Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 68 End


__ADS_3

Kehidupan mereka sudah berubah, mau tidak mau Gail memimpin organisasi menggantikan Leon. Dia tidak bisa menghindari itu, dia juga tidak bisa membubarkan organisasi itu karena begitu banyak anak buah yang akan kehilangan pekerjaannya.


Dengan aset yang Leon miliki, Gail membangun sebuah bisnis sehingga para anak buah yang ditinggalkan oleh Leon tetap memiliki pekerjaan. Gail membiarkan mereka yang mengendalikan bisnis, sedangkan dia lebih suka menjadi asisten Orland tapi dia tetap melibatkan diri dalam bisnis itu jika dibutuhkan.


Walau rumah yang ditinggalkan oleh Leon cukup besar, namun dia tidak membawa Cristal dan Angela tinggal di sana. Lagi pula dia tidak suka tempat itu, dia juga tidak menjualnya dan membiarkan para anak buahnya tinggal di rumah itu.


Rumah itu bahkan dia gunakan untuk menampung beberapa anak jalanan yang tidak memiliki rumah seperti dirinya dulu. Gail bahkan membiayai anak jalanan itu bersekolah tentunya semua biaya itu dari bisnis yang dia bangun. Dulu dia sangat ingin merasakan bangku sekolah, dia ingin bisa diterima di masyarakat sebab itu dia membantu beberapa anak jalanan agar mereka bisa memiliki masa depan.


Cristal tidak marah, dia juga tidak keberatan. Lagi pula dia tidak ikut campur apalagi yang dilakukan oleh Gail adalah untuk kebaikan. Dia justru senang karena di balik wajah tidak bersahabatnya, tersimpan rasa peduli yang cukup besar.


Gail juga memerintahkan dua anak buahnya untuk berjaga di rumah saat dia pergi bekerja. Walau masalah hutang yang ditinggalkan oleh suami Cristal sudah selesai tapi Itu dilakukan karena Cristal sedang hamil besar. Tidak saja untuk menjaga Cristal, mereka juga ditugaskan untuk mengantar Angela ke sekolah. Angela tidak takut lagi karena sudah mengenal mereka.


Cristal sedang termenung di meja makan, semangkok salad berada di atas meja namun dia tidak berselera. Dia sangat menginginkan sesuatu tapi dia tidak tahu apa. Cristal terlihat gelisah dan beranjak pergi. Langkahnya terhenti saat melihat foto pernikahannya dengan Gail di ruang tamu.


Cristal kembali melangkah, entah kenapa tiba-tiba dia ingin melihat sesuatu. Dengan ekspresi wajah Gail yang kaku dia jadi sangat ingin melihatnya jika dia? Sepertinya bukan ide buruk, dia akan meminta seorang anak buah untuk membeli bahan-bahannya.


Rasanya sudah tidak sabar menunggu Gail pulang. Dia bahkan mengatakan keinginannya pada Angela. Angela bersorak senang mendengar keinginan ibunya. Sang anak buah kembali tidak lama sambil membawa apa yang Cristal inginkan, Angela kembali bersorak karena gembira setelah melihat apa yang ibunya beli.


"Segera minta Daddy pulang, Mom," pinta Angela.


"Tidak, Sayang. Jangan ganggu Daddy bekerja. Sebentar lagi Daddy akan pulang jadi bersabarlah."


Angela mengangguk dan tersenyum manis, tugas sekolah segera dikerjakan sampai selesai dan setelah itu Angela membantu ibunya membuat makanan. Mereka berdua menunggu Gail kembali dan ketika Gail masuk ke dalam rumah, Angela berteriak senang.


"Daddy, ayo cepat mandi!"


Gail sangat heran, kenapa begitu bersemangat? Gail menggendong Angela sebelum menghampiri Cristal


"Kenapa kalian begitu bersemangat?" tanya Gail sambil memberikan ciuman di pipi istrinya. Angela diturunkan dari gendongan karena dia ingin mengusap perut istrinya yang besar.


"Bagaimana dengannya?" Gail mencium perut Cristal lalu kembali mencium pipinya lagi.


"Semua baik-baik saja jadi pergilah mandi, kami ingin mengajakmu bermain setelah makan malam."


"Bermain?" firasat buruk, dia merasa istri dan putrinya merencanakan sesuatu.


"Cepat, Dad!" Angela memegangi tangannya dan menggoyangnya.


"Firasatku buruk, apa yang kalian rencanakan?" tanyanya curiga.


"Tidak ada, Mommy dan aku juga adik bayi ingin bermain dengan Daddy!"


"Bukan permainan aneh, bukan?"


"Tentu saja tidak!" jawab Angela sambil tersenyum manis.


"Baiklah, Daddy akan mandi terlebih dahulu."


Walau dia curiga tapi dia tidak bisa menolak. Gail pergi mandi, lalu makan malam bersama dengan keluarga kecilnya. Yang awalnya tidak ada pelayan, kini dia mengambil seorang pelayan agar Cristal tidak melakukan pekerjaan rumah. Dia tidak mau istrinya lelah sehingga mengganggu kandungannya.


Setelah makan, Angela menarik tangan Gail menuju ruangan bermain. Alat-Alat yang dibeli berada di sana, Angela tidak sabar, Gail curiga dan benar saja, saat Angela mengeluarkan sebuah gaun dengan model seperti yang dikenakan oleh Princess Elsa dan meminta Gail menggunakannya, Gail jatuh terduduk di kursi dan terlihat tidak bersemangat.


"Ayo, Dad. Adik bayi sudah tidak sabar," ucap Angela.

__ADS_1


"Ini pasti keinginanmu, bukan?" Gail melihat ke arah Cristal.


"Aku ingin melihatnya. Setelah kau menggunakan gaun itu, aku ingin melihatmu menari sambil menyanyikan lagu Let It Go bersama Angela."


"What? Are you kidding?" Gail melotot dengan ekspresi tidak senang.


"Please, kali ini saja," pinta Cristal memohon.


"Ayo, Dad. Angela sudah tidak sabar!"


Cristal tersenyum, Gail tampak frustasi. Angela terus menarik tangannya sehingga mau tidak mau Gail mengikuti permintaan mereka. Gaun dikenakan, wajahnya pun di rias oleh istri dan juga putrinya. Rambut palsu berwarna putih dikenakan, sebuah mahkota juga sudah berada di atas kepala. Penampilannya dibuat seperti Elsa semirip mungkin.


Gail tidak berdaya, dia hanya bisa pasrah. Biarlah, lagi pula ini bukan yang pertama kali. Dandanan sudah selesai, Angela begitu senang. Cristal tidak bisa menahan tawa melihat penampilan suaminya yang luar biasa.


"Apa sudah puas?" tanya Gail.


"kau belum bernyanyi," ucap Cristal di sela tawanya.


"Ayo, Dad. Angela suka dengan lagunya," Angela benar-benar senang bisa bermain Princess dengan ayahnya.


"Astaga, semoga anak laki-lakiku segera lahir!" ucap Gail sambil menggeleng.


Cristsal kembali tertawa, walau harus melakukan hal seperti itu lagi tapi dia senang-senang saja apalagi istri dan putrinya senang. Lagu sudah diputar, Angela memang suka menonton film tersebut. Gail tidak bersuara saat Angela menariknya dan mengajaknya menari seperti yang Princess Anna lakukan di awal film. Ternyata anak perempuan suka yang seperti itu.


Cristal kembali tertawa, perutnya bahkan terasa nyeri akibat terlalu banyak tertawa. Dia kira itu hanya nyeri biasa tapi nyeri itu semakin terasa. Dia bahkan merasa tidak nyaman, jangan-jangan sudah waktunya.


"Gail," Cristal memanggil, Gail berpaling ke arahnya dan mendapati Cristal sedang kesakitan.


"Apa yang terjadi?" Gail menghampirinya dengan terburu-buru.


"Apa sudah waktunya?" rambut palsu dilepaskan, Gail tampak khawatir.


"Mommy kenapa?" Angela terlihat cemas.


"Sepertinya adik bayi sudah mau dilahirkan, Sayang," jawab Cristal sambil menahan sakit.


"Benarkah?" kini Angela terlihat senang.


"Jangan banyak bicara, ayo ke rumah sakit!" Gail menggendong Cristal tanpa membuang waktu.


Gail membawa Cristal dengan terburu-buru, kedua anak buah yang ada di depan pintu terkejut melihat penampilannya. Tidak saja mereka, orang-orang yang ada di rumah sakit juga terkejut. Gail tidak peduli, istrinya lebih penting apalagi Cristal semakin kesakitan.


Angela menangis mengikuti mereka, itu karena dia tidak tega melihat ibunya yang menangis. Para perawat yang menangani Cristal berusaha menahan tawa, itu karena make up yang Gail gunakan belum dihapus ditambah dia belum melepas gaun yang dia gunakan.


Walau harus menjadi pusat perhatian, Gail tidak mempedulikannya. Dia sangat ingin menemani Cristal tapi dia harus menjaga Angela dan menenangkannya. Cristal berjuang melahirkan bayinya dan pada akhirnya, bayi laki-laki mereka yang tampan dilahirkan.


Gail diperbolehkan masuk bersama Angela. Angela segera berlari untuk melihat adik kecilnya, sedangkan Gail menghampiri Cristal. Wajah sudah dicuci dan gaun sudah dilepas. Beruntungnya baju yang dia kenakan tadi tidak dilepaskan sehingga dia bisa melepaskan gaun itu dan pergi mencuci wajahnya.


"Bagaimana? Maaf aku tidak menemani dirimu," Gail menunduk untuk memberikan ciuman di dahi.


"Tidak apa-apa, kenapa kau melepas gaunmu?" goda Cristal.


"Ayolah, ini hal paling memalukan bagiku tapi semua itu tidak berarti agar kau baik-baik saja dengan bayi kita."

__ADS_1


"Terima kasih," Cristal melihat ke arah Angela yang sangat senang melihat adik bayinya, "Apa kau sudah menyiapkan nama untuknya?" tanyanya.


"Tentu, Edwin Bernard. Kau tidak keberatan nama ini, bukan?"


"Tentu tidak semoga dia seperti dirimu kelak."


Gail mengusap dahi istrinya, sudah pasti karena dia yang akan mendidik putranya secara langsung. Apa yang dia alami dulu tidak boleh dialami oleh putra dan putrinya karena mereka adalah harta paling berharga yang dia miliki. Edwin dibawa pada mereka, Angela begitu heboh karena dia juga ingin menggendong namun tidak diperbolehkan.


Cristal menggendong bayinya, dia tampak bahagia. Gail melihat bayi mungil yang berada di dalam gendongan istrinya, Gail tersenyum setelah melihat bayi yang begitu mirip dengannya.


"Dia mirip denganmu," ucap Cristal.


"Yeah," Gail memegangi tangan kecil putranya. Kebahagiaan memenuhi hati. Senyumnya bahkan masih mengukir di bibir karena dia dia benar-benar bahagia.


"Akhirnya kau tersenyum juga," ucap Cristal. Itu kejadian langka yang tidak boleh dia lewatkan.


"Aku bahagia memiliki kalian, terima kasih," Gail mencium dahi putranya lalu mencium istrinya. Angela berada di dalam gendongannya setelah itu. Dia benar-benar bahagia karena dia sudah memiliki keluarga yang lengkap.


Walau dia anak jalanan tanpa orangtua, pada akhirnya dia mendapatkan apa yang sangat dia impikan sejak dulu. Dia tidak menyesal keluar dari organisasi waktu itu walau dia harus kembali lagi. Satu hal yang sangat dia syukuri waktu itu adalah bertemu dengan Orland karena jika tidak bertemu dengan bosnya itu, dia tidak akan mendapatkan kehidupan seperti saat ini.


Sekarang semua sudah terasa sempurna. Tidak saja sudah memiliki Angela tapi dia juga memiliki seorang putra yang tentunya, dia memiliki istri yang akan menghabiskan waktu dengannya untuk seumur hidup.


END


Akhirnya selesai. Terima kasih guys sudah mengikuti kisah ini sampai akhir.


Karena banyaknya sensor di apk ini jadi kisah Smith gak bisa aku bawa ke sini lagi dan kisah Jonathan Smith akan aku publish nanti setelah kisah Felix Jackson selesai.


Di sini aku nulis kisah ringan aja, aksi tetap ada tapi untuk adegan yang lain tidak ada. Wkwkwkwk...


Yang mau tahu urutan baca kisah Smith.


1. LOVE LETTER [XIA YU & Michael SMITH}


2. HOT MOTHER AND THE BOS MAFIA { JHON AND SAMANTHA}


3. FALLING IN LOVE WITH YOU {SILVIA AND ABRAHAM}


4. HOT MOTHER AND THE BOS MAFIA 2 {JACON AND ALICE}


5. MY REVENGE { AMANDA DAN EDWARD}


6. 30 DAYS FOR LOVE {OLIVIA DAN LEWIS}


7. HOT MOTHER AND THE BOS MAFIA 3 {KATE AND ALBERT}


8. MY FAKE HUSBAN {IVY DAN HENRY}


9. TWO M SON OF MAFIA AND HIS ANGLE {MATTHEW DAN VIVIAN}


10. TWO M SON OF MAFIA AND HIS ANGEL 2 {MICHAEL DAN MARLINE}


11. BE WITH YOU\, DAMIAN DAN AINSLEY

__ADS_1


SISANYA MENCAR KARENA APA, SEMENJAK KISAH AINSLEY JALAN CERINYA ANCUR LEBUR AKIBAT SENSOR. WKWKKWKWK..


KISAH MEREKA ADALAH KISAH YANG PALING AKU SUKAI SEBAB ITU AKU SELALU MEMBUAT SEKUELNYA DAN SI KEMBAR 6 NANTI AKAN AKU BUAT JUGA. AKU AKAN TERUS BUAT KISAH MEREKA SAMPAI KEHABISAN IDE. WKWKWK...


__ADS_2