
Tanpa sepengetahuan Gail, siang itu sebuah konspirasi antara Loen Pierce dan Lucius akan segera terjadi karena mereka sama-sama ingin saling memanfaatkan untuk kepentingan pribadi mereka. Gail hanya pemuda yang ingin hidup normal. Berhenti membunuh, berhenti melakukan kejahatan dan yang paling dia impikan selama ini adalah, dia ingin memiliki keluarga karena sejak dulu dia memang tidak memiliki keluarga.
Sebab itulah dia sangat menyayangi Angela, walau Angela bukan putrinya dan dia belum menikahi Cristal tapi dia sudah menganggap mereka sebagai keluarga namun sayang, keinginan sederhananya untuk memiliki keluarga dan hidup normal tidak akan mudah terwujud sebelum dia menyingkirkan Lucius dan Leon Pierce.
Kedua mafia itu bertemu di sebuah tempat yang tertutup karena apa yang hendak mereka bicarakan sangatlah rahasia. Leona bahkan tidak mengikuti pertemuan mendadak itu. Tentunya Lucius sangat senang, yang pertama dia mendapat sekutu walau nantinya dia pasti akan mengkhianati Leon Pierce, yang kedua dia tidak perlu melawan Leon saat menghadapi Gail dan yang ketiga, dia bisa membunuh Gail dengan mudah karena pria itu hanya seorang diri saja dan tidak memiliki sekutu karena Leon Pierce sudah berpihak padanya.
Entah bagaimana Gail akan menghadapi dua mafia yang saling memanfaatkan itu nanti, yang pasti dia dipaksa untuk kembali ke jalan yang sudah lama dia tinggalkan dan dia harus kembali membunuh seperti dulu lagi.
Siang itu, Gail harus pergi menjemput Angela. Di1a belum meminta ijin pada bosnya akan hal ini. Jika bosnya tidak mengijinkan maka dengan terpaksa dia harus membawa Angela pulang tapi dia yakin bosnya pasti mengijinkan. Gail membawa sebuah proposal menuju ruangan bosnya. Pintu diketuk, Gail masuk ke dalam tanpa perlu menunggu perintah.
"Gail, apa kau sudah membawa proposalnya?" tanya Orland.
"Sudah, Sir," Gail menghampiri bosnya dan memberikan proposal yang dia bawa.
"Sir, ada yang ingin aku bicarakan," ucapnya.
"Katakan!" Orland mengambil proposal dan memeriksanya.
"Bolehkan aku membawa Angela ke kantor, Sir? Tidak ada yang menjaganya di rumah jadi aku tidak bisa mengantarnya pulang. Tapi jika anda tidak mengijinkan maka aku akan mengantarnya pulang."
Orland memandangi sang asisten dengan serius, lagi-lagi Angela. Jujur saja dia penasaran, siapa gadis bernama Angela yang selalu Gail sebutkan? Apa dia anak yang Gail temukan di jalanan lalu Gail mengadopsinya ataukah gadis bernama Angela itu adalah anak dari hasil hubungan Gail dengan seorang wanita. Bagaimanapun kehidupan asistennya yang misterius membuat penasaran.
"Sir, apa tidak boleh?" Gail kembali bertanya karena Orland diam saja.
"Oh, tentu saja boleh tapi katakan padaku siapa gadis bernama Angela yang selalu kau sebutkan. Apa dia putrimu?"
"Ya, kau bisa menganggapnya demikian," jawab Gail.
"Hei, apa maksudnya? Apa kau menikah tanpa sepengetahuanku?"
"Tidak, Sir. Aku pasti akan mengabarimu jika aku akan menikah nanti."
__ADS_1
"Bagus, kau memang harus memberitahu aku. Sekarang pergilah, kau bisa membawanya!"
"Terima kasih, Sir," Gail membungkuk dan setelah itu dia keluar dari ruangan bosnya. Sudah dia duga jika bosnya akan mengijinkan dirinya membawa Angela.
Gail segera pergi ke sekolah, dia juga menghubungi rumah sakit. Setelah menghubungi rumah sakit, Gail menghubungi Cristal karena dia ingin tahu bagaimana keadaannya saat ini. Cristal baru saja keluar dari kamar mandi, kepalanya masih terasa sakit tapi keadaannya sudah jauh lebih baik dari pada tadi pagi.
Cristal hendak berbaring saat ponselnya berbunyi. Benda itu diambil, senyum menghiasi wajah ketika melihat nama Gail yang tertera di di layar ponsel.
"Gail, apa kau sudah menjemput Angela?" tanyanya.
"Aku sedang dalam perjalanan ke sekolah. Bagaimana keadaanmu? Apa kau sudah sembuh?"
"Sudah lebih baik, jangan khawatir. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu nanti."
"Tidak perlu, kau istirahat saja. Jangan lupa makan dan minum obat," ucap Gail mengingatkan.
"Terima kasih, Gail. Aku akan istirahat agar aku segera sembuh sehingga tidak merepotkan dirimu."
"Baiklah, bolehkah aku berbicara dengan Angela nanti?" pinta Cristal karena dia ingin meminta Angela tidak merepotkan Gail.
"Tentu!" Gail menutup telepon dan memarkirkan mobilnya.
Kehadirannya menjadi pusat perhatian karena ini kali pertama dia ke sekolah. Orang-Orang yang melihatnya mengira dia pengusaha dari mana yang mendatangi sekolah itu karena itu bukan sekolah untuk para orang kaya. Gail bahkan dianggap sebagai donatur tapi anehnya dia hanya berdiri di depan pagar sambil menghisap sebatang rokok. Tatapan matanya yang tajam dan dingin serta ekspresi wajahnya yang menakutkan membuat para orangtua murid mulai mengira jika dia adalah penjahat yang hendak menculik anak.
Otomatis para orangtua murid tampak waspada apalagi penculikan anak sedang marak, mereka bahkan berniat melapor pada polisi tapi beruntungnya sebelum hal itu terjadi, Angela sudah keluar dari sekolah dan berlari ke arahnya.
"Uncle!" Angela berteriak memanggil, orangtua murid yang hendak melapor pun tidak jadi tapi mereka masih mengawasi.
"Apa Uncle sudah lama menunggu Angela?" Angela tersenyum manis sehingga tidak ada yang curiga lagi.
"Tidak, ayo pergi!" Gail meraih tangan Angela dan membawanya menuju mobil.
__ADS_1
"Uncle, Angela lapar," Angela memegangi perutnya yang lapar.
"Apa yang ingin Angela makan?"
"Apa saja, tapi Angela lebih suka pizza," jawab Angela sambil tersenyum.
"Tidak baik makan pizza, Uncle akan mengajakmu pergi makan lobster."
"Benarkah?" Angela terdengar bersemangat.
Gail mengangguk, Angela begitu senang karena dia akan diajak untuk makan lobster. Setelah berada di dalam mobil, Gail memberikan ponselnya pada Angela karena dia sudah berjanji pada Cristal untuk menghubunginya lagi setelah bersama Angela.
"Mommy, bagaimana dengan keadaan Mommy? Apa Mommy sudah sembuh?"
"Mommy sudah baik-baik saja, Sayang. Bagaimana dengan sekolahmu, kau tidak nakal, bukan?"
"Tentu saja tidak, Mom. Angela tidak pernah berbuat nakal sebab itu Uncle akan membawa Angela makan lobster," ucap Angela dengan nada senang.
"Wah, terdengar menyenangkan. Mommy jadi iri dan mau ikut," ucap ibunya bercanda.
"Mommy harus istirahat, setelah sembuh Angela akan membujuk Uncle untuk membawa kita makan lobster bersama," perkataan Angela membuat Gail tersenyum tipis. Angela lucu dan menggemaskan, sebab itu dia suka berduaan dengan gadis itu walau terkadang dia harus jadi korban dari apa yang Angela lakukan. Dia tidak menyangka jika dia begitu menyukai anak-anak.
Cristal terkekeh, putrinya terdengar begitu senang. Mereka masih berbicara, Cristal meminta putrinya untuk tidak nakal dan mengganggu Gail. Bagaimanapun dia tidak mau putrinya merepotkan Gail. Angela berjanji akan hal itu, mereka bahkan masih berbicara sampai mobil yang Gail bawa sudah tiba di restoran.
"Kami sudah tiba, Mom. Angela sudah tidak sabar untuk makan lobster" ucap Angela.
"Baiklah, Mommy juga ingin tidur. Nikmati waktumu dengan Uncle."
"Tentu. Bye.. bye, Mom," setelah berbicara dengan ibunya, Angela mengembalikan ponsel pada Gail.
Gail menggandeng tangan Angela saat menuju restoran, mereka berdua benar-benar sudah mirip ayah dan anak. Angela sangat senang begitu juga dengan Gail walau dia tidak bisa mengekspresikannya. Dia ingin menikmati waktu bersama dengan Angela di sana tapi dia tidak tahu jika Leon Pierce dan juga Lucius berada di restoran yang sama. Akankah mereka bertemu nanti dan akan'kah Leon juga Lucius melihat Angela?
__ADS_1