
Cristal sudah tidak sabar, dia sudah sangat tidak sabar Gail menjemputnya dan mengajaknya pergi. Hal itu tidak lepas dari rasa ingin tahu akan hutang yang ditinggalkan oleh suaminya dan rasa itu sudah dia pendam sejak lama. Selama ini tidak ada penjelasan kenapa hutang-hutang itu ada dan untuk apa tapi hari ini, dia akan mengetahui semuanya.
Lagi-Lagi dia bersyukur karena bisa bertemu dengan Gail. Jika tidak, mungkin dia akan menyimpan rasa penasarannya sampai dia mati. Dia harap setelah dia tahu untuk apa semua uang yang dipinjam oleh Alvin, ada seseorang yang harus bertanggung jawab akan semua hutang itu agar dia terhindar dari kejaran para penagih hutang yang selalu menghantuinya.
Cristal sudah berada di sekolah Angela, Gail berjanji akan menjemputnya di sana. Gail juga memintanya untuk tidak pergi ke mana pun, dia harus waspada mengingat Leona pasti mencari tahu siapa wanita yang menjadi istrinya seperti yang dia katakan.
Selain Leona, dia juga harus mewaspadai Lucius yang tidak akan berhenti apalagi dia curiga jika yang membunuh ibu mertua Cristal adalah anak buah Lucius. Dia sudah bisa menebak cara kerja yang Lucius lakukan, pria itu pasti membunuh ibu mertua Cristal untuk menakuti Cristal tapi walau dia bisa menebaknya, dia tidak memiliki bukti karena Lucius tidak bodoh sehingga meninggalkan bukti.
Dia harus bisa menjaga Cristal dan Angela dari kedua orang itu. Entah dia mampu atau tidak yang pasti dia akan melakukan apa pun untuk menjaga mereka. Jam makan siang sudah tiba, Gail pergi menuju ruangan bosnya karena dia ingin meminta ijin dengan si bos.
Orland baru saja berbicara dengan seorang rekan bisnis saat dia masuk ke dalam, sebuah janji pun dia dibuat dengan rekan bisnisnya.
"Kebetulan kau datang, ada yang ingin aku bicarakan denganmu," ucap Orland.
"Apa ada yang harus aku kerjakan, Sir?"
"Yeah, satu minggu lagi aku harus pergi menemui rekan bisnis di California jadi siapkan semua yang diperlukan!" perintah Orland.
"Baik, Sir. Apa ada yang lain?"
"Tidak, itu saja."
"Jika begitu aku ingin keluar sebentar dan mungkin sedikit telat untuk kembali, apakah boleh?"
"Tentu saja, pergilah. Jangan lupa untuk menyiapkan semua yang dibutuhkan sewaktu berada di California."
"Pasti," Gail membungkuk dan setelah itu dia keluar. Ini sangat mendadak, dia harus mengatakan pada Cristal dan Angela jika dia harus ke California minggu depan bersama dengan bosnya. Semoga saja tidak terjadi apa pun selama dia pergi.
__ADS_1
Sepertinya dia bisa melamar Cristal setelah dia kembali dari California. Banyak yang harus dia lakukan jadi dia tidak bisa melamarnya dalam waktu dekat. Gail segera pergi menuju sekolah Angela. Cristal dan Angela sudah menunggunya. Angela sangat tidak sabar, begitu melihat Gail dia segera berlari sambil memanggilnya.
"Uncle," Angela sudah seperti seorang anak yang girang dengan kedatangan ayahnya.
"Apa sudah lama menunggu?" Gail menggendongnya. Dia juga sudah seperti seorang ayah yang menyambut putrinya.
"Tidak!" jawab Angela sambil tersenyum manis.
"Jika begitu ayo kita pergi," ajak Gail.
Cristal melangkah dengan cepat di sisi Gail, dia yang paling tidak sabar pergi untuk mencari tahu semuanya. Gail meraih tangannya, mereka segera pergi ke restoran di mana sahabat Gail sudah menunggu. Gail juga sudah menyiapkan uang untuk membayar rekannya.
"Apa masih jauh?" tanya Cristal.
"Kau sepertinya sudah tidak sabar?"
"Jika begitu bersiaplah, kemungkinan buruk bisa saja terjadi."
Cristal menunduk, dia tahu dia harus menerima kenyataan sepahit apa pun itu dan dia harus sanggup sekalipun kenyataan nanti mengatakan, Alvin berhutang karena wanita lain.
Tidak butuh waktu lama, mereka sudah tiba. Jantung Cristal berdegup kencang saat mereka menghampiri seorang pria yang sudah menunggu. Gail meminta mereka untuk duduk di sebuah meja dan memesan makanan, sedangkan dia menghampiri sang rekan yang sudah menunggu.
Cristal tampak tidak tenang, pandangannya bahkan tidak lepas dari Gail yang sedang berbicara dengan sahabatnya. Matanya bahkan tidak lepas dari sebuah map yang diberikan oleh sahabat Gail. Rasanya ingin berlari ke sana dan merebut map yang sudah berpindah tangan.
Gail memberikan uang pada sahabatnya dan setelah itu dia melangkah menuju tempat Cristal dan putrinya menunggu. Angela sedang menikmati pizza yang sudah datang. Cristal sangat ingin bertanya namun nyalinya tiba-tiba menjadi ciut.
"Kau ingin tahu di sini atau di rumah?" tanya Gail. Cristal harus bijak karena ada putrinya bersama dengan mereka.
__ADS_1
"Apakah begitu gawat?" tanya Cristal.
"Entahlah, tapi jika kau ingin putrimu melihat keadaanmu maka kau bisa melihatnya sekarang!"
"Ada apa, Uncel?" Angela melihat ke arah Gail lalu dia melihat ibunya.
"Tidak ada apa-apa. Segera habiskan pizzanya setelah itu kita pulang," ucap ibunya.
"Baiklah, apa Mommy dan Uncle tidak mau makan?"
"Tentu saja kami akan makan," Gail mengusap kepala Angela, walau dia belum melihat isi map itu tapi dia bisa menebak sudah terjadi sebuah pengkhianatan di antara hubungan Cristal dan suaminya.
"Jika begitu aku akan melihatnya di rumah," ucap Ctistal.
"Bagus, bawa ini!" Gail memberikan map yang dia letakkan sejak tadi di atas meja pada Cristal.
"Terima kasih," Cristal berusaha tersenyum walau dalam hati dipenuhi rasa cemas.
Mereka makan siang bersama, setelah selesai Gail mengantar mereka pulang dan setelah itu dia kembali ke kantor. Cristal tidak langsung melihat isi map karena dia harus menemani Angela belajar dan bermain sampai akhirnya Angela tertidur.
Kini dia sudah siap, dengan tangan gemetar map yang dia simpan pun diambil. Cristal tampak menelan ludahnya dan dengan keberanian yang ada, Cristal membuka map dan mengeluarkan isinya. Mata terbelalak, air mata pun jatuh sudah padahal dia baru melihat selembar foto. Tidak perlu di lihat lebih jauh, dia tidak menduga suaminya begitu baji*ngan.
"Sialan, kau Alvin!" Teriak Cristal sambil meremas foto yang ada. Cristal menangis dengan keras, Angela tidak akan mendengar karena dia berada di sisi kolam renang saat ini.
Sejak awal dia memang sudah menduga suaminya berselingkuh, tebakannya tidak salah karena di foto itu memperlihatkan suaminya sedang berfoto dengan lima wanita seksi dan cantik. Tidak perlu ditanya, sepertinya Alvin meminjam begitu banyak uang untuk berpesta dengan kelima wanita tersebut.
Dengan perasaan hancur dan air mata yang mengalir, Cristal mengambil foto lainnya dan lagi-lagi, semua berisi foto kebersamaan Alvin dengan kelima wanita simpanannya. Foto mereka berada di hotel, foto Alvin di atas kapal mahal bersama kelima wanita itu dan juga beberapa foto yang memperlihatkan jika Alvin begitu memanjakan kelima jal**ng itu di pusat perbelanjaan dan sialnya, uang untuk memanjakan mereka adalah uang dari hasil meminjam.
__ADS_1
Cristal tampak hancur, dia hanya berteriak dengan pilu di sisi kolam renang. Harapan tinggal harapan, ternyata dia tidak bisa menghindari hutang-hutang itu apalagi sebagian dari hutang yang Alvin pinjam menggunakan namanya. Sungguh rasanya ingin memukul Alvin, jika suaminya masih hidup mungkin sudah dia lakukan. Cristal menumpahkan kekecewaan dan amarahnya dengan berteriak juga menangis. Dia membutuhkannya, sangat membutuhkannya. Dia bahkan mengutuk Alvin, dia tidak menyangka pria yang dia nikahi begitu bejat. Sekarang nasi sudah menjadi bubur, apa yang bisa dia lakukan?