
🌹🌹🌹
Panggil saja namanya Deka, pemuda dengan rambut gondrong sebahu itu bak aktor papan atas. Paras tampan, rambut panjang yang sedikit ikal diikat satu, arloji di tangan kanan dan sebuah gelang tali berwarna hitam di tangan kiri, senyumnya selalu manis, semanis sikapnya kepada semua orang, dia ramah dan sedikit menggemaskan.
Aku pengagumnya, tetapi dia tidak mengenalku. Aku mengetahuinya dari seorang temanku, dia adalah orang yang saat ini tengah terkenal di kalangan para relawan kemanusian. Dia digilai banyak orang, khususnya dari kaum perempuan, dari remaja sampai emak-emak dasteran.
Mencoba dengan mendapatkan nomor whatshap, lalu lari Follow IG nya, add facebooknya, lama-lama memberanikan diri mengikuti jejaknya, meski hanya dengan meninggalkan tanda like di setiap postingannya.
Bukan karna aku jatuh cinta, aku hanya pemuja rahasia yg jatuh hati pada kisah hidupnya. Kisah hidup Deka mencari jalan Tuhannya.
🌹🌹🌹
Flashback on
Deka melempar botol sisa miras itu ke tembok, kepalanya berdenyut, wajah gadis itu terus saja mengganggu pikirannya, gadis yg dia cintai, beberapa jam yg lalu memberitahukan bahwa dirinya hamil dan itu anaknya.
Deka masih meyakinkan diri bahwa itu tidak benar, semua itu bohong, tapi wajah pucat gadis yg telah ia renggut kehormatannya itu menunjukkan kesungguhan.
__ADS_1
"Dia anakmu Ka". Reva menekuk muka menyembunyikan matanya yg berkaca-kaca.
"Aku akan bertanggung jawab". Deka mengusap rambut Reva meyakinkan.
"Papa nggak bakal ijinin aku nikah, kuliahku baru semester 3, aku satu-satunya anak papa yg harus nerusin perusahaannya dan kamu...".
"Ya, aku hanya seorang supir taksi, itu maksudmu". Deka meraup rambutnya, melemparkan tubuh ke ujung sofa yg sebagian sudah robek karna termakan usia, wajahnya frustasi.
"Lalu aku harus bagaimana". Lanjut Deka membenarkan posisi duduknya".
"Bantu aku cari orang buat gugurin anak ini".
"Tapi aku nggak mau anak ini, papa bisa membunuhku kalau tahu aku hamil, mungkin juga akan membunuhmu".
"Mending aku mati ditangan papa kamu daripada bunuh janin yg nggak salah itu".
"Tapi aku belum mau mati Kaaa, aku masih pengen nikmati hidup ini".
__ADS_1
Wajah Deka semakin frustasi, gadis yg dicintainya ternyata lebih ingin menikmati dunianya daripada memperjuangkan anak mereka. Mungkin Deka salah mencintai gadis itu, tapi begitulah cinta membutakan segalanya.
"Kalau kamu nggak mau bantu, aku akan cari orang lain buat bantu aku". Reva pergi dari rumah kontrakan Deka, Deka sempat ingin mencegahnya tapi mobil Reva sudah lebih dulu menjauhinya".
Deva hanya lulusan SMA, keahliannya hanya menyopir, terkadang dia mengkonsumsi alkohol bersama teman-teman didekat tempat tinggalnya, Deka yang suka kebebasan, Deka yg memilih jauh hidup dari ibunya demi kebebasan, pencarian jati diri katanya ketika itu. Bahkan tidak ada yg tahu bahwa Kakak Deka adalah seorang pasukan khusus militer yg saat ini bertugas diluar negeri. Tapi justru itu yg membuat Deka membenci kakaknya, Ibu selalu membandingkan dirinya dengan Kakaknya, Deva memang sedikit badung tapi dia jago melukis, sayangnya sang ibu tidak menyukai bakat Deka itu, dan itulah salah satu sebab Deva memilih meninggalkan rumah dan mencari hidupnya sendiri ditanah orang.
Botol terakhir yg Deka pegang dilemparkannya ke tembok, dia terhuyung jatuh ke sofa, Deka tidak akan membiarkan Reva menggugurkan anaknya, apapun itu caranya.
( Bersambung )
🌹
🌹
🌹
Tinggalkan like dan komen ya biar cerita ini bisa up terus.
__ADS_1
Makasiiiiih😘😘😘🙏🙏🙏