Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 44


__ADS_3

Leona masih menunggu jawaban dari Lucius. Dia ingin tahu apa sebenarnya yang diinginkan oleh pria itu. Dia bukan orang bodoh yang bisa dimanfaatkan dengan mudah apalagi oleh pria yang tidak dia kenal sama sekali. Tatapan mata Leona tidak lepas dari Lucius, pria itu tersenyum dan terlihat mesum. Dia sungguh tidak suka, apalagi dengan pria mesum seperti Lucius.


Kenapa dia begitu tergila-gila dengan Gail? Itu karena Gail tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita mana pun saat dia menjadi tangan kanan ayahnya. Dia tidak tahu Gail pernah menjalin hubungan dengan wanita sebelumnya atau tidak sebelum ayahnya membawa pria itu dari jalanan, tapi yang pasti baginya Gail adalah pria yang begitu sempurna.


Selain wajah tampan yang Gail miliki, kekejaman dan kehebatannya dalam menghabisi musuh sungguh membuatnya kagum. Di balik sikap dingin yang Gail tunjukkan dia tahu ada kelembutan walau Gail tidak pernah mengekspresikan bagaimana perasaannya tapi dia bisa melihat, pria yang tidak berhubungan dengan wanita ja*ang seperti anak buah ayahnya yang lain itu, memiliki sisi lain di balik sikap dingin dan kejamnya.


"Jangan berlama-lama, aku tidak punya banyak waktu untuk menunggumu!" ucap Leona kesal.


"Aku tahu kau menyukai Gail Bernard tapi dia menolakmu karena seorang wanita."


"Lalu apa urusannya denganmu?" tanya Leona dengan nada tidak senang.


"Aku ingin mengajakmu bekerja sama. Aku akan membantumu mendapatkan Gail Bernard dan kau membantuku mendapatkan wanita yang sedang bersama dengannya saat ini," ucap Lucius.


"Cih, aku tidak berminat memisahkan Gail dengan istrinya!" tolak Leona.


"Istrinya?" tanya Lucius dan tidak lama kemudian, Lucius tertawa terbahak-bahak. Gail pasti sudah menipu Leona agar wanita itu tidak mengganggunya dan bodohnya Leona Pierce percaya begitu saja.


"Hentikan tawa jelekmu itu, tidak ada yang lucu!" ucap Leona. Dia tampak semakin kesal karena Lucius menertawakan dirinya.


"Sorry, aku tidak bermaksud menertawakan dirimu tapi aku tertawa karena perkataanmu saja."


"Apa ada yang lucu?"


"Tentu, sesungguhnya dia belum menikah. Dia hanya menipumu saja."


"Apa? Tidak mungkin!" Leona tampak tidak percaya.


"Apanya yang tidak mungkin, apa kau tidak mencari tahu? Dia hanya menipu dirimu saja!"

__ADS_1


"Sialan!" Leona menggebrak meja dengan kedua tangannya dan tampak murka. Dia sudah menebak hal ini sebelumnya tapi dia tidak menduga jika tebakannya benar. Seharusnya dia semakin curiga, pria kaku seperti Gail tidak mungkin dekat dengan wanita apalagi menikah.


"Bagaimana, apa kau bersedia bekerja sama denganku? Kita saling menguntungkan jadi pertimbangkanlah!"


Leona tidak menjawab, tatapan mata tidak lepas dari Lucius. Siapa sebenarnya pria itu? Untuk hal serius seperti ini sebaiknya dia membahasnya dengan sang ayah apalagi ayahnya lebih mengenal Gail. Jangan sampai dia mengambil keputusan yang salah sehingga membuat ayahnya murka karena dia tahu, jika ayahnya disuruh memilih antara Gail dan dirinya, ayahnya pasti akan memilih Gail yang bisa menjadi penerusnya.


"Kenapa kau tidak menjawab, Leona Pierce? Apa kau tidak tertarik sama sekali?"


"Tentu saja tidak, apa aku terlihat begitu mudah kau ajak bekerja sama? Aku tidak tertarik sama sekali!" tolak Leona.


"Kenapa, bukankah kau menyukai Gail?"


"Siapa sebenarnya kau?" Leona balik bertanya.


"Lucius, ayahmu pasti tahu. Kau boleh menolak sekarang tapi pikirkanlah dan cari aku setelah kau berubah pikiran," ucap Lucius seraya beranjak. Kedua anak buah Leona yang berada di belakang Lucius melangkah mundur. Mereka membiarkan Lucius pergi dari tempat itu.


Leona memandangi kepergian Lucius dengan banyak pikiran, apakah pria itu mengajaknya bekerja sama hanya demi mendapatkan seorang wanita? Sebaiknya dia pulang dan membahas hal ini dengan ayahnya, ayahnya pasti memiliki keputusan yang tepat apalagi pria yang bernama Lucius itu berkata jika ayahnya mengenalnya.


"Dasar kalian semua tidak becus!" teriak Leon Pierce. Leona tidak berani mendekati ayahnya, dia tidak mau jadi sasaran empuk atas kemarahan ayahnya. sepertinya hanya Gail saja yang bisa memberikan hasil memuaskan untuk ayahnya. Dia tahu ayahnya tidak pernah seperti itu ketika Gail menjadi tangan kanan sang ayah sebab itu Leon seperti kehilangan kaki kanan saat Gail mengundurkan diri.


Leona memilih masuk ke dalam kamar, memikirkan tawaran yang diberikan oleh Lucius. Dia berpikir cukup lama dan keluar dari kamar setelah suara ayahnya yang marah sudah tidak terdengar lagi.


Leona mencari ayahnya dengan segelas minuman hangat. Ayahnya tampak sedang memijit pelipis karena kepalanya yang sedang pusing. Leona menghampiri ayannya, meletakkan gelas minuman ke atas meja dan setelah ituLeona berdiri di belakang ayahnya.


"Apa yang terjadi, Dad?" tanyanya sambil memijat bahu ayahnya.


"Mereka semua tidak becus. Aku sungguh berharap Gail mau kembali dan menjadi penerusku," ucap ayahnya. Napas berat pun dihembuskan, sangat sulit mencari orang kepercayaan seperti Gail sebab itu dia sangat berharapĀ  Gail mau kembali.


"Daddy benar-benar mengharapkan dia kembali?"

__ADS_1


"Tentu saja, kau bisa melihat mereka semua tidak ada yang becus. Aku benar-benar menyesal membiarkannya pergi. Sepertinya aku harus menemuinya lagi dan membujuknya. Mungkin aku juga harus menemui bos barunya dan berbicara dengannya."


"Untuk apa, Dad. Gail akan marah dan membencimu jika kau sampai menemui bos barunya!"


"Kau benar!" napas berat pun kembali dihembuskan. Harusnya dia memberi syarat lain saat Gail mau mengundurkan diri. Seandainya dia tahu Leona menyukai Gail, maka dia akan meminta Gail menikahi Leona saat dia ingin keluar dari organisasi karena jika Gail menyetujuinya, sekalipun dia sudah keluar dari Organisasi maka dia tetap terikat dan tentunya penerus mereka yang akan menjadi penerus jika Gail tidak mau.


"Dad, apa kau mengenal Lucius?" tanya Leona.


"Kenal, kenapa?" tanya ayahnya.


"Dia baru saja menemui aku dan mengajak aku bekerja sama."


"Jangan kau hiraukan dia, dia hanya pria licik yang selalu memanfaatkan keadaan!"


"Benarkah?" sudah dia duga ada niat terselubung dari pria itu.


"Aku sudah tahu sepak terjangnya, apa kau tidak percaya padaku?"


"Bukan begitu, Dad. Dia mengajak aku bekerja sama karena dia tahu aku menyukai Gail dan apa Daddy tahu? Gail menipu kita dengan mengatakan jika dia sudah menikah."


"Apa, benarkah?" Leon tampak terkejut.


"Lucius yang mengatakannya. Sepertinya Gail merebut wanita yang dia inginkan, sebab itu dia mengajak aku bekerja sama."


"Hng, sudah bisa dekat dengan wanita rupanya. Seharusnya kita curiga saat dia mengatakan jika dia sudah menikah. Dulu dia tidak pernah mau dengan wanita mana pun padahal aku sudah memerintahkannya untuk memilih. Sungguh pandai menipu!" ucap Leon dengan kemarahan di hati karena Gail sudah menipunya.


"Jadi bagaimana, Dad?"


"Serahkan padaku. Walau Lucius senang memanfaatkan keadaan untuk kepentingannya tapi sepertinya kali ini kita juga bisa memanfaatkan dirinya. Kau pasti akan mendapatkan Gail dan dia akan meneruskan organisasi nantinya. Aku akan pergi menemui Lucius untuk membahas hal ini lebih lanjut."

__ADS_1


Leona tersenyum, keputusannya untuk membahas hal ini pada ayahnya ternyata tidak salah. Kali ini dia yakin ayahnya dapat membawa Gail kembali sehingga dia bisa menikah dengan Gail. Seperti ayahnya yang menganggap tidak ada yang bisa menggantikan Gail, Leona juga menganggap seperti itu karena baginya tidak ada yang pantas untuk menjadi pendamping hidupnya selain Gail.


__ADS_2