
🌹🌹🌹
Hari ke dua di Los Angeles.
Bayu sudah didalam mobil, Reva menyusul kemudian. Bayu menepati janjinya, mengajak Reva jalan-jalan mengelilingi sebagian kota LA, hanya beberapa tempat, tentunya selain Hollywood.
Setelah menempuh perjalanan yg cukup jauh, sampailah mereka di sebuah pantai yg sangat indah. Di sepanjang pantai sampai ke teluk berjajar cafe-cafe, tempat tidur pantai dan kursi santai banyak disewakan di sana, benar-benar suasana yg romantis untuk mereka yg berpasang-pasangan.
Bayu mengikuti Reva berjalan di sepanjang pantai, nyiurnya pohon palem, pasir yg bersih dan tebing pasir putih mampu membuat Reva berdecak kagum.
"Pantainya bersih ya Mas". Reva yg jalan mendahului Bayu membalikkan badan.
Bayu hanya berdehem, dibalik kaca mata hitam yg dipakainya, Bayu melihat Reva tampak bahagia, dia terus saja tersenyum, sesekali menghentakkan pasir yg terselip disela jari kakinya. " sangat cantik, pantas Deka tergila-gila padanya". gumam Bayu.
"Nama pantainya apa Mas?".
"Kamu nggak baca tulisan didepan tadi?".
ketus Bayu. Reva menggeleng, sedikit menekuk muka.
"Paradise cove beach". Sahut Bayu kemudian.
"Mas Bayu pernah kesini sebelumnya?". Bayu mengangguk.
"Sendiri?". Bayu menggeleng.
"Oyaaaa, Mas Bayu kesini sama siapa?". Reva mulai penasaran.
Bayu menghela nafas, mendudukan dirinya diatas hamparan pasir dibawah pohon palem, Reva duduk disebelahnya.
"Clara". Bayu mengucap pelan.
"Siapa Clara Mas?".
"Sudahlah nggak usah dibahas". Bayu menyapu laut dengan matanya.
Ditempat ini 6 bulan yg lalu, seorang gadis campuran Amerika-Indonesia menyatakan perasaan kepadanya, saat itu Bayu belum berani membalas perasaan itu, Bayu berjanji akan menjawabnya usai cutinya. Kini cutinya usai, dan dia kembali ke sini bersama seorang istri, apa yg akan Bayu jawab untuk Clara yg menunggunya.
Bayu mengenal Clara sejak 2 tahun lalu, tepatnya seminggu setelah Bayu bekerja, Clara seorang waitress di restoran, di depan kantor Bayu. Awalnya hanya hubungan antara pelanggan dan pelayan, tapi kemandirian Clara yg hidup sebatang kara membuat Bayu tertarik untuk mengenalnya, Clara fasih bahasa Indonesia, Clara tahu tempat-tempat menarik di Indonesia, bahkan pernah mengutarakan keinginannya untuk tinggal di Indonesia. Demikianlah awal Bayu dan Clara menjalin hubungan, saling memendam rasa, sampai akhirnya Clara memberanikan diri mengutarakan perasaannya lebih dulu.
"Mas Bayu kok bengong?". Ucapan Reva menyadarkan Bayu dari lamunan.
"Enggak, cuma ke inget Deka". Bohong Bayu.
"Deka apa Clara?". Reva mulai menggoda. Bayu mengacak rambut Reva.
"Jangan menggodaku". jawab Bayu singkat.
"Apa Clara pacar Mas Bayu?". Reva kembali bertanya.
__ADS_1
"Hampir". Bayu kembali menghela nafas, ada rasa kecewa disana.
"Kok hampir?"
"Iya, kalau aku nggak nikah sama kamu". Bayu beranjak dari duduknya, meninggalkan Reva.
Reva diam, hatinya seperti habis dipukul sekeras-kerasnya, bukan sakit, tapi merasa bersalah, kini dia tahu, sebenarnya Bayu punya orang yg dicintai, Reva datang diwaktu yg sangat tidak tepat. Bayu yg baru akan memulai sebuah hubungan, tapi harus berakhir karna menikah dengannya, dan itu bukan karna cinta, itu bukan untuk kebahagiaannya, tapi demi Deka adiknya, Demi anak yg dikandungnya.
Reva mulai menitikkan air mata, dia terus saja membayangkan perasaan Bayu yg menjadi korban dari perbuatan dosanya bersama Deka. Apa yg harus Reva lakukan saat ini? trus bertahan sampai anaknya lahir, atau meninggalkan Bayu yg tidak seharusnya mengorbankan masa depannya demi dirinya dan Deka.
Reva tersentak, saat merasakan seseorang menepuk bahunya.
"Kamu mau nginep disini?" Bayu sudah berdiri di sampingnya, bukankah tadi dia sudah pergi?
Reva menghapus sisa air matanya, lalu berdiri di samping Bayu.
"Maafkan aku Mas". Reva menunduk, nyalinya menciut jika harus berberadu mata dengan Bayu.
"Untuk apa?".
"Karna aku Mas Bayu dan Clara...."
"Cukuup..!! itu sudah keputusanku". ucap Bayu memotong kalimat Reva.
"Aku akan bicara dengan Clara, semoga dia bisa mengerti".
"Dia lebih bisa mengerti dari kamu". Kembali perkataan Bayu sukses membuat hati Reva tercabik, dia menunduk, menyembunyikan air matanya yg lagi-lagi jatuh begitu saja.
Bayu tahu Reva menangis, Bayu memegang kedua bahu Reva.
"Maaf kata-kataku kelepasan". Reva menggeleng, dia malah semakin terisak, harusnya dia yg minta maaf, bukan Bayu.
Bayu merengkuh tubuh Reva dalam pelukannya, hanya untuk menenangkannya.
"Kamu mau jalan-jalan lagi?". Bayu melepaskan pelukannya, tapi Reva menggeleng.
"Aku mau pulang, aku lelah Mas". Jawab Reva.
"Baiklah, tapi jangan nangis lagi, kasihan anak kamu, dia ikut sedih".
"Emang Mas Bayu tahu kalau anak aku ikut sedih?".
"Aku pernah ada diperut ibuku, jadi aku tahu". Reva tersenyum mendengar ucapan Bayu yg tidak masuk akal.
🌹🌹
(Reva Part)
Mas Bayu kadang menyebalkan, tapi dia baik banget, dan hari ini aku sangat merasa bersalah, aku mengacaukan hubungannya dengan Clara, aku hanya bisa menangis, aku tidak tahu kalau pernikahan ini akan menyakiti banyak orang, terutama Mas Bayu. Dan saat Mas Bayu memelukku, saat itulah Mas Bayu mengacaukan perasaanku.
__ADS_1
🌹🌹
(Bayu part)
Kenapa aku harus menyebut nama Clara? lagi-lagi Reva menangis, aku benci melihat wanita menangis, Reva sedang hamil, anaknya nggak boleh ikut menangis, terpaksa aku memeluknya, jangan ditanya perasaanku, bahkan aku belum pernah memeluk Clara sebelumnya, setelah semalam dia mencuri ciuman di pipiku, dan sekarang aku harus memeluknya, situasi macam apa ini? Benar dia istriku, bahkan dia halal bagiku, tapi dia kekasih adikku, anak yg dikandungnya itu keponakanku. Tolong aku ya Allah, aku sungguh takut pada perasaanku sendiri.
🌹🌹
Sepanjang perjalanan pulang Reva dan Bayu saling membisu, Reva menatap keluar jendela, Bayu sibuk menyetir, sesekali mengetukkan jarinya ke kemudi untuk menghilangkan rasa gerah yg menyerangnya. Wanita yg perutnya mulai membuncit di sebelahnya, akhir-akhir ini berhasil menarik perhatiannya.
Bayu menghentikan mobilnya di depan sebuah Restoran, Bayu turun lebih dulu, saat Reva hendak menyusul, Reva melihat seorang perempuan cantik, berlari menghampiri Bayu, wajah yg sangat ceria, senyum lebar, dan tatapan matanya ke Bayu seperti tatapan orang yg sedang jatuh cinta.
"Apakah dia Clara?". Batin Reva, langsung membuka pintu mobil saat Bayu melambaikan tangan ke arahnya.
"Dia Reva, pacar Deka adikku, kamu ingat Deka?". Reva mengulurkan tangannya. Clara mengangguk.
"Halo, aku Clara". Reva terkagum melihat kecantikan Clara, wajah blesteran yg dia miliki sungguh sempurna, matanya biru kecoklatan, rambutnya ikal dan hitam, hidungnya panjang seperti hidung yg dimiliki bule-bule, dan tinggi badannya yg semampai membuat Reva tampak begitu mungil.
Clara begitu ramah, setelah memberikan Reva dan Bayu tempat duduk, dia terus saja mengajak mereka bercerita, bukan hanya Bayu, tapi juga Reva.
"Pantas Mas Bayu menyukainya". Pikir Clara.
Setelah cukup puas makan dan ngobrol, Bayu dan Reva pamit, Clara masih memegang tangan Bayu, seolah rindu mereka belum sembuh, Reva berniat meninggalkan mereka terlebih dulu, tapi Bayu mencegahnya.
Setelah Bayu berjanji akan kembali, Clara melepaskan tangan Bayu, lalu clara mengantar sampai ke depan restoran.
Bayu membukakan pintu mobil untuk Reva, namun terhenti saat Clara meneriakan namanya, Clara berlari ke arah Bayu yg masih memegang pintu mobil.
"Aku sangat merindukanmu". Clara memeluk Bayu, Bayu menatap Reva yg langsung menarik pintu mobil lalu masuk ke dalam, Reva sengaja mengalihkan pandangannya, karna ada sesuatu yg menyentil dalam hatinya saat mendengar dan melihat bagaimana Clara sangat merindukan Bayu.
Saat Clara sudah melepaskan pelukannya, Bayu menyusul Reva masuk ke dalam mobil, memandang Reva yg tidak melihatnya, lalu berlalu dari tempat itu. Masih sesekali melirik Reva, mungkin Bayupun merasakan hal yg sama, tapi perasaan apa? merekapun masih sama-sama menerka.
🌹
🌹
🌹
(bersambung)
Trimakasih yg masih setia, kesetiaan anda jadi semangat buat saya..
Mohon maaf kalau masih banyak typo disana-sini.
🙏🙏🙏
😍😍😍
💖💖💖
__ADS_1