Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 43


__ADS_3

Cristal merasa tidak sehat saat dia bangun dari tidurnya. Kepalanya sakit, hidungnya tersumbat dan dia juga merasa begitu kedinginan sehingga tubuhnya menggigil. Itu karena dia menangis cukup lama ditambah dia menangis di sisi kolam renang di mana cuaca memang sedang dingin.


Selimut tebal menutupi tubuh, sebuah kompres berada di dahi. Angela duduk di sisinya dan terlihat khawatir, sedangkan Gail berada di dapur untuk membuatkan bubur dan sarapan. Cristal jadi tidak enak hati, dia hanya bisa mempersulit Gail saja.


Seharusnya dia meringankan beban Gail tapi hari ini dia hanya bisa mempersulitnya saja apalagi Gail harus pergi bekerja. Angela sudah menggunakan seragam sekolahnya, dia sangat tidak ingin pergi tapi ibunya melarang.


"Bagaimana dengan keadaan Mommy?" tanya Angela sambil memegangi tangan ibunya.


"Mommy hanya kurang enak badan saja, Sayang."


"Jika begitu Angela tidak pergi ke sekolah saja, Angela ingin menemani Mommy," ucap Angela.


"Jangan, Mommy baik-baik saja. Setelah beristirahat, Mommy akan segera sembuh."


"Tapi, Mom?"


"Tidak apa-apa, oke?" Cristal mengusap mengusap wajah putrinya untuk meyakinkan jika dia baik-baik saja.


Saat itu, Gail masuk ke dalam dengan semangkok bubur dan juga obat yang bisa dikonsumsi oleh Cristal. Gail menghampiri mereka dan meletakkan bubur yang dia bawa ke atas meja.


"Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Gail.


"Seperti yang kau lihat," jawab Cristal dengan lemah.


"Aku tidak bisa menjagamu karena aku harus menyiapkan beberapa rapat yang tidak bisa ditunda."


"Tidak apa-apa, Gail. Aku yang seharusnya minta maaf karena aku hanya bisa mempersulit dirimu saja. Aku tidak apa-apa sendirian di rumah tapi aku minta kau menjemput Angela nanti siang. Apa kau bisa?"


"Tentu, aku akan membawanya ke kantor nanti."


"Apa tidak masalah? Apa bosmu akan mengijinkan?"


"Aku akan meminta ijin dengannya nanti."


"Tapi, Uncle. Angela ingin menemani Mommy di rumah," ucap Angela.

__ADS_1


Gail jadi serba salah, dia tidak bisa meminta cuti secara mendadak walau sesungguhnya dia khawatir meninggalkan Cristal sendirian di rumah. Dia juga tidak bisa membiarkan Angela menemani ibunya karena anak usia tiga tahun bisa melakukan apa saja dan dia belum tahu apa yang dia lakukan berbahaya atau tidak.


Gail tidak punya pilihan lain selain membawa Angela ke kantor nanti, dia sudah menyiapkan makanan untuk Cristal, semoga saja setelah beristirahat keadaan Cristal membaik agar dia bisa mengurus dirinya sendiri.


"Aku sudah membuatkan bubur untukmu, habiskan buburnya dan minum obatnya," ucap Gail.


"Aku sungguh minta maaf," Cristal berusaha untuk duduk di atas ranjang, Gail membantunya begitu juga dengan Angela.


"Angela temani ya, Mom," Angela masih berusaha membujuk.


"Tidak, Sayang. Mommy akan beristirahat sebentar, jika keadaan Mommy sudah membaik, maka Mommy akan menjemputmu nanti."


"Benarkah?"


"Yes, jadi tidak perlu khawatir."


Angela mengangguk dan tersenyum, Gail mengambil mangkuk bubur dan menyendok isinya. Masalah terpecahkan, dia hanya perlu membawa Angela karena akan sangat berbahaya gadis itu di rumah. Anak perempuan begitu banyak ingin tahu, jangan sampai Angela masuk ke dalam dapur dan melakukan eksperimen tanpa diketahui apalagi keadaan Cristal yang sedang tidak sehat. Jangan sampai pula rumahnya meledak jika tidak dia dan Cristal tidak akan jadi menikah.


Selama menyuapi Cristal makan, Gail meminta Angela untuk sarapan yang sudah dia sediakan. Karena dia selalu tinggal sendiri jadi dia terbiasa membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Lagi pula bukan hal sulit, dia sudah terbiasa. Setelah menyuapi Cristal makan dan memberikan obatnya, Gail membantu Cristal mengganti bajunya yang basah karena keringat.


"Ck, sudah berapa kali kau mengatakan hal seperti itu?"


"Aku hanya merasa tidak enak hati padamu, Gail. Aku benar-benar mempersulit dirimu dengan keadaanku ini."


"Sudahlah, anggap aku sedang latihan!" Gail membantunya berbaring setelah selesai menggantikan pakaian Cristal.


"Istirahat, jangan banyak berpikir," ucap Gail seraya memberikan ciuman di dahinya.


"Terima kasih," Cristal juga memberikan ciuman di pipinya, "Tapi ada satu hal yang aku lupakan. Seharusnya hari ini aku pergi ke rumah sakit untuk mengambil jenazah ibu mertuaku tapi keadaanku ini tidak memungkinkan. Maukah kau menghubungi pihak rumah sakit dan mengatakan jika aku akan mengambil jenazah ibu mertuaku beberapa hari lagi?" pintanya. Memang hari ini dia harus memakamkan jenazah ibu mertuanya tapi dia terpaksa menundanya.


"Aku akan menghubungi pihak rumah sakit nanti tapi di mana kau akan memakamkan jenazah ibu mertuamu? Aku akan menyiapkannya."


"Di samping makan putranya, mungkin saja ibu mertuaku bisa bertemu dengan putranya sehingga dia bisa menendang putranya sampai ke neraka!" ucap Cristal. Setelah tahu apa yang dilakukan oleh suaminya, dia benar-benar benci dengan suaminya.


"Serahkan padaku!" Selimut ditarik hingga menutupi tubuh Cristal, sebelum keluar dari kamar untuk membawa piring kotor, Gail kembali memberikan ciuman di dahi Cristal.

__ADS_1


Cristal tersenyum, pandangannya tidak lepas dari Gail. Ini pertama kalinya dia bersyukur jika suaminya sudah meninggal karena jika tidak, mungkin dia akan dijadikan alat oleh Alvin untuk membayar hutang dan dia tidak bisa bersama dengan Gail.


Angela sudah selesai sarapan, sebelum pergi mereka masuk ke dalam kamar untuk pamit pergi. Cristal berusaha untuk duduk di atas ranjang, dulu dia mengandalkan ibu mertuanya tapi sekarang dia harus mengandalkan Gail.


"Mommy harus istirahat agar cepat sembuh," ucap Angela sambil mencium pipi ibunya.


"Tentu saja, Sayang. Jangan nakal dan mempersulit Uncle."


"Tentu, Angela anak baik."


"Tolong jaga Angela baik-baik," pinta Cristal.


"Sudah aku katakan, kau tidak perlu khawatir."


Cristal tersenyum, Angela kembali menciumnya dan pamit pergi, Gail juga meminta Cristal untuk tidak melakukan apa pun, air minum bahkan sudah dia sediakan agar Cristal tidak terlalu banyak bergerak. Gail sudah seperti seorang suami, walau dia tidak banyak bicara tapi semua yang dibutuhkan Cristal sudah berada di atas meja.


Gail mengantar Angela terlebih dahulu dan setelah itu, dia pergi menjemput bosnya. Gail benar-benar sibuk tapi tidak dia saja yang sibuk, Lucius juga tampak sibuk karena dia pergi ke suatu tempat dengan terburu-buru.


Seperti yang direncanakan oleh Lucius, dia ingin bertemu dengan Leona Pierce untuk berbicara dengannya. Setelah anak buahnya mengintai, Lucius mengikuti Leona yang sedang menikmati waktunya di sebuah cafe. Leona seorang diri namun beberapa anak buahnya tampak berjaga. Itu hal wajar untuk seorang putri mafia.


Leona sedang menikmati makanannya saat Lucius duduk di hadapannya. Ekspresi wajah Leona tampak tidak senang melihat pria asing yang duduk di hadapannya secara tiba-tiba itu. Lucius disambut dengan dua senjata api di bahu, senjata itu dari anak buah Leona.


"Siapa kau dan kenapa kau duduk di sini?" tanya Leona dengan nada tidak senang.


"Aku ingin berbicara denganmu dan memberikan penawaran padamu, Leona Pierce," jawab Lucius sambil tersenyum.


"Aku tidak berminat!" tolak Leona.


"Ayolah, aku tahu kau dan ayahmu baru saja bertemu dengan Gail Bernard beberapa hari yang lalu," ucap Lucius.


"Dari mana kau tahu?" Leona semakin tidak senang dengan pria itu.


"Tentu aku tahu, aku bahkan tahu banyak hal!"


"Jangan basa basi. Sekarang katakan padaku, apa maumu?!" Leona menatap pria itu dengan tajam, dia merasa pria itu memiliki niat tidak baik tapi dia akan tetap mendengarnya apalagi menyangkut Gail, sang pujaan hati.

__ADS_1


Lucius tersenyum, dia benar-benar bisa memanfaatkan Leona Gilbert dan wanita itulah yang akan membawanya menuju kemenangan dan wanita itu pula yang akan membantunya membunuh Gail Bernard nantinya.


__ADS_2