Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 39


__ADS_3

Gail berada di sisi kolam renang malam itu, menunggu Cristal yang ingin berbicara dengannya. Cristal sedang menemani Angela tidur, malam ini putrinya terlihat senang karena semua makanan yang dia buat di makan oleh Gail dan dia juga mendapat pujian dari pria itu.


Sungguh mantan mafia yang manis, rupa dan tindakannya sangat jauh berbeda. Semula dia mengira Angela akan terus takut dengan Gail karena pria itu sulit tersenyum tapi ternyata semua di luar dugaannya. Senyum Angela masih mekar, tentunya hal itu membuat Cristal sangat bahagia.


"Kau terlihat begitu senang, Sayang?"


"Tentu saja, Mommy. Angela sangat menyukai Uncle Gail. Yang Mommy katakan sangat benar, Uncle menakutkan seperti Hulk tapi dia sangat baik," ucap Angela sambil tersenyum manis.


"Bagus, Mommy senang mendengarnya."


"Mom," Angela memeluk ibunya, "Apakah Uncle bisa menjadi Daddy Angela suatu saat nanti?" tanyanya.


Cristal terkejut mendengar pertanyaan putrinya, dia diam saja karena dia tidak tahu harus menjawab apa untuk pertanyaan putrinya yang satu ini.


"Kenapa Mommy tidak menjawab Angela? Apakah Uncle Gail tidak bisa menjadi Daddy Angela? Selama Daddy masih hidup, Daddy tidak pernah begitu menyayangi Angela, Angela justru lebih menyukai Uncle dari pada Daddy karena Uncle begitu menyayangi Angela."


"Mommy tidak bisa menjawabnya, Sayang. Tapi Angela bisa menanyakan hal itu pada Uncle secara langsung apakah dia mau menjadi Daddy Angela atau tidak."


"Benarkah, apakah Uncle tidak akan marah?" tanya Angela.


"Tentu saja tidak, bukankah Angela berkata jika Uncle sangat baik? Jadi dia tidak akan marah hanya karena Angela bertanya."


"Jika begitu, Angela ingin cepat tidur agar hari esok cepat datang sehingga Angela bisa bertanya pada Uncle."


"Gadis pintar, segeralah tidur," Cristal mencium dahi putrinya dan mengucapkan kata selamat malam.


Angela tersenyum manis, ucapan selamat malam pun dia ucapkan sebelum tidur. Cristal masih berada di kamar putrinya sampai akhirnya Angela tertidur.


"Good night, Honey," Cristal mencium dahi putrinya sebelum keluar dari kamar.


Gail bilang akan menunggunya di kolam renang jadi dia segera pergi ke kolam renang. Asap rokok terlihat dari sebuah kursi, Gail pasti sedang menunggunya di sana jadi Cristal segera menghampiri kursi itu. Gail melihat ke arahnya saat Cristal menghampirinya. Rokok pun dimatikan, Cristal tersenyum dan duduk di sisinya.


"Maaf jika aku lama," ucapnya basa basi.

__ADS_1


"Apa Angela sudah tidur?"


"Hm, malam ini dia sangat senang. Terima kasih, semua berkatmu."


"Tidak, aku tidak melakukan apa pun!" ucap Gail. Rokok kembali diambil, entah sudah berapa banyak rokok yang dia habiskan dia sendiri tidak tahu.


"Lagi-Lagi merokok!" Cristal merebut rokok yang hendak Gail bakar


"Apakah kau tidak bisa berhenti?" tanyanya sambil menginjak rokok yang dia ambil sampai hancur.


"Tidak, rasanya aneh saat tidak merokok!"


"Apa tidak bisa dialihkan dengan hal lain?"


Gail berpaling dan melotot ke arah Cristal, Cristal jadi tidak enak hati. Tidak seharusnya dia banyak bertanya, mungkin saja Gail sedang marah saat ini.


"Ma-Maaf, aku tidak bermaksud?"


"Kau boleh meminta apa pun padaku tapi yang satu itu tidak bisa, aku juga ingin berhenti tapi tidak bisa"


"Jadi, apa kau sudah melihat keadaan ibu mertuamu?" Gail merangkul pinggang Cristal dan menariknya mendekat.


"Tidak, mereka tidak mengijijnkan aku untuk melihat jenazahnya tapi aku sudah tahu penyebab kematiannya."


"Oh, ya?" Gail pura-pura terkejut.


"Aku takut, Gail."


"Apa yang kau takutkan?" Gail berpaling dan melihatnya sejenak.


"Aku selalu takut dengan banyak hal tapi kejadian yang menimpa ibu mertuaku semakin membuat aku takut. Entah siapa yang telah meracuni ibu mertuaku, aku sungguh takut karena bisa saja para penagih hutang yang ditinggalkan oleh suamiku yang melakukannya tapi yang paling membuat aku takut adalah, aku takut Angela jadi terlibat dengan masalah ini," ucap Cristal.


Cristal menunduk, dia terlihat rapuh. Semua kesulitan dalam hidupnya belum dia lewati, dia belum bisa menjalani hidupnya dengan tenang sekalipun dia tinggal dengan Gail saat ini.

__ADS_1


"Tidak perlu takut, kalian sudah bersama denganku sekarang."


"Tapi, Gail. Kau hanya seorang diri saja, bagaimana jika yang harus kau lawan nanti ada beberapa orang? Sekalipun kau hebat tapi kau tidak bisa mengalahkan banyak orang terlebih aku tidak mau kau dalam bahaya karena masalah yang aku hadapi."


"Apa kau meremehkan aku, Cristal? Apa kau meremehkan aku?" tanya Gail dengan nada tidak senang.


"Aku tidak meremehkan dirimu, Gail. Aku tahu kau mampu tapi tetap saja, aku khawatir."


"Jika begitu kau harus menjaga Angela dengan baik. Aku tidak bisa selalu menjaga kalian karena aku harus bekerja. Aku juga tidak mau mengecewakan bosku karena masalah pribadi jadi aku harap kau menjaga Angela dengan baik. Kapan ibu mertuamu bisa di makamkan? Katakan padaku karena aku yang akan mengurusnya dan kalian tidak perlu pergi ke rumah sakit lagi!"


"Dua hari lagi."


"Jika begitu serahkan semuanya padaku!"


"Terima kasih, Gail," Cristal mencium pipinya, dia benar-benar bersyukur bertemu dengan pria itu.


"Aku tidak menduga akan jadi seperti ini. Dulu aku mengira kau adalah penagih hutang dan akan mengejar aku seperti yang lainnya tapi ternyata kau di luar dugaan. Tidak saja memberikan tempat aman, tapi kau juga memberikan kebahagiaan pada putriku. Kau bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku tapi kau justru memilih aku.  Aku sungguh berterima kasih padamu."


"Tidak perlu berterima kasih, sudah aku katakan padamu jika perasaan yang tumbuh di hatiku ini tumbuh begitu saja tanpa aku inginkan. Kau memang bukan satu-satunya wanita yang aku kenal tapi kau adalah satu-satunya wanita yang aku anggap spesial."


Cristal tersenyum, apa itu ungkapan cinta? Dia rasa demikian apalagi Gail bukan pria yang bisa berbicara manis dan romantis.


"Terima kasih," Cristal bersandar di bahunya sambil tersenyum. Dia sudah pernah jatuh cinta, dia juga bukan gadis remaja namun dia kembali jatuh cinta pada mantan mafia yang begitu baik dan menyayangi putrinya.


"Sudah malam, sebaiknya kita masuk ke dalam," Gail mengangkat dagunya sedikit dan mencium bibirnya.


"Bibirmu dingin dan bau rokok," ucap Cristal.


"Jika begitu kau bisa menghangatkannya!" Gail mencium bibir Cristal kembali, kali ini bukan ciuman ringan namun ciuman penuh naf*su. Cristal juga tidak menolak, lagi pula mereka sudah melakukannya.


Gail mengusap pipi Cristal dengan perlahan dan setelah itu dia berkata, "Ayo kita lanjutkan di kamar," Ciumannya pun mendarat di pipi Cristal.


"Sepertinya kau sudah ketagihan!"

__ADS_1


"Salahkan dirimu yang begitu menggoda!"


Cristal kembali tersenyum, dia tidak menyangka single mother yang memiliki banyak masalah seperti dirinya bisa menarik perhatian pria seperti Gail. Mereka berdua beranjak, Cristal sudah berada di gendongan Gail saat itu. Mereka berdua masuk ke dalam sambil berciuman yang pasti mereka akan mengulangi malam panas penuh gairah yang tidak akan Gail lewatkan.


__ADS_2