Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 46


__ADS_3

Lucius sangat senang karena Leon menyetujui ajakan kerja samanya. Akhirnya, sekutu sudah didapatkan. Sekutunya pun mantan bos Gail, sekutu tepat untuk melawan Gail Bernard. Sekarang sehebat apa pun pria itu, secepat apa pun pria itu dalam menembak, dia tidak akan bisa melawan dua kubu yang menjadi satu.


Leon menyetujuinya karena dia pikir, Gail akan kembali setelah mendapatkan tekanan. Gail tidak akan sanggup melawan Lucius, dia pasti akan datang padanya dan meminta bantuan. Pada saat itu tiba, dia akan memanfaatkan situasi. Jangan salahkan dia mengambil langkah yang licik, jika Gail bersedia langsung kembali saat dia meminta maka dia tidak akan pernah bekerja sama dengan Lucius.


Betapa bodohnya pria itu, padahal dia bisa menghabisi Lucius dengan pasukan yang akan dia dapatkan dari organisasinya tapi sekarang, setelah ini Gail pasti menyesal karena telah menolak tawaran darinya.


"Apa kita sudah selesai?" tanya Leon pada Lucius.


"Tentu saja, Tuan Pierce. Kau sudah sepakat untuk bekerja sama denganku, aku sungguh sangat beruntung tapi kita belum menikmati makanannya," ucap Lucius sambil tersenyum lebar.


"Tidak perlu, aku harus pergi karena ada pekerjaan!" Leon beranjak, begitu juga Lucius.


"Sekali lagi, terima kasih kau sudah mau bekerja sama denganku."


Leon tidak berkata apa-apa, pria yang banyak bicara dan pandai menjilat. Jika tidak demi tujuannya dia tidak akan mau terlibat dengan si licik Lucius.


Pertemuan mereka sudah selesai, Leon Pierce keluar dari ruangan terlebih dahulu. Lucius masih berada di dalam ruangan untuk makanan yang sudah terhidang. Leon menolak makan dengannya karena dia tidak suka berlama-lama dengan Lucius.


Gail dan Angela sedang menikmati makanannya, Angela terlihat menikmati lobster yang dipesan khusus untuknya. Dia terlihat makan dengan lahap, Angela tersenyum manis saat memandangi Gail. Sekarang dia sudah tidak takut walau Gail tidak pernah tersenyum.


"Tunggu di sini baik-baik, Uncle ingin membayar!" pinta Gail pada Angela.


"Baik Uncle, Angela juga belum selesai makan lobsternya. Ini pertama kali Angela makan udang sebesar ini jadi Angela makannya sedikit-sedikit agar tidak cepat habis," ucap Angela. Yeah... itu memang pertama kali dia makan lobster sebab itu dia sangat senang.


"Jika begitu habiskan pelan-pelan," Gail beranjak dan sebelum melangkah menuju kasir, Gail mengusap kepala Angela.


Angela mengangguk dan kembali makan, sedangkan Gail pergi ke kasir. Sepertinya hidup Cristal begitu sulit sampai-sampai seekor lobster saja tidak pernah di makan oleh putrinya tapi memang makanan laut itu sedikit mahal. Dia jadi ingin  tahu, sewaktu suami Cristal belum berhutang, apa yang dilakukan sampai-sampai putrinya tidak diperhatikan? Dia tidak mungkin bertanya pada Cristal karena hal itu bisa menyinggung perasaannya.

__ADS_1


Gail sudah mengeluarkan kartu, dia sudah hendak membayar. Leon sedang menuruni anak tangga saat itu, posisi tangga dan meja kasir tidak terlalu jauh bahkan dari meja kasir bisa melihat orang-orang yang turun dari tangga. Suara langkah kaki yang terdengar ramai dari tangga menarik perhatian Gail. Gail melihat ke arah tangga, dia tampak sedikit terkejut melihat Leon namun dia segera berdiri membelakangi agar Leon tidak melihatnya.


Leon memang tidak melihat, dia sedang berbicara dengan asistennya. Gail tidak ingin Leon melihatnya berada di sana karena dia sedang bersama dengan Angela. Bisa celaka jika sampai Leon melihat Angela. Gadis itu bisa dalam masalah jadi sebaiknya dia pura-pura tidak melihat.


Setelah Leon keluar, Gail kembali menghampiri Angela dengan terburu-buru. Dia menebak Leon berada di restoran itu untuk makan tapi tidak lama kemudian, Lucius juga turun ke bawah. Gail jadi curiga, tidak mungkin kedua orang itu bisa berada di tempat yang sama secara bersamaan.


Aneh, apa mereka sedang menjalin bisnis? Ataukah kedua orang itu sedang merencanakan sesuatu. Sebaiknya dia waspada dari mereka berdua, semoga saja tidak terjadi sesuatu apalagi saat dia pergi ke California bersama dengan bosnya.


Entah kenapa dia jadi tidak tenang meninggalkan Angela dan Cristal di rumah. Sebaiknya dia waspada, jangan sampai saat dia pergi justru terjadi hal yang tidak dia inginkan.


"Uncle," Angela memanggil dan memegangi tangannya.  Dia sudah memanggil sedari tadi tapi Gail tidak menjawab.


"Oh, ada apa?" Gail berpaling dan melihat ke arahnya.


"Angela sudah selesai," ucap Angela.


Angela mengangguk dan tersenyum, mereka segera keluar dari restoran. Gail sedang memikirkan apa yang sebenarnya direncanakan oleh Lucius, dia sangat yakin itu bukan kebetulan belaka. Jika mengingat perkataan Lucius yang sudah-sudah jika dia takut dengannya saat dia berada di organisasi bisa saja Lucius sedang menghasut Leon Pierce untuk tidak membantunya nanti agar Lucius bisa mendapat kemenangan. Apa pun bisa terjadi, hal tak terduga juga bisa terjadi.


Ini menjadi masalah baru yang harus dia hindari tapi dia tahu kedua orang itu tidak akan berhenti sampai tujuannya tercapai. Ck, kenapa mau hidup normal saja begitu sulit?


"Uncle, bagaimana jika kita membuat makanan untuk Mommy setelah pulang?" ajak Angela.


"Boleh, makanan apa yang ingin Angela buat?"


"Pasta udang, Angela tadi belajar di sekolah dan rasanya sangat enak."


"Wah, luar biasa," puji Gail walau sesungguhnya dia tahu seperti apa hasilnya.

__ADS_1


"Tentu saja," Angela tersenyum lebar.


Untuk kesekian kali, Gail mengusap kepala Angela yang duduk di sampingnya. Angela kembali tersenyum manis, hari ini dia benar-benar senang. saat mereka tiba, para karyawan melihat ke arah mereka karena Gail menggandeng tangan Angela masuk ke dalam.


Semua saling pandang karena ini kali pertama Gail datang dengan seorang anak kecil. Suasana jadi heboh setelah Gail masuk ke dalam lift. Selama Gail bekerja di sana, dia tidak pernah terlihat dengan wanita mana pun. Tidak tanggung-tanggung, yang dibawa bukan lagi pacar tapi anak. Para karyawan yang ingin tahu kehidupannya pun jadi patah hati.


Angela bersembunyi di belakang kaki Gail saat Gail membawanya masuk ke dalam ruangan Orland untuk memperkenalkannya dengan Orland.  Angela seperti itu karena dia selalu takut dengan orang asing.


"Jadi ini Angela?" tanya Orland.


"Hy, Uncle," Angela melambai dari balik persembunyian.


"Kemari, jangan takut," Orland melambai, dia ingin memberikan sesuatu pada Angela. Sepertinya dia harus membuat Cristin hamil lagi agar mereka memiliki anak perempuan.


Angela tampak canggung dan enggan tapi Gail berkata tidak apa-apa jadi dia memberanikan diri untuk mendekati Orland.


"Ini untukmu," sebuah permen diberikan, Angela masih ragu namun dia mengambilnya juga.


"Terima kasih, Uncle," ucapnya sambil tersenyum manis.


"Kapan-Kapan ajak dia ke rumah, Gail. Cristin pasti akan senang."


"Baik, Sir."


"Baiklah, kembali bekerja. Jangan lupa mempersiapkan proposal yang akan kita gunakan untuk menjalin bisnis di California nanti. Ingat, tidak boleh ada kesalahan karena aku dengar pengusaha itu tidak suka ada kesalahan."


"Aku tidak akan mengecewakan!" Gail mengajak Angela keluar, selama dia bekerja Angela akan bermain di ruangannya.

__ADS_1


Walau sesungguhnya Gail sangat khawatir akan kepergiannya nanti tapi dia tidak boleh melakukan kesalahan yang bisa membuat bosnya kecewa. Sepertinya mau tidak mau, dia harus meminta bantuan teman lamanya untuk menjaga Cristal dan Angela selama dia pergi apalagi dia tidak tahu apa yang akan Leon dan Lucius lakukan tapi bagaimana jika mereka berdua membuat sebuah konspirasi yang melibatkan banyak orang? Yang pasti pada saat itu tiba, Gail akan dihadapkan dengan dua pilihan sulit.


__ADS_2