
Pierce Leon baru saja mendapatkan informasi dari asistennya di mana Gail berada. Selama ini dia tidak mau mengganggu kehidupan sang mantan asisten karena Gail menginginkan hidup tenang tapi sekarang, sesuai dengan permintaan putrinya maka dia akan mencari Gail.
Apa yang diucapkan oleh putrinya sangat benar, dia memang menginginkan Gail menggantikan dirinya untuk menjadi pemimpin organisasi selanjutnya. Kebodohan yang dia lakukan dulu adalah, dia tidak memberikan penawaran itu pada Gail saat dia mengundurkan diri. Dia justru memberikan tantangan pada Gail dan ternyata, tantangan itu bisa Gail lewati dengan mudah tapi semua itu belum terlambat karena dia memiliki kesempatan untuk memberikan penawaran itu.
Leona menghampiri ayahnya, dia sangat ingin tahu kapan ayahnya akan menemui Gail karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Gail lagi, dia bahkan sangat berharap Gail menerima tawaran dari ayahnya apalagi apa yang ditawarkan oleh ayahnya tidaklah main-main.
"Bagaimana, Dad? Apakah kau sudah menemukan keberadaan Gail?" tanyanya.
"Tentu saja, dia bekerja di sebuah perusahaan saat ini," jawab sang ayah.
"Hm, dia benar-benar ingin hidup normal tapi sayangnya dia tidak bisa menjauhkan diri dari dunia yang selama ini dia tekuni. Selain aku, tidak ada lagi wanita yang pantas bersama dengannya," ucap Leona dengan penuh percaya diri. Dia tahu Gail tidak pernah tertarik dengan wanita dan dia juga yakin sampai sekarang tidak ada satu wanita pun bersama dengannya seperti yang sudah-sudah.
"Tidak perlu khawatir, Daddy akan mengurusnya. Seharusnya kau mengatakan hal ini sejak awal sehingga aku bisa membicarakan hal ini dengannya agar dia tidak pergi dari organisasi!"
"Sorry, Dad. Aku juga menyesal karena aku baru menyadarinya setelah dia pergi!"
"Baiklah, tidak perlu dipikirkan. Aku akan pergi menemuinya!" Leon beranjak, begitu juga dengan putrinya.
"Bolehkah aku ikut, Dad? Aku sangat ingin bertemu dengannya lagi," ucap Leona.
"Tentu saja boleh, mungkin setelah melihatmu dia akan langsung setuju."
"Baiklah, aku akan berdandan yang cantik!" Leona berlari menuju kamarnya. Dia harus terlihat sempurna di hadapan sang pujaan hati.
Ayahnya juga mengumpulkan anak buah dan memanggil asisten pribadi. Dia akan pergi ke Weyland Corporation untuk mencari Gail karena di sanalah sang mantan asisten bekerja.
Saat itu, Gail hanya diam tanpa ekspresi di dalam mobil karena saat itu, Orland sedang menertawakan dirinya. Bagaimana tidak, pewarna kuku yang ada ada di jari jemarinya belum dibersihkan sama sekali. Itu karena Cristal belum membersihkan pewarna kuku yang ada di jarinya namun dia sudah memberi hukuman untuk Cristal dan setelah itu, tidak perlu ditanya karena adegan melepas keperjakaan pun terjadi sehingga dia juga lupa akan warna yang masih menempel di sepuluh jarinya.
__ADS_1
Tadi pagi dia juga tidak sadar, akibat lebah nakal yang diceritakan oleh Angela. Untuk seumur hidup ini kali pertama dia melakukan hal ceroboh dan tentunya hal itu sangat memalukan. Orland tidak bisa menahan diri, waktu melihat pewarna yang menempel di kuku sang asisten. Begitu masuk ke dalam mobil dan melihat jarinya, tawa Orland meledak sudah.
Semula Gail tidak sadar, dia tampak heran namun saat Orland bertanya, dia baru menyadarinya dan malu luar biasa.
"Apa yang terjadi dengan kuku tanganmu, Gail? Apa itu akibat kau bermain boneka barbie?" tanya Orland di sela tawanya.
"Kau pasti akan mengerti setelah kau memiliki anak perempuan, Sir," ucap Gail. Dia sungguh malu dan hanya bisa mengumpat dalam hati.
"Wah, kau berbicara seperti ini seolah-olah kau sudah memiliki seorang anak saja," Orland menatapnya dengan tatapan curiga. Akhir-Akhir ini Gail memang terlihat sedikit berbeda.
"Anggap saja demikian."
Orland sangat penasaran tapi dia tidak bertanya karena dia tahu, Gail tidak akan menjawabnya karena dia bukan orang yang banyak bicara. Sebelum tiba di kantor, Gail meminta ijin untuk membersihkan kukunya terlebih dahulu. Jangan sampai dia ditertawakan oleh orang sekantor. Jika sampai hal itu terjadi maka dia akan malu setengah mati.
Orland mengijinkan Gail melakukan hal itu terlebih dahulu, dia menunggu di mobil saat Gail sedang membersihkan pewarna kukunya di luar. Ini sungguh memalukan tapi dia tidak marah sama sekali apalagi jika mengingat kelucuan Angela tadi pagi.
Pewarna kukunya sudah selesai dibersihkan, Gail membuang kapas ke dalam tong sampah tapi sisa Cairan pembersih yang masih ada di kantongi olehnya karena dia ingin memberikannya pada Angela nanti. Sepertinya Angela suka dengan pewarna kuku, mungkin jika dia membeli beberapa Angela akan senang.
"Tidak apa-apa, apa jadwalku hari ini?"
"Hari ini kau tidak ada rapat, hanya perlu memeriksa beberapa dokumen saja dan menandatanganinya."
"Baiklah, jika begitu nanti siang aku akan pulang," ucap Orland.
Gail hanya mengangguk, setelah mengantar bosnya pulang sepertinya dia bisa membeli sesuatu untuk Angela. Gail membawa mobilnya dengan cepat tanpa tahu sang mantan bos dan putrinya sudah menunggu kedatangannya di perusahaan Orland. Mereka diijinkan menunggu di ruang tunggu dan sudah menunggu beberapa saat.
Gail tidak curiga sama sekali, dia melangkah masuk bersama dengan Orland. Berkas yang akan Orland periksa sudah dia siapkan di atas meja, dia hanya perlu memeriksa pekerjaannya saja yang belum selesai dia kerjakan. Seseorang melangkah mendekati mereka dengan terburu-buru dan menghentikan langkah mereka karena dia harus memberi tahu Gail ada yang menunggu.
__ADS_1
"Gail, ada yang mencarimu."
"Mencariku?" tanya Gail heran.
"Ya, namanya Leon Pierce."
"Siapa?" tanya Orland.
"Mantan bosku. Sorry Sir, aku tidak tahu dia akan mencariku di perusahaanmu ini."
"Tidak apa-apa, pergilah temui," ucap Orland.
"Terima kasih," Gail membungkuk dan setelah itu dia melangkah menuju ruang tunggu.
Orland melangkah menuju lift pribadinya, dia tidak akan mencegah Gail untuk bertemu dengan mantan bosnya bahkan dia juga tidak bisa mencegah seandainya Gail mau kembali bekerja dengan bos lamanya karena itu adalah pilihannya.
Gail masuk ke dalam ruang tunggu, Leona sangat senang melihatnya. Wanita itu beranjak dan berlari ke arahnya. Dia bahkan ingin melompat masuk ke dalam pelukan Gail tapi Gail segera menghindar sehingga membuat Leona hampir saja menabrak kaca yang menjadi pembantas dinding ruangan nemun Gail menangkap lengannya sehingga Leona tidak jadi membentur kaca jika tidak dia akan malu setengah mati.
"Gail, teganya kau!" teriak Leona marah.
"Maaf, Nona. Sebagai seorang wanita terhormat tidak baik memeluk seorang pria sembarangan!"
"Kau sungguh tidak berubah, Gail!" Leon beranjak dan melangkah menghampirinya. Gail membungkukkan tubuhnya, sebagai tanda jika dia masih menghormati pria itu.
"Apa yang membawa Tuan Pierce ke mari?"
"Aku ingin berbicara denganmu dan memberikan penawaran untukmu!" ucap Leon Pierce setelah berdiri di hadapan Gail.
__ADS_1
"Penawaran?"
"Ya, ikut aku pergi karena aku ingin berbicara secara pribadi denganmu!" ucap Leon. Gail pasti tidak akan menolak sekalipun dia bekerja di perusahaan besar tersebut. Leona berdiri di sisi ayahnya dan tersenyum dengan manis walau dia sempat kesal, dia yakin Gail tidak akan menolak tawaran yang akan ayahnya berikan.