
🌹🌹🌹
Deka mengantar Sekar sampai di depan pintu rumah, sepanjang perjalanan pulang tadi Deka dan Sekar saling bungkam, hanya sesekali menanggapi celoteh Mawar.
Sekar enggan bertanya, dia akan menunggu Deka menceritakan sendiri mengenai kejadian tadi, siapa Bayu, siapa Reva.
Sebenarnya secara garis besar Sekar sudah bisa menebaknya, Nesya anak Deka, tapi juga anak Reva dan Bayu, mungkin dulunya mereka terlibat cinta segitiga, dan itu yg membuat hubungan mereka renggang, bahkan Sekar bisa menangkap kobaran emosi dalam mata Deka.
"Terimakasih Sekar, secepatnya aku akan mengurus berkas pernikahan kita, kamu bisa bantu aku mencari tanggalnya". Ucap Deka di depan pintu rumah Sekar.
Sekar hanya mengangguk.
"Dan maaf soal tadi, kamu bahkan belum sempat ngobrol banyak dengan ibu, tapi aku malah langsung mengajakmu pulang". Rona kecewa tergambar di wajah Deka.
"Nggak papa, aku ngerti kok kalau kamu nggak nyaman, sebaiknya kamu pulang". Ucap Sekar kemudian.
"Bayu adalah kakakku, daaaan....". Sekar menangkap niat Bayu untuk menceritakan masa lalunya.
"Kalau kamu belum bisa cerita, jangan di paksa, bukankah aku juga tidak perlu tahu?".
"Kamu perlu tahu Sekar, karna kita akan menikah, dan aku menikahimu bukan hanya untuk 1 atau 2 bulan, aku ingin menghabiskan sisa umurku bersama kamu dan Mawar". Deka menajamkan matanya.
Sekar membuka lebar pintu rumahnya.
"Masuklah..!". Sekar menyuruh Deka masuk, Mawar yg sudah dulu masuk terlihat senang, Deka ikut duduk bersamanya sekarang.
Deka meminjamkan ponselnya kepada Mawar, memutarkan sebuah film kartun lewat youtube. Deka ingin mengalihkan perhatian Mawar. Deka perlu bicara serius dengan Sekar.
"Bayu kakak angkatku, sebenarnya dia anak tanteku, tapi ibunya menitipkan pada bapakku sejak kecil, sebenarnya Bayu kakak yg baik, dia pintar, cerdas, dan kemampuannya selalu di atasku, karna itu aku selalu merasa cemburu ketika ibu selalu memujinya".
Deka mulai bercerita, Sekar menyuguhkan segelas kopi hitam kesukaan Deka.
"Dan Reva adalah mantan pacarku, dulu sebelum menikah dengan Mas Bayu aku dan Reva berencana menikah, tapi naas, dalam perjalanan pulang dari rumah ibu aku dan reva kecelakaan, aku koma lebih dari setengah tahun, padahal saat itu Reva sedang hamil". Deka menghentikan ucapannya, dia menangkap mimik terkejut dari wajah Sekar.
Deka meneguk kopi yg panasnya mulai menguap, Sementara Sekar masih bergeming, menunggu Deka melanjutkan ceritanya.
"Aku memang bukan laki-laki yg baik Sekar, hubunganku dan Reva dulu bahkan di luar batas, hingga Reva hamil, sementara orang tua Reva adalah seorang pengusaha yg sangat sukses, saat tahu Reva hamil, papanya Reva ingin menikahkan Reva dengan rekan bisnisnya".
"Lalu bagaimana Reva bisa menikah dengan Mas Bayu?" Sekar mencoba bertanya.
"Aku koma, Reva tidak ingin menikah dengan orang lain, saat itulah Mas Bayu menawarkan diri untuk sementara menikahi Reva, Sampai aku sembuh, dan Reva setuju".
__ADS_1
"Lalu...?"
"Lalu mereka benar-benar jatuh cinta, saat aku sadar dan menyusul ke Los Angeles mereka sudah saling mencintai, mereka mencampakkan aku". Deka mulai berkaca-kaca, teringat bagaimana luka itu masih terasa sakitnya.
Sekar tahu, Sekar mengerti sekarang, perasaan itu masih terluka, ada iba dihati kecil Sekar untuk Deka.
"Sekarang kamu tahu semuanya, hidupku sebelum bertemu dengan Mawar sangat kacau, tapi percayalah, aku tidak pernah bermain dengan perempuan, wanita yg kamu lihat waktu itu, dia hanya teman sekolahku, tapi sungguh aku tidak pernah lagi menyentuh perempuan".
"Kenapa kamu menjelaskan ini padaku?".
Tanya sekar, mendengar penuturan Deka.
"Karna aku tidak mau kamu jijik kepadaku". Jawan Deka.
"Aku tidak jijik padamu Deka, aku bahkan pernah menikah dan punya anak, aku bukan perawan, dan kamu seorang lajang yg mau menikahi janda beranak satu, apa kamu tidak malu?". Deka menggeleng.
"Aku tak peduli itu Sekar, bukan karna statusmu, tapi karna Mawar, dia anak yatim yg masih membutuhkan ayah, dan aku seorang ayah yg tidak bisa mendekap anakku setiap saat, aku dan Mawar saling membutuhkan, aku terlanjur menyayangi Mawar seperti putri kandungku sendiri". Deka kembali meneguk kopinya.
"Baiklah, habiskan kopimu lalu pulanglah, aku akan menyerahkan surat-surat yg kamu butuhkan besok". Ucap Sekar tidak ingin terlarut dalam perasaan, Sekar mulai takut pada perasaannya yg mulai memihak pada Deka. Deka hanya seperti suaka bagi Mawar, bukan dirinya.
🌹🌹
Seminggu kemudian...
Bu Nurul datang bersama Bayu dan Nesya, tanpa Reva, Reva memang memilih tidak ikut, Reva tahu Deka masih sangat membencinya, mungkin Deka masih bisa menerima Bayu sebagai kakaknya, tapi tidak dengan keberadaan Reva, mantan pacar yg menjadi kakak iparnya dengan drama penghianatan, itu pasti sangat menyakitkan.
Acara khidmat penuh haru itu masih berlangsung, Deka yg dengan lancar mengucapkan ijab Qobul kini dipertemukan dengan Sekar, Deka sempat tertegun, Deka melihat bagaimana cantiknya Sekar dengan riasan di wajahnya, wajah yg biasanya polos itu kini bak seorang putri, cantik sekali, Deka menyematkan cincin di jari manis Sekar, lalu mengecup keningnya, untuk pertama kali, aliran darahnya berdesir dengan deras hanya dengan mencium kening Sekar, begitupun dengan Sekar, tapi keduanya berusaha saling menutupi, Deka yg diam-diam telah jatuh hati pada Sekar, dan Sekar yg masih belum tahu perasaannya pada Deka.
Mawar mencium pipi keduanya bergantian, Bu Nurul juga melakukan hal yg sama dengan Mawar. Dengan linangan air mata Bu Nurul memeluk lama Deka, lalu memeluk Sekar.
"Ibu titip Deka...Sekar, hanya kamu yg bisa membuatnya tidak egois, hanya kamu yg pantas buat Deka". Bu Nurul terisak dalam pelukan Sekar, Sekarpun ikut meneteskan air mata mendengar ketulusan Bu Nurul.
Sementara Bayu yg menggendong Nesya, berjalan mendekati Deka.
"Selamat Deka, jadilah lebih baik setelah ini, jaga Sekar dan Mawar dengan baik, mereka amanah yg tidak boleh kamu sia-siakan". Ucap Bayu, lalu memberikan Nesya pada Deka.
"Heeiii anak papi...Nesya ikut papi ya".
Nesya menangis.
"No..papa.. echa with papa". Ucap Nesya dalam logatnya yg kurang jelas. Nesya mengulurkan tangannya ke Bayu dan terus menangis tidak mau digendong Deka.
__ADS_1
Akhirnya Deka memberikan Nesya ke Bayu, setelah Sekar memegang lengannya, dan memintanya untuk memberikan Nesya ke Bayu.
Nesya masih sesenggukan, Deka mencium pipinya.
"Titip Nesya Mas...jaga dia untukku". Deka menyadari, Nesya lebih mencintai Bayu daripada dirinya, dia tahu Bayu sudah sangat baik merawatnya.
"Tentu Deka, dia anakmu, tapi dia adalah putri kesayanganku, darahmu mungkin mengalir ditubuhnya, tapi cintaku pada Nesya takkan bisa membuatmu merebut Nesya dariku, kamu tetap Ayahnya, sampai kapanpun Nesya anakmu, kamu boleh menemuinya kapan saja, tapi aku tidak akan pernah mengijinkan kamu mengambilnya, karna Nesyapun sepertinya telah jatuh cinta padaku Deka".
Bayu tersenyum penuh kemenangan, Deka seperti terpukul oleh kata-kata Bayu, tapi apapun itu semua demi kebaikan Nesya, Deka spontan memeluk Bayu, pelukan yg tulus, Bayu menyambutnya, Bu Nurul kembali terisak melihatnya, Sekarpun ikut tercengang, Deka yg berubah seketika hanya karna ucapan Nesya..."No...echa with papa". Sebuah penolakan Nesya terhadap Deka. Jika Deka bisa terluka karna Reva, karna Bayu, tapi tidak dengan Nesya. Ucapan Nesya justru bisa menyadarkan dirinya bahwa Bayu lebih pantas jadi papanya.
Nesya dan Mawar adalah dua malaikat kecil yg bisa membuat dunia Deka berubah 180°. Mungkinkah Sekar juga bisa merubahnya?
🌹🌹
Semua tamu sudah pulang, rumah Deka sudah kembali sepi, malampun semakin larut.
Mawar sudah terlelap dikamarnya, Sekar ikut merebahkan diri di samping Mawar.
Deka mengetuk pintu kamar Mawar, lalu masuk, karna Sekar tidak menguncinya.
"Kamu tidak tidur dikamar kita?". Deka mencoba bertanya, menyandarkan dirinya di ujung ranjang di samping Mawar.
"Aku belum bisa tidur satu kamar denganmu, maafkan aku". Ucap Sekar sambil membelai rambut Mawar pelan.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa dan memintanya darimu, tidurlah, terimakasih sudah menjadi istriku, hari ini kamu cantik sekali, selamat malam Sekar". Deka beranjak, Deka hanya mencium kening Mawar, dia tidak mau mendapat penolakan dua kali dari Sekar, karna itu Deka tidak berani mencium Sekar.
Bagi Deka saat ini, Sekar dan Mawar yg berada di dalam salah satu kamar di rumahnya sudah sangat cukup membuat Deka bahagia, membuat Deka tenang.
Deka yg benar-benar tidak egois, Deka yg rela menunggu, meski Deka tidak tahu selama apa itu, Sekar akan tetap menjadi istrinya, meski belum seutuhnya.
Deka percaya, perasaan itu pasti akan datang, seperti layaknya perasaan Deka pada Sekar yg datang tanpa syarat. Suatu saat nanti perasaan Sekar juga akan datang untuknya, dan Deka akan terus menjaga perasaannya sampai saat itu tiba.
🌹
🌹
🌹
Alhamdulillah bisa Up... semoga suka...
jangan lupa tinggalkan like dan komennya ya..
__ADS_1
🙏🙏🙏
🌹🌹🌹