
Sebuah pesan masuk ke ponsel Gail, pesan itu dikirimkan oleh seorang sahabat lamanya yang dia mintai tolong. Tentunya sang sahabat adalah seorang ahli mencari informasi. Bukannya Gail tidak mampu tapi dia tidak punya waktu sehingga Gail meminta sahabatnya membantu.
Pesan yang dikirimkan berisi informasi apa yang Gail inginkan sudah dia dapatkan bahkan sahabatnya mengajak Gail bertemu untuk mengambil seluruh informasi itu. Tentunya informasi yang Gail inginkan adalah informasi tentang semua hutang yang ditinggalkan oleh suami Cristal.
Kenapa hutang itu ada, untuk apa pula semua uang yang dipinjam oleh Alvin semua sudah didapatkan oleh rekannya. Gail tinggal membayar maka semua informasi itu akan dia dapatkan. Semoga saja Cristal bisa menerima kenyataannya nanti, namun dia pasti akan kecewa pada almarhum sang suami.
Cristal terbangun terlebih dahulu, senyum menghiasi wajah saat melihat Gail masih tidur sambil mendekapnya. Dulu saat suaminya meninggal dan tahu suaminya meninggalkan banyak hutang, Cristal pikir dia tidak mau menjalin hubungan dengan lelaki mana pun lagi.
Dia juga berpikir jika tidak ada yang akan menyukainya apalagi dia memiliki putri kecil. Seandainya ada pun pria yang menyukainya belum tentu menyukai putrinya. Cristal memainkan jarinya di garis wajah Gail, tatapan mata tidak lepas dari wajah tampan pria itu. Dia benar-benar sangat bersyukur dicintai oleh pria seperti Gail. Walau Gail tidak mengucapkan kata cinta tapi dia tahu bagaimana perasaan pria itu dari setiap tindakan yang dia lakukan.
"Mommy!" terdengar suara Angela di luar sana yang mencari keberadaan ibunya.
"Oh, tidak!" Cristal menyingkap selimut, setelah melihat mereka sudah berpakaian dia tampak lega.
"Bawa Angela ke sini," ucap Gail.
"Kau sudah bangun rupanya," Cristal sedikit menunduk untuk mendaratkan sebuah ciuman di dahi Gail.
"Kau memainkan jarimu di wajahku sedari tadi, bagaimana aku bisa tidur?"
Wajah Cristal bersemu, dia segera beranjak dengan terburu-buru dan melangkah menuju kamar. Angela kembali memanggil ibunya bahkan gadis itu pergi ke dapur untuk mencari ibunya
"Angela, Mommy di sini!"
"Mommy, kenapa Mommy bisa berada di kamar Uncle?" tanya Angela seraya berlari ke arah ibunya.
"Mommy tidur di sini, Sayang."
"Apa? Mommy curang! Angela juga mau!" ucap Angela.
"Wah, jadi Angela juga mau tidur dengan Uncle?"
"Tentu saja, Mommy curang!" teriaknya lagi seraya masuk ke dalam.
Cristal tersenyum, pintu kamar pun ditutup. Angela berlari ke arah ranjang di mana Gail masih berbaring. Gadis itu bahkan melompat naik ke atas ranjang.
"Good morning, Uncle," sapanya sambil tersenyum manis.
"Morning, kenapa begitu senang?"
"Tentu saja, Angela sangat senang karena ada Uncle bersama dengan Angela."
Gail mengusap kepalanya, Angela semakin mendekatinya karena dia ingin dekat dengan Gail yang dia anggap seperti ayahnya bahkan pagi ini dia ingin melontarkan pertanyaannya apakah Gail mau menjadi ayahnya atau tidak.
__ADS_1
"Apa Uncle tidur dengan Mommy semalam?" tanyanya.
"Hm, apa Angela juga mau tidur bersama?"
"Apakah boleh?" tanya Angela penuh harap.
"Tentu saja, Uncle tidak keberatan!"
"Mommy dengar, Angela boleh tidur dengan Uncle," senyum Angela semakin manis, Cristal naik ke atas ranjang dan bergabung dengan mereka.
"Bagus, kita bisa tidur bersama," ucap ibunya.
"Kemari'lah!"
Cristal berbaring di sisi kanannya, sedangkan Angela berada di sisi kirinya. Entah kenapa dia jadi merasa dua bunga berada di tangannya.
Senyum Angela masih mekar, ini pagi yang berbeda bagi dirinya. Dia merasa memiliki ayah lagi. Tidak saja Angela yang merasa pagi ini terasa berbeda, Gail juga demikian karena dia merasa memiliki keluarga, keluarga yang sangat dia impikan sejak lama.
"Uncle, bolehkah Angela bertanya sesuatu pada Uncle?" tanya Angela.
"Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Daddy Angela sudah lama tiada, Angela juga sangat merindukannya tapi Daddy Angela sangat jahat karena Daddy hanya bisa membuat Mommy berada di dalam kesulitan saja tapi Uncle Gail sangat jauh berbeda dengan Daddy. Angela tidak pernah melakukan apa yang kita lakukan dengan Daddy karena Daddy tidak punya waktu untuk Angela."
"Tentu saja, Uncle. Angela tidak pernah bermain dengan Daddy bahkan Daddy tidak mau mencicipi makanan yang Angela buat. Sebab itu Uncle sangat berbeda dengan Daddy jadi maukah Uncle menjadi Daddy Angela?" Angela menatapnya dengan tatapan penuh harap.
Cristal tersenyum, dia harap Gail tidak mengecewakan putrinya dan menjawab mau walau hanya sebatas panggilan saja.
"Kenapa Uncle tidak menjawab, apa Uncle tidak mau menjadi Daddy Angela?" tanya Angela lagi, ekspresi wajahnya mulai terlihat sedih karena dia pikir keinginannya ditolak.
"Uncle mau, tapi semua itu tergantung ibumu," ucap Gail.
"Hei, kenapa jadi aku?" tanya Cristal heran.
"Tentu saja, jawabanku tergantung jawaban yang akan kau berikan nanti. Aku tidak keberatan menjadi ayah Angela asal kau mau menikah denganku," ucap Gail tanpa ragu.
"Apa?" Cristal terkejut mendengar ucapan Gail. Walau Gail pernah mengatakannya tapi dia kira Gail hanya bercanda saja.
"Yeay, lamaran!" Angela melompat karena senang.
"Apa Uncle akan melamar Mommy di tempat romantis nanti?" tanya Angela dengan tatapan mata berbinar.
"Angela, tidak boleh seperti itu. Uncle sibuk dan tidak bisa," ucap ibunya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku akan melamar kalian berdua nanti."
"Apa? Hei, apa maksudmu ingin melamar kami berdua?" tanya Cristal tidak mengerti.
"Tentu saja aku harus melamar kalian berdua, kau menjadi istriku dan Angela menjadi putriku," ucap Gail tanpa memikirkan bagaimana dia harus melakukannya nanti.
"Yes, Angela sudah tidak sabar!" Angela melompat di atas ranjang karena dia senang.
"Angela, jangan seperti itu!" pinta ibunya.
"Tidak apa-apa, aku senang jika kalian senang!"
"Terima kasih, Gail," Cristal memberikan ciuman di pipinya.
Angela kembali berbaring dan memeluknya, dia sangat senang begitu juga Cristal. Mereka berbaring bersama, berbincang tapi tidak lama karena Angela harus pergi ke sekolah.
Cristal mengajak putrinya untuk mandi, Gail juga masuk ke dalam kamar mandi karena dia juga harus bersiap-siap pergi ke kantor.
Pakaian sudah dikenakan, dasi pun sudah terikat. Jam tangan digunakan dan setelah itu Gail mengambil ponselnya. Sebuah pesan menarik perhatiannya, Gail pun membaca pesan yang dikirimkan oleh sahabatnya.
Gail melangkah keluar, sepertinya Cristal harus tahu akan hal ini. Dia pasti sudah sangat ingin tahu kenapa suaminya berhutang dan untuk apa uang itu.
Cristal membuat makanan di dapur saat Gail mencarinya. Gail menghampirinya dan memberikan ciuman di pipinya.
"Aku sudah mendapatkan informasinya," ucap Gail dengan nada pelan.
"Informasi apa?" tanya Cristal tidak mengerti.
"Informasi akan hutang yang ditinggalkan oleh suamimu. Kenapa dia meminjam banyak uang dan untuk apa uang itu."
Mata Cristal melotot, apa Gail serius sudah mendapatkan informasinya? Dia tampak tidak percaya, Gail mengusap wajah Cristal perlahan.
"Aku akan mengambil informasi itu dari sahabatku nanti siang."
"Apakah aku boleh ikut??" tanya Cristal.
"Kau mau ikut?"
"Tentu saja, ajak aku. Aku sudah sangat ingin tahu akan hal ini begitu lama," jawab Cristal. Dia harap Gail mengajaknya serta.
"Baiklah, aku akan menjemputmu nanti!!"
"Terima kasih."
__ADS_1
Gail mengusap kepalanya dan berlalu pergi menghampiri Angela. Cristal diam saja, memandangi serbuk kopi yang ada di dalam gelas. Dia sungguh penasaran kenapa Alvin berhutang begitu banyak bahkan sampai menggunakan namanya. Semoga saja apa yang dia duga selama ini salah tapi bagaimana jika dugaannya benar?