Mantan Mafia With Single Mother

Mantan Mafia With Single Mother
Chapter 65


__ADS_3

Rumah yang porak poranda mulai dirapikan. Para pembersih rumah dan beberapa tukang bangunan sedang bekerja membersihkan rumah dan memperbaiki beberapa kerusakan akibat peluru yang di tembakan oleh anak buah Luicus.


Beruntungnya kerusakan tidak terlalu parah sehingga tidak perlu memakan waktu lama untuk memperbaikinya. Tentunya yang mengawasi para pekerja itu adalah Cristal karena Gail sibuk bekerja. Gail bahkan membiarkan Cristal merombak rumahnya sesuai dengan keinginannya. Dia bisa meletakkan perabot yang baru sesuai dengan keinginannya. Bagaimanapun wanita lebih paham akan hal seperti itu.


Setelah kejadian itu, Gail kembali disibukan dengan pekerjaannya sebagai asisten. Bagaimanapun dia harus bertanggung jawab akan pekerjaannya itu. Selama mengawasi para pekerja,  Cristal dikejutkan dengan sekumpulan orang-orang yang berdiri di pekarangan rumah. Mereka membawa beberapa alat, beberapa bahan untuk memperbaiki rumah juga mereka bawa.


"Mau apa kalian?" tanya Cristal. Beruntungnya Angela sedang di sekolah sehingga dia tidak perlu bertemu dengan orang-orang itu yang bisa membuatnya takut.


"Kami datang untuk membereskan rumah bos!" jawab salah satu dari mereka.


"Bos?" Cristal mengernyitkan dahi. Siapa orang-orang itu?


Tanpa menunggu persetujuan Cristal, mereka bergerak masuk ke dalam. Cristal berusaha mencegah namun semua orang-orang itu terus bergerak masuk. Cristal masih berusaha mencegah namun tidak ada satu pun yang berhasil dia hentikan.


Mau tidak mau dia harus menghubungi Gail. Entah siapa orang-orang itu, Gail harus tahu. Gail sedang menyiapkan berkas saat ponselnya berbunyi. Begitu melihat nama Cristal, Gail buru-buru menjawab karena dia khawatir terjadi sesuatu.


"Ada apa? Apa para pekerja itu sudah selesai?" tanya Gail.


"Tidak, tapi sekelompok orang datang untuk memperbaiki rumahmu!"


"Apa, siapa mereka?"


"Entahlah, tapi mereka berkata ingin membereskan rumah bos. Siapa yang mereka maksud, apakah kau?"


Gail memijit pelipis, tidak perlu ditanya lagi karena dia tahu siapa mereka. Sudah pasti mereka para anak buah Leon, entah apa yang mereka inginkan tapi dia tidak bisa kembali untuk mengusir mereka.


"Bagaimana ini, Gail. Aku sudah berusaha mencegah tapi mereka tidak mau pergi," ucap Cristal.


"Biarkan saja!"


"Apa kau yakin?" tanya Cristal memastikan.


"Yeah, nanti malam aku ingin mengajakmu dan Angela makan malam jadi kenakan pakaian terbaik yang kau miliki dan berdandan'lah yang cantik." perintah Gail.


"Apa kau tidak ingin makan di rumah, Gail?"

__ADS_1


"Tidak! Selama renovasi jangan memasak apa pun karena kotor!"


"Baiklah, aku dan Angela akan bersiap-siap."


"Bagus, aku sedang sibuk. Aku akan menghubungimu lagi nanti."


"Maaf sudah mengganggu," Cristal jadi tidak enak hati.


Gail kembali bekerja setelah berbicara dengan Cristal. Sesungguhnya dia ingin memberikan kejutan untuk Cristal nanti malam. Sebaiknya dia tidak menunda untuk menjadikan Cristal sebagai pendamping hidupnya. Lagi pula hanya wanita itu saja yang dia inginkan, dia benar-benar tidak butuh yang lainnya.


Rumah yang porak poranda sudah kembali seperti semula dalam sekejap mata. Berkat para pekerja yang banyak dan juga anak buah Leon. Mereka pergi tanpa mengatakan apa pun setelah selesai, Cristal sangat heran karena dia benar-benar tidak mengerti tapi Cristal tidak mau memikirkannya karena dia harus menata perabotan yang baru dibeli.


Angela sudah dia jemput, sebab itu Cristal bisa menata perabotan sesuka hatinya. Rasanya seperti pengantin baru yang akan menempati rumah baru. Dia tahu tidak boleh mengharapkannya tapi dia sangat ingin Gail membuat sebuah keputusan yang memperjelas hubungan mereka.


Cristal dan Angela sibuk menata barang, mereka bersenang-senang sampai lupa waktu. Cristal bahkan terkejut saat waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Sepertinya sudah saatnya mandi dan bersiap-siap karena bisa saja Gail akan segera kembali untuk menjemput mereka.


"Angela, ayo kita mandi. sebentar lagi Uncle akan menjemput."


"Kita akan pergi ke mana, Mom?" tanya Angela.


"Horee... Angela ingin makan kepiting," teriak Angela.


Cristal tersenyum, Angela sudah berlari menuju kamarnya dan terlihat tidak sabar. Kamar yang tadinya porak poranda juga sudah diperbaiki. Sebuah gaun terbaik yang putrinya miliki dikeluarkan, Angela mandi dengan terburu-buru karena dia sudah tidak sabar.


Setelah putrinya mandi, Cristal juga mandi. Cristal juga berdandan yang cantik sesuai dengan permintaan Gail. Dia pikir malam ini pasti akan menjadi makan malam romantis untuk mereka jadi dia tidak boleh mengecewakan Gail. Sebuah bando yang dihiasi dengan bunga-bunga kecil dikenakan oleh Angela. Sebuah gaun berwarna putih gadis itu kenakan sehingga dia seperti malaikat yang manis.


Gail kembali setelah mereka selesai tidak lama. Angela sangat senang dan berlari ke arahnya.


"Uncle, apa Uncle akan mengajak Angela makan kepiting?" tanya Angela.


"Yeah, kita akan pergi makan kepiting."


"Hore... ayo, Mom. Cepat!" Angela benar-benar bersemangat.


"Sabar, Sayang," Cristal keluar dari kamar. Gail melihatnya tanpa berkedip. Cristal tersipu malu karena Gail tidak memalingkan tatapan tajamnya.

__ADS_1


"Ke-Kenapa, apa ada sesuatu di wajahku?"


"Cantik," satu kata itu membuat wajah Cristal memerah dan jantungnya berdebar.


"Ayo pergi," Gail menggandeng tangan Angela. Walau dia memberikan pujian tapi sikapnya tetap saja kaku.


Sebuah restoran pinggir pantai menjadi pilihan karena Angela ingin makan kepiting. Angela terlihat sangat senang,  walau bukan tempat seperti itu yang Gail inginkan untuk melamar Cristal tapi Gail tidak keberatan. Tinggal mencari momen yang tepat nanti untuk mengutarakan niatnya.


Dua ekor kepiting sudah berada di atas meja dengan makanan lainnya, Cristal ingin membuka cangkang kepiting yang keras untuk Angela tapi Gail mencegah karena dia yang akan melakukannya. Cristal tersenyum, Gail benar-benar sudah seperti seorang ayah.


"Bagaimana, apa kau suka?" tanya Gail pada Angela.


"Tentu saja, Uncle. Angela sangat suka," jawab Angela sambil tersenyum manis.


"Setelah ini, maukah Angela memanggilku dengan sebutan Daddy?" pinta Gail.


"Kenapa?" Angela memandanginya dengan tatapan tidak mengerti.


"Karena Uncle ingin menikahi ibumu," ucap Gail.


"Apa?" Cristal terkejut dan hampir tersedak makanan yang sedang dia nikmati.


"A-Apa maksudmu, Gail?" tanyanya.


"Aku sedang melamarmu, Cristal. Aku tidak bisa melamarmu dengan romantis karena aku bukan pria romantis tapi maukah kau menikah denganku?" sungguh bukan lamaran yang romantis apalagi dilakukan saat mereka masih makan tapi Gail benar-benar serius dengan ucapannya.


Cristal tersenyum, walau itu bukan lamaran yang romantis tapi dia tidak akan menolaknya sama sekali.


"Angela, mulai sekarang Uncle akan menjadi Daddy Angela. Apa Angela tidak keberatan?" bagaimanapun dia harus tahu keinginan putrinya.


"Tentu saja tidak Mom, karena Angela sangat sayang dengan Uncle."


"Kau dengar, Angela tidak keberatan jadi tidak ada alasan bagiku untuk menolak lamaranmu," ucap Cristal.


"Jika begitu berikan tanganmu!"

__ADS_1


Cristal memberikan tangannya, Gail mengambil cincin yang sudah disiapkan dan menyematkannya di jari manis Cristal. Senyuman kembali menghiasi wajah Cristal, dia sangat beruntung bertemu dengan Gail Bernard. Setelah lamaran itu, mereka kembali makan. Walau bukan lamaran romantis tapi Cristal tahu jika Gail serius dengan hubungan mereka apalagi memang itulah yang dia harapkan.


__ADS_2