Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 48


__ADS_3

Angela masih menangis padahal mereka sudah berada di dalam mobil. Cristal memangku putrinya dan menghiburnya. Walau dia masih sedih tapi bisa dilihat jika putrinya yang paling sedih. Tidak ada yang menduga apa yang akan terjadi, Angela pasti merasa sangat kehilangan karena selama ini dia selalu bersama dengan neneknya.


Gail belum menjalankan mobilnya, dia sedang memikirkan sebuah cara untuk membujuk Angela yang terus menangis. Dai yakin gadis itu akan terus menangis sampai mereka berada di rumah jadi lebih baik dia mengajak Angela ke tempat yang menyenangkan untuk menghilangkan rasa sedihnya.


"Jangan menangis lagi, Sayang," Cristal mengusap punggung putrinya dengan perlahan.


"Tapi Angela sangat sedih kehilangan Nenek, Mom."


"Mommy tahu, Sayang. Tapi Nenek sudah berada di surga saat ini dan tidak merasakan sakit lagi."


"Apa Nenek bertemu dengan Daddy di sana?" tanya Angela sambil menghapus air matanya.


"Hm, sepertinya," jawab Cristal. Dia harap ibu mertuanya sudah menendang Alvin sampai ke neraka.


"Kenapa Nenek pergi tidak pamit pada kita, Mom?" tanya Angela lagi dengan polos.


"Honey, Nenek juga tidak tahu akan pergi oleh sebab itu dia tidak berpamitan dengan kita. Selama ini Nenek selalu sakit-sakitan tapi sekarang, nenek sudah tidak merasa sakit lagi. Jadi kita tidak boleh terlalu sedih akan kehilangan Nenek karena Nenek sudah tidak sakit dan bahagia sekarang."


"Benarkah?" Angela kembali mengusap air matanya yang tersisa.


"Yes, sebab itu Angela tidak boleh terlalu sedih."


"Baiklah," Angela turun dari atas pangkuan ibunya dan duduk di kursi, "Angela tidak akan menangis lagi," ucapnya sambil tersenyum manis.


"Gadis pintar, sekarang kita sudah bisa pulang, bukan?"


"Tentu saja,Angela ingin pulang makan."

__ADS_1


"Hei, apa ada yang mau pergi ke taman bermain?" tanya Gail. Mungkin jika membawa Angela ke tempat itu, Angela akan senang. Lagi pula dia belum pernah pergi ke tempat seperti itu, dia ingin mencobanya sekali-kali.


"Mau, Angela mau!" teriak Angela.


"Tapi, Gail?"


"Boleh ya, Mom," sela Angela, " Angela belum pernah pergi, Angela sangat ingin pergi ke taman bermain," Angela memegangi lengan ibunya dan menggoyangnya.


"Baiklah, kita juga sudah lama tidak bersenang-senang," Cristal jad tidak tega.


"Yeay... segera jalan, Uncle!" teriak Angela penuh semangat.


Angela yang tadinya sedih, kini jadi senang. Dia bersorak selama menuju taman bermain. Dia juga membicarakan wahana bermain apa saja yang ingin dia naiki dan tentunya semua wahana yang dia sebut itu ingin dia naiki bersama Gail.


Gail diam saja, lagi-lagi dia yang jadi korban tapi tidak masalah, dia juga belum pernah pergi ke tempat seperti itu jadi dia tidak tahu ada apa di taman bermain. Semangat Angela tampak maksimal setelah mereka tiba. Gadis itu bahkan menarik tangan ibunya dengan tidak sabar.


"Ayo, Uncle. Uncle harus menemani Angela bermain," ucap Angela.


"Angela, Mommy saja yang menemani Angela bermain. Uncle tidak terbiasa dengan hal seperti ini," ucap Cristal. Dilihat bagaimanapun, Gail pasti belum pernah pergi ke tempat seperti itu.


"Tidak apa-apa, sejak dulu aku sangat ingin ke tempat ini. Dulu aku hanya bisa memandanginya dari jalanan, jadi sekarang aku ingin mencobanya!" sebagai anak yang tumbuh dan besar di jalanan, sudah pasti dia juga ingin merasakan bermain di taman bermain dengan kedua orangtua seperti anak-anak yang lain namun sayang, dia hanya bisa memandangi taman bermain itu saja dari jalanan.


"Kau yakin?" tanya Cristal.


"Tentu, kita main bertiga!" Gail menggandeng tangan Angela dan mengajaknya pergi membeli tiket.


Cristal tersenyum, Angela sangat beruntung di manja oleh Gail. Tidak Angela saja yang beruntung, dia juga beruntung.

__ADS_1


"Cepat, Mom," Angela memanggilnya karena dia hanya diam saja.


"Coming!" Cristal berlari menyusul mereka.


Tiket untuk mereka bertiga pun dibeli, Angela sudah menunjuk sebuah wahana yang bisa dinaiki oleh anak-anak. Tangan Gail pun ditarik. Oke, masa kecilnya memang kurang bahagia. Dia bahkan jadi pusat perhatian saat menaiki wahana anak-anak itu apalagi hanya dia sendiri saja orang dewasanya.


Angela berteriak senang saat wahana yang mereka naiki berputar. Gail diam saja dengan ekspresi dinginnya. Rasanya ingin melompat turun tapi dia tidak mau mengganggu kesenangan Angela.


"Teriak, Uncle. Ayo teriak," ajak Angela tapi yeah... Gail diam saja dengan ekspresi kakunya.


Cristal tertawa melihat mereka berdua, dia bahkan mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan. Setelah selesai dengan wahana itu, Angela mengajak Gail menaiki roller coaster dan tentunya khusus anak-anak tapi lagi-lagi dia jadi pusat perhatian karena Angela memaksanya untuk naik bersama. Beruntungnya dia diperbolehkan untuk menemani Angela demi keamanan tapi jika bisa memilih, dia lebih memilih tidak menaikinya.


Agela memekik girang saat roller coaster berputar di atas relnya. Walau tidak tinggi tapi itu sudah cukup memacu adrenalin gadis seusia dirinya. Gadis itu kembali meminta Gail berteriak tapi si kaku itu hanya diam, mau berteriak seperti apa, Wahana itu tidak menakutkan sama sekali tapi yang paling menyebalkan adalah, tempat duduknya sempit.


Cristal kembali mengambil foto, Angela terlihat senang tapi Gail sepertinya tidak. Dia bahkan duduk termenung di kursi setelah turun dari wahana itu. Ternyata seperti itu rasanya, dulu dia pikir menyenangkan tapi ternyata tidak.


"Bagaimana, Tuan. Apakah menyenangkan?" Cristal menghampirinya dengan minuman dingin di tangan.


Gail melotot, setelah ini dia tidak mau lagi namun sayangnya dia tidak bisa menghindari karena setelah es cream yang berada di tangan Angela habis, dia kembali ditarik untuk menaiki wahana lainnya. Benar-Benar pilihan salah, seharusnya dia mengajak Angela pergi makan kepiting dan lobster saja.


Cristal tidak berhenti tertawa melihat ekspresi kakunya setiap kali Gail menaiki wahana dengan putrinya. Setelah wahana, Angela mengajaknya masuk ke rumah hantu. Teriakan Angela dan Cristal terdengar saat hantu-hantu buatan menakuti mereka. Gail hanya menghembuskan napasnya dengan berat, bolehkah dia memukul hantu-hantu itu?


Dia harus melewati itu semua sampai sore hari dan sebelum memutuskan untuk pulang, Angela mengajak Gail dan ibunya untuk menaiki komedi putar. Itu wahana kesukaan para gadis kecil seperti dirinya. Angela benar-benar senang hari ini, rasa sedih akan kehilangan neneknya sudah tidak dia rasakan lagi. Rasa senangnya bertambah saat Gail memberikan sebuah boneka unicorn untuknya.


"Terima kasih, Uncle," Angela memberikan sebuah ciuman di pipinya, "Angela benar-benar senang hari ini," ucapnya.


"Bagus, sekarang waktunya pulang!" Gail mengangkatnya dan mendudukkan Angela di atas bahunya. Walau dia harus melakukan beberapa hal yang tidak dia sukai, tapi dia juga senang karena saat ini dia sudah seperti menghabiskan waktu dengan keluarganya dan memang sebentar lagi mereka akan jadi keluarga. Tunggu dia kembali dari California, dia akan melamar Cristal dan pada saat itu, dia harap Angela mau memanggilnya dengan sebutan Daddy.

__ADS_1


__ADS_2