
Kabar kepergian Gail ke California sudah didengar oleh anak buah Lucius. Sang anak buah pun bergegas untuk memberi kabar itu pada bosnya. Lucius memang sedang mencari kesempatan, mereka hanya bisa bertindak saat Gail sedang lengah tapi mereka tahu jika Gail selalu waspada jadi kesempatan satu-satunya yang mereka miliki adalah saat Gail tidak ada dan akhirnya, kesempatan itu datang.
Gail hanya pergi beberapa hari saja jadi sudah pasti mereka harus memanfaatkan keadaan itu dengan baik. Sesungguhnya anak buah Lucius tidak menduga Gail akan pergi, dia tidak tahu sama sekali tapi seseorang memberinya informasi.
Tentunya informasi itu harus dia laporkan pada si bos agar bosnya bisa segera bertindak. Sang anak buah masuk secara terburu-buru, Lucius sudah terbiasa dengan anak buahnya yang masuk tanpa pamit. Matanya menatap tajam ke arah sang anak buah, sedangkan anak buahnya tampak panik.
"Apa yang membuatmu begitu terburu-buru, apa kau tidak menghormatiku sebagai bosmu?"
"Maaf, Bos. Ada kabar baik untukmu," ucap sang anak buah.
"Sebaik apa? Jika bukan kabar memuaskan maka aku akan membunhmu!" ancam Lucius.
"Gail Bernard, dia baru saja pergi ke California!"
"Apa?" Lucius beranjak dari tempat duduknya, "Coba katakan sekali lagi?" tanyanya lagi.
"Seseorang memberi aku informasi jika Gail Bernard sedang pergi ke California selama beberapa hari. Kau bisa menggunakan kesempatan ini untuk bergerak,"
"Bagus, sangat bagus! Dari mana kau mendapatkan informasi ini?" seringai menghiasi wajah, akhirnya dia memiliki kesempatan untuk mendapatkan Cristal Aaron.
"Seorang teman," jawab anak buahnya.
Lucius tampak senang, akhirnya datang di mana hari dia bisa mengalahkan Gail Bernard. Salahkan pria itu yang telah merebut wanita yang dia inginkan. Jika Gail tidak melakukannya, jika Gail tidak mengganggunya sejak awal maka dia dia tidak akan berbuat seperti itu. Sekarang dia ingin melihat, dengan cara apa Gail melawannya karena satu-satunya orang yang bisa dia harapkan menjadi sekutunya.
"Siapkan mobil, aku ingin pergi ke tempat Leon Pierce!" perintah Lucius.
__ADS_1
"Baik!" sang anak buah segera bergegas keluar, Lucius juga bersiap-siap. Saatnya menemui Leon, membuat rencana lalu menjalankannya. Dia tahu Leon menginginkan Gail kembali tapi saat Gail tahu jika Leon membantunya mendapatkan Cristal, sudah pasti Gail akan menghabisi Leon.
Tujuannya mengajak Leon bekerja sama tidak saja untuk memanfaatkan pria itu tapi juga untuk mengadu domba Leon dengan Gail. Jika mereka saling bermusuhan, maka Gail tidak akan memiliki sekutu sama sekali. Rencana yang sangat luar biasa dan dia adalah orang yang paling diuntungkan dalam hal ini.
Leon sungguh bodoh, dia bahkan tidak menyadari jika dia sedang dimanfaatkan. Seperti kabar yang terdengar, dia bukanlah siapa-siapa tanpa Gail Bernard tapi sesungguhnya Leon mau bekerja sama dengannya karena dia juga melihat ada peluang untuk membawa Gail kembali jika dia menerima tawaran Lucius.
Tidak saja Lucius yang memanfaatkan Leon karena Leon juga memanfaatkan Lucius untuk menyingkirkan wanita yang sedang bersama dengan Gail saat ini dan ketika Gail harus melawan Lucius, Gail pasti akan mencarinya dan meminta bantuannya. Pada saat itu pula dia akan memberikan penawaran pada Gail dan pada saat Gail setuju untuk menjadi penerusnya maka pada saat itu, dia akan memberikan anak buahnya untuk membunuh Lucius tentunya beserta wanita itu sehingga Leona bisa menikah dengan Gail setelahnya.
Sungguh rencana yang sempurna. Mereka benar-benar saling memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi jadi mereka tidak keberatan dimanfaatkan apalagi saling menguntungkan.
Lucius segera pergi menemui Leon Pierce, dia disambut oleh puluhan anak buah Leon yang dilengkapi dengan senjata api. Anak buah Lucius juga mengeluarkan senjata apinya, dua kubu itu saling menodongkan senjata apinya satu salam lain sehingga membuat situasi menegangkan.
"Apa mau kalian?" tanya salah satu anak buah Leon.
"Aku ingin bertemu dengan Leon, katakan Lucius datang mencarinya untuk membahas rencana!"
Leon sedang menikmati makan siangnya bersama dengan putrinya. Sudah beberapa hari semenjak dia bertemu dengan Lucius tapi tidak ada kabarnya sama sekali. Sepertinya pria itu tidak serius dengan ajakan kerja samanya.
"Bagaimana, Dad. Apa kau sudah mendapatkan cara untuk membawa Gail kembali?" tanya Leona.
"Tentu, tunggu saja. Gail tidak akan bisa menolak untuk menjadi suamimu nanti!"
"Aku senang mendengarnya," ucap Leona sambil tersenyum. Dia percaya ayahnya mampu membawa Gail, walau dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh ayahnya nanti.
Pada saat itu, sang anak buah masuk ke dalam dan membisikkan sesuatu ke telinga Leon. Leon mengangguk dan meminta anak buahnya untuk keluar, akhirnya yang dia tunggu datang juga.
__ADS_1
"Daddy kedatangan tamu, nikmatilah makanannya pelan-pelan," ucap ayahnya.
Leona mengangguk, ayahnya segera berlalu pergi untuk menemui Lucius. Para anak buah mereka masih saling menodongkan senjata api saat dia keluar. Lucius sangat senang melihatnya, dia bahkan melangkah maju untuk menyambut kedatangan Leon.
"Maaf jika aku mengganggumu, Tuan Leon," ucap Lucius basa basi.
"Untuk apa kau datang?"
"Tentu saja untuk membahas kerja sama kita. Aku baru saja mendapatkan kabar baik agar rencana kita berjalan dengan lancar."
"Jika begitu, ikut aku!" Leon melangkah masuk dan meminta anak buahnya untuk menurunkan senjata api mereka. Lucius juga melakukan hal yang sama, dia juga meminta para anak buahnya untk menurunkan senjata api.
Lucius mengikuti Leon masuk ke dalam sebuah ruangan. Tempat itu ditutup rapat sehingga menyisakan mereka berdua saja agar tidak ada yang mendengar apa yang akan mereka bicarakan. Leon mempersiapkan Lucius untuk duduk, segelas minuman bahkan dituangkan untuk tamunya itu.
"Katakan, kabar baik apa yang kau miliki?" tanyanya seraya mengambil gelas minuman.
"Anak buahku baru saja mendapatkan kabar jika Gail sedang pergi ke California selama beberapa hari."
Leon tidak jadi minum, tatapan matanya menatap ke arah Lucius. Dia seperti tidak percaya karena dia tahu Gail bukan orang yang suka bepergian.
"Dari mana kau mendapatkan informasi ini?" tanyanya.
"Tentu dari seseorang yang bisa dipercaya. Anak buahku berkata Gail pergi selama beberapa hari, aku rasa kita harus bergerak saat dia tidak ada karena hanya ini kesempatan yang kita miliki!" ucap Lucius.
"Kau benar, Gail orang yang selalu waspada. Dia juga tidak suka bepergian jika tidak demi sebuah urusan. Jika begitu kita mulai menyusun rencana lalu kita tentukan kapan kita akan bergerak."
__ADS_1
"Itulah tujuanku datang ke sini, Tuan Leon. Aku memang datang ke sini untuk menyusun rencana denganmu. Kita tidak boleh salah perhitungan, misi kita harus sukses," Lucius tersenyum. Gail Bernard pasti akan habis karena dia yang akan membunuh pria itu dengan kedua tangannya. Tentunya setelah Gail menghabisi Leon.
Dia benar-benar diuntungkan, selain melenyapkan Gail, dia juga akan melenyapkan Leon Pierce dan tidak hanya itu yang dia dapatkan. Dia akan mendapatkan Cristal Aaron bahkan putri Leon Pierce bisa dia dapatkan juga saat organisasi itu runtuh. Dua bunga dalam satu tangan, tentunya hal itu tidak boleh di sia-siakan.