
Gail sedang menghubungi sahabat lamanya malam itu karena dia ingin meminta bantuan sahabat lamanya untuk menjaga Cristal dan Angela saat dia sedang pergi. Tidak ada yang bisa dia andalkan selain sahabat lamanya saja. Lagi pula dia pergi tidak lama, dia harap pada saat itu Lucius dan Leon tidak melakukan sesuatu.
Cristal sedang menemani putrinya tidur. Hari yang sangat menyenangkan walaupun melelahkan. Angela tidur sambil memeluk boneka unicorn yang diberikan oleh Gail. Dia benar-benar senang mendapatkan boneka itu apalagi boneka itu diberikan oleh orang yang sangat menyayanginya.
Selama Cristal masih menemani Angela, Gail memilih berbicara dengan sahabatnya terlebih dahulu karena setelah ini dia harus memberi tahu Cristal akan kepergiannya.
"Sepertinya kau begitu waspada, Gail. Siapa musuh yang harus kau lawan kali ini?" tanya sahabatnya.
"Lucius, dan Leon Pierce."
"Apa? Kenapa kau harus berhadapan dengan Leon? Apa yang terjadi?" sang sahabat tidak percaya karena Gail harus berhadapan dengan mantan bosnya itu.
"Entahlah tapi aku ingin kau menjaga mereka berdua dengan baik karena hanya kau saja yang bisa aku andalkan."
"Baiklah, aku akan menjaga mereka dengan baik dan tidak akan mengecewakan dirimu."
"Terima kasih," rasanya sedikit lega walau tidak dipungkiri bahaya masih mengintai.
"Kapan kau akan pergi?" tanya sahabatnya.
"Dua hari lagi, aku akan mengabarimu nanti," jawab Gail.
"Baiklah, aku pasti akan membantumu."
Gail kembali mengucapkan kata terima kasih, dia benar-benar terbantu karena masih ada sahabatnya yang bisa dia percaya. Mencari seseorang yang bisa dipercaya di jaman ini sangatlah sulit, mantan bos yang dia hormati saja bekerja sama dengan Lucius. Semoga saja sahabatnya tidak berkhianat karena jika sampai hal itu terjadi, dia tidak akan ragu membunuh sahabatnya.
Cristal keluar dari kamar, dia ingin berterima kasih pada Gail karena pria itu sudah membuat Angela begitu senang. Gail masih berbicara dengan sahabatnya, Cristal tidak ingin mengganggu sebab itu dia pergi ke dapur untuk membuat segelas minuman dan cemilan karena dia berniat menonton televisi.
Gail masih belum selesai saat Cristal keluar dengan minuman dan cemilan. Gail melirik ke arah Cristal yang melangkah menuju ruang televisi, dia jadi ingin segera bergabung.
"Baiklah, aku percaya padamu," ucap Gail sebelum mengakhiri pembicaraan mereka.
Ponsel dimasukkan ke dalam saku, Gail melangkah mendekati Cristal yang sedang asik menonton televisi sambil menikmati popcorn. Cristal melirik ke arahnya saat Gail duduk di sisinya. Pinggang Cristal diraih, tubuhnya ditarik mendekat sehingga Cristal bersandar di bahunya.
"Mau?" tanya Cristal sambil memberikan beberapa popcorn.
__ADS_1
Gail memegangi tangannya dan memakan popcorn yang Cristal berikan. Cristal terssenyum, sambil menikmati popcorn dan acara televisi, Cristal bersandar di bahunya dengan nyaman.
"Angela sudah tidur?" tanya Gail sereya memberikan ciuman di dahi Cristal.
"Lagi-Lagi kau membuatnya senang, Gail. Terima kasih."
"Tidak perlu berterima kasih, aku senang melakukannya!"
Cristal kembali tersenyum, popcorn pun kembali dinikmati. Gail memainkan rambutnya dengan perlahan, mereka berdua diam saja sambil menonton televisi tapi tiba-tia saja, Gail ingin tahu akan informasi tentang suami Cristal karena dia memang belum melihatnya.
"Apa yang menyebabkan suamimu meninggal, Cristal?"
"Entahlah," jawab Cristal sambil mengangkat bahu.
"Apa penyebabnya tidak ada di informasi yang aku berikan?"
"Tidak, sampai sekarang pihak berwajib tidak tahu penyebab kematiannya tapi aku rasa dia mati akibat kelelahan setelah bercinta dengan kelima kekasih gelapnya. Beruntungnya dia tidak mengidap penyakit kelamin, beruntungnya dia juga jarang pulang jika tidak, aku juga akan habis!"
"Apa pekerjaan suamimu?"
"Pegawai biasa pada umumnya," jawab Cristal.
"Dengar, dua hari lagi aku harus pergi ke California bersama dengan bosku."
"Berapa lama?" Cristal menegakkan duduknya dan meletakkan mangkuk popcorn ke atas meja. Dia juga meneguk minumannya sebelum kembali bersandar di dada Gail.
"Beberapa hari saja tapi aku ingin kau waspada saat aku pergi. Kau tidak lupa dengan Lucius, bukan?"
Cristal terkejut, dia tidak mungkin lupa tapi dia kira Lucius sudah tidak mencarinya lagi. Apa ada sesuatu yang dia lewatkan?
"A-Ada apa dengannya? Bukankah dia sudah tidak mengganggu aku lagi?" tiba-tiba Cristal memiliki firasat buruk.
"Dia tidak mungkin berhenti, Cristal. Lucius orang yang ambisius dan tidak akan berhenti. Aku tegaskan padamu, berhati-hatilah selama aku pergi karena dia sedang membuat sebuah konspirasi."
"Jangan menakuti aku, Gail!" Cristal kembali menegakkan duduknya, matanya menatap Gail dengan lekat.
__ADS_1
"Aku tidak menakuti, aku serius. Aku melihatnya bertemu dengan mantan bosku, aku yakin mereka bekerja sama dan membuat sebuah rencana!"
"Mantan bosmu? Apa hubungannya dengan Lucius?"
"Dengarkan aku baik-baik, Cristal," Gail meraih kedua tangannya, Cristal terlihat serius begitu juga dengan Gail.
"Mantan bosku menginginkan aku kembali ke organisasi untuk menggantikan dirinya. Putrinya juga menyukaiku jadi dia meminta aku menikahi putrinya lalu menjadi penerusnya tapi aku menolak tawaran itu karena aku sudah tidak mau kembali ke kehidupan lamaku. Aku sudah cukup puas dengan kehidupanku saat ini apalagi bersama dengan kalian namun sepertinya mantan bosku tidak menerima penolakan yang aku berikan!"
"Jadi maksudmu mantan bosmu dan Lucius bekerja sama?"
"Yeah, itu perkiraanku. Mantan bosku menginginkan aku kembali, sedangkan Lucius menginginkan dirimu. Sepertinya mereka bekerja sama untuk memisahkan kita berdua."
Begitu mendengarnya, Cristal tampak gelisah dan takut. Dia takut Angela jadi terlibat karena kejadian itu.
"Bagaimana ini, Gail? Aku takut Angela jadi terlibat dalam permasalahan ini," ucapnya sambil menunduk.
"Oleh sebab itu kau harus menjaga Angela dengan baik. Aku sudah meminta sahabat lamaku untuk menjaga kalian jadi kau tidak perlu khawatir tapi berjanjilah satu hal padaku, jangan percaya dengan orang asing. Mantan bosku akan melakukan apa pun demi tujuannya, aku tahu itu. Lucius juga sama, mereka berdua sama-sama orang licik jadi kau harus berhati-hati."
"Aku akan hati-hati," Cristal mendekatinya dan memeluknya, "Aku akan waspada dan menjaga Angela dengan baik. Aku tahu aku tidak bisa menghindari Lucius apalagi dia menginginkan diriku dan cepat atau lambat, aku harus menghadapinya juga!"
"Bagus, di kamarku banyak pistol. Kau bisa mengambilnya untuk jaga diri!"
"Haruskah?" tanya Cristal. Dia tidak bisa menggunakan benda itu, bisa celaka jika dia salah menembak sehingga salah sasaran.
"Tentu saja, masih ada waktu dua hari sebelum aku pergi. Aku akan mengajarimu menggunakannya nanti."
"Baiklah," Cristal memeluknya erat, perasaannya campur aduk. Semoga saja tidak terjadi hal yang tidak mereka inginkan selama Gail pergi tapi mereka juga tidak bisa menghindarinya karena cepat atau lambat, mereka tetap harus melewati masalah itu.
"Sudah malam, ayo kita tidur. Setelah aku kembali nanti, aku akan memberikan kejutan untukmu dan Angela," Gail mengangkat dagunya dan memberikan kecupan ringan di bibir.
"Kejutan, apa itu?"
"Jika aku mengatakannya maka itu tidak akan jadi kejutan!"
"Ck, kau benar!!"
__ADS_1
Cristal hendak beranjak tapi tidak jadi karena Gail sedang mengusap wajahnya dengan perlahan saat ini. Jika sampai mantan bosnya benar-benar bekerja sama dengan Lucius seperti yang dia duga, dan jika sampai sesuatu terjadi pada Cristal dan Angela saat dia pergi maka dia tidak akan tinggal diam.
Dia akan menghancurkan organisasi milik mantan bosnya dengan kedua tangannya. Jangan kira dia tidak bisa, dia akan bertarung sampai mati untuk memberikan pelajaran pada orang-orang yang sudah berani menantang dan melawannya.