
🌹🌹🌹
(Penulis part)
curhat ya...
Deka...sebenarnya adalah sebuah nama serempetan dari seorang yg saya kenal lewat media sosial, nama aslinya tidak dapat saya sebutkan karna privasi. Secara fisik hampir mirip dengan Deka yg saya gambarkan disini, dimana Deka yg tampan, sedikit urakan dan pernah melalui hidup yg kelam.
Deka sekarang sudah berubah, dia yg urakan menjadi rupawan, dari yg tempramental menjadi Deka yg humble.
Deka juga sudah punya anak, dan tentunya Deka belum punya istri.
Disitulah saya mulai tertarik untuk menulis, mencari perjalanan hidup Deka, yg dari balik jeruji bisa sampai ke tanah suci, dari yg egois jadi murah hati.
Jadi...jika di part pertama saya menuliskan bagaimana perjalanan Deka mencari Tuhannya, dan saya yg tampak seperti akan menjadi tokoh dalam cerita, nyatanya saya hanyalah "pemuja rahasia" yg akan terus menuliskan kisahnya.
Mohon Maaf jika membuat sedikit kecewa...
Saya hanya penulis, bukan tokoh utama dalam cerita, dan ketika saya tertarik dengan Deka, hanya sebatas ketertarikan atas jalan hidupnya yg luar biasa.
Mohon bijak dalam berkomentar, karna saya hanyalah manusia biasa yg tentu tak pernah sempurna..🙏🙏🙏
🌹🌹🌹
Deka melewati jalanan Kota Semarang yg mulai macet dan panas. Sekar yg mendapat ancaman sekaligus pengakuan dari Deka masih tetap bungkam, pikirannya berkeliaran mencari makna dari setiap ucapan yg Deka lontarkan.
"Mungkinkah Deka benar-benar jatuh hati padaku? aaahhh dengan orang sepertiku? aku terlalu percaya diri jika berpikir seperti itu, tapi kenapa Deka bilang cemburu? kata yg bahkan tidak pernah ada dalam kamus hidupku, dan cara Deka menatapku...aku takut menatap matanya yg seperti ingin memangsaku, bukan mata penuh nafsu, tapi mata itu membuat aliran darahku beku, mata yg diam-diam ada dalam pikiranku". Batin Sekar terus bicara sendiri.
Deka menghentikan mobilnya di depan sebuah Ruko, ada sebuah tulisan besar di depan pintu masuk toko itu, "DK Distro", gedungnya lumayan luas, terdiri dari 2 lantai, dan kondisi saat ini, dengan banyaknya kendaraan yg terpakir di depan toko itu, bisa dipastikan toko Deka sedang ramai dengan pengunjung.
Deka mengajak Sekar dan Mawar turun, lalu masuk ke dalam toko.
Beberapa pelayan menganggukkan kepala ke arah Deka, kemudian menatap Sekar dan Mawar penuh tanda tanya. Tentu saja mereka ingin tahu siapa yg di bawa Deka, mungkin Asisten Rumah Tangganya, atau orang yg mencari pekerjaan pada Deka.
Menangkap wajah-wajah curiga karyawannya, Deka langsung membawa Sekar dan Mawar naik ke lantai dua. Di sana dipakai untuk gudang stok pakaian, ruang kerja Deka, ada sebuah kamar tidur yg biasa dipakai Deka untuk menginap, ada satu ruangan lagi yg tertutup rapat pintunya.
"Mawar..." Deka menarik Mawar untuk duduk disampingnya, disebuah sofa panjang di tengah ruangan.
"Kenapa Yah..?" Mawar menurut.
"Kalau Mawar mau baju baru, Mawar boleh ambil sebanyak yg Mawar mau". Ucap Deka sambil membelai rambut Mawar, Deka masih sedikit mengacuhkan Sekar.
"Apakah ini toko Ayah?"
"Iya Sayaaang".
"Waaaah besae sekali Yah". Mawar tampak terkagum, matanya menjelajahi setiap detail ruangan.
"Sudah lama aku pengen baju gambar princess Yah, tapi kata ibu harus nabung dulu, biar nanti lebaran bisa kebeli bajunya". Mawar mengerucutkan bibirnya, menundukkan wajahnya.
"Kenapa nggak sekarang? Ayah punya baju gambar princess yg bagus buat kamu". Lanjut Deka.
"Tapi uang Mawar kan belum cukup Yah".
__ADS_1
"Ini kan toko Ayah, berarti baju-bajunya juga milik Ayah, Mawar boleh mengambil sebanyak yg Mawar mau". Deka meyakinkan Mawar dengan caranya.
"Kata ibu, kita nggak boleh serakah Yah, makan secukupnya, beli seperlunya, jangan buang-buang uang untuk hal yg sia-sia, lebih baik disedahkan, banyak anak yg lebih tidak beruntung dari Mawar Yah, anak-anak yg tinggal di panti asuhan bahkan tidak pernah membeli baju, mereka menunggu donatur memberikannya". Mawar bercerita panjang lebar.
"Deg..." Kembali dada Deka terpukul oleh perkataan anak kecil yg umurnya bahkan belum genap 6th, Deka teringat saat dia menghabiskan jutaan uangnya di meja judi, atau minum di kafe yg satu botol minumannya bisa seharga ratusan ribu.
Deka memeluk Mawar, Deka tidak salah mencintai Mawar sebagai putrinya, hatinya sebaik malaikat.
"Ya sudah, Mawar diantar mbak Sasa pilih baju ya". Deka menelpon salah satu karyawannya yg bernama Sasa, tak berapa lama kemudian seorang wanita cantik muncul dari balik tangga.
"Yaa Mas Deka". Sasa menatap Deka, sedikit centil, tapi manis dan masih menunjukkan sopan santunnya.
"Antar anakku mencari baju princess di bawah, berikan yg di mau".
"Anak Mas Dekaaa?" Sasa reflek terkejut.
"Iyaa...dan ini istriku Sekar". Sasa tambah melebarkan matanya, andai saja Deka bukan bosnya, mungkin ejekan akan keluar dari mulutnya.
"Baik Maass". Sasa menggandeng Mawar, mengajaknya memilih pakaian. Meninggalkan Sekar dan Deka yg kembali dalam kecanggungan.
🌹🌹
"Aku mau menunjukkan sesuatu ke kamu". Ucap Deka pelan, lalu berdiri dari duduknya, hanya dengan tatapan mata Deka, Sekar tahu, Deka ingin Sekar mengikutinya.
Deka membuka satu ruangan yg pintunya tertutup rapat.
Sebuah kamar dengan luas kurang lebih 5x6 meter, dengan banyak lukisan kanvas berjajar di tembok, ada juga yg di biarkan sembarang berjajar di bawah, semua itu lukisan Deka.
"Kemarilah". Deka menarik tangan Sekar, lalu meminta Sekar untuk membuka sebuah kanvas yg masih tertutup kain putih. Sekar membukanya pelan..
"Aku melukisnya beberapa waktu setelah pertemuanku denganmu, dan kamu tahu? sejak itulah aku tertarik padamu". Ucap Deka tanpa melepaskan tatapan matanya pada Sekar yg masih memandangi lukisan itu tak percaya.
Mata Sekar mulai berkaca-kaca entah kenapa, seorang Deka yg hampir sempurna, seolah benar-benar mengagumi dirinya yg kampungan dan tak punya apa-apa.
Deka mendekati Sekar yg mulai menjatuhkan air mata, menarik Sekar ke dalam pelukannya.
Deka mulai bisa merasakan tubuh Sekar gemetar dan dadanya berdebar kencang, tapi Sekar tak menolak pelukan Deka, dan ketakutan Deka akan mendapat penolakan dari Sekar seakan terbantahkan, saat Sekar membalas pelukan Deka.
"Maafkan aku Deka". Kata Sekar terbata.
"Untuk apa?".
"Untuk perasaanku yg mungkin belum bisa sedalam perasaanmu".
"Maksudmu?". Deka mengeratkan pelukannya, Deka tahu apa yg akan Sekar ucapkan, jadi sebelum Sekar mengucapkannya dan melepas pelukannya, Deka lebih dulu mengeratkannya.
"Aku masih mencintai almarhum suamiku". Sekar terisak, menenggelamkan wajahnya ke dalam dada Deka.
"Aku tahu, cukup seperti ini, aku tidak akan memintamu lebih, teruslah mencintai almarhum suamimu, aku hanya butuh kamu disisiku".
Sekar semakin terisak, Sekar tahu, cintanya pada almarhum suaminya telah melukai Deka.
"Ayah...Ibuuu". Mawar sudah berdiri di pintu ruangan itu, Sekar yg tersadar segera melepaskan pelukan Deka lalu berjalan mendekati Mawar.
__ADS_1
"Ibu kenapa menangis? Ayaaaah, kenapa ibu menangis?" Mawar tampak panik lalu memeluk ibunya.
"Ibu nggak papa sayang, tadi ibu cuma terharu sama kebaikan Ayah ke Mawar dan ibu, sampai ibu nangis". Sekar mengusap rambut Mawar. Mawar mengangguk.
"Makasih Ayah, Ayah sudah baik sama Mawar sama ibu, Mawar ambil baju yg ini ya Ayah". Mawar menunjukkan sebuah baju panjang bergambar princess berwarna biru.
"Tentu sayang, kamu boleh mengambil yg manapun yg kamu suka". Deka menaikkan Mawar dalam gendongannya.
"Ayo sekarang kita pilihkan baju untuk ibu". Lanjut Deka meninggalkan ruangan itu.
"Aku nggak usah Deka, bajuku masih bagus-bagus". Tolak Sekar mengejar Deka dan Mawar.
Deka tak menghiraukan Sekar, beberapa baju dipilihnnya, lalu dimasukkannya ke dalam tas, tanpa meminta Sekar untuk mencobanya.
Deka langsung mengajak Mawar masuk ke dalam mobilnya.
"Dekaaa". Sekar masih tidak mengerti dengan tindakan Deka.
"Masuklah, atau kamu mau aku tinggal disini? aku sudah lapar, aku mau makan masakan kamu". Ucap Deka lalu masuk ke dalam mobilnya.
mau tak mau Sekar mengikutinya.
🌹🌹
Sekar masih sibuk memasak, sementara Deka dan Mawar bercanda di depan Televisi, sesekali tawa mereka terdengar sampai ke telinga Sekar, dan Sekar hanya bisa tersenyum sendiri, Mawar bahagia, Mawar dan Deka, bukan hubungan darah diantara mereka, tapi perasaan cinta bisa mengentalkannya.
Usai menyajikan makanan di meja, Sekar memanggil Deka dan Mawar untuk makan.
"Kalian makan dulu, aku maghriban dulu, takut nggak keburu". Sekar berlalu, terlihat terburu-buru.
"Mawar juga sholat dulu ya Yah...". Mawar ikut berlalu. Deka terpaku, dia berjalan menuju kamar Sekar dan Mawar, berdiri di depan pintu, menatap mereka dalam balutan mukena membuat dadanya bergetar aneh.
"Aku bahkan hampir melupakannya, aku hampir lupa cara melakukannya, bagaimana aku tidak pernah merindukan Tuhanku?". batin Deka bergumam lirih. Tiba-tiba ujung mata Deka basah, mendengar Mawar melafalkan doa di akhir sholatnya.
"Dekaaa...?" Sekar terkejut melihat Deka berdiri di pintu kamarnya.
Deka mendekat, memeluk Sekar, membuat Sekar begitu terkejut mendengar Deka terisak dalam pelukannya.
"Ajari aku mengenal kembali Tuhanku Sekar". Sekar membalas pelukan Deka, dia ikut terisak, ada yg mencubit ulu hatinya, Deka yg kemarin sungguh bukan Deka yg saat ini dalam pelukannya.
🌹🌹
Cinta Deka yg pelan-pelan merubah segalanya, Hidup Sekar dan Mawar yg bisa merubah hidup Deka. Semoga pelan-pelan Sekar juga bisa jatuh cinta pada Deka.
Sekar membuktikan, harta dan kecantikan tak membuat segalanya sempurna, karna sempurna sejatinya bukanlah milik mahluk yg tinggal di dunia. Bukan dirinya, bukan pula Deka.
🌹
🌹
🌹
Ada sedikit curhat saya diatas ya,,semoga tidak mengganggu...
__ADS_1
🙏🙏🙏
😘😘😘