
Seorang pria berlari dengan terburu-buru menuju sebuah ruangan di mana bosnya berada. Sudah pasti bosnya itu adalah Lucius. Anak buahnya hendak memberikan sebuah informasi penting yang baru saja dia dapatkan, bosnya harus tahu akan informasi itu.
Lucius memang menunggu berita dari anak buahnya yang sedang mencari keberadaan Cristal. Kediaman Cristal sudah di geledah namun wanita itu sudah tidak tinggal di sana lagi. Lucius meminta anak buahnya untuk mencari tahu di mana putri Cristal bersekolah, mereka juga mengintai di rumah sakit karena dia tahu, Cristal Aaron pasti akan pergi ke rumah sakit untuk melihat jenazah ibu mertuanya dan memang beberapa anak buahnya sedang mengintai.
Selagi Lucius menikmati minumannya, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka. Lucius tampak tidak senang karena sang anak buah masuk tanpa mengetuk dan meminta ijin darinya.
"Apa kau sudah bosan hidup?" tanyanya dengan sinis.
"Sorry, Sir. Ada hal penting yang hendak aku sampaikan padamu," ucap sang anak buah.
"Katakan!"
"Leon Pierce baru sama mengadakan pertemuan dengan Gail Bernard."
"Apa kau bilang?" Lucius terkejut dan beranjak.
"Sesuai dengan perintahmu, kami mulai mengikutinya pagi ini tapi kami tidak menduga jika Leon Pierce dan putrinya pergi mencari Gail Bernard. Mereka juga seperti membahas sesuatu yang rahasia."
"Sial, apa kau tahu apa yang mereka bahas?" ini gawat, jika Gail kembali bergabung dengan Leon Pierce maka dia tidak akan bisa mendapatkan Cristal Aaron.
"Maaf, Sir. Tempat itu dijaga dengan begitu ketat oleh sebab itu, kami tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan."
"Sialan!" Lucius mengumpat. Apa sebenarnya yang mereka bahas? Apa Leon meminta Gail kembali, atau Gail sedang meminta bantuan Leon untuk menghadapinya? Tidak mungkin bukan aksinya untuk menekan Cristal sudah diketahui oleh pria itu? Semua kemungkinan bisa saja terjadi, lebih baik dia waspada sambil mencari celah untuk mendapatkan Cristal Aaron.
"Apa kalian sudah mendapatkan informasi di mana Cristal Aaron berada?"
"Belum, tapi seseorang sedang mengintai di rumah sakit."
"Bagus, terus intai dan cari tahu di mana dia tinggal. Aku tidak akan melepaskan dirinya karena dia sudah berani menolak aku dan menghina aku!"
"Baik, Sir."
__ADS_1
Lucius meminta anak buahnya untuk keluar dengan isyarat tangan, rasanya sangat ingin tahu apa yang Gail bicarakan dengan Leon Pierce karena dia tidak boleh salah mengambil langkah nantinya. Tapi dia sangat yakin jika Leon Pierce mengajak Gail kembali bergabung karena setelah pria itu mengundurkan diri, Leon seperti kehilangan kaki kanannya.
Celaka, semoga saja hal itu tidak terjadi. Gail tidak akan bisa dia kalahkan jika Gail memiliki pasukan apalagi semua orang tahu jika semua anak buah Leon Pierce segan dengan Gail Bernard. Kemunculan Leon Pierce sungguh tidak terduga, apa yang seharusnya dia lakukan?
Lucius berpikir dengan keras, mencari cara dan satu-satunya cara yang dia temukan hanyalah mendekati putri Leon untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ini bukan ide buruk, dia bisa mencari tahu apa yang terjadi dari Leona Pierce. Lagi pula selama ini mereka tidak saling mengenal jadi Leon tidak akan curiga.
Ide pun sudah didapatkan, Lucius memanggil seorang anak buahnya untuk mencari tahu apa yang Leona lakukan. Wanita itu pasti tahu banyak hal, dia bisa memanfaatkan hal ini.
Leona dan ayahnya kembali ke rumah, keinginannya untuk bersama dengan Gail gagal. Gail benar-benar pemuda yang sulit dia dapatkan, dia bisa mendapatkan pemuda mana pun dengan kekuasaan yang ayahnya miliki tapi Gail satu-satunya pria yang tidak tertarik sama sekali padahal ayahnya sudah menawarkan semua yang dia miliki padanya.
Sungguh bodoh tapi apakah benar Gail sudah menikah? Entah kenapa dia jadi curiga jika Gail hanya berbohong saja jika dia sudah memiliki istri dan anak sehingga dia memiliki alasan untuk menolak tawaran yang ayahnya berikan. Pria kaku seperti dirinya, mana mungkin bisa dekat dengan wanita? Sungguh bodoh, kenapa dia tidak memikirkan hal ini sebelumnya?
Leona keluar dari dalam kamar, untuk mencari ayahnya dan meminta ayahnya untuk mencari tahu apakah kecurigaannya benar atau tidak. Semoga saja kecurigaannya benar sehingga dia memiliki peluang dan wanita yang dikatakan oleh Gail tidak ada namun sayangnya, wanita yang Gail maksud ada walau wanita itu belum menjadi istri Gail.
Cristal berada di sekolah, menjemput Angela pulang. Semenjak tidak bekerja lagi, dia jadi memiliki banyak waktu untuk bersama dengan putrinya. Mereka bisa melakukan banyak hal bersama bahkan setelah ini mereka berencana untuk membuat sesuatu untuk Gail tapi sebelum itu mereka harus pergi ke rumah sakit.
"Jadi apa yang akan kita buat untuk Uncle, Mom?" tanya Angela saat mereka berada di dalam bus yang akan membawa mereka ke rumah sakit.
"Bisakah Mommy menghubungi Uncle? Angela ingin berbicara dengannya," pinta Angela.
"Tentu saja, tunggu sebentar," Cristal mengambil ponsel, menghubungi Gail seperti apa yang putrinya inginkan. Angela menunggu dengan tidak sabar, dia terlihat senang saat Gail sudah menjawab telepon.
"Uncle," Angela memanggilnya sampai sedikit berteriak.
"Ada apa? Angela terdengar begitu senang?"
"Tentu saja, Uncle. Angela dan Mommy ingin pergi berbelanja setelah pulang dari rumah sakit dan membuat makanan untuk Uncle. Makanan apa yang Uncle suka?"
"Uncle suka makanan apa saja asalkan makanan itu Angela yang buat!"
"Benarkah?"
__ADS_1
"Hm, sebab itu Angela bisa membuat makanan apa saja."
"Oke, Angela akan berusaha keras."
"Bagus, berikan ponselnya pada ibumu."
Angela mengangguk dan memberikan ponselnya pada ibunya. Cristal tersenyum tipis, entah kenapa dia jadi ingin cepat pulang agar dia bisa menyambut pria itu kembali.
"Apa saat ini kalian sedang pergi ke rumah sakit?" tanya Gail.
"Yeah, seperti yang aku katakan jika aku harus mencari tahu kapan ibu mertuaku bisa aku makamkan."
"Jika begitu berhati-hatilah. Jika kau merasa ada yang mencurigakan, segera lari atau hubungi aku!" dia rasa mantan bosnya tidak akan tinggal diam dan akan mencari tahu mengenai alasan yang dia gunakan untuk menolak tawaran yang dia berikan.
"Tidak perlu khawatir, aku selalu menyamar."
"Bagus, berhati-hatilah!"
"Pasti," ucap Cristal.
Tentu dia akan berhati-hati karena dia takut penagih hutang mengenali dirinya. Dia sungguh sudah melupakan Lucius karena dia pikir pria itu tidak menginginkan dirinya lagi apalagi dia sudah lama tidak berada di club malam. Bisa saja pria itu sudah menemukan target lainnya namun sayang, anak buah Lucius langsung mengenali dirinya saat dia turun dari mobil. Walau dia menyamar namun Angela tidak dan mereka sudah tahu wajah gadis itu.
"Dia datang ke rumah sakit," sang anak buah memberi laporan.
"Apa dia bersama dengan Gail Bernard?" tanya Lucius.
"Tidak, dia hanya bersama dengan putrinya saja."
"Terus waspada karena bisa saja Gail Bernard ada di sana. Ikuti mereka karena pada saatnya tiba nanti, Cristal Aaron tidak akan bisa menolak keinginanku!" ucap Lucius dengan seringai lebar.
Kali ini dia akan membiarkan Cristal merasa aman, dia juga akan membiarkan Gail tidak mencurigainya lagi tapi pada saat waktunya sudah tiba nanti, rencana besar akan dijalankan dan Cristal Aaron akan membuka kedua kakinya dengan senang hati karena dia tidak punya pilihan dan pada saat itu juga, tidak saja Cristal tapi Gail juga harus mengambil sebuah keputusan sulit untuk menghadapinya.
__ADS_1