Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 66


__ADS_3

Setelah lamaran itu, Cristal pergi mencari gaun pengantin seorang diri setelah mengantar Angela ke sekolah. Dia tidak sadar jika beberapa penagih hutang menemukan dirinya dan mengikutinya. Cristal pergi seorang diri karena Gail sibuk dengan pekerjaannya. Lagi pula dia tidak ingin merepotkan Gail hanya untuk mencari sebuah gaun pengantin.


Kali ini tidak saja satu kelompok yang mengikutinya. Selama mencari keberadaannya yang hilang, para penagih hutang itu bertemu satu sama lain sehingga mereka membuat sebuah konspirasi untuk menangkap Cristal Aaron agar wanita itu membayar hutang-hutangnya.


Mereka sudah kesal\, Cristal melarikan diri dan menyembunyikan diri tanpa membayar sepeser pun hutangnya. Sebab itu tidak ada jalan lain selain menangkap Cristal karena jika Crisal tidak juga mau membayar hutang-hutangnya maka tidak ada jalan lain selain menjual wanita itu ke pel*curan dan menjadikan Cristal sebagai pela*ur agar dia bisa membayar hutang-hutangnya.


Cristal menghampiri sebuah toko pakaian pengantin. Dia hanya membutuhkan sebuah gaun sederhana karena Gail berkata jika pernikahan mereka hanya diresmikan di gereja tanpa adanya pesta. Hal itu dilakukan karena Gail tidak memiliki kerabat, Cristal juga tidak memiliki kerabat. Cristal setuju dengan keputusan Gail, lagi pula ini pernikahan keduanya jadi dia tidak akan mempermasalahkannya.


Acara pernikahan mereka hanya akan dihadiri oleh Orland dan keluarganya saja. Mereka akan menjadi saksi. Seperti itu sudah cukup bagi Gail dan Cristal, tidak perlu pesta yang mewah, yang penting mereka disatukan dalam janji suci pernikahan.


Tidak perlu waktu yang lama, sebuah gaun sederhana sudah Cristal dapatkan. Tidak gaun itu saja, dia juga membeli gaun untuk putrinya. Gaun sederhana yang dia beli sudah cukup, walau masih awal tapi sudah saatnya kembali dan dia akan menunggu di sekolah putrinya apalagi Angela semakin takut dengan orang asing jika tidak ada dirinya. Semua itu terjadi setelah tragedi tidak menyenangkan yang harus dia alami.


Cristal keluar dari toko pakaian, dia tahu ada yang salah. Perasaan curiga memenuhi hati karena gelagat orang-orang yang tidak jauh darinya tampak mencurigakan. Firasat buruk, dia rasa mereka adalah penagih hutang yang mencarinya selama ini.


Cristal melangkah mundur, dia pikir dia akan lari ke belakang tapi segerombol orang muncul dari arah belakang. Kini dia semakin yakin jika mereka adalah para penagih hutang. Sebaiknya dia lari, jika dia tertangkap maka dia tidak tahu apa yang akan terjadi namun orang-orang itu muncul dari segala sisi. Cristal menelan ludah, habislah dia kali ini.


"Cristal Aaron, hari ini kau tidak akan bisa lari!" dia sudah dikepung. Orang-Orang itu tidak akan melepaskannya hari ini.


"A-Apa mau kalian?" Cristal tampak panik karena jumlah orang yang mengepungnya tidak main-main.


"Sudah jelas, bukan? Bayar semua hutang-hutangmu!"


"Aku tidak berhutang pada siapa pun. Yang melakukannya adalah Alvin jadi gali kuburannya dan tagih semua uang yang dia pinjam pada tulang belulangnya!" gawat, sebaiknya dia menghubungi Gail dan mengambil sesuatu yang selalu dia bawa. Tangan sudah berada di dalam tas, dengan istingnya, Cristal menghubungi Gail karena dia hanya menyimpan beberapa nomor ponsel saja.


"Jangan banyak alasan, jika kau tidak mau membayar maka kami terpaksa menangkapmu dan menjualmu ke pel*curan!" seseorang yang berada di belakang berteriak demikian.


Secara kebetulan Gail dapat mendengarnya karena dia memang sudah menjawab panggilan dari Cristal. Gail tahu jika Cristal sedang dalam bahaya sebab itu dia mencari lokasi keberadaan Cristal karena dia akan pergi untuk menolongnya.

__ADS_1


"Jangan mendekati aku!" Cristal mengeluarkan sepucuk senjata api yang selalu dia bawa untuk jaga diri. Walau dia belum mahir tapi dia bisa menembak satu atau dua orang.


"Ternyata sekarang kau berani melawan!" orang-orang yang mengepungnya juga mengeluarkan senjata api mereka.


"Pantas kau berani menyembunyikan diri dari kami!" ucap yang lainnya.


Tangan Cristal gemetar, kali ini dia tidak bisa lari lagi. Dia yakin para penagih hutang itu bekerja sama untuk menangkapnya.


"Tidak ada gunanya jika aku mati. Kalian pun tidak akan mendapatkan uang tersebut!" teriak Crisal.


"Siapa yang ingin membunuhmu, kami ingin menangkapmu!"


"Jika begitu, aku akan bunuh diri!" pistol diletakkan di bawah dagu untuk menakuti mereka.


"Lakukan, jika kau mati maka putrimu yang akan menggantikan dirimu membayar semua hutang itu!"


"Apa?" Cristal terkejut. Jangan sampai Angela terlibat.


Cristal sudah pasrah, dia tidak berdaya namun apa yang terjadi, sekelompok orang berlari ke arah mereka dengan tongkat juga senjata api di tangan.


"Selamatkan Kakak Ipar!" seseorang di antara mereka berteriak demikian. Entah siapa orang-orang itu yang jelas, mereka langsung menyerang orang-orang yang mengepung Cristal.


Cristal berteriak saat baku hantam terjadi, suara tembakan pun terdengar. Cristal berjongkok sambil menutup kuping. Keributan antar dua kubu tidak bisa terelakkan. Padahal itu tempat terbuka, orang-orang yang melihat tidak berani mendekat bahkan ada yang menghubungi polisi.


Dengan perasaan takut luar biasa, Cristal merangkak keluar dari keributan. Jangan sampai dia terinjak atau tertembak. Cristal terkejut saat seseorang berdiri di hadapannya. Cristal mendongak, lalu perasaannya jadi lega saat melihat Gail.


"Apa yang terjadi?" Gail mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Sepertinya para penagih hutang itu berkomplot untuk menangkap aku dan menjual aku ke pela*uran," Cristal meraih tangan Gail. Beruntungnya pria itu datang.


"Siapa orang-orang itu, Gail?" tanya Cristal.


"Anak buah Leon," Gail melihat keributan yang hampir selesai. Dia tidak menduga anak buah Leon bisa ada di sana karena bukan dia yang memanggil. Apa yang sebenarnya mereka inginkan?


Para penagih hutang itu babak belur, mereka bahkan ditelanjangi dan diikat. Tidak ada satu pun yang terluka akibat peluru, semua babak belur akibat pukulan tongkat. Anak buah Leon menghampiri Gail dan Cristal. Mereka semua menunduk dengan horman.


"Apa kakak ipar baik-baik saja?" tanya mereka serempak.


"Kakak ipar? Apa maksudnya?" Cristal sungguh tidak mengerti.


"Apa mau kalian?" tanya Gail.


"Bos, kembalilah. Markas sudah kami renovasi," ucap asisten Leon yang tidak terbunuh.


"Aku bukan bos kalian, pergilah. Aku sudah tidak mau kembali ke organisasi!" tolak Gail.


"Sekalipun kau menolak, kau adalah pemimpin kami karena kau sudah mengalahkan Leon jadi segeralah kembali!"


Gail memijit pelipis, dia sudah tidak mau lagi terlibat dengan dunia hitam tapi mereka justru menginginkannya kembali. Karena dia membunuh Leon jadi dia mendapatkan semua yang Leon tinggalkan. Bisnisnya, beberapa properti dan juga anak buah tapi dia harus bersedia menggantikan posisi Leon.


Gail ingin meminta mereka mencari pemimpin yang lain namun suara sirine mobil polisi berbunyi. Tanpa menunggu komando, mereka semua membubarkan diri.


"Sepertinya kita juga harus pergi," ucap Cristal.


"Tidak, kita selesaikan masalah hutang-hutang yang ditinggalkan suamimu agar hal ini tidak terjadi lagi!" Gail meraih tangan Cristal dan membawanya mendekati polisi yang sudah mengepung para penagih hutang yang terikat dalam keadaan telanjang.

__ADS_1


Cristal harus memberi kesaksian agar semua masalah selesai. Lagi pula Cristal tidak bisa terus lari, mau tidak mau harus dia hadapi. Sejak awal Cristal tidak bersalah jadi dia tidak perlu takut. Walau sebagian hutang menggunakan namanya tapi semua dilakukan tanpa adanya hitam di atas putih jadi bisa dikatakan Cristal adalah korban.


Sudah saatnya mengakhiri semuanya karena dia tidak mau hal seperti itu kembali terulang apalagi hal itu bisa menakuti Angela bahkan gadis itu bisa menjadi korban. Cukup satu kali dia mengalami trauma, jangan sampai terulang untuk kedua kalinya.


__ADS_2