
Gail menuju mobilnya dengan sempoyongan. Darah yang mengalir berusaha di seka menggunakan lengan. Dia harus bisa bertahan agar dia bisa menyelamatkan Angela dan Cristal. Walau seluruh tubuh terasa sakit, tapi dia berusaha untuk bertahan sampai mencapai mobilnya.
Pintu mobil bagian belakang dibuka, pedang dilemparkan masuk ke dalam begitu juga dengan kepala Leon. Gail kembali menyeka darah yang masih mengalir, sebaiknya dia menghentikan darah yang masih mengalir terlebih dahulu jika tidak dia akan mati di jalan. Sebuah kotak obat yang ada di mobil diambil, luka di kepalanya diobati seadaanya.
Gail berharap Cristal dapat menjaga Angela sampai dia tiba tapi perjalanan dari tempat Leon ke tempat Lucius akan memakan waktu yang cukup lama. Apa pun yang Cristal hadapi, dia harap wanita itu cerdik memanfaatkan situasi agar tidak memancing amarah Lucius yang bisa berakibat fatal.
Suara tangisan Angela terdengar di sebuah ruangan di mana sebuah bangunan dijadikan markas oleh Lucius. Angela terbangun terlebih dahulu dan mendapati ibunya terbaring di sisinya dalam keadaan tidak sadarkan diri. Semua itu akibat pukulan keras yang dia dapatkan.
"Mommy, wake up!" Angela mengguncang tubuh ibunya sambil menangis. Gadis malang itu bahkan ketakutan melihat orang-orang yang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Mommy!" Angela berteriak dan kembali mengguncang tubuh ibunya.
Cristal terkejut, kepalanya begitu sakit. Angela memeluknya, tangisannya semakin keras. Dia benar-benar takut apalagi banyak orang asing di sana.
"Angela takut, Mommy. Angela takut!"
Cristal tidak menjawab, dia sedang melihat situasi dan mengingat apa yang terjadi. Dia ingat, sebelum mereka ditangkap saat itu dia dan Angela sudah tidur. Karena hari pertama kepergian Gail tidak terjadi apa pun jadi dia mengira situasi aman.
Dia bahkan baru saja terlelap saat terdengar suara teriakan Alston disusul dengan suara tembakan. Entah apa yang sedang terjadi tapi Cristal berusaha menyembunyikan Angela. Pistol yang diberikan oleh Gail sudah berada di tangan. Cristal menyembunyikan Angela ke dalam lemari namun sayang, penjahat lebih cerdik apalagi Lucius menginginkan Angela karena gadis itulah kelemahan Cristal dan gadis itu pula yang akan membuat Cristal membuka kedua kakinya dengan senang hati.
"Mommy, Angela takut. Ayo cepat hubungi Uncle dan minta dia datang," pinta Angela di sela tangisannya.
"Jangan takut, Sayang. Uncle pasti akan segera datang," hibur Cristal.
'"Apakah masih lama, Mom? Angela takut," Angela memeluk ibunya dengan erat.
"Semoga tidak," Cristal berusaha menghibur. Bukan Angela saja yang takut tapi dia juga takut apalagi dia tahu siapa yang melakukan hal itu. Semua pasti ulah Lucius tapi asalkan Angela tidak terluka dia bersedia melakukan apa pun.
Tebakannya tidaklah salah, Lucius masuk ke dalam ruangan itu. Cristal menatapnya dengan tatapan tajam tapi pria itu justru menyeringai lebar seolah-olah dia sangat senang di tatap seperti itu oleh Cristal.
"Sepertinya kau tidak terkejut melihatku, Cristal Aaron," ucap Lucius.
"Untuk apa aku terkejut? Tidak ada baj*ngan lain selain dirimu yang melakukan hal ini!"
"Ha... Ha... Ha...!" Lucius tertawa terbahak. Dia senang wanita itu marah, api gairahnya semakin terbakar melihat kemarahannya dan dia semakin tidak sabar untuk menikmati tubuh Cristal Aaron.
__ADS_1
"Marahlah, Cristal Aaron. Memaki'lah karena semakin kau marah dan semakin kau memaki, aku semakin ingin memiliki dirimu. Amarahmu membuat api gairahku semakin terbakar, aku juga sudah tidak sabar melihat kemarahanmu saat aku sedang menikmati tubuhmu!"
"Kau hanya pria gila yang tidak normal!" teriak Cristal marah.
Tawa Lucius kembali terdengar, Angela semakin ketakutan dibuatnya. Cristal memandangi pria itu dengan tatapan penuh kebencian, rasanya ingin memukul pria itu sampai mati tapi dia harus pintar menghadapi situasi itu. Jika dia salah mengambil langkah maka Angela bisa celaka.
"Sebenarnya apa maumu, kenapa kau melibatkan putriku?" tanya Cristal.
"Seharusnya kau sudah tahu, Cristal Aaron. Aku sudah memberi peringatan padamu tapi kau tidak juga mengerti dan lebih memilih berlindung pada Gail Bernard!"
"Peringatan apa maksudmu?" tanya Cristal tidak mengerti.
"Apa kau tidak tahu? Akulah yang telah membunuh ibu mertuamu!"
"Apa?" Cristal sungguh terkejut, dia bahkan terlihat sangat shock. Jadi yang meracuni ibu mertuanya adalah Lucius? Oh, betapa bodohnya. Seharusnya dia curiga sejak awal jika pria itulah pelakunya.
"Jika waktu itu kau tidak menyerahkan diri pada Gail Bernard maka putrimu tidak akan terlibat tapi sekarang, semua tergantung dirimu!"
"Apa maksudmu?"
Dua anak buah mendekati mereka, yang satu memegangi Angela dan yang satu memegangi Cristal.
"Mommy!" Angela berteriak ketakutan.
"Lepaskan, jangan sentuh putriku. Jangan menakutinya!" teriak Cristal memohon.
Angela menangis histeris saat dia ditarik pergi, Cristal masih berteriak memohon agar putrinya tidak diperlakukan seperti itu. Tangisan dan teriakan Angela memenuhi ruangan, Cristal juga menangis sambil memohon.
"Lepaskan putriku, jangan memperlakukan putriku seperti itu. Aku mohon padamu!" pintanya.
"Semua tergantung dirimu, jika kau melakukan apa yang aku inginkan maka aku akan memperlakukan putrimu dengan baik!" ucap Lucius.
"Akan aku lakukan, apa pun akan aku lakukan asalkan kau tidak menyakiti putriku!"
"Bagus, bawa dia ke kamarku. Sebaiknya kau tidak melawan jika tidak, aku tidak segan mengantarkan satu persatu potongan anggota tubuh putrimu dan meletakkannya di depan matamu!"
__ADS_1
Cristal ketakutan mendengarnya, dia tahu Lucius tidak bermain-main dengan ucapannya. Sepertinya dia tidak punya pilihan selain melakukan apa yang Lucius inginkan karena dia sungguh tidak punya pilihan jika dia ingin putrinya selamat.
"Beri aku waktu untuk menenangkan putriku. Aku tidak bisa meninggalkan dia dalam keadaan ketakutan seperti itu," pinta Cristal.
Lucius belum menjawab, suara tangisan Angela masih terdengar. Angela bahkan berteriak-teriak memanggil ibunya karena dia benar-benar takut.
"Lima menit, aku beri kau waktu lima menit!" Lucius memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan Cristal dan putrinya dan setelah itu dia keluar dari ruangan itu.
Angela segera berlari menghampiri ibunya dan memeluknya erat, Cristal tidak bisa berbuat banyak karena kedua tangannya yang di borgol. Mereka berdua menangis, Cristal tidak bisa menahan kesedihan di hati, apalagi putrinya harus mengalami hal yang tidak menyenangkan.
"Siapa mereka, Mom? Angela takut," ucap Angela.
"Jangan menangis, Sayang. Semua akan baik-baik saja," hiburnya.
"Apa Uncle akan datang untuk menolong kita, Mom?" tanya Angela sambil menangis terisak.
"Yes, Uncle pasti datang jadi dengarkan Mommy!" Angela sangat ingin mengusap air mata putrinya tapi tidak bisa.
"Angela jadilah anak baik dan tunggu di sini. Uncle pasti akan datang untuk menyelamatkan kita tapi sebelum Uncle datang, Mommy harus menipu pria jahat tadi," ucapnya.
"Tapi Angela takut."
"Mommy juga takut, tapi kita harus memperlihatkan pada Uncle jika kita pemberani. Uncle tidak suka gadis cengeng, Uncle pasti akan memuji Angela jika Angela menunggu di sini dan menjadi anak baik."
"Apakah benar?" Angela menghapus air matanya yang masih mengalir.
"Yes, sebab itu Angela jangan menangis., Mommy pergi sebentar untuk menipu Uncle jahat itu terlebih dahulu."
"Baiklah, Angela akan menunggu Uncle dan menjadi anak baik," ucap Angela.
"Gadis pintar," Cristal berusaha tersenyum walau sesungguhnya dia sangat takut.
Waktu lima menit yang dia miliki sudah habis, dua anak buah Lucius masuk ke dalam ruangan. Cristal tidak melawan saat dibawa keluar, dia melakukan hal itu agar putrinya tidak takut. Cristal meminta putrinya untuk tidak menangis, dia juga memberi isyarat pada Angela untuk jadi anak baik sambil menunggu Gail datang.
Dia sangat berharap Gail sudah mengetahui apa yang terjadi dan segera datang dan sebisa mungkin dia akan berusaha mengulur waktu. Lucius sangat senang melihatnya, saatnya menikmati tubuh Cristal Aaron. Akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan, dia yakin saat ini Gail Bernard sudah mati di tangan Loen.
__ADS_1
"Buka semua pakaianmu!" satu perintah itu membuat Cristal tidak berdaya. Dia sangat tidak ingin tapi jika dia menolak maka Angela mati. Apakah dia memiliki pilihan lain?