
Setelah mendapat ijin dari Orland, Gail pergi mengikuti mantan bos dan putrinya ke sebuah cafe yang berada tidak jauh dari Weyland Corporation. Dia tidak bisa pergi jauh, dia juga tidak bisa pergi terlalu lama karena dia masih berada di dalam jam kerja walau begitu, Leon Pierce dapat mengerti. Lagi pula tidak perlu butuh seharian, dia bisa meyakinkan Gail untuk menerima tawarannya dalam waktu singkat.
Mereka sudah berada di restoran, mereka juga sudah berada di sebuah ruangan khusus. Tempat itu dijaga dengan ketat oleh anak buah Leon. Situasi seperti itu tidak jauh berbeda dengan masa lalu, Gail jadi bernostalgia karena situasi itu.
Tatapan Leona tidak lepas darinya,dulu dia selalu memandangi Gail saja tapi sekarang dia menginginkan pria itu menjadi pendamping hidupnya. Dulu dia sangat bodoh karena tidak berani mendekati Gail tapi sekarang, ayahnya pasti bisa mendekatkan mereka berdua.
"Apa sebenarnya yang ingin Tuan Pierce bicarakan? Aku tidak punya banyak waktu untuk berada di sini!" ucap Gail.
"Gail, jangan berlaku tidak sopan pada ayahku!" ucap Leona.
"Tuan Pierce tahu sejak dulu aku selalu menghormatinya walau seperti apa pun nada bicaraku!" ucap Gail."
"Kau?!" Leona tampak kesal.
"Sudah, yang Gail bicarakan sangat benar. Bagaimana kehidupan yang kau jalani selama ini, Gail? Apa keinginanmu menjadi pemuda biasa sudah tercapai?"
"Tentu saja, Sir. Aku sudah mendapatkan kehidupan yang selalu aku inginkan."
"Bagus, aku senang mendengarnya tapi apa kau sudah bosan dengan kehidupanmu saat ini?"
"Apa maksud pertanyaanmu, Sir?"
"Ya, mungkin saja kau sudah bosan seperti yang sudah-sudah!"
__ADS_1
Gail diam, apa maksud perkataan bosnya. Apa bosnya mengira dia mengundurkan diri karena untuk bermain-main dan setelah itu dia akan kembali lagi?
"Ekspresimu masih saja tetap sama seperti dulu. Tidak berubah sama sekali!" ucap Leon.
"Tolong berbicara terus terang, aku masih memiliki banyak pekerjaan."
"Baiklah, aku mencarimu memang untuk sebuah tujuan penting jadi dengarkan aku baik-baik!" sebatang rokok dibakar, sebelum melanjutkan ucapannya. Gail menunggu jawaban dari si mantan bos, sepertinya memang ada hal serius yang hendak dibicarakan oleh si mantan bos.
"Selama bertahun-tahun kau menjadi tangan kananku, tidak pernah sekalipun kau mengecewakan aku. Semua pekerjaan yang kau lakukan selalu memuaskan, aku bahkan tidak punya kata-kata untuk mengkritik hasil kerjamu bahkan aku selalu memuji tapi satu hal saja yang membuat aku begitu kecewa padamu," Leon memperhatikan si mantan asisten yang selalu terlihat tenang dan tanpa ekspresi itu dan kembali berkata, "Kau benar-benar mengecewakan aku dan mematahkan hatiku saat kau mengundurkan diri dan berkata ingin hidup dengan normal."
"Aku memang ingin hidup dengan normal dan berhenti dari dunia gelap!"
"Sekarang bagaimana, kau sudah melakukannya. Apa kau menikmati kehidupanmu?"
Leon menghisap rokoknya sebelum mematikannya. Ternyata Gail benar-benar menikmati kehidupannya tapi tidak jadi soal, dia akan meyakinkan Gail sehingga pria itu menerima tawarannya.
"Bagus, tapi apakah kau tidak tertarik kembali ke kehidupan lama? Kau harus tahu, aku memiliki harapan tinggi padamu dan aku sangat berharap kau kembali ke organisasi dan mengambil posisi yang lebih tinggi dari pada sebelumnya."
"Apa maksudmu, Sir? Selain posisi sebagai tangan kananmu, posisi apa lagi yang lebih tinggi?"
"Kau tahu sejak dulu aku melatihmu menjadi pembunuh berdarah dingin yang tanpa belas kasihan karena aku ingin membentukmu menjadi pria yang hebat. Tentu aku memiliki tujuan, sesungguhnya aku ingin kau menggantikan posisiku sebagai ketua di organisasi," ucap Leon.
Gail terkejut, dia tidak tahu akan hal ini. Baginya pekerjaan yang dia lakukan dulu memang berisiko sebab itu dia dibentuk menjadi mesin pembunuh tanpa ada maksud tertentu tapi kenapa mantan bosnya berkata seperti itu sekarang?
__ADS_1
"Aku sungguh menaruh harapan besar padamu, Gail. Aku hanya memiliki seorang putri saja walau aku berhubungan dengan banyak wanita tapi aku tidak memiliki satu orang pun anak lelaki yang bisa menggantikan posisiku di organisasi. Saat aku bertemu denganmu, aku melihat potensi yang ada pada dirimu hanya dari tatapan matamu saja sebab itu aku mulai membentukmu dengan perlahan tapi kau justru ingin hidup normal, sungguh mengecewakan. Setelah mengganti dirimu dengan yang lain, aku baru menyadari jika tidak ada yang sebaik dirimu tapi aku rasa belum terlambat."
"Maaf, tapi aku rasa?" ucapan Gail terhenti karena Leon menyela ucapannya.
"Aku belum selesai, Gail. Jangan terburu-buru karena aku belum mengatakan hal yang paling penting."
"Aku sudah tahu inti dari pembicaraan ini, Sir. Aku sudah meninggalkan dunia itu maka aku tidak akan kembali lagi!"
"Tidak, dengar. Kau tidak boleh menolak dengan cepat. Leona menyukaimu selama ini, aku tidak tahu jika dia menyukaimu oleh sebab itu, jika kau mau menikah dengannya maka aku akan memberikan semua yang aku milikiĀ padamu. Kau akan mendapatkan Leona sebagai istrimu dan kau akan menjadi pemimpin organisasi. Rumah yang aku miliki, perusahaan, kapal dan apa pun itu, semua jadi milikmu jadi pikirkanlah baik-baik tawaran ini."
Gail tampak diam, seperti sedang berpikir tapi tidak lama kemudian, Gail beranjak dari tempat duduknya dan berdiri di hadapan Leon juga putrinya.
"Terima kasih atas tawaran yang sudah Tuan Pierce berikan namun aku tidak tertarik sama sekali karena aku tidak mau kembali ke kehidupan lamaku. Kehidupan yang aku jalani saat ini sudah cukup baik, bahkan kehidupanku tidak bisa digantikan dengan apa pun jadi aku tidak bisa menerima tawaranmu," tolak Gail.
"Gail, jangan keterlaluan! Tidak ada yang pantas menjadi pendamping hidupmu selain aku karena aku sudah tahu semua kejahatan yang kau lakukan dulu!" ucap Leona seraya beranjak.
"Maaf, Nona. Kau memang sempurna sebab itu orang biasa seperti aku ini tidaklah pantas. Aku memang penjahat yang sudah membunuh banyak orang oleh sebab itu aku meninggalkan jalan itu agar tidak ada korban lagi yang aku bunuh jadi maaf jika aku mengecewakan kalian!"
"Tidak perlu buru-buru, Gail. Pertimbangkan dengan baik. Putriku cantik, dia juga mencintaimu jadi pikirkanlah dengan baik."
"Maaf sekali lagi, Tuan Pierce. Aku sangat tersanjung akan tawaran yang kau berikan tapi aku tidak bisa menerimanya karena aku sudah memiliki seorang istri dan putri."
Leona terkejut, dia bahkan jatuh terduduk. Leon juga tampak tidak percaya, jadi Gail sudah menikah? Sungguh di luar dugaan. Gail tidak berkata apa-apa lagi, dia membungkuk sebelum keluar dari ruangan. Tawaran yang diberikan mantan bosnya memang menggiurkan, mungkin dia akan menerima tawaran itu saat dia masih menjadi tangan kanan Leon Pierce tapi sekarang, dia tidak akan meninggalkan hidup tenangnya hanya demi kekuasaan dan wanita. Lagi pula dia sudah punya dua di rumah, jadi dia tidak tertarik dengan yang lainnya.
__ADS_1
Leona tampak kecewa dan menangis, sang ayah juga kecewa luar biasa. Tapi apa yang bisa mereka lakukan? Gail menolak karena dia sudah menikah jadi mereka tidak bisa melakukan apa pun tapi bagaimana jika suatu hari nanti mereka memiliki kesempatan untuk memberikan tawaran pada Gail lagi? Saat itu pasti akan tiba, di mana Gail akan mengambil pilihan sulit dalam hidupnya.