ya kamu ?" tanya Adzka setelah Jennita melepas pelukannya.


 


 


"Iya, kesurupan hantu cinta hehehe," Adzka yang mendengarnya langsung tau kalau Jennita mendengar percakapannya dengan Idris tadi.


 


 


"Ingat, kasih tau aku kalau dia buat kamu sedih dan menyakiti kamu!"


 


 


"Siap, Bos!"


 


 


*****


 


 


**Maaf kalau ada salah ketik ya dan terima kasih banyak buat kalian semua yang masih setia buat baca dan tunggu cerita ini.


 


 


Terima kasih juga semangat dari kalian semua. Maaf bab ini sedikit**.

__ADS_1


__ADS_2