
Pernikahan sederhana Gail dan Cristal akan segera dimulai. Gaun sederhana yang Cristal beli sudah dia kenakan. Angela juga sudah terlihat cantik dan manis. Orland dan Cristin datang dengan kedua putra kembar mereka. Hanya mereka saja yang datang karena tidak ada yang di undang.
Gail sedang berbincang dengan bosnya, hanya mengucapkan janji suci pernikahan saja dan setelah itu mereka akan pulang.
Cristal berada di dalam sebuah ruangan saat itu. Dia tampak tidak sabar tapi yang paling tidak sabar adalah Angela. Tidak saja tidak sabar, dia bahkan lebih bersemangat dari pada ibunya.
"Apa masih lama, Mom?" tanyanya. Sebuah keranjang bunga berada di tangan, Angela memainkan kelopak bunga yang ada di dalamnya.
"Lima menit lagi, jadi bersabarlah."
"Jika Angela sudah besar, Angela juga akan menikah," ucap Angela sambil tersenyum manis.
"Wah, Angela akan menikah dengan pria seperti apa?"
"Tentu saja yang seperti Uncle."
Cristal tersenyum dan mengusap kepala putrinya. Bagi Angela sosok Gail pasti bagaikan pahlawan. Tidak Angela saja yang merasa demikian, dia juga merasakan hal yang sama. Baginya Gail adalah pahlawan yang telah menyelamatkan dirinya dari tempat gelap.
"Seharusnya Angela tidak memanggil Uncle lagi, melainkan Daddy," ucapnya.
"Oh. iya. Angela lupa," ucap Angela. Senyum manis menghiasi wajahnya karena dia benar-benar senang.
Saat itu, Gail sudah naik ke atas altar karena sebentar lagi acara pernikahannya akan dimulai. Sang pendeta juga sudah siap, tinggal menunggu Cristal dan Angela masuk ke dalam ruangan. Gail sudah tidak sabar, walau dia tidak bisa mengekspresikan perasaan yang dia rasakan saat ini tapi dia sangat bahagia karena mulai hari ini dia memiliki keluarga. Apa yang sangat dia inginkan dulu kini bisa dia dapatkan.
Pintu ruangan terbuka, Gail melihat ke arah pintu karena dia mengira Cristal dan Angela yang akan masuk tapi tanpa dia duga, puluhan pria dengan pakaian super rapi masuk ke dalam. Mereka berbaris dan melangkah mendekati Gail, semua memakai pakaian dengan warna yang sama. Mereka bahkan terlihat kompak.
Orland dan Cristin sangat heran melihat orang-orang itu, sedangkan Gail memijit pelipis karena mereka adalah anak buah Leon. Semua berdiri di hadapan Gail dan membungkuk hormat.
"Bos, kami datang untuk menghadiri pesta pernikahanmu!" ucap mereka serempak.
Cristin dan Orland saling pandang. Bos? Apa ada yang mereka lewatkan?
"Untuk apa kalian datang?" tanya Gail. Dari mana mereka tahu jika dia akan menikah hari ini?
"Kami harus menyambut kakak ipar!" jawab mereka semua.
Gail tidak menjawab karena dia tidak bisa mencegah. Dia tahu dia tidak bisa menghindar apalagi dia sudah mengalahkan Leon. Jika dia ingin menyerahkan posisi itu maka seseorang harus melawannya dan membunuhnya.
__ADS_1
"Jangan buat keributan!" hanya itu yang dia ucapkan.
"Yes, Sir!" mereka semua bergerak, memenuhi kursi gereja yang sepi.
"Sepertinya sebentar lagi kau akan kehilangan asisten terbaikmu, Orland," bisik Cristin.
"Kau benar, sangat disayangkan," ucap Orland karena dia kira Gail akan berhenti setelah ini.
Suasana hening, acara akan dimulai. Cristal dan Angela sudah berdiri di depan pintu. Senyum menghiasi wajah Cristal saat melihat ke arah putrinya, satu tangan menggandeng Angela dan satu tangan lagi memegang buket bunga.
"Apa kau siap, Honey?" tanyanya.
"Tentu saja, Mom," Angela tersenyum manis.
"Here we go!" mereka sudah siap, Cristal hendak membuka pintu tapi dia dikejutkan oleh pintu yang dibuka dari dalam. Tidak hanya itu saja, dia dan Angela terkejut saat dua orang menyambut mereka.
"Selamat datang, Kakak Ipar!" dua orang pria membungkuk di hadapan mereka.
"Mommy!" Angela berteriak ketakutan dan bersembunyi dibelakang kaki ibunya.
"Mommy, Angela takut," ucapnya.
"Tidak apa-apa, ayo masuk," ajak ibunya.
Angela melihat ke depan, kedua orang itu sudah kembali ke tempat duduknya. Musik pernikahan pun dimainkan, Angela keluar dari persembunyian dan berdiri di sisi ibunya.
Mereka sudah siap masuk, walau masih merasa takut akibat ramainya orang yang ada di dalam tapi Angela berjalan di sisi ibunya. Gail tidak melepaskan pandangan dari calon istrinya. Hari ini, untuk seumur hidupnya dia merasa bahagia. Suka duka sudah dia lewati sejak kecil tapi dia tidak pernah merasa sebahagia itu.
Cristal dan Angela yang melangkah semakin mendekat membuat rasa bahagia itu meluap dihati. Dia bahkan turun dari altar dan terlihat tidak sabar. Cristal tersenyum, dia juga tidak sabar. Gail mengulurkan kedua tangannya ke arah kedua wanita yang sudah mendekat.
"Daddy!" Angela berteriak memanggil dan berlari ke arahnya.
Gail menggendong Angela yang memeluknya erat. Perasaan bahagia semakin memenuhi hati karena Angela memanggilnya seperti itu.
"Hei, kau tidak menangis, bukan?" goda Cristal.
"Tidak!" Jawab Gail sambil menunjukkan wajah kaku dan datarnya.
__ADS_1
"Jadi, apa kita hanya akan berdiri di sini saja?"
"Tentu saja tidak!" Gail meraih tangan Cristal. Mereka berdua melangkah bersama menuju altar untuk mengucapkan janji suci. Angela berdiri di sisi mereka saat janji suci diucapkan bahkan gadis itu pula yang memberikan cincin yang sedari tadi dia bawa dan disimpan di keranjang bunga.
Janji sudah diucapkan, cincin pun sudah dikenakan. Gail mencium bibir istrinya sebagai tanda jika mereka sudah menjadi suami istri. Tepuk tangan terdengar riuh dari anak buah Leon. Mereka bahkan bersiul dan memberikan ucapan selamat.
"Kenapa mereka ada di sini?" tanya Cristal setelah mereka sudah selesai.
"Biarkan saja," acara yang tadinya sepi jadi ramai karena kehadiran mereka. Tidak buruk, setidaknya suasana jadi ramai karena adanya mereka.
Gail membawa Cristal untuk menghampiri bosnya. Angela sudah berada di gendongannya sedari tadi, walau wajah Gail tetap kaku tapi bisa dilihat jika dia bahagia.
"Selamat untukmu, Gail. Aku tidak menyangka akhirnya kau menikah juga," ucap Orland.
"Terima kasih, Sir. Aku mengikuti saranmu dan mengikuti jejakmu."
Orland mengernyitkan dahi, saran yang mana? Dia benar-benar lupa dan tidak ingat jika dulu Gail pernah bertanya padanya apakah menikah itu menyenangkan atau tidak.
Cristin juga memberikan selamat untuk mereka, kedua putra kembar mereka begitu lucu dan menggemaskan sehingga Cristal sangat ingin menggendongnya bahkan Angela sangat senang dengan kedua putra kembar mereka.
"Ini hadiah untukmu," Orland memberikan sebuah kunci, tentunya itu sebuah kunci mobil sport.
"Terima kasih, Sir."
"Jadi, apa kau akan mengundurkan diri setelah ini?" tanya Orland. Mau tidak mau dia harus siap dengan keputusan asistennya.
"Tidak, Sir. Aku akan tetap menjadi asistenmu."
"Kau yakin?" tanya Orland memastikan.
"Tentu, aku tidak akan mengundurkan diri sampai kau memecatku."
"Oke, baiklah. Kita pergi makan siang. Aku yang bayar dan kalian bisa menginap di hotel milik istriku selama satu minggu, gratis!" dia harus merayakan hal ini karena Gail tidak berhenti bekerja.
Mereka hendak pergi namun anak buah Leon menghampiri mereka untuk mengucapkan selamat dan juga memberikan hadiah. Tangan Cristal sampai penuh dan tidak muat. Ternyata mereka semua baik walau pun mereka seperti itu. Anak buah Leon membubarkan diri, gereja mulai sepi karena Gail dan yang lain juga pergi untuk merayakan pernikahannya.
Walau acara pernikahan yang sederhana namun itu adalah hari paling membahagiakan dalam hidupnya dan sekarang dia memiliki keluarga yang sangat dia impikan namun semua itu akan semakin lengkap dengan kehadiran anak-anak mereka kelak.
__ADS_1